Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, memutuskan untuk memperluas fitur kartu kredit pemerintah (KKP) demi memudahkan pembelian produk UMKM. Hal tersebut disampaikan dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia di Jakarta.
Dirinya menyebut pihaknya akan menambahkan fitur online payment card pada KKP. Fitur ini juga bakal terkoneksi dengan QRIS. Dalam kartu kredit Indonesia ini, akan diperluas untuk memudahkan transaksi belanja pemerintah tidak hanya untuk perjalanan saja, tapi juga untuk membeli produk produk UMKM karya bangsa.
KKP domestik sendiri sudah diluncurkan sejak Mei tahunlalu. Dengan KKP, pemerintah pusat,kementerian, lembaga, hinga pemerintah daerah bisa menggunakannay dengan biaya transaksi nol persen. Selain itu, biaya untuk merchant lebih efisien, dan ini sekaligus bagian dari bangga buatan Indonesia.
Peluncuran KKP domestik sendiri juga sejalan dengan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 2 Tahun 2022. Inpres tersebut mengenai Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penambahan fitur di KKP domestik ini dan penggunaannya akan jadi lebih efisien?
Artikel
PENIPUAN BERKEDOK LAMARAN KERJA MARAK BOBOL REKENING BANK, INI DIA TANDA-TANDANYA!
Penipuan dengan modus lowongan kerja makin banyak terjadi karena penjahat siber bisa memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mencuri uang dan informasi pribadi pencari kerja yang tidak menaruh curiga.
Berdasarkan data dan laporan dari Identity Theft Resource Center (ITRC), penipuan lowongan kerja melonjak hingga 118% pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya.
Para pelaku biasanya menyamat sebagai perekrut dan memasang iklan pekerjaan palsu untuk menarik calon korbannya, yang kemudian mencuri informasi berharga selama proses ‘wawancara’.
Menurut Komisi Perdagangan Federal (FTC), konsumen melaporkan total kehilangan hingga US$367 juta (Rp 5,9 miliar) akibat dari penipuan peluang bisnis dan pekerjaan pada tahun 2022, naik hingga 76% dari tahun ke tahun.
Dikutip dari NUCWashington, FTC melaporkan korban yang rekeningnya dicuri dengan ‘kumlah yang sangat besar’ adalah US$2.000.
Penipuan pekerjaan bukanlah jenis penipuan yang umum. Penipuan ini hanya mencakup 9% dari total penipuan identitas pada tahun 2023, kedua setelah penipuan Google Voice, yang mencapai 60%. Namun, penipuan ketanagakerjaan adalah ancaman yang “muncul”.
Penipuan pekerjaan sudah ada sejak ada lapangan pekerjaan. Tapi, penipuan ini akan terus mengalami perkembangan karena sejumlah faktor eksternal yang terjadi.
AI dan kerja jarak jauh menjadi pemicu berkembangnya penipuan lowongan kerja. Kemajuan AI sendiri bisa memungkinkan penipu untuk membuat daftar pekerjaan dan pesan perekrutan yang bisa terlihat asli.
Menurut laporan ITRC, AI bisa membantu menyepurnakan ‘promosi’ agar terlihat lebih terpercaya dan mengimbangi perbedaan budaya serta tata bahasa dalam penggunaan bahasa.
Lebih lanjut, maraknya pekerjaan jarak jauh selama era pendemi telah membuat pekerja dan pencari kerja lebih nyaman melakukan proses perekrutan secara online. Terlebih lagi, pencari kerja tidak akan melihat orang secara langsung selama proses perekrutan atau wawancara palsu.
Mereka berinteraksi dengan perekrut hanya melalui pesan teks atau WhatsApp, yang merupakan sinyal tanda bahaya.
Lulusan perguruan tinggi baru, imigran, atau mereka yang baru saja masuk ke dunia kerja di Amerika Serikat mungkin menganggap perekrutan online seperti itu normal, apalagi untuk pekerjaan jarak jauh.
