Dengan maraknya gempuran opsi pembayaran seperti paylater, pada kenyataannya gesekan transaksi yang menggunakan kartu kredit masih terus bertambah.
Dilansir dari data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia (SPIP) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp 33,11 triliun per Februari 2024, mengalami peningkatan sebesar 6,13% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp 31,2 triliun.
Kenaikan tersebut tidak hanya di nilai transaksi saja, namun juga pada volume transaksi kartu kredit yang meningkat 16,76% menjadi 34,08 transaksi yoy dari yang sebelumnya 29,19 juta transaksi.
Di balik peningkatan volume dan transaksi, jumlah kartu kredit yang beredar tidak banyak mengalami perubahan yang signifikan. Hingga Februari 2024, jumlah kartu kredit di Indonesia mencapai 17,94 juta, tidak berbeda jauh dari posisi yang sama tahun lalu sebanyak 17,29 juta.
Pengamat perbankan pun menjelaskan jika kartu kredit masih ada potensial bagi perbankan, dan ini tercermin bagaimana kartu kredit yang berlomba-lomba untuk menjalan strategi mengikuti kebutuhan nasabah.
Dengan meningkatnya kebutuhan kartu kredit, jenis ini seiring tren belanja online, tranportasi online, hingga keandalan digitalisasi perbankan yang menghubungkan kartu kredit dengan gaya hidup belanja online berbasis QRIS.
Untuk terus mendorong pertumbuhan kartu kreedit, perseroan mulai berlomba-lomba untuk menyelenggarakan beragam program yang terintergrasi antarnegara hingga loyalty program untuk para pemegang kartu kredit.
Sehingga, nasabah yang sering melakukan mobilitas di wilayah ASEAN, ketika akan melakukan travel, aka nada program yang sama di Bangkok, Vietnam, atau Jakarta. Ini berarti akan menciptakan connectivity.
Oleh karena itu, untuk memacu pertumbuhan jumlah pemegang kartu dan transaksi, perseroan perbankan mulai melakukan sejumlah cara, antara lain cross selling kepada nasabah yang ada di dalam ekosistem bank, digital acquisition, hingga kerja sama dalam bentuk co-branding serta co-marketing. Salah satunya dengan membuah pemegang kartu kredit bisa mendapatkan keuntungan seperti rewards point, diskon cashback melalui fitur produk dan program yang dipakai nasabah.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?
Artikel
JANGAN LARI! INI CARA TEPAT HADAPI TAGIHAN PINJOL!
Ketika kalian sedang dihadapkan dengan tagihan pinjol, jangan pernah untuk ‘lari’ dari tagihan tersebut. Kalian harus menghadapinya, bukan malah menhindarinya. Kenapa? Karena ketika kalian berusaha untuk menghindari tagihan pinjol, maka masalah yang akan kalian hadapi ke depannya akan semakin besar.
Jadi, saat kalian dihubungi oleh pihak debt collector pinjol, ada baiknya jika kalian bisa bernegosiasi berapa tagihan yang bisa kalian bayar sesuai dengan kemampuan kalian. Karena dalam kejadian seperti ini, sebenarnya semuanya sama-sama butuh—pihak pinjol butuh uangnya kembali, peminjam butuh penyelesaian. Pasti aka nada jalan keluarnya.
Di samping itu, saat kreditur menghubungi, kalian sebagai pihak peminjam bisa tahu berapa kewajiban yang harus dibayar. Beda cerita kalau kalian tidak dihubungi, tiba-tiba dating tagihan yang jumlahnya di luar nalar.
Jadi, jika ada yang menghubungi kalian, jawab saja. Sehingga mereka bisa mengetahui kondisi kalian dan kalian juga bisa tahu berapa nominal kewajibannya.
Citra pinjol yang terlihat menyeramkan karena mereka harus bertindak saat debitur yang berutang ke mereka lari begitu saja. Padahal semua utang bisa diselesaikan dengan baik jika bisa dibicarakan dengan baik.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian lebih memilih kabur begitu saja atau menghadapi tagihan pinjol kalian?
MAU LUNASI UTANG KARTU KREDIT DENGAN CEPAT? PAKAI 4 STATEGI JITU INI!
