PUNYA KARTU KREDIT LIMIT BESAR TAPI BPJS MASIH DIBAYARIN NEGARA? MENKES: “YA NGGAK LAYAK DONG!”

Baru-baru ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin lagi banyak dibicarakan karena pernyataan konroversialnya soal krieria peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Buat yang belum tau, PBI adalahh layanan BPJS Kesehatan gratis yang iurannya dibayar penuh oleh pemerintah. Ini dikhususkan untuk orang-orang yang kurang mampu. Tapi pada praktiknya, masih ada yang secara ekonomi berkecukupan tapi ikut nebeng di program ini.

Limit Kartu Kredit Jadi “Filter” Kekayaan

Menkes secara blak-blakan menyebut kalau data peserta PBI akan dilakukan penyaringan leih ketat lagi. Salah satu cara pengecekannya adalah lewat kepemilikan kartu kredit dan tagihan listrik.

Dalam rapat bersama komisi IX DPR RI, sempat disinggung angka yang bisa bikin orang kaget. Ternyata, masih ada orang yang tergolong kategori PBI tapi ternyata punya limit kartu kredit Rp 20 juta sampai Rp 50 juta. Sudah jelas nggak layak!

Menkes mengatakan kalau punya kartu kredit limit Rp50 juta, sudah pasti bukan PBI. Atau kalau listriknya 2.200 VA, itu juga seharusnya bukan PBI. Logikinya begini: kalau bisa punya limit kartu kredit sebesar itu atau bisa bayar listrik daya tinggi, kenapa iuran BPJS mandiri yang Cuma puluhan ribu rupiah nggak sanggup?

Kenapa Harus Dibenahi?

Mungin banyak yang bertanya di luar sana kenapa datanya harus dirapikan?

Ini sudah tergolong masalah serius. Gara-gara data yang berantakan ini sekitar 120 ribu peserta PBI dengan penyakit berat seperti gagal ginjal atau kanker sempat dinonaktifkan mendadak. Ini terjadi karena pemerintah sedang melakukan validasi ulang dengan tujuan subsidi bisa jatuh  ke tangan yang tepat.

Menkes ingin uang negara dipakai untuk mereka yang benar-benar kesulitan, bukan buat subsidi untuk mereka yang sebenarnya masuk kategori mampu.

Kabar Baik Bagi yang Terdampak

Menkes sudah melakukan reaktivasi otomatis selama tiga bulan bagi pasien dengan penyakit berat yang terdampak penonaktifan ini. Ini bertujuan agar pengobatan mereka tidak terbutus karena urusan administrasi.

Di samping itu, rumah sakit juga diminta untuk tetap melayani pasien PBI dan tidak perlu khawatir soal pembayaran, karena pemerintah menjamin iurannya akan tetap dibayarkan melalui Kementerian Sosial.

Kesimpulan

Langkah bersih-bersih data ini sebenarnya kabar baik untuk kita. Diharapkan dengan sistem yang lebih adil, nggak adalah warga miskin yang haknya’dirampas’ oleh mereka yang sebenarnya mampu.

Jadi, buat orang-orang yang punya kartu kredit limit besar atau rumah dengan listrik gede, yuk sadar diri dan pindah ke kepesertaan mandiri. Biar jatah PBI bisa dipakai oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

BERKACA DARI KASUS CAMAT DI MEDAN: MAIN JUDOL HINGGA RP 1,2 MILIAR PAKAI KARTU KREDIT PEMERINTAH!

Ada yang pernah dengar istilah ‘the house always wins’?

Ini adalah istilah yang bisa kalian temukan di dunia perjudian, yang mengingatkan kalau pemain hampir tidak mungkin menang melawan sistem.

Baru-baru ini, ada berita viral yang bisa bikin kta geleng-geleng kepala. Ini bukan soal menang banyak, tapi soal penyalahgunaan kekuasaan dan dana negara demi judi online(judol). Berita ini datang dari Medan, di mana ada seorang cama yang nekat memakai fasilitas kartu kredit pemerintah untuk bermain slot.

Bagaimana kronologinya?

  1. Bermulai dari Kartu Kredit Pemerintah

Setiap instansi pemerintah akan mendapatkan yang namanya Kartu Kredit Pemerintah yang berfungsi untuk memudahkan transaksi belanja keperluan instansi sencara transparan dan non-tunai. Jadi, kalau semisal ada keperluan mendesak, nggak perlu pakai uang pribadi dulu,

Sayangnya, fasilitas yang harusnya bisa mempermudah kerja ini, malah disalahgunakan oleh eks caman bernama Maimun. Alih-alih dipakai untuk bayar keperluan instansi, limit kartu kreditnya malah dihabiskan buat deposit di situs judol!

 

  1. Total Uang Bernilai Fantastis: Rp 1,2 Miliar

Total uang yang dipakai untuk judol senilai Rp 1,2 miliar! Dengan uang segitu, sudah berapa banyak fasilitas umum yang bisa dibangun?

Inilah bahaya dari kecanduan judi online. Logika dan rasa tanggung jawab seseorang hilang seketika ketika sudah terjerumus ke dunia perjudian. Dorongan untuk ‘balik modal’ atau berharap bisa menang besar bikin si pelaku nekat melakukan segala cara, termasuk menggunakan uang yang bukan haknya.

 

  1. Akhir yang Menyedihkan: Jabatan Hilang, Sanksi di Depan Mata

Di dunia ini, nggak ada yang namanya kejahatan sempurna—apalagi yang berurusan dengan uang negara. Karena sistem audit pemerintah yang sudah semakin ketat, kejahatan ini akhirnya tercium juga.

Akhirnya? Dikutip dari beberapa sumber, camat tersebut reski dicopot dari jabatannya. Tidak sampai di situ, dia juga harus menghadapi sanksi berat sesuai dengan aturan ASN yang kemungkinan besar harus berurusan dengan aparat penegak hukum demi mempertanggungjawabkan uang yangsudah disalahgunakan.

Kejadian ini bisa menjadi tamparan keras buat kita semua. Jangan pernah menyetuh judi onlin, apalagi sampai menyalahgunakan kepercayaan orang lain.

KERINGANAN TAGIHAN KARTU KREDIT DIPERPANJANG, BEGINI RESPONS BANK SWASTA

Sejumlah bank swasta angkat bicara perihal langkah Bank Indonesia yang kembali memperpanjang keringanan bayar tagihan dan denda kartu kredit hingga 30 Juni 2026.

Meliza M. Rusli selaku Direktur Utama Bank Permata menjelaskan perpanjangan aturan bayar minimum kartu kredit 5% masih efektif untuk menjaga level kredit macet (non-performing loan/NPL) karena masih ada nasabah yang terdampak positif kebijakan ini.

Walaupun begitu, sebagian besar target market kartu kredit Permata Bank merupakan segmen menengah ke atas, secara perilaku pembayaran cenderung membayar penuh dan tepat waktu pda saat jatuh tempo.

Di sisi layanan transfer, perpanjangan tarif murah Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) ikut mendorong kenaikan transaksi. Perseroan mencatat volume transaksi meningkat rata-rata 15% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tarif murah bukan satu-satunya penentu di masa depan. Ini dikarenakan nasabah kini semakin mempertimbangkan faktor kecepatan, kenyamanan, dan inovasi layanan transfer.

Kehadiran alternatif seperti BI-FAST, RTGS, dan platform digital yang menawarkan biaya rendah dan proses instan bisa mengurangi dominasi SKNBI, walaupun tarifnya tetap murah.

Walaupun perpanjangan tarif murah bisa mendorong kenaikan transaksi, pertumbuhan jangka panjang akan bergantung pada kombinasi biaya, kecepatan, dan prefeerensi nasabah terhadap layanan transfer yang lebih modern.

Sementara itu, BCA menyikapi kebijakan ini dengan memperkuat proses credit scoring dan monitoring secara berkala. Langkah dilakukan perseroan utnuk menjaga kualitas portofolio kredit yang disalurkan.

