3 TIPS INI BISA BANTU KALIAN SIAPIN BANTALAN UANG PENGAMAN DI TENGAH BADAI PHK BURUH RI!

3 TIPS INI BISA BANTU KALIAN SIAPIN BANTALAN UANG PENGAMAN DI TENGAH BADAI PHK BURUH RI!

Badai PHK masih terus menghantui para pekerja di Indonesia. PHK terjadi di berbagai industri, seperti perbankan, IT, media, hingga tekstil.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat ada 18.610 pekerja yang terkena dampak PHK dari periode Januari – Februari 2025, ada 18.610 orang tenaga kerja yang mengalami PHK, paling banyak terdapat di provinsi Jawa Tengah dengan presentase sekitar 57,37%. Ini merupakan data terbaru dari Kemnaker.

Di tengah-tengah badai PHK ini, penting bagi kalian buat mempersiapkan keuangan yang lebih baik agar hidup tidak terombang-ambing—termasuk di antaranya adalah dana darurat.

BAGAIMANA CARANYA MENYIAPKAN DANA DARURAT?

  1. Siapkan Dana Darurat 6 Kali Pengeluaran

Pekerja disarankan untuk menyiapkan dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran per bulan, apalagi jika pekerja sudah memiliki keluarga sendiri. Teruntuk pekerja yang masih lajang dan baru bekerja, bisa menyiapkan dana darurat sebesar tiga kali pengeluaran per bulan. Ini dikarenakan dana darurat merupakan aset likuid yang disengaja untuk mentupi risiko terjadinya PHK. Jika seandainya si pekerja memiliki utang, maka jumlah dana darurat ditambah menjadi biaya pengeluaran ditambah cicilan perbulannya.

  1. Kurangi Gaya Hidup

Pekerja juga perlu mengurangi pengeluaran untuk gaya hidup, karena dengan begitu akan lebih banyak dana yang bisa disisihkan untuk menghadapi PHK. Dengan mengurangi gaya hidup, pekerja tetap bisa menikmati hidup—misalnya dengan listrik dan internet yang tetap menyala dan makan makanan bergizi. Namun, gaya hidup seperti berbelanja secara konsumtif dan jalan-jalan memang harus dikurangi. Jika dirasa pemasukan mulai terancam, mulai kurangi atau hentikan pengeluaran biaya hidup yang tidak masuk ke dalam prioritas utama.

Pengeluaran gaya hidup yang bisa dikurangi misalnya langganan hiburan, upgrade gadget, atau liburan dengan dalih self-reward atau healing. Ada dana yang perlu disiapkan untuk nongkrong alias bertemu dengan teman, karena ini bisa menjadi kesempatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

  1. Membuka Bisnis

Membuka bisnis disarankan untuk menambah pundi-pundi uang yang bisa dimulai dengan modal kecil—misalnya bisnis kuliner harian seperti makanan beku rumahan, warung sarapan, atau katering sehat. Reseller produk kebutuhan seperti sembako, alat kebersihan, popok, dan kebutuhan harian lainnya juga bisa menjadi pilihan lainnya.

Jika punya skill, bisa dijadikan usaha, seperti mengajar secara online, membuat produk digital, dan berjualan di media sosial. Sudah saatnya berinvestasi leher ke atas, meningkatkan skill berjualan seperti belajar jualan online atau live streaming.

Jika mau mulai berbisnis, mulailah dari bisnis yang dibutuhkan oleh orang-orang sekitar, seperti bisnis makanan kecil, bisnis apparel atau pakaian, atau voucher game. Bisa juga yang bersifat digital seperti jasa SEO, jasa pembuatan website, fotgrafer atau videographer, editor video, jasa sosial media manager, dan lain sebagainya.

PAPER.ID RILIS KARTU KREDIT UNTUK SOLUSI PEMBAYARAN LINTAS NEGARA

PAPER.ID RILIS KARTU KREDIT UNTUK SOLUSI PEMBAYARAN LINTAS NEGARA

Paper.id kembali membuat inovasi yang ditandai dengan peluncuran inovasi yang ditandai dengan peluncuran PaperXB sebagai solusi pertama di Indonesia yang bisa memungkinkan pelaku pebisnis melakukan pembayaran lintas negara dengan kartu kredit.

Fitur ini berpotensi membuka akses transaksi bisnis ke lebih dari 200 negara yang memungkin bisnis loka bisa terhubung dengan pasar internasional tanpa hambatan pembayaran yang selama ini menjadi permasalahan utama.

Di fase awal, PaperXB akan memprioritaskan lima negara utama sebagai tujuan transaksi—Malaysia, Thailand, Singapura, Amerika Serikat, dan Tiongkok yang merupakan negara-negara yang memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Indonesia.

Yosia Sugialam selaku CEO Paper.id, mengatakan jika Paper.id tidak hanya sekedar memberikan solusi pembayaran, tapi juga merupakan langkah maju bisnis Indonesia untuk berkompetisi di panggung internasional.

Dengan kemudahan pembayaran lintas negara berbasis kartu kredit, pihaknya ingin mengatasi tantangan finansial yang selama ini menghambat pertumbuhan bisnis lokal. Dengan solusi ini, pelaku usaha bisa membayar supplier global tanpa harus mengganggu arus kas, terutama di momen Lebaran seperti saat ini, yang bisa memastikan agar stok tetap tersedia selama Lebaran.

Solusi Pembayaran Lintas Negara yang Lebih Efisien untuk Bisnis Indonesia

Selama ini, pembayaran lintas negara sering menjadi tantangan, seperti biaya remitansi yang tinggi, keterlambatan transaksi, hingga keterbatasan metode pembayaran. Sehingga, kemunculan Paper XB bisa menjadi jawaban untuk tantangan tersebut dengan menghadirkan pembayaran berbasis kartu kredit yang menawarkan proses yang lebih cepat, biaya yang lebih efisien, dan flesibilitas yang lebih tinggi untuk pelaku usaha.

Menurut data Bank Indonesia (BI), transaksi lintas negara di Indonesia mengalami peningkatan lebih dari 30% dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dengan didorong meningkatnya ekspansi bisnis digital serta perdagangan global.

Meskipun begitu, masih banyak UMKM yang kesulitan untuk mengakses layanan keuangan global, menghadapi keterbatasan metode pembayaran, dan biaya yang tidak kompetitif.

Kasus pembunuhan petugas pajak jadi pelajaran bagi kita untuk mempersiapkan pajak mulai dari sekarang

Kasus pembunuhan petugas pajak jadi pelajaran bagi kita untuk mempersiapkan pajak mulai dari sekarang

Baru-baru ini public dihebohkan dengan terbunuhnya dua petugas pajak saat melakukan tugas. Parado Toga Fransriano Siahaan (30) dan Sozanolo Lase (35) harus menemui ajalnya saat hendak menagih tunggakan pajak kepada Wajib Pajak (WP) Agusman Lahagu. Lahagu diduga kalap karena besarnya pajak yang harus dia bayar, yaitu sebesar Rp. 14 milyar sejak tahun 2010. Kasus pembunuhan petugas pajak memberikan pelajaran pada kita jika pengetahuan tentang pajak sangat diperlukan.

Kasus Pajak
Kasus pembunuhan petugas pajak menjadi pengingat bagi Anda untuk mempersiapkan pajak Anda sejak dini

Continue reading →

Strategi Bisnis Properti Modal KTP

Properti selalu dianggap sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, karena pangsa pasar yang nggak ada matinya. Sayangnya, tidak banyak dari kita yang berani terjun di bisnis ini karena mitos bahwa untuk bisa memulainya anda perlu modal yang sangat besar, ratusan juta bahkan hingga milyaran rupiah. Tapi benarkah demikian? Apakah hanya orang-orang yang punya modal puluhan juta nggak bisa menjalankannya?

Jika anda benar-benar tertarik untuk terjun di bisnis property, meski modal anda pas-pasan, seminar “Strategi Bisnis Properti Modal KTP” sepertinya cocok bagi amda. Dipandu oleh seorang yang telah berpengalaman di dunia properti, Bapak Ardhian Denka, pendiri IPC (Indonesia Property Club), anda bisa memulai kerajaan bisnis anda.

strategi properti modal KTP

Apa saja yang bakal anda dapatkan dalam seminar ini? Bukan sekedar motivasi, tapi benar-benar ilmu serta tips dan trik yang aplikatif untuk membangun kerajaan bisnis property anda, antara lain:

–          Tips mencari property yang bisa diperjualbelikan dengan cepat

–          Tips menjadi pedagang properti sesungguhnya yang powerfull, bukan pedagang property abal-abal alias penjudi properti

–          Tips menjalankan bisnis property hanya dengan modal KTP

–          Trik jitu menutup hutang anda lewat properti

–          Dan masih banyak ilmu lainnya

Nah, apalagi yang anda tunggu? Ini saatnya anda ambil bagian dari renyahnya bisnis properti. Anda akan belajar dengan yang terbaik, yang benar-benar tahu seluk beluk bisnis menggiurkan ini. Pastikan anda jadi bagian komunitas Indonesia Property Club (IPC) untuk sukses dan berkembang bersama.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds