BAGAIMANA PREDIKSI BISNIS KARTU KREDIT DI TAHUN 2024?

BAGAIMANA PREDIKSI BISNIS KARTU KREDIT DI TAHUN 2024?

Bisnis kartu kredit perbankan sedang mengalami pasang surut dalam beberapa bulan terakhir dan diprediksi akan semakin tertekan dengan adanya produk paylater.
Menurut Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan (SPIP) Bank Indonesia per Oktober 2023 tercatat jumlah kartu kredit yang diterbitkan sudah mencapai 18 juta keeping. Jumlah ini terus meningkat jika dibandingkan tahun 2022 lalu yang hanya 17,2 juta kartu.
Walaupun jumlah kartu kredit yang terbit mengalami kenaikan, namun hal ini tida secara signifikan mempengaruhi volume transaksi kartu kredit. Tercatat pada Oktober 2023, hanya tumbuh sebesar 33,19 juta transaksi. Angka ini turun secara bulanan jika dibandingkan pada bulan September 2023 yang menyentuh 33,37 juta transaksi. Bahkan, tren penyusutan ini sudah terlihat dari dua bulan sebelumnya, yakni Juli dan Agustus yang masing-masing sempat menunjukkan angka 34,53 juta dan 33,99 juta transaksi.
Kemudian, jika dilihat dari nilai transaksi kartu kredit per Oktober 2023 memang mencapai angka Rp 34,08 triliun, naik tipis2,04% dari September 2023 sebesar Rp 33,39 triliun. Namun disayangkan, pencapaian tersebut mengalami kemerosotan jika dibadingkan Juli yang sebesar Rp 36,13 triliun dan Agustus yang mencapai Rp34,38 triliun.
Amir Nurdin selaku Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menjelaskan bahwa pesaing terberat untuk kartu kredit saat ini adalah bank-bank yang sudah dan akan membuka fasilitas paylater melalui mobile banking yang sudah tersedia sebelumnya. Bahkan, bisnis kartu kredit turun hingga 20-30% tahun ini. Tahun depan, akan ada kemungkinan bahwa trennya akan makin turun dan sulit kalau saja bank hanya mengandalkan kartu kredit.
Ke depannya, bisnis kartu kredit kemungkinan akan makin tertinggal. Ini dikarenakan paylater menawarkan berbagai keuntungan dan keunggulan yang tidak dimiliki oleh kartu kredit—mulai dari risiko keamanan yang cenderung termitigasi, pencairan dalam waktu singkat, hingga limit yang tidak kalah besar.
Produk kerja sama kartu kredit pun sekarang lebih banyak di e-commerce. Padahal risikonya cukup besar jika pengguna membagikan nomor kartu kredit dan CVV di jaringan internet, bila dibandingkan dengan paylater yang secara risiko memang lebih rendah, prosesnya simpel, tidak berbelit-belit, dan efisien.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