Penipu biasanya akan mendesak korbannya untuk melakukan pembayaran selama proses perekrutan. Mereka mungkin mengirimkan faktur pembayaran di muka untuk peralatan kerja seperti computer ataupun pemilihan kerja. Mereka berjanji untuk mengganti biaya setelah korban diterima, tapi kenyataannya itu hanyalan modus penipuan.
KEMENTERIAN LUAR NEGERI MINTA MASYARAKAT WASPADA TENTANG TERIMA TAWARAN PEKERJAAN DI LN
Kemlu RI meminta masyarakat untuk selalu waspada dalam menerima tawaran kerjaan di luar negeri. Pihaknya juga meminta agar WNI bisa tertib melapor jika mereka sedang bekerja di luar negeri.
Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu mengatakan jika angka kasus baru WNI yang menjadi korban penipuan online terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2020 hingga Maret 2024, ada 2.703 WNI yang menjadi korban penipuan online di delapan negara.
Dia menjelaskan, besarnya kasus ini tidak hanya di angka saja, namun juga dari banyaknya negara tujuan. Awalnya yang hanya Kamboja, kini bertambah menjadi Myanmar, Laos, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Uni Emirat Arab.
Dan ini sudah masuk ke dalam perhatian Kemlu. Bagaimana caranya untuk menghadirkan negara bagi korban yang ada di negara-negara tersebut. Dan yang lebih pentingnya lagi, bagaimana langkah-langkah pencegahannya.
Pihaknya juga menambahkan bahwa profil korban penipuan online berbeda dengan profil korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Untuk profil korban TPPO, kebanyakan korbannya perempuan, bekerja di sektor domestic, berasal dari daerah, kelas menengah ke bawah, dann kurang berpendidikan.
Sementara itu, profil korban kasus penipuan online adalah Gen Z (kelahiran tahun 1997 hingga 2012-an), berpendidikan, dari kelompok kelas menengah dan melek digital. Dari total 3.703 WNI yang menjadi korban penipuan online, ada 1.132 yang sudah teridentifikasi sebagai korban TPPO.
Secara umum, modus penipuan online yaitu lowongan pekerjaan yang ditawarkan biasanya melalui media sosial dan biasanya bekerja menjadi marketing atau customer service. Mereka juga menawarkan gaji yang fantasis, tidak memerlukan spesifikasi khusus, bisa langsung berangkat dan tidak sesuai prosedur.
Ketika sampai di negara tujuan, mereka akan ditempatkan di perusahaan online. Mereka dipaksa membuat akun palsu untuk melakukan penipuan. Disebutkan bahwa para korban tersebut ditargetkan untuk melakukan penipuan online, dan mayoritas korbannya adalah orang Indonesia dan seringnya menggunakan modus love scam. Begitu sudah terkena bujuk rayu, maka mulai dimintai transfer sejumlah uang.
Yang menjadi kunci utama pencegahan adalah kesadaran bersama. Masyarakat diharapkan untuk bisa mengenail modus-modus TPPO yang sudah disosialisasikan oleh Kemlu dan diimbau agar jangan nekat.
Kemlu mencatat ada kasus yang berulang. Dari 3.703 kasus, ada WNI yang sudah dipulangkan ke Tanah Air, kembali lagi ke luar negeri dan bekerja di jenis pekerjaan yang sama.
Terakhir, hal yang perlu diantisipasi adalah yang menawarkan pekerjaan di luar negeri kebanyakan adalah orang di lingkaran terdekat kita. Para WNI yang terjebak di perusahaan penipuan online dipaksa untuk merekrut calon korban lainnya untuk diajak bekerja di tempat yang sama.
Oleh karena itu, pihak Kemlu minta untuk waspada. Jadi, selain ditarget untuk menggaet korban penipuan, mereka juga ditarget untuk merekrut orang untuk bekereja di perusahaan tersebut.