Kartu kredit bisa membantu kalian saat berbelanja kebutuhan karena proses yang cepat dan banyaknya promo yang ditawarkan. Namun, kalian harus tetap waspada terhadap utang yang perlu dilunasi.
Kartu kredit menjadi salah satu alat pembayaran non-tunai dengan memanfaatkan kartu yang diterbitkan oleh bank penerbit. Ini karena kartu kredit memberikan kemudahan terhadap penggunanya dengan transaksi di awal yang dibayarkan oleh bank.
Kemudian, pengguna akan membayar cicilan ke bank terkait dengan nominal yang sudah ditentukan setiap awal bulan. Di samping itu, kartu kredit juga memberikan keuntungan ke penggunanya berupa promo dan reward.
Melunasi cicilan atau utang kartu kredit dengan cepat bisa memberikan banyak manfaat—seperti peningkatan skor kredit, beban bunga yang lebih ringan, ada dana simpanan, dan sisa limit yang makin bertambah besar.
Lalu, stategi apa yang bisa dipakai oleh penggunanya jika ingin melunasi kutang kartu kredit dengan cepat? Dikutip dari Bank of America, ada beberapa cara yang bisa kalian gunakan jika ingin melunasi utang kartu kredit dengan cepat:
1. Target Lunaskan Satu Utang dalam Satu Waktu
Membayar kredit tiap bulannya adalah kewajiban pengguna kartu kredit. Ada dua cara yang bisa dipakai agar utang kartu kredit bisa dibayar lunas dengan cepat:
– Fokus dengan utang yang bunganya tinggi
– Menggunakan metode bola salju, yaitu melunasi utang kartu kredit dari saldo yang paling kecil terlebih dahulu.
2. Membayar Lebih dari Jumlah Minimum
Jika melunasi dengan jumlah minimum, maka waktu yang dihabiskan agar utang tersebut bisa lunas bisa memakan waktu lama. Jika dibayar lebih dari jumlah minimum yang ditentukan, maka bunganya akan lebih sedikit.
3. Konsolidasikan Utang
Membayar utang dengan menggabungkan beberapa saldo yang nilai bunganya tinggi dengan bunga yang bernilai rendah agar utang kartu kredit bisa cepat lunas. Caranya adalah sebagai berikut:
– Memanfaatkan tingkat transfer saldo yang rendah, dengan tujuan untuk mengalihkan utang dari kartu yang nilai bunganya tinggi. Seperti yang diketahui bahwa biaya transfer saldo sebesar 3 – 5% tetapi penghematan dari tingkat bunga lebih rendah membuat bunga menjadi lebih besar jika dibandingkan dengan biaya transfer saldo.
– Memanfaatkan ekuitas rumah untuk membayar utang kartu kredit. Ini karena tingkat bunga yang ditawarkan jauh lebih rendah ketimbang yang dikenakan di kartu kredit.
Kalian perlu mengetahui jika melakukan konsolidasi utang, maka kalian harus bisa mengatur pengeluaran agar terhindari dari penumpukan utang baru.
4. Tinjau Pengeluaran
Kalian harus bisa menggolongkan kategori pengeluaran kalian dalam sebulan—termasuk perbelanjaan, transportasi, perumahan, dan hiburan. Bank akan mengkategorikan pengeluaran kalian melalui laporan kartu kredit, caranya adalah:
– Bayar dengan uang tunai, pembelian barang harus dipertimbangkan dengan uang tunai untuk mengurangi pengeluaran yang berlebihan.
– Gunakan keuntungan finansial seperti komitmen gaji, bonus, dan keuntungan lainnya agar kalian bisa melunasi utang dengan lebih cepat.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk menggunakan cara ini agar utang kartu kredit kalian bisa lunas dengan cepat?
INI DIA 4 KELEBIHAN PAKAI KARTU KREDIT VIRTUAL!
Di zaman yang sudah semakin maju dan canggih seperti saat ini, transaksi online sudah menjadi prioritas utama untuk banyak orang. Dari kebutuhan tersebut, muncul virtual credit card sebagai solusi inovatif yang menawarkan kemudahan dan kemudahan transaksi.