CARA PASUTRI BOBOL BANK PAKAI 41 KARTU KREDIT FIKTIF DIBONGKAR PIHAK KEJAKSAAN

CARA PASUTRI BOBOL BANK PAKAI 41 KARTU KREDIT FIKTIF DIBONGKAR PIHAK KEJAKSAAN

Terdakwa pasangan suami istri Hade Suraga dan Febriana Retno Wisesa yang menggunakan 41 kartu kredit fiktif untuk membobol sebuah bank di daerah BSD, Tangerang Selatan yang mencapaii Rp 5,1 miliar. Awal mulanya, Hade membuka rekening dengan menggunakan nama orang lain yang dibantu oleh istrinya hanya dengan menggunakan fotokopi KTP.
Di Pengadilan Tipikor Serang, penuntut umum menjelaskan jika Hade pertama kali menggunakan naman Hafid Hartawan untuk dibuatkan menjadi nasabah prioritas oleh terdakwa Febriana di cabang BSD Serpong. Rekening tersebut diisi oleh terdakwa sebesar Rp 500 juta dan juga mendapatkan fasilitas kartu kredit.
Padahal menurut jaksa, Hade sudah membuka rekening di Cilandak, Jakarta Selatan. Dari situ lah, Hade selalu mencari identitas lain dari 41 orang dan meminta sang istri Fbriana mengupgrade rekening tersebut menjadi nasabah prioritas untuk bisa mendapatkan fasilitas kartu kredit infinite.
Selanjutnya, terdakwa membuka rekening baru atas nama orang lain, yaitu Dora Febrina. Terdakwa mengisi dan menandatangani form aplikasi pembukaan rekening lalu diserahkan ke Febriana. Setoran awal untuk nama Dora ini terdakwa menyetor Rp 250 ribu. Dia juga meminta sang istri untuk menjadikan rekening tersebut sebagai nasabah prioritas.
Setelah sudah dijadika nasabah prioritas, nama nasabah tersebut kemudian diproses untuk pengajuan kartu kredit infinite. Dia menyetor ke rekening tersebut Rp 500 juta lewat m-bankng dan diambil dari rekening atas nama Fauzan., lalu mengisi data diri agar pengajuan kartu kredit bisa diterima.
Pihak penutut umum menuturkan jika terdakwa mencantumkan nomor telepon yang baru dibeli. Lalu kartu kredit infinite yang diajukan terdakwa atas nama Dora dipegang dan dipakai. Dan cara pengajuan ini diulangi terdakwa pada 41 rekening atas nama nasabah lain. Proses pengajuannya sama seperti saat menggunakan nama Dora Febrina agar bisa menggunakan kartu kredit untuk memenuhi keinginan pribadi mereka.
Terdakwa Hade bisa mendapatkan identitas orang lain dengan menggunakan fotokopi KTP dari Fauzan dan Hendrik, dan untuk pengisian form aplikasinya, terdakwa sendiri yang mengisi dan menandatanganinya.
Data-data tersebut diterima terdakwa Hade hanya lewat WhatsApp dari Fauzan. Dia juga bisa mendapatkan foto KTP dan NPWP dari Hendrik, bahkan sampai mencari sendiri dengan alasan ingin membuka asuransi.
Skenario ini dibantu oleh sang istri Febriana yang bertugas sebagai nasabah prioritas di bank Himbara. Terdakwa juga menyiapkan semua dokumen untuk pembukaan tabungan dengan lengkap, bahkan sampai seolah-olah sudah ditandatangani oleh nasabah yang asli.
Mereka melakukan perbuatan ini dari bulan Mei 2020 sampai September 2021 dengan menggunakan identitas 41 nasabah tanpa seizin pemiliknya. Perbuatan terdakwa bisa diancam pidana PAsal 2 ayat 1 jo Pasal 18 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, dengan total kerugian sebesar Rp 5,1 miliar berdasarkan hasil audit internal bank kawasan BSD Tangerang Selatan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Hukuman apa yang cocok untuk kejahatan seperti ini menurut kalian sendiri?

INI DIA CARA PILIH KARTU KREDIT YANG TEPAT UNTUK MAHASISWA AGAR SESUAI KEBUTUHAN

INI DIA CARA PILIH KARTU KREDIT YANG TEPAT UNTUK MAHASISWA AGAR SESUAI KEBUTUHAN

Dengan adanya kartu kredit, pengguna bisa menyelesaikan transaksi belanja tanpa harus bayar saat itu juga. Kalian bisa mencicil atau sekali bayar untuk melunasi tagihan kartu kredit di lain waktu sebelum jatuh tempo yang sudah ditentukan. Selain itu, kartu kredit juga kerap menawarkan beragam promo menarik, seperti diskon, cashback, serta point rewards yang bisa membuat aktivitas berbelanja makin menguntungkan dan menyenangkan.
Agar bisa mendapatkan layana n kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan, kalian tidak boleh sembarangan dalam memilih, apalagi mahasiswa yang notabene masih belum memiliki pekerjaan full-time atau penghasilan sendiri. Agar tidak salah pilih dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, kalian bisa ikuti 5 cara berikut untuk memilih kartu kredit buat mahasiswa:
1. CEK LAYANAN KARTU TAMBAHAN YANG BISA DIAJUKAN
Untuk mahasiswa yang ingin memiliki kartu kredit, kalian tidak harus mengajukan kartu kredit baru. Jika ada orang tua atau saudara yang sudah memiliki kartu kredit, kalian bisa mendapatkan kartu katu kredit dengan menggunakan layanan kartu tambahan yang bayak ditawarkan oleh lembaga keuangan.
Dengan fasilitas ini, kalian bisa melakukan pengajuan kartu tambahan dari kartu kredit yang sudah dimiliki oleh orang tua atau saudara. Caranya pun jauh lebih mudah dan simpel, kalian bisa meminta izin ke pemilik kartu kredit dan mengajukan permohonan fasilitas ini atas nama kalian sendiri. Jadi, kalian tidak perlu ribet lagi untuk menjalani proses pengajuan kartu kredit yang terkenal akan kerumitannya dan belum lagi harus memenuhi beragam syarat yang menyulitkan untuk bisa memiliki kartu kredit.