SELAMAT TINGGAL KARTU KREDIT, WARGA RI BERALIH KE PAY LATER
Buy Now Pay Later (BNPL) mulai menggeser tahta kartu kredit sebagai alat pembayaran di Indonesia. Bahkan, penggunaannya baik di toko fisik maupun onlin terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024 oleh Kredivo, Paylater berhasil masuk ke jajaran 3 teratas metode pembayaran paling nge-hits untuk belanja online, dengan penggunaaanya mencapai 70,5% di tahun 2024. Di sisi lain, kartu kredit mengalami penurunan yang cukup drastic dari 15% di tahun 2023 menjadi hanya 9,5% di tahun 2024.
Kepopuleran paylater semakin meroket tidak hanya di platform e-commerce saja, tapi juga di sektor belanja online. Sebesar 27,7% transaksi offline yang berkontribusi terhadap total transaksi paylater, naik 169% sepanjang tahun 2023.
Menurut Nailul Huda selaku Direktur Ekonomi Digital CELIOS (Center of Economic and Law Studies), penggunaan paylater di merchant offline diterima dengan tangan terbuka oleh kelompok usia tua yang cenderung lebih lambat mengadopsi belanja online dan lebih nyaman dengan belanja online.
Tren ini juga menunjukkan jika kehadiran paylater di merchant offline efektif memperluas demografi pengguna. Fenomena ini bisa menjadi potensi besar bagi industri paylater untuk terus berkembang dan bisa memberikan dampak positif yang signifikan untuk perekonomian Indonesia, terutama dalam membuka akses keuangan untuk masyarakat dan mempercepat digitalisasi transaksi.
Adopsi paylater pada transaksi offline menjadi pilihan masyarakat di tier 2 dan 3 untuk bisa tetap berbelanja menggunakan paylater tanpa halangan infrastruktur digital dan tingginya ongkos kirim.
Masifnya penetrasi ke kota tier 2 dan tier 3 bisa membuat pertumbuhan pengguna paylater kemungkinan naik secara signifikan dalam beberapa waktu mendatang.
Kondisi ini juga bisa menjadi peluang bagi merchant offline dan penyedia layanan paylater untuk memperbanyak kerja sama untuk mengintergrasikan layanan keuangan kredit digital.
Jadi gimana menurut kalian? Kalian tim paylater atau tim kartu kredit nih?
PERLUAS PENETRASI KARTU KREDIT, BANK DIGITAL GANDENG TOKO RITEL
Dunia perbankan digital sedang berusaha memenuhi kebiasaan masyarakaat dalam memenuhi kebutuhan dengan melakukan kolaborasi dengan gerai ritel berkonsep convenience store yang menyajikan beragam jenis kebutuhan. Convenience store telah mengubah pengalaman berbelanja dengan menyediakan kebutuhan rumah tangga yang disertai dengan berbagai jenis makanan dan minuman siap saji.
Dengan adanya potensi pasar tersebut, PT Bank MNC Internasionanl Tbk (BABP) atau MNC Bank, menjalin kerja sama dengan PT Fajar Mitra Indah selaku pemegang lisensi FamilyMart Indonesia dengan kartu kredit co-branding FamilyMart MNC Titanium Card.
Rita Montagna selaku Presiden Direktur MNC Bank menjelaskan jika kartu ini akan dilengkapi fitur pembayaran contactless, sehingga pemegang kartu bisa berbelanja dengan mudah, nyaman, aman, serta bisa mendapatkan banyak keuntungan.
Pihaknya yakin jika kolaborasi ini bisa memberikan added value dan pengalaman berbelanja terbaik untuk masyarakat umum yang nantinya berujung pada pengembangan bisnis FamilyMart dan MNC Bank. Direktur Utama BCAP Yudi Hamka berkomitmen untuk selalu mendukung kerja sama bisnis yang bisa membawa nilai tambah yang signifikan. Dirinya juga menambahkan FamilyMart juga berkolaborasi dengan MotionPay milik MNC Teknologi Nusantara untuk pembayaran QRIS, white label e-money.
Di lain pihak, CEO FamilyMart Indonesia Wirry Tjandra menambahkan kerjasama ini akan ditopang dengan 330 gerai yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Malang, dan Bali. Diharapkan nanti ke depannya akan makin banyak nasabah MNC Bank yang berbelanja di FamilyMart.