Pihak BCA juga menyelesaikan solusi bagi nasabah dalam rangka memitigasi risiko dan menghindari potensi peningkatan NPL, serta menjaga kualitas layanan agar tetap terjaga.

Perlu diketahui jika otoritas moneter kembali memperpanjang kebijakan kartu kredit, seiring dengan perpanjangan kebijakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Seharusnya kebijakan ini berakhri pada 31 Desember 2025. Dalam RDG bulanan pada Juni 2025, Perry Warjiyo slaku Gubernur BI mengumumkan  jika kebijakan SKNBI dan kebijakan kartu kredit diperpanjang hingga 31 Januari 2025.

Yang terbaru adalah otoitas moneter kembali mengumumkan perpanjangan kedua kebijakan ini hingga 30 Juni 2026. Perpanjangan kebijakan ini melingkupi kebijakan batas minimum pembayaran oleh pemegang kartu kredit 5% dari total tagihan dan kebijakan nilai denda keterlambatan sebesar maksimum 1% dari total tagihan serta tidak melebihi Rp 100.000.

Selain itu, perpanjangan kebijakan tarif SKNBI meliputi SKNBI sebesar Rp 1 dari Bank Indonesia ke bank dan tarif SKNBI maksimum Rp 2.900 dari bank ke nasabah.

Ini dinilai perpanjangan waktu implementasi batas minimum pembayaran kartu kredit 5% memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam mengelola arus kas. Pihak BCA mengungkapkan bahwa mereka senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian melalui pemantauan kualitas protofolio secara berkelanjutan.

PAKAI 5 CARA INI BUAT PILIH KARTU KREDIT YANG TEPAT SESUAI KEBUTUHAN!

PAKAI 5 CARA INI BUAT PILIH KARTU KREDIT YANG TEPAT SESUAI KEBUTUHAN!

Memilih kartu kredit bukan hal yang bisa dianggap sepele. Dengan banyak pilihan kartu kredit yang tersedia, penting untuk menyesuaikan kartu kredit dengan kebutuhan pribadi agar bisa mendapatkan manfaat yang lebih maksimal.

Pemilihan kartu kredit yang tepat bisa mempermudah pengelolaan keuangan dan memberikan berbagai keuntungan tambahan—seperti diskon atau program reward. Ini dia beberapa tips yang bisa kalian gunakan dalam memilih kartu kredit sesuai dengan kebutuhan kalian:

  1. Pahami Kebutuhan dan Gaya Hidup

Langkah pertama yang harus diambil dalam memilih kartu kredit adalah memahami gaya hidup dan kebutuhan finansial kalian. Memilih kartu kredit yang sesuai dengan gaya hidup membantu memaksimalkan manfaat yang ditawarkan, seperti poin reward atau diskon di merchant tertentu.

 

  1. Perhatikan Program Rewards dan Poin

Kini, sudah banyak kartu kredit yang menawarkan program rewards seperti poin, cashback, ataupun diskon tambahan. Pastikan kalian memilih kartu yang bisa memberikan lebih banyak poin pada kategori transaksi yang sering dilakukan—seperti belanja, makan di restoran, ataupun travelling.

 

  1. Cari Kartu dengan Keuntungan Khusus

Ada beberapa kartu kredit yang menawarkan keuntungan tambahan yang bisa sangat berguna, seperti cicilan 0% untuk jangka waktu tertentu, diskon di merchant favorit, atau akses gratis ke lounge bandara.

 

  1. Pertimbangkan Biaya dan Syarat Penggunaan

Sebelum memilih kartu kredit, hal penting yang harus diperhatikan adalah biaya tahunan dan bunga yang dikenakan. Ada beberapa kartu kredit yang mengenakan biaya tahunan yang cukup tinggi, namun dengan beragam benefit tambahan, ada juga yang biaya tahunannya lebih terjangkau.