2. JANGAN MENYIAKAN FASILITAS MGM
Tips selanjutnya adalah dengan memanfaatkan fasilitas MGM, atau fasilitas Member Get Member. Fasilitas ini merupakan sebuah bentuk apresiasi dari pihak bank atau penerbit kartu kredit terhadap nasabahnya yang memiliki track record, histori kredit, atau riwayat penggunaan kartu kredit yang baik.
Dengan adanya fasilitas ini, pihak bank akan meminta referensi atau nasabah potensial yang dianggap layak dan bisa memanfaatkan layanan kartu kredit ini dengan baik. Melalui fasilitas MGM ini, mahasiswa bisa mendapatkan beragam benefit ketika mengajukan kartu kredit, seperti proses pengajuan dan persyaratan yang lebih mudah, dan lainnya.

3. PENGGUNAAN SISTEM LOCK DEPOSITO
Dengan menggunakan layanan kartu kredit yang mempunyai sistem lock deposito sebagai jaminan, mahasiswa bisa memperoleh kemudahan saat mengajukan kartu kredit. dengan sistemm jaminan ini, kalian bisa membekukan sejumlah dana sebagai jaminan dalam aktivitas penggunaan kartu kredit.
Pihak bank yang mengunci dana deposito tersebut akan menjadi lebih yakin jika kalian bisa menggunakan fitur pembayaran ini secara bijak dan meminimalisir risiko kredit macet atau gagal bayar. Tidak usah khawatir, dana yang dikunci dalam deposito kartu kredit ini bisa diambil nantinya sesuai dengan ketentuan dan kebijakan dari pihak bank atau penerbitnya.

4. MENGAJUKAN KARTU KREDIT SEKALIGUS DI BANK YANG SAMA DENGAN REKENING
Hal selanjutnya yang bisa dilakukan dalam memilih layanan kartu kredit untuk mahasiswa adalah dengan melakukan pengajuan di lembaga keuangan atau bank tempat kalian menabung atau mengajukan rekening bank. Kenapa hal ini dianjurkan? Ini dikarenakan pihak bank bank sudah mengetahui riwayat keuangan dan track record rekening tabungan nasabahnya.
Dengan kata lain, jika kalian masuk ke dalam golongan nasabah yang memiliki arus rekening yang kondusif dan selalu ada saldo yang tersisa di dalamnya, pihak bank bisa membaca kondisi keuangan lewat mutasi rekening tabungan.sebalikna, jika saldo rekening tabungan sering kosong, bahkan dalam jangka waktu yang lama, pengajuan kartu kredit di bank yang sama jadi dipersulit dan susah dikabulkan.

5. CARI MOMEN YANG TEPAT UNTUK PENGAJUAN
Yang terakhir yang bisa dilakukan oleh mahasiswa jika ingin mempunyai kartu kredit adalah dengan mengajukan layanan tersebut saat ada promo. Bank ata penerbit kartu kredit sering membuka stand pendaftaran kartu kredit di mall atau tempat publik lainnya.
Umumnya, karena ingin bisa menggaet lebih banyak nasabah baru, ada banyak penawaran menarik yang bisa memudahkan pengunjung untuk bisa mendapatkan kartu kredit. contohnya, saat momen tersebut, tidak jarang pengajuan kartu kredit bisa dilakukan dengan persyaratan yang lebih mudah, promo menarik, dan sebagainya. Tidak ada salahnya untuk memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan pengajuan kartu kredit agar bisa mendapatkan beragam keuntungan.
Itu tadi 5 cara yang bisa kalian ikuti sebagai mahasiswa yang ingin memiliki kartu kredit sendiri. Terlepas dari itu semua, selalu perhatikan syarat dan ketentuan pengajuan kartu kredit dan pastikan untuk mampu memenuhi semuanya. Dengan demikian, kalian bisa mengetahui apakah pengajuan kartu kredit yang dilakukan pasti akan diterima atau tidak.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

KARTU KREDIT NEXT CARD, RILISAN TERBARU DARI BRI. APA SAJA KEUNTUNGANNYA?

KARTU KREDIT NEXT CARD, RILISAN TERBARU DARI BRI. APA SAJA KEUNTUNGANNYA?