Lalu apa itu virtual credit card (VCC)? Ini adalah nomor kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank atau lembaha keuangan yang hanya bisa dipakai untuk transaksi online. Berbeda dengan kartu kredit fisik, VCC ini tidak ada bentuk fisiknya, namun hanya ada nomor kartu, tanggal kadaluarsa, dank ode CVV yang dikirimkan melalui email atau bisa diakses lewat mobile banking.Keunikan dari VCC ini sendiri ada di kemampuannya dalam membatasi penggunaan sesuai kebutuhan, baik itu batas waktu penggunaan ataupun limit transaksi.
Lalu, bagaimana sih cara kerja VCC ini? Bisa dibilang, cara kerjanya hampir sama dengan kartu kredit konvensional pada umumnya saat digunakan untuk transaksi online. Pengguna hanya perlu memasukkan nomor VCC, tanggal kadaluarsa, dan kode CVV saat melakukan pembayaran di situs e-commerce atau penyedia jasa online. Yang membedakan adalah pengguna bisa mengatur limit transaksi dan masa aktif kartu, sehingga setelah transaksi selesai atau batas waktu berakhir, VCC tidak bisa digunakan lagi.
Lalu, apa saja keuntungan yang bisa didapatkan saat menggunakan VCC?
1. Keamanan Tinggi
Risiko penyalahgunaan informasi di VCC bisa dibilang lebih rendah karena setiap VCC ada batas waktu dan limit transaksi yang bisa diatur secara kustom. Informasi kartu utama juga tidak dibagikan secara langsung, dan ini bisa menurunkan risiko kebocoran data.
2. Kontrol Pengeluaran
Dengan adanya fitur pengaturan limit transaksi, pengguna VCC bisa lebih mudah untuk mengontrol pengeluaran dan membantu dalam manajemen keuangan.
3. Kemudahan Transaksi
Pengguna VCC bisa mempermudah transaksi online, terutama bagi mereka yang tidak ingin menggunakan kartu kredit fisik atau bagi yang tidak memilikinya.
4. Privasi Terjaga
Penggunaan VCC bisa memberikan lapisan tambahan untuk privasi karena transaksi tidak langsung terhubung ke rekening bank utama pengguna.
Selanjutnya, apa saja yang harus diperhatikan dalam menggunakan VCC ini?
1. Batas Penggunaan
Pengguna harus memahami dahulu tentang batas waktu dan limit transaksi yang ditetapkan di VCC. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya pembatasan atau penolakan saat sedang melakukan transaksi.
2. Situs Transaksi
Gunakan VCC di situs web atau atau platform yang terpercaya untuk menhindari risiko penyalangunaan informasi kartu.
3. Biaya
Periksa apakah ada biaya tambahan yang ditambahkan untuk penggunaan atau penerbitan VCC oleh bank atau lembaga keuangan pengguna.
4. Kebijakan Pengembalian Dana
Pelajari kebijakan pengembalian dana untuk transaksi yang dilakukan denga VCC, karena adanya kemungkinan VCC yang memiliki batas waktu penggunaan.
Penting untuk bisa memahami sepenuhnya tentang cara kerja, manfaat, dan potensi risiko yang ada sebelum menggunakan VCC untuk transaksi harian. Dengan pemahaman yang tepat dan penggunaan yang bertanggung jawab, VCC bisa menjadi alat pembayaran digital yang sangat penting.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memiliki virtual credit card ini?
TRANSAKSI KARTU KREDIT DITARGETKAN NAIK DI MOMEN RAMADHAN
Di bulan Ramadan tahun ini, diperkirakan tingkat konsumsi masyarakat akan mengalami kenaikan. Akibatnya, perbankan bisa memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan bisnis konsumernya, termasuk bisnis kartu kredit.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), bisnis kartu kredit masih menjanjikan. Bahkan nilai transaksik di sepanjang tahun 2023 tercatat sebesar Rp 405,33 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 25,25% yoy. Untuk volume transaksi sendiri juga ada peningkatan 14,83% yoy menjadi 393,62 juta transaksi.
Di bulan Ramadan tahun lalu, ada kenaikan signifikan terutama dari segi volume transaksi. Contohnya, pada Maret 2023 yang merupakan minggu-minggu pertama Ramadan tercatat sebesar 32,18 juta transaksi, naik dari bulan sebelumnya yang hanya 29,18 juta transaksi.
Periode Ramadan ini selalu menjadi momen yang sangat bagus bagi bisnis kartu kredit yang bertumbuh dalam hal peningkatan transaksi dan volume. Dan Kondisi tersebut diharapkan juga bisa terjadi di tahun ini.
Untuk bisa mencapai target, bank penerbit mulai berlomba-lomba untuk memberikan banyak penawaran dan promo menarik selama periode Ramadan tahun ini, salah satunya promo diskon buka puasa bersama di restoran pilihan. Ada juga promo diskon untuk pembelian tiket mudik dan pemesan hampers. Tidak hanya itu juga ada jugo diskon hemat di beberapa merchant favorit selama Ramadan sampai Lebaran 2024.
Kartu kredit memang masih memiliki peranan pentung dan masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan. Bisnis kartu ini bisa didongkrak dengan meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat, terutama di sekort pariwisata dan kuliner.tiga hal tersebut pun juga selalu identik dengan momen Ramadan hingga Idul Fitri.
Oleh karena itu, di momen Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, diproyeksikan akan adanya kenaik jumlah transaksi, termasuk transaksi kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik?
KAUM CASHLESS MERAPAT! INI DAMPAK BURUK PAKAI KARTU ELEKTRONIK BUAT KEUANGAN PRIBADI!
Kebanyakan orang sekarang lebih memilih melakukan transaksi menggunakan kartu elektronik dengan alasan lebih cepat dan mudah jika dibandingkan dengan menggunakan uang tunai, karena tidak perlu menghitung uang tunai dan tidak perlu menunggu kembalian.
Kartu elektronik umumnya dilengkapi dengan fitur keamanan seperti chip atau pun pita magnetik untuk otentifikasi dan enkripsi data. Hal bisa membuat pihak tidak sah jadi lebih sulit untuk mencuri informasi ataupun melakukan penipuan.
Pengguna kartu elektronik juga bisa melihat rekaman transaksi secara lebih mudah dan teratur. Kalian bisa mudah memantau berapa jumlah pengeluaran kalian lewat laporan transaksi yang sudah disediakan oleh pihak penerbit kartu maupun platform perbankan online.
Kartu elektronik kerap kali digunakan untuk beragam jenis transaksi, seperti pembelian di took offline, pembayaran online, ataupun pembayaran transportasi umum. Ini membuatnya jadi lebih fleksibel dalam penggunaannya.
Dengan kartu kredit, kalian bisa memiliki opsi untuk membayar dalam bentuk cicilan, yang memungkinkan untuk membagi pembayaran kalian menjadi beberapa bulan dengan bunga tetap ataupun tanpa bunga.
Kartu kredit dan debit sering digpakai untuk transaksi luar negeri, dan ini memudahkan kalian untuk melakukan pembayaran saat sedang berada di luar negeri.
Dengan begitu, transaksi menggunakan kartu elektronik bisa memberikan banyak keuntungan, seperti kemudahan, keamanan, fleksibilitas, dan potensi untuk bisa mendapatkan rewards ataupun diskon khusus.
Namun, kalian tetap harus berhati-hati saat menggunakan kartu elektronik dan jaga keamanannya suapay tidak disalahgunakan oleh pihak yang yang tidak bertanggung jawab.
Namun di balik semua kemudahannya, ada beberapa kerugian dari pemanfaatan kartu elektronik ini, antara lain:
1. Ketidaknyamanan
Mengelola banyak kartu elektronik seperti kartu kredit, kartu debit, kartu loyalty, ataupun kartu hadiah, bisa menjadi repor dan bikin bingung. Kalian harus ingat jadwal pembayaran, saldo, ataupun point rewards untuk setiap kartunya, yang bisa bikin kalian stress dan memakan banyak waktu.
2. Kemungkinan Terlambat Bayar Tagihan
Jika kalian memiliki terlalu banyak kartu, kalian berisiko untuk membayar tagihan kartu kredit tepat waktu. Terlambat membayar tagihan bisa mengakibatkan biata keterlambatan dan penalti, juga bisa merusak skor kredit kalian.
3. Potensi Pengeluaran yang Tidak Terkendali
Terlalu banyak memiliki kartu kredit bisa menaikkan risiko pengeluaran yang tidak terkendali. Ini karena kartu kredit kerap kali menawarkan batas kredi yang tinggi, yang bisa membuat kalian untuk membeli barang atau layanan yang sebenarnya tidak diperlukan atau melebihi batas kemampuan finansial kalian.
4. Biaya Tahunan
Banyak kartu kredit yang punya biaya tahunan yang dikenakan ke pemegang kartu. Jika kalian terlalu banyak mempunyai kartu dengan biaya tahunan, biaya ini bisa menjadi tambahan beban keuangan yang tidak perlu.
5. Penyebaran Poin Rewards
Jika kalian terlalu banyak mempunyai kartu loyalty atau rewards, poin rewads kalian mungkin bisa tersebar di banyak program yang berbeda. Ini bisa membuat kalian kesulitan untuk mengumpulkan atau menukarkan poin rewards dengan efektif.
6. Kesulitan Melacak Keuangan
Dengan terlalu banyak memiliki kartu, kalian bisa mengalami kesulitan untuk melacak keuangan kalian secara menyeluruh. Hal ini bisa membuat kalian kesulitan untuk membuat anggaran atau mengelola keuangan secara efektif.
7. Potensi Risiko Keamanan
Setiap kartu tambahan yang kalian miliki, bisa meningkatkan potensi risiko keamanan, apalagi jika kalian tidak mengawasi penggunaan dan keamanan setiap kartunya dengan cermat.
Penyalahgunaan atau pencurian informasi kartu elektronik bisa menyebabkan kerugian finansial dan stress secara emosional
Mengingat dari beberapa risiko yang sudah dijelaskan di atas, penting sekali yang namanya pertimbangan secara cermat sebelum kalian mendaftar untuk membuat kartu tambahan dan pastikan bahwa kalian hanya memiliki kartu yang diperlukan yang bisa dikelola dengan baik.
TIPS DAN TRIK MEMILIH KARTU KREDIT YANG COCOK BUAT TRAVELING
Traveling menjadi salah satu kegiatan yang pasti ditunggu semua orang. Namun, traveling membutuhkan biaya yang terbilang tidak sedikit. Ada cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan budget dengan efektif dan pintar, salah satunya adalah dengan menggunakan kartu kredit.
Kartu kredit yang dipilih nantinya harus bisa memberikan beragam keuntungan dan kemudahan bagi penggunanya, terutama untuk menunjang kegiatan traveling. Ada beragam manfaat yang bisa dinikmati pengguna, antara lain mendapatkan Voyage miles yang memungkinkan pengguna bisa terbang gratis dari miles yang dikumpulkan dari transaksi retail, layanan airport lounge yang memberikan kenyamanan saat menunggu pesawat, dining experience di beragam restoran premium, dan beragam promo menarik lainnya.
Salah satu kartu kredit yang bisa memberikan keuntungan terebut adalah kartu kredit OCBC Voyage. Penggunanya bisa merasakan manfaatnya yang luar biasa, salah satunya adalah bisa menggunakan fasilitas domestik airport lounge.
Dengan kartu kredit ini, nasabah bisa mendapatkan komplimen akses airport lounge hingga 1.200 internasional airport lounge di 138 negara dengan menggunakan aplikasi DragonPass hingga dua kali per tahunnya. Belum lagi fasilitas domestic airport lounge yang ada di 17 kota besar di Indonesia.
Kartu kredit OCBC Voyage juga menawarkan keuntungan lainnya, yaitu dining experience di berbagai restoran premium di Indonesia dan promo menarik nonton bioskop di The Premiere XXI. Termasuk juga fasilitas Voyage Concierge 24/7 layaknya asisten pribadi yang bisa membantu keperluan berbelanja, beli tiket konser, [engaturan jadwal perjalanan, sewa kendaraan, dan lainnya. Ada juga Voyage Music Privileges yang bisa memberikan kases ke berbagai konser music baik di dalam maupun di luar negeri.
Satu hal yang ditawarakn oleh kartu kredit ini adalah kemudahan mengubah transaksi menjadi cicilan 0% sampai 18 bulan lewat aplikasi mobile banking OCBC Mobile di smartphone.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memilikinya?
SEKARANG BAYAR TIKET KA BANDARA ENGGAK BISA PAKAI KARTU KREDIT DAN DEBIT? KENAPA?
PT. Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter angkat bicara tentang akses pembayaran KA Bandara Soekarno-Hatta yang sekarang tidak bisa menggunakan kartu kredit dan debit.
Leza Arlan selaku External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter menjelaskan bahwa pembatasan akses pembayaran tersebut dilakukan karena adanya proses update di system KAI Commuter untuk pengguna baik kartu kredit maupun kartu debit. Dikatakan bahwa proses pembaruan sudah dilakukan sejak Maret 2024.
Akibat dari proses tersebut, penumpang tidak bisa membayar tiket KA Bandara Soekarno-Hatta dengan kartu dedbit atau kartu kredit sampai pembaruan tersebut selesai. Pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanannya.
Di samping itu, pengguna masih bisa melakukan pembelian tiket dengan menggunakan kartu Multi Trip (KMT), QRI Bank dan e-commerce yang melakukan kerja sama dengan KAI Commuter. Khusus untuk pembelian dengan KMT, saldo minimal yang harus tersimpan di kartu saat menggunakan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta adalah Rp 10.000. untuk update informasi update Commuter Line, masyarakat bisa mengakses media sosial @commuterline atau call center 121.
Namun, Leza menjelaskan belum bisa memastikan sampai kapan proses tersebut akan selesai. Tapi, dia memastikan proses tersebut akan dirampungkan secepat mungkin. Sementara itu, di akun Instagram resmi KA Bandara Soekarno-Hatta (@kacommuterbandara) menyebutkan bahwa pembayaran tiket KA Bandara di vending machine, customer service, dan aplikasi C-Access hanya bisa dilakukan melalui pembayaran QRIS.
Sebelumnya, dalam salah satu unggahan di X menyebutkan bahwa pembayaran tiket KA Bandara Soekarno-Hatta ini tidak bisa menggunakan kartu kredit. Hal tersebut bisa menyulitkan turis asing untuk mengakses moda transportasi. Pembayaran kredit tidak lagi didukung, namun sekarang terbatas pada pembayaran QR local seperti Link Aja dan Go Pay. Namun, pemabayaran tunai dilarang.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan peraturan di atas?
BISNIS PINJOL MAKIN MENGGILA, BISNIS KARTU KREDIT MAKIN NELANGSA
Beberapa bulan belakangan ini, bisnis kartu kredit sedang menghadapi krisis, sementara tren bisni pinjol malah makin menjamur. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Ekonomi Digital Center of
Economi and Law Studies, Nailul Huda.
Dijelaskan bahwa pada tahun 2020 – 2023, pertumbuhan bisnis kartu kredit tercata hanya tumbuh sebesar 1,5% yoy. Namun, di periode yang sama, ada pertumbuhan bisnis peer to peer lending senilain 18%.
Apa artinya? Ini artinya masyarakat mulai beralih ke pinjaman online yang berbasis teknologi. Kehadiran fintech seperti Amartha dan beberapa fintech lainnya.
Pesatnya pertumbuhan industri pinjol ini bukan tanpa alasan. Ini karena industry pinjol menawarkan fleksibilats tinggi dalam pencairan dana ketimbang lembaga keuangan perbankan. Naiul berharap pertumbuhan bisnis fintech ini bisa menjadi momentum agar bisa menggerakan perekonomian nasional. Hal ini bisa dilakukan dengan mengarahkan pembiayaan ke beberapa sector yang produktif seperti UMKM.
Pertumbuhan fintech diharapkan bisa memberikan dampak kepada perekonomian nasional dan kesejateraan masyarakat. Menurutnya, platform pinjol ini bisa menjadi alternative untuk masyarakat, terutama yang masih awam dengan perbankan konvensional. Penerapan teknologi yang ditawarkan fintech membuat ketertarikan masyarakat untuk menggunakan jasa pinjol.
Bisa dilihat bahwa dari sisi teknologi sudah ada peningkatan, masyarakat juga lebih memilih online daripada offline. Ini membuat masuarakat cenderung pindaha ke teknologi untuk melakukan pinjaman. Ini tercermin dari kenaikan pinjaman menjadi 18%.
Jika dilihat dari demografi para peminjam, mayoritas yang menggunakan jasa fintech lending ini adalah mereka yang berusia 19 – 34 tahun. Usia tersebut juga tergolong cukup dekat dengan akses teknologi digital.
Sekarang juga bisa dilihat bahwa masyarakat lebih mudah untuk mengunggah foto dengan KTP dan bisa diakses dengan menggunakan platform tertentu. Akhirnya, mereka bisa mengakses pinjol ketimbang menggunakan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah bisnis kartu kredit suatu hari nanti akan kalah bersaing dengan bisnis pinjol?
‘KIAMAT’ KARTU DEBIT-ATM, SIAPA YANG MENJADI PENGGANTINYA?
Masa jaya teknologi ATM dan kartu debit sepertinya sudah menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Tanda-tanda ‘kiamat’ kartu ATM dan debit bisa dilihat dari transaksi digital banking Bank Indonesia yang semakin meroket.
Bank sentral mencatatkan di Januari 2024, nilai transaksi digital banking sebesar Rp 5.335,33 triliun atau tumbuh 17,19% yoy. Sementara nilai transaksi pembayaran yang menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai presentase Rp 692,32 triliun, hanya naik 2,58% (yoy).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjito menuturkan jika transaksi Uang Elektronik (UE) mencapai Rp 83, 37 triliun, naik 39,28% (yoy). Untuk nominal transaksi QRIS sendiri tercatat presentasenya meroket hingga 149,46 (yoy) dan mencapai Rp 31,65 triliun, dengan jumlah pengguna 46,37 juta dan jumlah merchant 30,88 juta yang sebagian besar adalah UMKM.
Dirinya juga mengatakan jika BI sudah menargetkan pengguna QRIS bisa menyentuh angka 55 juta pengguna di tahun 2024. Agar bisa mencapai target tersebut, BI akan melakukan perluasan kerjasama antarnegara untuk meningkatkan volume transaksi dan mendorong inklusi Ekonomi Keuangan Digital (EKD).
Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI mengungkapkan bahwa BI akan merealisasikan kerjasama penggunaan QRIS lintas batas dengan Jepang dan UEA dalam waktu dekat. Mereka berharap uji coba bisa segera dilakukan lantasan mereka (pihak Jepang dan UEA) sdauh datang dan mendiskusikannya lebih dalam lagi.
Untuk sekarang, QRIS antarnegara sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, dan yang paling baru adalah Singapura. Untuk Korea Selatan, Indonesia sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman.
Filianingsi mengatakan, transaksi dengan menggunakan QRIS yang tidak perlu lagi menggunakan dolar AS mengalami sedikit penurunan pada Januari 2024. Hal ini dipengaruhi oleh transaksi dari turis yang menurun setelah penggunaan tinggi saat libur akhir tahun pada Desember 2023. Dirinya menambahkan bahwa dengan Thailand ada penurunan di volume tapi nominalnya tetap naik. Transaksi inbound ini secara volume sebanyak 1.121 dengan transaksi outbound 23.715. untuk nominalnya sendiri sebesar Rp 368 juta untuk inbound dan Rp 10 miliar untuk outbound.
Sementara itu, dengan Malaysia meningkat dari sisi volume yang mencapa 73.000, outboundnya meningkat 10%. Dari sisi nominalnya sendiri untuk inbound Malaysia ke Indonesia yaitu sebesar Rp 20 miliar, lalu Indonesia ke Malaysia Rp 2,9 miliar. Ini diakibatkan karena lebih banyak turis Indonesia ke Malaysia, tapi belanjanya sedikit. Justru Malaysia belanjanya yang lebih banyak. Untuk Singapura sendiri juga ada penurunan untuk volume nominal, tapi outbound-nya ada peningkatan. Diharapkan bisa mengalami peningkatan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah ‘kiamat’ ATM, kartu debit, dan kartu kredit ini bakalan terjadi?