 

  1. Cek Kemudahan Pengelolaan Pembayaran

Kartu kredit yang bagus tidak hanya memberikan banyak keuntungan, tapi juga kemudahan dalam mengelola pembayaran. Ada beberapa jenis kartu kredit yang menawarkan cicilan 0% atau bunga rendah, dan ini bisa memudahkan kalian dalam mengelola pengeluaran tanpa perlu khawatir membayar bunga yang besar.

INI DIA 4 KELEBIHAN KARTU KREDIT UNTUK KEBUTUHAN MENDADAK!

INI DIA 4 KELEBIHAN KARTU KREDIT UNTUK KEBUTUHAN MENDADAK!

Kartu kredit tidak hanya dijadikan sebagai alat pembayaran yang praktis, namun juga menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan mendadak, terutama yang memerlukan dana dalam jumlah besar. Dalam situasi darurat, kartu kredit bisa menjadi penyelamat.

Jika kalian tertarik untuk melakukan pengajuan kartu kredit, ada beberapa pilihan kartu kredit yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalian. Sekarang, Anda bisa semakin mudah mendaftar kartu kredit secara online ataupun lewat aplikasi.

Ini ada beberapa kelebihan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan mendadak yang  perlu kalian ketahui:

  1. Akses Dana Cepat Tanpa Perlu Tunai

Kartu kredit memungkinkan kalian untuk bisa melakukan transaksi tanpa menggunakan uang tunai. Ini sangat membanti saat sedang menghadapi situasi mendesak—seperti perawatan medis darurat atau kebutuhan mendadak lainnya. Kalian  tidak perlu khawatir tidak membawa uang tunai dalam jumalh besar atau menunggu transfer dana/

 

  1. Keamanan dalam Pembayaran

Menggunakan kartu kredit untuk transaksi mendadak juga menawarkan keamanan tambahan. Kartu kredit dilengkapi dengan beragam fitur keamanan, seperti kode OTP untuk verifikasi transaksi, proteksi dari penipuan, dan asuransi yang bisa membantu kalian merasa lebih aman saat berbelanja.

 

  1. Poin Reward dan Manfaat Lainnya

Di samping memenuhi kebutuhan mendadak, kartu kredit juga memberikan poin reward untuk setiap transaksi yang dilakukan. Poin ini nantinya bisa ditukar dengan hadiah, diskon, atau potongan harga di merchant tertentu. Dengan memilih kartu kredit yang tepat, kalian bisa mendapatkan keuntungan lebih dari transaksi yang dilakukan dalam keadaan darurat.

 

  1. Kemudahan Pembayaran Tagihan dan Pengelolaan Keuangan

Kartu kredit bisa memungkinkan untuk mengelola pengeluaran jadi lebi efisien, termasuk dalam situasi darurat. Banyak jartu kredit yang sudah terintegrasi dengan aplikasi mobile yang memudahkan kalian untuk memantau transaksi, mengubah pembelian menjadi cicilan, bahkan sampai membayar tagihan rutin secara otomatis dan tepat waktu.

Dengan adanya kemudahan ini, pengelolaan keuangan jadi lebih terstruktur, terutama saat ada kebutuhan mendadak yang harus segera ditangani.

QRIS TEMBUS 56 JUTA PENGGUNA, JADI PILIHAN UTAMA PEMBAYARAN DIGITAL DI INDONESIA

QRIS TEMBUS 56 JUTA PENGGUNA, JADI PILIHAN UTAMA PEMBAYARAN DIGITAL DI INDONESIA

Satu dekade lalu, kita mungkin masih sering menemukan orang antri di kasir sambil mengeluarkan uang tunai atau kartu kredit. Tapi di zaman sekarang, cukup dengan scan QRIS menggunakan ponsel, transaksi bisa beres dalam hitungan detik.

Tepat,sistem pembayaran digital buatan anak negeri ini kembali mencatat prestasi mentereng. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengguna QRIS di Indonesia sudah mencapai 56 juta orang, menguatkan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi digital.

Dari Inovasi Lokal Jadi Standar Nasional

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama dengan industri keuangan nasional untuk menyatukan berbagai sistem pembayaran QR code agar lebih praktis dan efisien.

Sekarang, keberhasilan itu bisa dilihat langsung. Hampir di setiap tempat – mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan besar – QRIS sudah menjadi cara bayar yang paling umum.  Bahkan, sudah ada total leih dari 41 juta merchant yang sudahh terdaftar dengan nilai transaksi mencapai Rp19 kuadriliun per kuartal III 2025.

Kenapa QRIS Jadi Pilihan Masyarakat?

Ada beberapa alasan kenapa QRIS kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi:

  1. Praktis dan cepat – cukup scan, klik, selesai.
  2. Universal – bisa dipakai di hampir semua aplikasi keuangan seperti GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, hingga mobile banking.
  3. Inklusif – bisa dipakai siapa saja, mulai dari UMKM sampai bisnis besar
  4. Dukungan penuh pemerintah – menjadikan QRIS sebagai bagian pentung dari ekosistem digital nasional.
  5. Mulai mendunia – QRIS kini sudah bisa digunakan di beberapa negara ASEAN dan Jepang, dan kini sedang melakukan ekspansi ke Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.

Dengan keunggulan tersebut, tidak heran jika QRIS menjadi simbol transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global.

QRIS dan Ekspansi Global: Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Yang menarik adalah popularitas QRIS ini adalah kini sudah menembus batas negara. Beberapa negara ASEAN sudah bekerja sama agar sistem QRIS bisa digunakan lintas batas (cross-border payment), sehingga wisatawan dari Indonesia bisa melakukan transaksi di luar negeri hanya dengan memindai kode QR yang sama.

Pemerintah juga menyebut jika keberhasilan QRIS ini bisa menjadi contoh sukses digitalisasi keuangan nasional yang kini mulai dilirik oleh negara lain.

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Walaupun pencapaiannya patut diacungi jempol, masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi:

  • Keamanan transaksi digital agar pengguna tetap merasa nyaman
  • Pemerataan akses internet agar QRIS bisa diimplementasikan ke seluruh penjuru negeri
  • Edukasi literasi keuangan digital untuk membantu masyarakat lebih memahami cara bertransaksi yang aman.

Jika tantangan ini bisa diatasi, QRIS bisa berpotensi menjadi salah satu sistem pembayaran digital paling sukses di dunia.

Kesimpulan

Dengan 56 juta pengguna dan jangkauan yang terus meluas,, QRIS sudah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi digital.

Lebih dari sekedar alat bayar, QRIS mencerminkan kemajuan, inklusivitas, serta kemandirian teknologi finansial negara.

GEMINI & SOLANA KOLAB!  ADA KARTU KREDIT DENGAN STAKING OTOMATIS!

GEMINI & SOLANA KOLAB! ADA KARTU KREDIT DENGAN STAKING OTOMATIS!

Gemini selaku Bursa Kripto Global meluncurkan edisi kartu kredit khusus bermerek Solana yang menawarkan fitur staking otomatis untuk hadiah dalam bentuk token dari SOL.

Gemini mengatakan kartu kredit baru ini bisa memungkinkan pengguna menunjukkan dukungan terhadap ekosistem Solana sekaligus mendapatkan hasil dari pengeluaran harian mereka.

Pemegang kartu bisa mendapatkan cashback hingga 4%  dalam bentuk Solana untuk kartu kategori seperti bahan bakar, pengisi daya kendaraan listrik, dan layanan rideshare, dan juga 10% untuk transaksi dengan mitra tertentu.

Hadiah Solana tersebut dapat secara otomatis di-stake di Gemini. Stake ini juga memiliki potensi imbal hasil hingga 6,77%. Hal ini menjadikan aktivitas belanja sebagai strategi penghasilan pasif.

Peluncuran ini memmperkuat momentum Solana sebagai salah satu kripto paling aktif. Gemini sendiri mencatat jika pengguna yang menahan hadiah Solana mereka selama setahun terakhir mendapatkan keuntungan hampir 300%

Kartu ini tidak memiliki biaya tahunan ataupun biaya transaksi internasional, menawarkan hadiah fleksibel dalam berbagai aset kripto, serta mencakup beragam keuntungan dari Mastercard World Elite. Adapun kartu kredit ini diterbitkan oleh WebBank.

TRANSAKSI QRIS MENDOMINASI, CAPAI 56 JUTA PENGGUNA

TRANSAKSI QRIS MENDOMINASI, CAPAI 56 JUTA PENGGUNA

Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan pemerintah berkomitmen kuat untuk memperluar penggunaan QRIS lintas negara sebagai bagian dari kerja sama Local Currency Transaction (LCT)

Dengan LCT, diharapkan transaksi dengan menggunakan QRIS sudah bisa dilakukan di luar negeri. Bahkan penggunaan QRIS kini sudah menyalip kartu kredit, dengan pengguna mencapai 56 juta.

Ekspansi QRIS ini dinilai bahwa bukti nyata transformasi ekonomi digital Indonesia sudah mulai kuat. Pemerintah ters memperluas kerja sama LCT dengan sejumlah negara—termasuk Malaysia, Jepang, China, Korea, dan Uni Emirat Arab.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah dengan menjadikan ekonomi digital sebagai pendorong pertumbuhan baru. Sektor digital juga masuk menjadi sorotan atas pertumbuhannya yang pesat dengan nilai yang mencapai 150 miliar dolar AS.

Pertumbuhan sektor digital ini tercermin jelas dari melonjaknya bisnis logistic dan pergudangan yang naik 8%, atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan ini memperkuat peran teknologi pembayaran sebagai fondasi ekonomi baru.

Dengan demikian, kebijakan QRIS lintas negara ini dinilai merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah menargetkan ekonomi nasional bisa tumbuh hingga 7% dalam jangka menengah dengan mendorong banyak sektor inovatif berbasis digital.

BABAK BARU PERDAGANGAN INDONESIA – AS: RI KENA TARIF 19%, AS BEBAS TARIF

BABAK BARU PERDAGANGAN INDONESIA – AS: RI KENA TARIF 19%, AS BEBAS TARIF

Presiden AS Donald Trump telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Indonesia. Dalam kesepakatan ini, Indonesia menghadapi tarif impor 19% atas produk ekspor ke AS, turun dari tarif dari awal yang sempat diumumkan sebesar 32%. Sebagai imbal balik, semua barang ekspor asal AS ke Indonesia akan dikenakan bebas tarif, memberikan akses penuh ke pasar Indonesia.

Linimasa Negosiasi & Pernyataan Resmi

  • Pengumuman dilakukan setelah diskusi langsung antara Presiden Trump dan Presiden Prabowo via telepon
  • Kesepakatan ini berlangsung cepat, dari ancaman tarif 32% menjadi kesepakatan tarif timbal balik 19%

Komponen Utama Kesepakatan Dagang

Rincian lain dari kesepakatan mencakup:

Pembelian Produk AS oleh Indonesia

  • Energi senilai USD 15 miliar
  • Produk pertanian (gandum, jagung, kedelai, kapas) senilai USD 4,5 miliar
  • 50 pesawat Boeing, dengan opsi hinagga 75 unit, terutama jenis 777 dan 737 MAX

Potensi Dampak untuk Indonesia

  1. Daya Saing Ekspor Meningkat

Produk manufaktur dan agrikultur seperti tekstil, sepatu, dan furnitur menjadi lebih kompetitif di pasa AS, menurutkan beban tarif signifikan.

  1. Sentimen Pasar & Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia menilai kesepakatan ini bisa memberikan sentiment positif, mendorong kepercayaan investor dan mendukung aliran modal masuk yang berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah dan stabilitas IHSG.

  1. Dorongan untuk Sektor Aviasi & Infrastruktur

Komitmen untuk impor energi dan pesawat serta kerja sama di sektor aviasi, bisa memberikan insentif bagi pengembangan sektor infrastruktur nasional.

  1. Ruang Untnuk Negosiasi Lebih Lanjut

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menjelaskan jika meski ada penurunan ke 19% dan dianggap kemajuan yang signifikan, masih ada ruang untuk negosiasi ke angka yang lebih rendah demi memperkuat daya saing.

  1. Risiko Defisit & Energi

Beberapa ekonom mulai memperingatkan tentang adanya potensi peningkatan defisit energi akibat impor besar-besaran dari AS. Ini bisa membebani devisa dan menetapkan tekanan terhadap nilai tukar jika tidak diiringi dengan strategi mitigasi.

Kesimpulan & Tantangan di Masa Mendatang

Kesepakatan tarif 19% ini membuka jalur positif bagi ekspor Indonesia—dengan menyediakan momentum untuk memperbaiki neraca perdagangan dan mendukung reputasi sebagai tujuan investasi yang stabil. Namun di sisi lain, Indonesia perlu:

  • Memaksimalkan peluang ekspor non-minyak untuk menjaga pertumbuhan.
  • Mengelola risiko neraca energi dengan strategi diversifikasi atau mitigasi.
  • Melanjutkan negosiasi agar tarif bisa ditekan lebih rendah atau ditata ulang.

Pelajaran dari Kesepakatan Serupa

Strategi Presiden Trump yang menggunakan tarif sebagai leverage sudah ditetapkan di negara lain seperti Vietnam, Inggris, dan China, di mana tarif yang besar kemudian dinegosiasi menjadi kesepakatan timbal balik yang lebih strategis.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

  • Kedua negara dijadwalkan akan merilis pernyataan resmi dengan rincian lebih lanjut.
  • Bank Indonesia akan menganalisis dampak sosial-ekonomi lebih dalam, meskipun proyeksi pertumbuhan semester II-2025 sudah mencapai 4,6 – 5,4%.
  • Semua sektor mulai dari manufaktur, agrikultur, energi, hingga aviasi bisa meresponsi kebijakan ini dengan strategi jangka menengah dan panjang.

secara garis besar, kesepakatan tarif impor antara AS – Indonesia ini mencerminkan era baru dalam hubungan perdagang bilateran—di mana tarif bukan lagi hanya sekedar alat proteksi, tapi juga sebagai instrument penyeimbang dan perjanjian strategi yang bisa saling menguntungkan.

Selanjutnya. Perhatian public dan pelaku bisnis akan fokus ke realisasi janji impor dan detil teknis dari pernyataan resmi PEmerintah As dan Indonesia.

PERJALANAN HIJRAH IVAN GUNAWAN: STOP CLUBBING DAN TUTUP SEMUA KARTU KREDIT

PERJALANAN HIJRAH IVAN GUNAWAN: STOP CLUBBING DAN TUTUP SEMUA KARTU KREDIT

Setelah tahun ini menunaikan ibadah haji, presenter Ivan Gunawan mrngakui dirinya berusaha untuk berhijrah dan meninggalkan dunia yang selama ini digelutinya. Apalagi dengan usianya yang terus bertambah.

Dirinya mengatakan bahwa sekarang dia lebih dewasa. Seiring bertambahnya usia, tanggung jawabnya juga sudah berbeda. Kalau dulu dirinya tidak punya apa-apa, dia tidak harus memikirkan apapun. Untuk sekarang, kalau mau berbuat sesuatu, harus mikir dua kali—tidak bisa lagi hidup semaunya.

Dirinya mengakui bahwa dia sudah berupaya untuk mulai meninggalkan beberapa kebiasaan yang kurang baik selama ini demi bisa mewujudkan keinginannya untuk berhijrah. Dia memutuskan untuk tidak mau clubbing, menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan alkohol, dan party yang tidak penting.

Ivan mengaku setelah menjalankan ibadah haji kemarin, dia ingin terus mengenal Islam lebih dalam. Dia mulai membangun pergaulan baru yang lebih sehat dan juga berusaha untuk mengatur kondisi keuangannya sesuai dengan syariat Islam. Dia berusaha untuk menjauhi riba—dengan menutup semua kartu kreditnya.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds