Punya usaha yang kita bangun sendiri memang bisa menjadi tantangan tersendiri, tapi kadang bisa ‘kesandung’, apalagi berhubungan dengan modal. Banyak calon pengusaha yang masih bingung modal apa yang cocok untuk bisnis mereka. Ada yang lebih memilih pakai KUR atua memanfaatkan kartu kredit.
Keduanya bisa jadi modal buat bisnis kalian, tapi mereka ada dua jenis modal yang cara kerjanya bertolak belakang. Yuk kita bedah mana yang paling pas buat bisnis kalian!
- KUR: Si Angsuran Murah yang Pasti
KUR (Kredit Usaha Rakyat) masih menjadi pilihan karena bunganya yang rendah, sekitar 6% per tahun dengan tenor maksimal 5 tahun.
Kapan Harus Pakai KUR?
KUR sangat cocok buat bisnis yang butuh dana yang langsung diserap habis. Misalnya sudah ada rincian biaya pasti untuk membeli mesin produksi atau membayar sewa tempat.begitu uang cair, bisa langsung dicicil tiap bulan.
Kelemahannya adalah KUR tida bisa berfungsi sebagai dana cadangan. Kalau kalian pinjam Rp500 juta tapi uangnya baru kepakai Rp70 juta, kalian tetap wajib membayar bunga dan angsuran dari total Rp500 juta tersebut. Ini lah alasan kenapa KUR kurang efektif jika dananya memang belum dibutuhkan sepenuhnya.
- Kartu Kredit; Si Plafon Fleksibel
Berbeda dengan KUR, kartu kredit bersifat plafon. Artinya dana sudah teredia, tapi belum tentu diambil sebagian atau diambil semuanya.
Kenapa Kartu Kredit Menarik?
- Bayar sesuai pemakaian: jika kalian punya plafon Rp500 juta tapi hanya dipakai Rp70 juta, maka angsuran yang akand ibayar hanya dihitung dari Rp70 juta yang sudah terpakai tadi.
- Dana cadangan: sisa plafon yang belum dipakai bisa disimpan untuk dana cadangan jika ada kebutuhan mendadak atau peluang bisnis yang tiba-tiba datang.
- Bunga kompetitif: jika diubah jadi cicilan, bunganya berkisar antara 7 – 9% per tahun, bahkan bisa lebih rendah jika ada promo.
Pentingnya Dana Cadangan dalam Bisnis
Ada satu hal yang harus diingat: dalam berbisnis, penghasilan masa depan itu misteri, tapi angsuran itu pasti. Tanpa dana cadangan, banyak pengusaha yang akhirnya ‘mentok’ dan macet saat bisnis sedang sepi, sementara.
Strategi Pamungkas: Kombinasikan Keduanya!
Siapa bilang harus pilih salah satu? Kalian bisa menggabungkan keduanya!
Kalian bisa ambil KUR untuk memenuhi kebutuhan aset yang sudah pasti (seperti mesin atau renovasi), lalu kartu kredit untuk alat permodalan yang siaga untuk dana cadangan. Ini bisa jadi kombinasi yang luar biasa buat bisnis yang baru kalian rintis.
Kangan hanya terpaku pada bunga rendah, tapi lihat juga bagaimana mekanisme utangny agar tidak membebani arus kas bisnis kalian.