Ria Monica, GM Commercial FamilyMart Indonesia—menambah lima gerai sekaligus, empat gerai di kota Malang dan satu gerai lagi di Surabaya. Salah satu gerai di kota Malang yaitu FamilyMart Soekarno Hatta mempunyai robot barista pertama di kota Malang.
Diharapkan hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga kota Malang untuk berbelanja nantinya. Selain bisa membuat minuman kopi, barista robot ini juga bisa membuat es krim dan cendol, serta dilengkapi dengan QRIS dan MotionPay.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk berbelanja di FamilyMart dengan menggunakan kartu kredit dari MNC Bank?
KARTU KREDIT BAKAL MASUK JADI METODE PEMBAYARAN LRT JABODEBEK
Mochamad Purnomosidi selaku Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek mengatakan jika kartu kredit akan tersedia sebagai alat pembayaran untuk penumpang, selain kartu e-money yang saat sudah digunakan.
Pihaknya sedang berupaya agar bisa menggunakan kartu kredit, sehingga kartu kredit bisa tapping dan tidak hanya pengguna e-money saja.
Dirinya menuturkan jika selain menambah opsi alat pembayaran, LRT Jabodebek juga terus berupaya untuk menambah jumlah perjalanan. Hingga saat ini, sudah ada total 240 perjalanan menggunakan LRT Jabodebek dengan jam operasional hingga pukuul 22.30. WIB.
Dengan penambahan trainset tersebut, diharapkan headwaynya semakin pendek dan waktu operasi bisa lebih malam. Di samping itu, Purnomosidi juga menjelaskan bahwa dalam satu terakhir, LRT Jabodebek telah mengangkut 15 juta penumpang.
Pihaknya mengatakan bahwa jumlah penumpang tertinggi terjadi di bulan Juli 2024, yaitu sebanyak 2 juta penumpang.
Di samping itu, rata-rata jumlah penumpang LRT Jabodebek di hari kerja sekitar 75.000-77.000 penumpang. Sementara itu, rata-tata jumlah penumpang di akhir pekan sekitar 35.000-37.000 penumpang.
Pihaknya terus berusaha agar satu tahun mereka bisa memberikan beberapa inovasi yang rencananya akan dirilis pada 28 Agustus 2024.
Lebih lanjut, pihaknya juga berharap bahwa kehadiran LRT Jabodebek ini bisa membantu mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan pribadi menjadi angkutan umum, sehingga kemacetan bisa dikurangi. Harapan ke depannya adalah LRT Jabodebek ini bisa menjadi jauh lebih baik.
Jadi gimana menurut kalian? Kalian lebih suka naik angkutan umum atau kendaraan pribadi?
TRANSAKSI SENJATA PERLU PAKAI KODE KHUSUS UNTUK KARTU KREDIT, AMAN KAH?
Perlukah transaksi di toko senjata dengan menggunakan kartu kredit harus ada kode khusus untuk mempermudah penegak hukum melacak siapa pembelinya? Beberapa negara bagian di Amerika Serikat memberikan beberapa pendapat yang berbeda dalam hal mewajibkan atau melarangnya.
Undang-undang baru California mewajibkan beberapa jaringan kartu kredit untuk menyediakna kode ritel khusus untuk transaksi senjata api mulai 1 Juli.
Beberapa entitas finansial ini selanjutnya memiliki waktu beberapa bukan untuk menentukan klien bisnis mana yang harus masuk ke dalam kategori sebagai toko senjata dan memberikan kode khusus, paling lambat tanggal 1 Mei.
Hudzon Munoz selaku direktur eksekutif kelompok advokasi nirlaba Guns Down America, termasuk salah satu yang mendukung. Yang didukung dari undang-undang tersebut yaitu menutup salah satu celah yang memberikan keuntungan untuk industri senjata. Industri tersebut selama ini tidak mendapatkan perlakuan yang sama seperti bisnis lainnya.
Menurut Munoz, maksud dari kode toko sejnata tersebut adalah untuk menemukan pola yang mencurigakan, seperti seseorang yang mempunyai sedikit riwayat pembelian senjata, yang tiba-tiba menghabiskan uang dalam jumlah besar ke beberapa toko senjata dalam waktu yang singkat. Setelah diberitahu oleh bank, pihak berwenang selanjutnya melakukan penyelidikan, sehingga bisa menggagalkan potensi penembakan massal.
Langkah californya ini diikuti oleh Colorado dan New York. Sedangkan Georgia, Tennesseem dan Wyoming mengambil sikap sebaliknya. Keempat negara bagian ini justru melarang penggunaan kode khusus toko senjata. Mereka bergabung dengan 13 negara bagian lain yang sejauh ini sudah melarang atau membatasi penggunaan kode khusus pengecer senjata. Di ke-17 negara bagian tersebut, Partai Republik memimpin dewan legislatifnya.
Banyak anggota DPR dari Partai Republik dan pendukung hak kepemilikan senjata yang khawatir aturan kode khusus ini bisa menimbulkan kecurigaan tidak beralasan terhadap pembeli senjata yang tidak melakukan kesalahan apapun. Dan Eldrige, pemilik toko senjata Maxon Shooter’s Supplies, salah satu yang menetang pengadaan kode khusus.
Dia menganggap bahwa ini adalah aktivitas normal, dilindungi, dan sah. Dan menjadikan ini sebagai sesuatu yang bisa diidentifikasi untuk pelacakan bisa memberikan kesan yang sangat buruk tentang kepemilikan senjata.
Eldrige menambahkan jika peraturan baru ini juga bisa menyebabkan lebih banyak orang membeli senjata dengan uang tunai ketimbang menggunakan kartu kredit untuk melindungi privasi mereka. Itu lah alasan tokonya menyediakan mesin ATM, karena mereka ingin pelanggannya bisa menjaga privasi mereka agar tidak di salahgunakan atau dilacak.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian setuju dengan undang-undang penerapan kode khusus di toko senjata ini?
GEN Z WAJIB TAU, INI CARA PINTAR PAKAI KARTU KREDIT TANPA TERJEBAK HUTANG!
Kartu kredit bisa dibilang bagai pisau bermata dua—di satu sisi memberikan keuntungan untuk penggunanya, tapi di sisi lain juga bisa menjebak kalau tidak dikelola dengan baik.
Gen Z belakangan ini sering dibicarakan karena perilaku konsumtifnya, kehadiran beragam kartu kredit, bank digital, dompet digital, dan e-commerce sering dimanfaatkan untuk memenuhi kepuasan diri sendiri.
Dikutip dari detikFinance, menurut survei Katadata Insight Center (KIC), 9,7% gen Z pernah menggunakan fasilitas kartu kredit atau paylater. Kebanyakan gen Z menggunakan kartu kredit atau paylater untuk membeli barang-barang fashion (61%), pulsa (56,6%), gadget, dan barang elektronik.
Lalu, bagaimana cara pintar menggunakan kartu kredit untuk gen Z?
Eva Dahlia Kusuwati selaku Syariah Card Business Division Head Bank Mega Syariah memberikan cara pintar untuk gen Z dalam menggunakan kartu kredit.
Dia menjelaskan bahwa salah satu penyebab yang membuat anak muda bersikap konsumtif adalah karena munculnya pinjaman online dengan proses yang mudah. Ini berbeda dengan kartu kredit yang memerlukan beberapa syarat khusus agar bisa menggunakannya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa pengguna bisa memakai kartu kredit dalam beberapa kondisi tertentu saja, misalnya untuk kebutuhan mendesak. Jika sudah memiliki kartu kredit, penggunanya harus bisa selektif dan pintar dalam menggunakan fasilitas.
Di samping untuk kebutuhan mendesak, kartu kredit juga bisa digunakan untuk pengganti uang cash ketika bepergian atau agar bisa mendapatkan diskon yang ditawarkan.
Agar tidak terjerat utang, Eva juga mengingatkan untuk menggunakan kartu kredit sebagai sarana transaksi yang memang sudah ada uangnya, bukan untuk memaksakan tindakan konsumtif.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian termasuk golongan yang konsumtif dalam menggunakan kartu kredit atau paylater?
HAKIM AS PUTUSKAN UNTUK MENIADAKAN ATURAN PEMBATASAN BIAYA KETERLAMBATAN KARTU KREDIT
Sebuah keputusan kontroversial baru-baru ini di Texas telah memicu perdebatan yang intens di kalangan pengusaha dan regulator keuangan. Seorang hakim federal di Texas, Mark Pittman, telah membatalkan kebijakan baru dari Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB), yang mengatur batasan biaya keterlambatan kartu kredit menjadi USD 8. Keputusan ini telah menjadi sorotan utama di tengah ketegangan antara kepentingan bisnis dan perlindungan konsumen di Amerika Serikat.
Dalam keputusannya, Hakim Pittman mengutip keputusan Pengadilan Banding di New Orleans tahun 2022, yang menyatakan bahwa struktur pendanaan CFPB tidak konstitusional. Menurut Pittman, hal ini menimbulkan keraguan terhadap validitas setiap peraturan yang dikeluarkan oleh badan tersebut. Pengadilan Banding tersebut mempertanyakan keabsahan pendanaan CFPB, yang dianggap sebagai peringatan bagi regulator keuangan.
Desakan untuk membatalkan aturan ini datang dari berbagai pihak, termasuk pengusaha, Kamar Dagang AS, dan Asosiasi Bankir Amerika. Mereka menganggap batasan biaya keterlambatan ini sebagai hambatan bagi bisnis dan perekonomian pada umumnya. Di sisi lain, ada juga kelompok yang mendukung kebijakan ini, termasuk beberapa konsumen dan aktivis perlindungan konsumen, yang percaya bahwa batasan tersebut adalah langkah penting untuk melindungi konsumen dari biaya yang tidak adil.
Pittman sendiri, yang ditunjuk oleh mantan Presiden Partai Republik Donald Trump, berada dalam situasi yang menantang karena pengadilannya berada dalam yurisdiksi Sirkuit ke-5 yang memiliki sejarah pengadilan yang kompleks dalam hal regulasi keuangan.
Maria Monaghan, penasihat Pusat Litigasi Kamar Dagang AS, menyambut baik keputusan Hakim Pittman sebagai kemenangan besar bagi konsumen yang bertanggung jawab dan bisnis yang ingin memberikan kredit terjangkau. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya diterima oleh semua pihak, terutama oleh juru bicara CFPB yang menegaskan bahwa regulator akan terus mempertahankan aturan tersebut. Mereka berpendapat bahwa kebijakan ini merupakan bagian penting dari tindakan keras pemerintahan Biden terhadap “biaya sampah” yang dikenakan kepada konsumen.
Aturan yang dibatalkan ini, menurut CFPB, bertujuan untuk menghilangkan biaya berlebihan yang dikenakan oleh penerbit kartu kredit atas keterlambatan pembayaran. Data menunjukkan bahwa bank akan meraup lebih dari USD 14 miliar biaya keterlambatan kartu kredit pada tahun 2022, dengan biaya rata-rata sebesar USD 32. Aturan tersebut juga akan memblokir penerbit kartu dengan lebih dari 1 juta rekening terbuka untuk membebankan biaya keterlambatan lebih dari USD 8, kecuali mereka dapat membuktikan bahwa biaya yang lebih tinggi diperlukan untuk menutupi biaya mereka.
Proses hukum ini telah menjadi pertarungan antara kepentingan bisnis dan perlindungan konsumen. Meskipun keputusan Hakim Pittman telah menimbulkan kepuasan bagi beberapa pihak, tetapi perdebatan ini masih akan berlanjut. Dengan Mahkamah Agung AS sedang meninjau keputusan tahun 2022 tersebut, arah kebijakan keuangan yang akan diambil di masa depan masih menjadi tanda tanya besar bagi banyak pihak yang terlibat.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan peraturan baru ini?
INI DIA 4 KELEBIHAN PAKAI KARTU KREDIT VIRTUAL!
Di zaman yang sudah semakin maju dan canggih seperti saat ini, transaksi online sudah menjadi prioritas utama untuk banyak orang. Dari kebutuhan tersebut, muncul virtual credit card sebagai solusi inovatif yang menawarkan kemudahan dan kemudahan transaksi.
Lalu apa itu virtual credit card (VCC)? Ini adalah nomor kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank atau lembaha keuangan yang hanya bisa dipakai untuk transaksi online. Berbeda dengan kartu kredit fisik, VCC ini tidak ada bentuk fisiknya, namun hanya ada nomor kartu, tanggal kadaluarsa, dank ode CVV yang dikirimkan melalui email atau bisa diakses lewat mobile banking.Keunikan dari VCC ini sendiri ada di kemampuannya dalam membatasi penggunaan sesuai kebutuhan, baik itu batas waktu penggunaan ataupun limit transaksi.
Lalu, bagaimana sih cara kerja VCC ini? Bisa dibilang, cara kerjanya hampir sama dengan kartu kredit konvensional pada umumnya saat digunakan untuk transaksi online. Pengguna hanya perlu memasukkan nomor VCC, tanggal kadaluarsa, dan kode CVV saat melakukan pembayaran di situs e-commerce atau penyedia jasa online. Yang membedakan adalah pengguna bisa mengatur limit transaksi dan masa aktif kartu, sehingga setelah transaksi selesai atau batas waktu berakhir, VCC tidak bisa digunakan lagi.
Lalu, apa saja keuntungan yang bisa didapatkan saat menggunakan VCC?
1. Keamanan Tinggi
Risiko penyalahgunaan informasi di VCC bisa dibilang lebih rendah karena setiap VCC ada batas waktu dan limit transaksi yang bisa diatur secara kustom. Informasi kartu utama juga tidak dibagikan secara langsung, dan ini bisa menurunkan risiko kebocoran data.
2. Kontrol Pengeluaran
Dengan adanya fitur pengaturan limit transaksi, pengguna VCC bisa lebih mudah untuk mengontrol pengeluaran dan membantu dalam manajemen keuangan.
3. Kemudahan Transaksi
Pengguna VCC bisa mempermudah transaksi online, terutama bagi mereka yang tidak ingin menggunakan kartu kredit fisik atau bagi yang tidak memilikinya.
4. Privasi Terjaga
Penggunaan VCC bisa memberikan lapisan tambahan untuk privasi karena transaksi tidak langsung terhubung ke rekening bank utama pengguna.
Selanjutnya, apa saja yang harus diperhatikan dalam menggunakan VCC ini?
1. Batas Penggunaan
Pengguna harus memahami dahulu tentang batas waktu dan limit transaksi yang ditetapkan di VCC. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya pembatasan atau penolakan saat sedang melakukan transaksi.
2. Situs Transaksi
Gunakan VCC di situs web atau atau platform yang terpercaya untuk menhindari risiko penyalangunaan informasi kartu.
3. Biaya
Periksa apakah ada biaya tambahan yang ditambahkan untuk penggunaan atau penerbitan VCC oleh bank atau lembaga keuangan pengguna.
4. Kebijakan Pengembalian Dana
Pelajari kebijakan pengembalian dana untuk transaksi yang dilakukan denga VCC, karena adanya kemungkinan VCC yang memiliki batas waktu penggunaan.
Penting untuk bisa memahami sepenuhnya tentang cara kerja, manfaat, dan potensi risiko yang ada sebelum menggunakan VCC untuk transaksi harian. Dengan pemahaman yang tepat dan penggunaan yang bertanggung jawab, VCC bisa menjadi alat pembayaran digital yang sangat penting.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memiliki virtual credit card ini?