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melakukan kerja sama dengan Xendit Group untuk perilisan kartu kredit yang mengusung konsep ‘next generation credit card’, yaitu Nex Card. Kartu kredit ini akan terhubung dan pengguna nantinya bisa mengelolanya lewat aplikasi finansial digital, Nex App.
Handayani, Direktur Bisnis Konsumer BRI menjelaskan jika kartu kredit ini mempunyai beragam manfaat untuk memberikan kemudahan untuk nasabah. Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi metode pembayaran yang praktis dan mudah, serta bisa memenuhi kebutuhan transaksi digital generasi muda Indonesia.
Dalam siaran pers, dirinya mengatakan bahwa kerja sama penerbitan kartu kredit Nex ini merupakan sebuah bentuk dukungan keberlanjutan perseroan terhadap visi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan. Melalui transaksi non-tunai, BRI ikut mendukung kaum milenial untuk terus melakukan transformasi digital. Menurutnya, kolaborasi ini bisa terjalin dengan baik karena adanya kesamaan visi, baik dari BRI sendiri maupun Xendit Group. Mastercard juga ikut berpatisipasi untuk terus membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Dia juga menambahkan, dengan memfokuskan ke generasi muda Indonesia, Nex Card berharap bisa memberikan kemudahan untuk pengadopsi awal beberapa produk finansial dalam menambah wawasan pengguna kartu kredit.
Direktur Utama PT Nex Teknologi Digital Rifai menjelaskan jika Nex Card dirancang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial Indonesia, di mana pendaftaran dan pengelolaan kartu bisa dilakukan secara online lewat aplikasi Nex. Mulai dari pengajuan kartu, memonitor transaksi dan penukaran poin reward, sampai proses pemblokiran kartu. Lewat Nex Card, nabasah bisa mendapatkan produk yang andah dan mudah untuk melakukan pengelolaan keuangan pribadi.
Untuk pengajuan kartu kredit Nex Card ini bisa dilakukan secara online melaui situs atau apliasi Nex dan hanya membutuhkan waktu 5 menit saja. Nex Card juga tidak dikenakan biaya tahunan sehingga cocok untuk pengguna kartu kredit yang masih pemula.
Untuk informasi tambahan, kartu kredit Nex Card akan menghadirkan program Nex Level Rewards—di mana pengguna baru bisa mendapatkan bonus senilai 60.000 poin Nex Level saat melakukan aktivasi kartu kredit dan welcome bonus sebesar Rp 100.000 di merchant pilihan. Tidak hanya itu saja, untuk setipa transaksi kelipatan Rp 10.000, pengguna Nex Card bisa mendapatkan 100 Nex Level Points yang nanti bisa digunakan untuk belanja ritel online, F&B, travel, lifestyle, dan sebagainya. Nex Card mempunyai beragam brand partners untuk program ini yang sudah dikurasi khusus sesuai dengan gaya hidup generasi muda Indonesia.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memilikinya?

WISATAWAN ASING DI BALI MULAI BAYAR PUNGUTAN, KEBANYAKAN PAKAI KARTU KREDIT

WISATAWAN ASING DI BALI MULAI BAYAR PUNGUTAN, KEBANYAKAN PAKAI KARTU KREDIT

Pungutan wisatawan asing di Bali mulai ditarik sejak 14 Februari 2024. BUMD PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menjelaskan jika mayoritas wisatawan mancanegara melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit lewat aplikasi dari Love Bali.
Direktur Utama Bank BPD I Nyoman Sudharam menjelaskan bawa mereka sedang memantau implementasi pungutan wisman di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali. Berdasarkan pengamatan, sementara ini yang menggunakan kartu kredit lebih dari 90%.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya sudah melakukan uji coba operasional pada 7 Fbruari 2024. Mereka mendata transaksi kartu kredit pada 12-13 Februari per hari rata-rata ada sekitar 3.500 transaksi pembayaran dan di periode 7-11 Februari, pembayaran menggunakan kartu kredit rata-rata di atas 1.000 transaksi
Tidak hanya kartu kredit saja, pihaknya juga menerima transaksi pembayaran pungutan yang menggunakan pembayaran cepat dengan kode batang atau barcode QRIS.BPD Bali selaku bank persepsi yang menampung dana pungutan tersebut itu sudah mendata sejak 7 Februari hingga 13 Februari, dana yang sudah masuk sudah mencapai Rp 2,2 miliar dari 14.131 transaksi pembayaran pungutan.
Untuk cara pembayarannya sendiri, wisatawan bisa mengakses fitur daring di website lovebali.baliprov.go.id atau bisa melalui aplikasi Love Bali untuk membayar kebijakan pungutan turis asing yang yang pertama di Indonesia tersebut.
Wisatawan asing lebih dulu memilih salah satu metode pembayaran dengan kartu , misalnya dengan jaringan global seperti Visa, Mastercard, JCB, American Express, atau salah satu penyedia jasa pembayaran (PJP) swasta nasional. Lalu, transfer bank, kanal BPD Bali atau melalui pembayaran cepat berbasis kode batang atau barcode dengan QRIS. Selanjutnya, wisatawan mengisi identitas sesuai dengan paspor, alamat email, nomor paspor, dan tanggal kedatangan.
Setelah pembayaran sukses, wisatawan asing bisa menerima bukti pembayaran secara digital melalui email. Lalu bukti pembayaran digital tersebut dipindai secara mobile menggunakan alat pindai mobile barcode scanner yang menyerupai ponsel di pintu kedatangan wisatawan asing setelah mereka menyelesaikan pemeriksaan dokumen perjalanan.
Selain menggunakan cara digitalisasi tersebut, pembayaran juga bisa dilakukan di tempat lainnya—yaitu saat akan memasuki pintu kedatangan wisatawan asing dengan membayar di tempat yang sudah disediakan dengan skema nontunai.
Pembayaran juga bisa dilakukan lewat aplikasi Love Bali untuk agen kapal pesiar, akomodasi perhotelan, agen perjalanan wisatawan baik daring ataupun konvensional, dan daya tarik wisata.
Pemprov Bali memberikan pengecualian terhadap tujuh kategori WNA bisa bebas tidak membayar pungutan wisata asing dan perlu melakukan pengajuan lima hari sebelum berangkat ke Bali melalui aplikasi Love Bali, yaitu pemegang visa diplomatik dan resmi, kru alat transportasi angkut/alat angkut, pemegang kartu izin tinggal sementara (kitas) atau kartu izin tinggal tetap (kitap), pemegang visa penyatuan keluarga, pemegang visa pelajar, pemegang golden visa, dan pemegang visa lainnya (jenis visa bisnis).
Nantinya, dana yang terkumpul ini akan digunakan untuk program perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam Bali secara berkelanjutan.
Jadi Bagaimana menurut kalian? Apakah ini termasuk ide yang bagus dan bisa diterapkan di daeerah lainnya?

BANK SENTRAL CHINA MEMINTA BISNIS LOKAL TERIMA PEMBAYARAN KARTU KREDIT ASING

BANK SENTRAL CHINA MEMINTA BISNIS LOKAL TERIMA PEMBAYARAN KARTU KREDIT ASING

China meminta bank dan bisnis lokal agar mau menerima kartu bank asing untuk bertransaksi. Wakil Gubernur Bank Rakyat China Zhang Qingsong sedang mempertimbangkan langkah lain agar bisa mempermudah pembayaran seluler untuk pengunjung internasional.
Dikutip dari CNBC, dirinya mengatakan jika vendor seperti hotel, restoran, department store, hingga kedai kopi diminta untuk menerima kartu bank asing. Langkah ini diambil untuk menaikkna jumlah wisatawan asing dan pebisnis.
Beberapa bulan terakhir, China mulai memberlakukan kebijakan perjalanan bebas visa untuk beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara pasca kontrol pembatasan yang ketat saat pandemic. Pembayaran seluler sendiri sudah mulai populer di China beberapa waktu terakhir belakangan ini. Walaupun warga setempat lebih nyaman untuk memindai kore QR dengan ponsel pintar untuk melakukan pembayaran, pembatasan sistem keuangan yang menyebabkan wisatawan asing sering mengalami kesulitan saat melakukan pembayaran.
Di lain pihak, pusat perbelanjaan semakin memilih untuk tidak menerima kartu kredit asing.. untungnya, hal itu mulai berubah dalam beberapa bulan belakangan ini. hal tersebut terjadi setelah dua aplikasi pembayaran dominan di China—WeChat dan AliPay—mulai mengizinkan pengguna terverifikasi untuk menghubungkan kartu kredit internasional mereka.
Zhang menambahkan jika mereka sepenuhnya sadar bahwa pengunjung asing sangat peduli dengan privasi mereka. Sekarang, saat menggunakan AliPay atau WeChat Pay, pengunjung asing tidak perlu memberikan informasi identitas jika total volume transaksi tahuna mereka dibawah 500 dollar AS.
Untuk saat ini, sekitar 80% transaksi ada di bawah ambang batas ini.
Zhang mengatakan jika rencana China mendukung pembayaran pengunjung asing di negaranya akan fokus di transaksi kartu untuk pembayaran besar dan pembayaran seluler untuk jumlah yang lebih kecil. pengguna 13 aplikasi dompet seluler juga bisa langsung menggunakan kode pembayaran QR di China.
Seorang eksekutif Visa menuturkan jumlah wisatawan yang pergi ke China terus mengalami peningkatan, walaupun jumlahnya belum kembali ke angka sembelum pandemi Covid-19. Bisnis keuangan asing juga mulai merasakan adanya peningkatan akses ke China.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah ini termasuk langkah yang tepat dari pemerintah China?

SIMON COWELL PERNAH NYARIS BANGKRUT GARA-GARA KARTU KREDIT?!

SIMON COWELL PERNAH NYARIS BANGKRUT GARA-GARA KARTU KREDIT?!

Simon Cowell yang merupakan salah satu juri ajang pencarian bakat American’s Got Talent ini pernah punya punya pengalaman nyaris bangkut gara-gara kartu kredit dan pemberitaan sempat heboh di media massa.
Saat itu dirinya sedang melakoni pekerjaan lainnya seperti menjadi pengusaha, penulis scenario, dan aktor. Simon Cowell juga sempat menandatangani beberapa proyek dengan nilai nominal yang luar biasa. Tidak heran jika pria berusia 63 tahun tersebut memiliki kekayaan hingga mencapa 390 juta euro (RP 6,2 triliun) seperti yang dilansir Sunday Times Rich List.
Di balik kesuksesannya saat ini, Simon Cowell ternyata pernah hampir bangkut gegara kartu kredit. saat dirinya berusia 28 tahun, dia terjebak dalam pola hidup yang boros dan tanpa sadar dia melakukan pengeluaran yang tidak terkendali.
Saat dirinya sudah mulai menghasilkan uang, Cowell mulai memberanikan diri menggunakan kartu kredit sebagai sumber pendanaan untuk gaya hidupnya yang mewah. Dikutip dari The West Australian, Cowell membeli beberapa barang mewah seperti mobil Porsche dan sebuah rumah.
Simon pernah mengatakan jika dirinya tidak belajar soal kartu kredit. saat dirinya sudah mulai menghasilkan uang, dua melakukan apa yang dilakukan apa yang dilakukan oleh anak muda, yaitu membeli Porsche dan rumah yang tidak mampu dia beli.
Akibat dari kebiasaan borosnya itu akhirnya datang. Kartu kredit yang dia gunakan sudah mencapai batas dan dirinya mulai merasakan kesulitan keuangan. Di usianya ke-28, dia mengalami kebangkrutan dan terpaksa harus kembali ke rumah dan tinggal bersama orang tuanya. Dia mengaku bahwa dirinya hampir merasa putus asa.
Ketik sudah memasuki usia kepala tiga, Cowell berusaha untuk memperbaiki hidupnya lagi dan dia tidak ingin lagi terperangkap di gaya hidup konsumtif. Kebetulan saat itu dirinya menandatangai proyek bersama Westlife dan Five. Simon Cowell kembali mendapatkan kesuksesan dari dua boyband tersebut.
Tak lama kemudian, dia menjadi juri seri pertama ajang penjcarian bakat Pop Idol. Dari sinilah dia mulai menjadi juri di berbagai acara pencarian bakat lainnya seperti X Factor dan Got Talent.
Jadi bagaimana menurut kalian? Pesan moral apa yang bisa kalian dapat dari kisah Simon Cowell ini?

DERETAN ARTIS YANG KARTU KREDITNYA ‘DIBOBOL’ SANG ANAK, SIAPA SAJA?

DERETAN ARTIS YANG KARTU KREDITNYA ‘DIBOBOL’ SANG ANAK, SIAPA SAJA?

Teknologi sudah mengalami perkembangan dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi ini juga sudah mulai merambah ke sistem pembayaran online, salah satunya adalah pembelian item game online.
Namun akibat kemudahannya, banyak orang yang bisa menyalahgunakannya, baik sengaja ataupun tidak disengaja. Salah satu kasus yang bisa ditemukan adalah kasus di mana anak tanpa sengaja ‘membobol’ akses kartu kredit orang tua tanpa mereka ketahui. Mereka bisa mengakses karena mereka bisa mempelajari dan mengingat dengan cepat. Ada beberapa artis Indonesia yang sudah pernah mengalami hal tersebut. Siapa saja mereka?
1. INUL DARASISTA
Salah satu penyanyi dangdut terkenal pernah mengalami kejadian di mana anaknya, Yusuf Ivander Damares pernah ‘membobol’ kartu kreditny untuk membeli game. Yang bikin kagetnya lagi, anaknya ini sudah menghabiskan hingga Rp 65 juta untuk game!

2. BELLA SOFHIE
Selanjutnya Bella Sofhie yang menceritakan pengalamannya soal sang putra, Danillo Prince Regan yang ‘membobol’ kartu kreditnya tanpa sengaja hingga ia mendapatkan tagihan kartu kredit hingga Rp 15 juta dalam kurun waktu dua hari saja! Bella bercerita kalau ternyata anaknya bisa melakukan hal tersebut karena dia sudah menghafal pin password kartu kreditnya saat membeli game sebelumnya.

3. GADING MARTEN
Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh Gading Marten. Putrinya Gempita Nora Marten pernah diam-diam menggunakan kartu kreditnya tanpa izin untuk membeli game. Namun akhirnya sang putri mengaku jika dia sudah menggunakan kartu kredit ayahnya. Gading bercerita bahwa putrinya bisa melakukannya karena ingat password pin kartu kreditnya.

4. ROSSA
Lalu ada Rossa. Sang penyanyi terkenal ini juga tidak luput dari kasus ‘pembobolan’ kartu kredit oleh anaknya Rizky Langit Ramadhan. Putranya ini bisa dibilang sangat menggilai game sampai dia pernah menggunakan kartu kreditnya dan dia mendapat tagihan hingga belasan juta rupiah.

5. HESTI PURWADINATA
Terakhir adalah host kondang Hesti Purwadinata yang ternyata juga mengalami pengalaman yang sama. Dia pernah bercerita di salah satu channel YouTube bahwa dirinya pernah mendapat tagihan sebesar $100 karena anaknya yang pernah membeli aksesoris game.
Dari cerita para artis yang kartu kreditnya pernah ‘dibobol’ oleh sang anak, kita bisa disimpulkan bahwa anak-anak pun sekarang dengan cepat bisa menyerap informasi yang ada di sekitarnya, termasuk pin password kartu kredit milik orang tuanya. Oleh karena, sebagai orang tua, kita tetap harus mengawasi anak-anak kita saat menggunakan gawai, apalagi ketika mereka sudah mulai ketagihan game online yang di mana developer game online berlomba-lomba menjual item yang ada di dalam game tersebut. Kadang, anak merasa item di dalam game tersebut bisa membuat karakternya terlihat lebih menarik atau terlihat lebih kuat, sehingga tanpa sadar mereka membeli item yang dijual dengan menggunakan akses kartu kredit orang tua mereka.
Lalu bagaimana cara agar tidak boncos tagihan kartu kredit gara-gara game online? Kalian bisa menyalakan sistem pembayaran untuk keluarga. . Di Google misalnya, mereka menyediakan fitur persetujuan jika anak ingin membeli sebuah aplikasi atau produk digital lain di Play Store dengan begitu, orang tua akan menerima notifikasi untuk memberikan persetujuan . setiap riwayat permintaan atau pembelian di ponsel anak akan muncul di akun Play Store milik orang tua. Jadi Sebisa mungkin para orang tua harus bisa mengawasi dan sering mengganti password kartu kredit agak sang anak tidak mendapatkan akses tersebut!
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian pernah mendapatkan pengalaman serupa dengan dereta artis di atas?

IKUTI 3 ATURAN DASAR INI KALAU MAU JAJAN PAKAI KARTU KREDIT ATAU PAY LATER!

IKUTI 3 ATURAN DASAR INI KALAU MAU JAJAN PAKAI KARTU KREDIT ATAU PAY LATER!

Dengan semakin meningkatnya literasi keuangan masyarakat, makin banyak pula orang yang mulai memanfaatkan kartu kredit maupun paylater. Apalagi dengan banyaknya promo yang ditawarkan jika bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit ataupun paylater.
Dalam pratiknya sendiri, konsep paylater dan kartu kredit bisa dibilang sama. Perusahaan pemberi pinjaman akan menalangi kewajiban pengguna. Umumnya, penggunakan menggunakan fasilitas ini untuk membeli barang elektronik, tiket penerbangan, booking hotel, sampai belanja kebutuhan rumah tangga di e-commerce.
Metode paylater dan kartu kredit memang bisa memberikan keuntungan bagi sebagian orang yang membutukan barang dalam kondisi terdesak namun uang uang dimiliki belum mencukupi. Perlu diketahui, paylater maupun kartu kredit bisa menimbulakn dampak buruk untuk cash flow jika terlalu sering dipakai.
Ada beberapa tips yang bisa dipakai agar bisa terhindar dari jerat utang berkepanjangan akibat penggunaan paylater atau kartu kredit yang berlebihan. Apa saja itu?
1. Beli Barang Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan
Boleh saja berbelanja, tapi usahakan belanja ketika ada budget. Usahakan untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhan agar tidak keblabalasan.

2. Sisihkan Gaji untuk Investasi
Godaan belanja dan gaya hidup yang konsumtif akan membuat masyarakat sulit menabung atau menyisikan yang untuk berinvestasi. Memulai investasi bisa dilakukan dengan menggunakan modal yang minim, seperti investasi reksa dana yang bisa dilakukan hanya dengan modal Rp 100 ribu.

3. Belanja Sesuai Kemampuan
Di e-commerce, ada beragam diskon beragam bertaburan di sana. Usaha untuk tidak mudah tergoda karena bisa menguras tabungan. Gunakan promo atau diskon yang ada di e-commerce untuk membeli kebutuhan yang benar-benar perlu dibeli, bukan untuk mengincar harga murah atau promo buy one get one.
Kesimpulannya adalah belanja yang tidak sebanding lurus dengan kemampuan finansial bisa berakibat fatal jika uang bulanan tidak bisa menutup pengeluaran belanja saat menggunakan kartu kredit ataupun paylater. Jadi gunakanlah dengan bijak jika tidak ingin terjerat utang.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sependapat dengan tiga tips di atas?

TIPS BIJAK GUNAKAN KARTU KREDIT UNTUK MILENIAL DAN GEN Z

TIPS BIJAK GUNAKAN KARTU KREDIT UNTUK MILENIAL DAN GEN Z

Milenial dan Gen Z yang sudah memiliki kartu kredit harus bisa pandai dalam menggunakannya agar keuangan bisa terjaga dengan baik. Ini penting untuk kalian ketahui supaya credit score kalian tetap positif. Ini bertujuan agar bisa berguna untuk persiapan di masa depan, khususnya untuk pertumbuhan finansial dalam keperluan kredit kendaraan, rumah, ataupun modal kerja.
Salah satu faktor penting yang mempengaruhi seseorang bisa mendapatkan fasilitas kredit adalah credit score. Credit score itu sebenarnya apa sih?
Credit score merupakan penilaian yang dipakai untuk mengukur layak atau tidaknya seseorang agar bisa mendapatkan fasilitas kredit yang ditentukan berdasarkan kepemilikan produk kredit serta status pembayarannya. Produk kredit yang memberikan finansial kepada seseorang ini adalah salah satu produk yang disukai milenial dan Gen Z.
Milenial dan Gen Z kebanyakan menggunakan produk kredit untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, seperti fashion, personal care, dan hobi. Jika dilihat dari trennya, produk paylater lebih banyak dipakai, hampir 14% dari total transaksi generasi milenial dan Gen Z jika dibandingkan dengan kartu kredit yang sekitar 7,60%. Ini bisa dimaklumi karena penerbitan kartu kredit terbilang jauh lebih ketat jika dibandingkan dengan paylater.
Baik kartu kredit maupun paylater,masing-masing mempunyai implikasi terhadap credit score seseorang. Oleh karena itu, penting untuk bisa memahami penggunaan produk kredit dengan bijak. Agar bisa menjaga credit score tetap bagus, pilihlah produk kredit dari institusi yang terpercaya. Misalnya, bank yang memiliki regulasi yang ketat yang bisa membantu kalian mengelola keuangan dengan bijak.
Gunakan kartu kredit sesuai dengan kemampuan, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Salah satu caranya adalah dengan memiliki perencanaan yang jelas antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan tidak bisa ditunda, sedangkan keinginan masih bisa ditunda.
Saran lainnya adalah selalu membayar tagihan kredit tepat waktu. Perlu diingat jika transaksi yang digunakan menggunakan dana pinjaman yang harus dikembalikan sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Status credit score bisa dicek di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang sudah disediakan oleh OJK. Tidak ada salahnya mengecek secara berkala status credit score sebagai bentuk evaluasi terhadap penggunaan produk kredit. jangan sampai saat sedang dibutuhkan seperti memenuhi kebutuhan rumah, kendaraan, atau modal kerja. Kalian bisa tersandung dengan credit score.
Jadi gunakan lah kartu kredit dengan bijak agar keuangan kalian tetap sehat, ya!

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds