BNI RILIS KARTU KREDIT MITRA10 VISA SIGNATURE DEMI PERKUAT LAYANAN

BNI RILIS KARTU KREDIT MITRA10 VISA SIGNATURE DEMI PERKUAT LAYANAN

 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melakukan kerja sama dengan Mitra 10 lewat PT Catur Mitra Sentosa untuk merilis kartu kredit BNI Mitra10 Visa Signature. Kartu kredit ini akan memberikan keuntungan belanja di Mitra10 untuk bisa mewujudkan rumah impian. Peluncuran kartu kredit BNI Mitra10 bebarengan dengan grand opening Mitra10 Tenth Avenue Mall Bandung. Steven Suryana selaku Senior Executive Vice President Wealth Management BNI menjelaskan bahwa kehadiran kartu kredit ini merupakan salah satu upaya BNI untuk memberikan solusi pembayaran yang bisa membantu untuk mempermudah masyarakat membeli perabotan rumah dan kebutuhan lainnya di seluruh outlet Mitra10 di Indonesia. Kartu kredit ini juga bisa digunakan untuk betransaksi di berbagai negara dengan menggunakan jaringan Visa. BNI Mitra10 merupakan sebuah komitmen untuk mempermudah transaksi bagi pelanggan yang membutuhkan bahan bangunan serta perlengkapan rumah berkualitas dari Mitra10. Dengan beragam benefit yang ditawarkan, kartu ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk mewujudkan rumah impian dengan lebih mudah dan hemat. Pengguna kartu kredit BNI Mitra10 bisa menikmati beragam keuntungan, termasuk welcome bonus voucher belanja hingga Rp 1,5 juta untuk pengajuan sebelum 14 April 2025. BNI juga memberikan cashback 3,5% sampai Rp 1 juta tiap bulannya untuk transaksi minimal Rp 3 juta dan bonus sampai 5 kali Rewards Point dengan melakukan transaksi menggunakan kartu kredit BNI Mitra10 Visa Signature. Ada juga cicilan 0% dengan tenor sampai 12 bulan dengan minimum transaksi Rp 1,5 juta. Kartu kredit ini juga memberikan hadiah ulang tahun berupa voucher Birthday Treat sebesar Rp 50 ribu bagi pengguna setiap bulannya. Di samping itu, pemegang kartu juga bisa menikmati layanan pengiriman gratis hingga 25 km pertama untuk transaksi minimal Rp 500 ribu dan bebas biaya iuran tahunan untuk pengajuan hingga 30 Juni 2025. Direktur Utama PT Catur Mitra Sejati Sentosa Andy Totong berharap jika kerja sama ini bisa meningkatkan kenyamanan dan loyalitas pelanggan Mitra10 dengan adanya pengalaman belanja yang jauh lebih hemat dan praktis. Vira Widyasari selaku Country Manager Visa Indonesia juga ikut menyambut baik peluncuran kartu kredit BNI Mitra10 yang didukung dengan jaringan Visa. Saat ini, kartu Visa bisa dipakai di lebih dari 130 juta merchant di ratusan negara. Sebagai tambahan informasi, pengajuan kartu kredit BNI Mitra10 ini bisa dilakukan dengan mengisi e-form kartu kredit BNI menggunakan browser Android tanpa perlu dokumen fisik dan hanya menggunakan tanda tangan digital. Informasi lebih lanjut bisa langsung mengunjungi website BNI.

TANDA-TANDA BARU KIAMAT KARTU KREDIT DI BRASIL

TANDA-TANDA BARU KIAMAT KARTU KREDIT DI BRASIL

Tanda-tanda mulai punahnya kartu kredit sudah mulai terasa di Brasil, setelah bank sentral Brasil (Banco Central do Brasil/BCB) menjelaskan bahwa fitur baru yang memungkinkan pengguna membayar transaksi dengan cara mencicil lewat sistem pembayaran instan yang sangat populer, yaitu Pix yang akan tersedia September mendatang.
Fitur baru ini bisa menjadi ancaman untuk pangsa pasar kartu kredit dan diperkirakan akan semakin mempercepat kebangkitan Pix, yang sudah dirilis sejak 2020, telah dengan cepat menjadi metode pembayaran paling populer di ekonomi terbesar di negara Amerika Latin tersebut.
BCB dalam pernyataannya yang dikutip Reuters menyebutkan jika fitur ini bisa berpotensi meningkatkan penggunaaan  Pix di ritel untuk pembelian yang bernilai tinggi, yang menguntungkan mereka yang tidak mempunyai akses ke opsi kredit tradisional.
Membayar pembelian dengan metode cicilan sudah tertanam kuat dan sudah menjadi kebiasaan konsumen Brasil, serta sudah lama menjadi keuntungan utama bagi penyedia kartu kredit. Menurut BCB, yang disebut ‘Pix Parcelado’ akan tersedia untuk konsumen dan pedagang.
Sementara penerima pembayaran akan menerima jumlah penuh secara instan, pembayar akan mendapatkan pilihan untuk mencicil pembayaran mereka dari waktu ke waktu. Akan tetapi, bank sentral tidak memberikan rincian teknis secara terperinci atau spesifikasi biaya untuk operasi baru tersebut.
BCB juga memiliki rencana untuk memperkenalkan fitur ini di tahun 2026 yang memungkinkan piutang Pix di masa depan bisa digunakan sebagai agunan untuk operasi kredit. Ini bisa menjadi sebuah langkah yang bertujuan untuk menurunkan biaya pinjaman untuk bisnis, terutama yang sangat bergantung pada Pix.
Bank sentral menjelaskan jika fitur tambahan ini memerlukan ‘infrastruktur yang lebih kompleks’ dan tidak akan memberikan perubahan apapun pada bagaimana cara individu menggunakan Pix.

ANTARA SYARIAH CARD DAN KARTU KREDIT KONVENSIONAL, SAMA ENGGAK SIH?

ANTARA SYARIAH CARD DAN KARTU KREDIT KONVENSIONAL, SAMA ENGGAK SIH?

Di Indonesia, layanan syariah di dunia perbankan bergerak dinamis, dan salah satu gebrakannya adalah hadirnya produk syariah card. Syariah card sendiri merupakan fasilitas kartu talangan yang bisa digunakan sebagai media pembayaran atau pengambilan uang tunai di tempat-tempat tertentu yang harus dibayar kepada pihak yang memberikan talangan pada waktu yang sudah ditetapkan. Hal ini membuat orang beranggapan syariah card mirip dengan kartu kredit.
Sudah banyak bank yang menyediakan produk ini. Dikutip dari laman resmi Bank Mega Syariah, ada tiga hal yang membedakan syariah card dengan kartu kredit konvensional, yaitu dari dari sistem pembayaran kartu, lembaga pengawasan, dan konsep perjanjian yang digunakan.
SISTEM PEMBAYARAN KARTU
Dari segi pembayaran, kartu kredit memiliki sistem bunga yang akan ditambahkan ke pembayaran. Di syariah card, tidak menggunakan sistem bunga namun menggunakan fee atau imbal jasa yang dihitung per transaksi.
Sistem yang digunakan syariah card ini sesuai dengan akad Ijarah, di mana penerbit kartu adalah penyedia jasa sistem pembayaran dan pelayanan terhadap pemegang kartu. Berdasarkan Ijarah ini, pemegang kartu akan dikenakan membership fee.
LEMBAGA PENGAWAS
Untuk landasan hukumnya sendiri, ada perbedaan dalam penggunaan kartu kredit konvensional dan syariah card. Untuk kartu kredit konvesional, ada undang-undang perbankan yang menjadi payung hukumnya. Sedangkan syariah card didasarkan pada undang-undang perbankan syariah dan fatwa MUI. Menurut aturan tersebut, penggunaan syariah card diawasi oleh Lembaga MUI Nasional.
SISTEM PERJANJIAN
Produk syariah card didasarkan atas perjanjian khusus yang disebut dengan akad. Ada tiga akad yang digunakan, yaitu kafalah, qard, dan ijarah. Untuk kartu kredit konvensional sendiri, tidak ada perjanjian khusus layaknya syariah card. Kartu kredit konvensional hanya berdasarkan perjanjian umum yang didasarkan oleh aturan nasional.
Syariah card diklaim mempunyai prinsip yang sudah disesuaikan dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 54/DSN-MUI/X/2006. Yuwono Waluyo selaku Dirut Bank Mega Syariah mengatakan bahwa Syariah Card mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan kartu kredit konvensional, antara lain dikenakan biaya bulanan dan biaya tahunan tetap yang diklaim rebih rendah dari bunga kartu kredit konvensional. Di samping itu, syariah card juga menerapkan potongan biaya bulanan yang diberikan kepada pemegang kartu berdasarkan penggunaan dan pembayaran mereka.
Walaupun syariah card memiliki perbedaa dari segi sistem pembayaran, lembaga pengawas, ataupun perjanjian, pengguna syariah card juga bisa didenda jika tidak tepat waktu membayar tagihan, sama seperti kartu kredit konvensional.

AEON DAN BIZNET RILIS KARTU KREDIT CO-BRANDING, APA SAJA BENEFITNYA?

AEON DAN BIZNET RILIS KARTU KREDIT CO-BRANDING, APA SAJA BENEFITNYA?

Biznet melakukan kolaborasi dengan nAEON Credit Service Indonesia (AEON) dengan mengeluarkan inovasi baru berupa AEON Biznet Card yang didukung oleh JCB. Perilisan ¬co-branding credit card ini merupakan sebuah strategi korporasi dari Biznet dan AEON Credit untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan.
Lewat kerjasama ini, Biznet dan AEON ingin menawarkan berbagai keuntungan, khususnya untuk pelanggan Biznet. Adrianto Sulistyo selaku Senior Manager Marketing Biznet menjelaskan bahwa pihaknya ingin memberikan fitur tambahan dalam memudahkan pembayaran khusus untuk pelanggan Biznet. Keuntungan yang akan diperoleh tidak hanya promo-promo dari produk Biznet saja, tapi juga beberapa penawaran produk lain yang bekerja sama dengan JCB juga akan ditawarkan. Tujuannya adalah memberikan added value kepada pelanggan Biznet agar bisa mendapatkan fitur lebih saat berlangganan Biznet.
Atikah Nur Fajriah, AEON Credit Sales Head, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk ekspansi layanan pembayaran secara digital agar bisa semakin luas lagi. Ini dikarenakan Biznet memiliki rapid growth di segmen ritel sehingga kolaborasi dengan Biznet bisa menjadi pilihan tepat untuk memberikan penawaran yang sangat komplit kepada pelanggan.
Perilisan AEON Biznet Card dilatarbelakangin dengan bagaimana industri kartu kredit Indonesia yang terus bertumbuh setiap tahunnya, sesuai dengan data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia (SPIP) yang dirilis Bank Indonesia. Disebutkan bahwa transaksi kartu kredit per Februari 2024 meningkat 6,13% secara tahunan dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Melalui kolaborasi ini, Biznet dan AEON ingin memberikan kontribusi terhadap tren dan perkembangan industri digital saat ini, di mana AEON Biznet Card yang sudah dilengkapi dengan fitur contactless ikut mendukung gaya hidup cashless society. Diketahui bahwa saat ini semua sudah berubah jadi serba digital, termasuk transaksi digital.
Oleh karena itu, Biznet yang berkolaborasi dengan AEON Credit selain untuk menawarkan berbagai keuntungan dalam bertransaksi digital, juga mendukung gaya hidup modern—khususnya di bidang traveling dan kuliner, di mana AEON Biznet Card juga memberikan penawaran diskon menarik. Tidak hanya dari segi layanan internet, AEON Biznet Card menawarkan bebas iuran seumur hidup, cashback 10% untuk pembelanjaan di AEON Store setiap bulannya, diskon 15% di Ayana Hotel dan Restoran serta diskon 20% di Aya Spa setiap hari.
Di samping itu, pelanggan juga bisa menikmati diskon 15% setiap hari di berbagai restoran di bawah naungan Kawano Group. Sebagai penawaran yang didukung oleh JCB, pelanggan bisa mendapatkan cashback hingga 20% untuk pembelanjaan di Jepang yang berlaku 1 Januari hingga 30 April 2025. Di samping itu pelanggan bisa menikmati bebas akses ke lounge di Bandara sebanyak 8 kali dalam setahun, serta program menarik lainnya dari brand JCB.

PER JANUARI 2025, PEMERINTAH RESMI NAIKKAN PPN 12%

PER JANUARI 2025, PEMERINTAH RESMI NAIKKAN PPN 12%

Pemerintah mengumumkan tetap menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Hal ini sudah diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto bersama dengan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, serta menteri Kabinet Merah Putih lainnya di Konferensi Pers Paket Stimulus Ekonomi.
Penerapan PPN 12% ini akan dikenakan pada barang dan jasa kategori mewah. Disebutkan bahwa selama ini, barang dan jasa mewah banyak dikonsumsi oleh penduduk terkaya dengan pengeluaran menengah ke atas yang masuk dalam kategori desil 9 hingga 10.
Barang-barang kategori mewah apa saja yang akan terkena PPN 12% per Januari 2025? Antara lain:
1. Beras premium
2. Buah-buahan premium
3. Daging premium, seperti wagyu dan kobe
4. Ikan premium, seperti salmon dan tuna premium
5. Udang dan crustacean premium, seperti king crab
6. Jasa pendidikan premium yang memiliki layanan pendidikan mahal dan berstandar internasional
7. Jasa pelayanan kesehatan medis yang bersifat VIP
8. Listrik pelanggan rumah tangga dengan daya 3500 – 6600 VA
Namun, Airlangga menjelaskan bahwa tarif PPN 12% tidak dikenakan ke barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat atau bahan kebutuhan pokok penting. Justru, bahan pokok ini dibebaskan dari PPN.
Barang-barang yang dimaksud adalah beras, daging, ikan, telur, sayur, susu, gula konsumsu, jasa pendidikan, kesehatan, angkutan umum, tenaga kerja, jasa keuangan, jasa asuransi, vaksin polio, hingga pemakaian air.
Selain itu, ada beberapa komoditas pokok lain yang akan tetap bertahan di 11%, antara lain tepung terifu, gula industri, dan Minyakita. Pemerintah mempertahankan tariff PPN tiga komoditas ini menggunakan mekanisme kebijakan intesif pajak ditanggung pemerintah (DTP).

PAPER.ID: TRANSAKSI KARTU KREDIT PAPERCARD CAPAI RP 100 – 200 JUTA PER KARTU

PAPER.ID: TRANSAKSI KARTU KREDIT PAPERCARD CAPAI RP 100 – 200 JUTA PER KARTU

Paper.id, platform invoicing dan pembayaran digital menyebut rata-rata nilai transaksi dari kartu kredit Papercard mencapai Rp 100 – 200 juta per kartu tiap bulannya.
Yosia Sugialam selaku CEO Paper.id menjelaskan Papercard sengaja didesain untuk pasar business to business atau sesama pelaku bisnis. Dengan begitu, nilai rata-ratanya bisa dibilang cukup tinggi, karena penggunaannya lebih tinggi jika dibandingkan dengan kartu kredit personal.
Menurutnya, nilai rata-rata transaksi Papercard disebut sangat normal, karena kegiatan B2B kebanyakan transaksinya di atas Rp 50 juta, baik usaha kecil untuk membayar supplier, vendor, dan sebagainya. Limit penggunaan Papercard bisa mencapai Rp 1 miliar.
Sejak diluncurkan, Yosia menerangkan penggunaan kartu kredit Papercard sudah mencapai ribuan sampai saat ini.
Papercard diluncurkan pada 15 Juni 2023, bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dirinya juga berambisi pengguna Papercard bisa menyentuh angka puluhan ribu pada tahun 2025.
Untuk kartu kredit khusus korporat atau perusahaan besar (large enterprise) Paper Horizon Card, Yosia menyampaikan rata-rata transaksi sudah pasti melebihi penggunaan Papercard. Hal tersebut terjadi karena perusahaan besar paling tidak melakukan satu kali transaksi di atas Rp 100 juta.
Dirinya juga menambahkan bahwa pengguna Horizon Card sudah meningkat dua kali lipat setelah kartu ini diluncurkan.
Mulanya, Paper Horizon Card hanya digunakan belasan perusahaan saja, tetapi jumlahnya terus naik hingga mencapai 30 perusahaan besar.

BI PERPANJANG KERINGANAN BAYAR TAGIHAN KARTU KREDIT HINGGA JUNI 2025!

BI PERPANJANG KERINGANAN BAYAR TAGIHAN KARTU KREDIT HINGGA JUNI 2025!

Bank Indonesia kembali memperpanjang keringanan pembayaran tagihan kartu kredit sampai 30 Juni 2025. Kebijakan ini diupayakan untuk mendorong daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas sistem keuangan.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kebijakan keringanan ini meliputi batas minimum pembayaran oleh pengguna kartu kredit dari 10% menjadi 5% dari total tagihan. Di samping itu, kebijakan nilai denda keterlambatnmaksimal hanya 1% dari total tagihan dan tidak melebihi Rp 100.000.
Kebijakan ini seharusnya berakhir pada 31 Desember 2024 setelah beberapa kali dilakukan perpanjangan. Kebijakan ini muncul untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan menjaga daya beli masyarakat pasca pandemi Covid-19.
BI memberikan himbauan agar masyarakat menggunakan kartu kredit dengan bijak. Jika tidak memanfaatkan layanan kartu kredit dengan bijak, bisa memicu masalah keuangan.
Sebagai otoritas yang bertanggung jawab untuk menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), BI selalu mengamati pola konsumsi, utang, dan pembayaran utang dari tiap perorangan—termasuk penggunaan kartu kredit oleh masyarakat. Lewat kebijakannya, BI terus berupaya untuk memastikan penggunaan dan pembayaran kartu kredit tetap lancer sehingga tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan.

BUAT PEMEGANG KARTU KREDIT, HINDARI BEBERAPA KESALAHAN FATAL INI!

BUAT PEMEGANG KARTU KREDIT, HINDARI BEBERAPA KESALAHAN FATAL INI!

Untuk sebagian besar orang, menggunakan kartu kredit sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan di kehidupan sehari-hari. Walaupun begitu, ada beberapa potensi yang harus diwaspadai saat menggunakan kartu kredit.
John Ulzheimer, ahli kredit bersertifikat yang sudah berpengalaman di industri kredit selama 20 tahun menjelaskan bahwa ada beberapa perilaku finansial yang bisa dibilang cukup fatal dalam menggunakan kartu kredit.
Pria yang pernah bekerja di FICO, Equifax, dan Credit.com ini mengaku pernah melakukan kesalahan fatal saat pertama kali menggunakan kredit. Dia menggunakan satu kartu kredit dengan limit yang rendah. Dia berhasil lulus kuliah dan memasuki dunia kerja dengan satu kredit dengan limit US$ 600.
Ini mengakibatkan kartu kreditnya selalu mencapai batas maksimal atau mendekati batas maksimal. Hal ini bisa menyebabkan skor kreditnya lebih rendah dari yang seharusnya, walaupun dia selalu membayar tagihan tepat waktu.
Dia berpikir bahwa dirinya yang melakukan pembayaran sehingga dia pasti memiliki kredit yang bagus. Ketika sudah mulai bekerja di dunia kredit, dirinya segera menyadari bahwa ini bukan cara optimal untuk mengelola kredit.
Setelah mulai bekerja di industri kredit, Ulzheimer mulai belajar cara menghitung skor kredit FIC dan menyadari kesalahannya. Tingkat pemanfaatan kredit yang merupakan persentasi kredit yang tersedia, yang digunakan pada waktu tertentu, mencakup 30% dari skor kredit. Para ahli umumnya menyarankan untuk mempertahankannya di bawah 10%.
Dikarenakan batas Ulzheimer sangat rendah, dirinya secara konsisten menggunakan lebih dari 10%. Dia memutuskan untuk menaikkan tingkat pemanfaatan kreditnya dengan terus menambah jumlah kartu miliknya dan memastikan kartu-kartu tersebut memiliki batas kredit yang tinggi. Daripada bergantung pada satu kredit, dirinya belajar cara mengelola seluruh inventaris kartu kredit dengan benar.
Dengan memiliki banyak kartu kredit, batas kreditnya secara keseluruhan meningkat dan rasio penggunaan kreditnya pun mulai membaik.
Begitu dia menghabiskan lebih dari US$ 60 di kartu kredit pertamanya dengan batas US$ 600, rasio penggunaan kreditnya meningkat di atas 10%. Bagitu dia meningkatkan batas menjadi US$ 10.000, dia bisa menyimpan hingga US$ 1.000 di kartunya sebelum mencapai ambang batas 10%.
Membuka lebih banyak kartu untuk meningkatkan batas kredit bukan langkah yang bijaksana untuk setiap orang yang berkeinginan untuk menaikkan skor kredit mereka. Diperlukan pengendalian diri untuk bisa mengelola beberapa kartu dengan batas yang lebih tinggi dengan penuh tanggung jawab.
Ini karena ada beberapa orang berpikir bahwa batas kredit US$ 10.000 berarti mereka memiliki yang tunai US$ 10.000, dan kemudian tidak masalah untuk keluar dan menghabiskan semua barang ini.
Sebelum membuka beberapa kartu atau meminta member pinjaman untuk menaikkan limit kredit, pastikan memiliki rencana dulu untuk menjaga saldo tetap rendah dan membayar tagihan tepat waktu.
Tidak masalah memiliki lebih dari satu kartu, tidak masalah punya memiliki limit kredit yang sangat tinggi, asalkan bisa dikelola dengan baik dan benar.
Jika merasa memiliki beberapa kartu kredit dengan limit tinggi bisa menggoda Anda untuk menghabiskan uang melebihi kemampuan, lebih baik tetap menggunakan kartu debit. Dengan cara ini, Anda bisa menghindari pengeluaran berlebih yang Anda miliki. Butuh kedisplinan untuk tidak menjadi gila dan keluar serta menghabiskan terus-terusan hanya karena Anda mampu melakukannya.

JELANG LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU, GESEKAN KARTU KREDIT DIPREDIKSI MAKIN MONCER

JELANG LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU, GESEKAN KARTU KREDIT DIPREDIKSI MAKIN MONCER

Gesekan transaksi menggunakan kartu kredit perbankan diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring dengan adanya momentum perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurut data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia (SPIP) yang dirilis Bank Indonesia, nilai transaksi kartu kredit terus menunjukkan tren positif, yakni mencapai Rp 37,18 triliun per September 2024, naik 11,34% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp 33,39 triliun.
Nilai transaksi kartu kredit sendiri dibagi menjadi dua komponen—nilai transaksi tunai dan nilai transaksi belanja, yang masing-masing di dalamnya terdampat komponen domestik dan internasional.
Nilai transaksi kartu kredit sendiri didominasi oleh komponen nilai transaksi belanja senilai Rp 36,48 triliun. Sisanya yakni Rp 702 miliar merupakan nilai transaksi tunai pada September 2024.
Kenaikan tidak hanya terjadi di nilai transaksi, tapi juga pada volume transaksi kartu kredit yang ikut mengalami pertumbuhan sebesar 17,59% secara tahunan. Volume tersebut naik menjadi 39,24 juta transaksi yang sebelumnya 33,37 juta transaksi.
Jumlah kartu kredit yang beredar juga mengalami peningkatan, yaitu mencapai 18,31 juta unit pada September 2024, naik 2,23% yoy jika dibandingkan dengan September 2023 sebanyak 17,91 juta unit.
PT. Bank Central Asia Tbk. (BCA) memproyeksikan jumlah transaksi kartu kredit di momentum Natal dan Tahun Baru ini mengalami kenaikan. Hal ini sejalan dengan adanya peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat seiring dengan datangnya libur Nataru.
Hera F. Haryn selaku EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA menjelaskan jika pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan nasabah ataupun mitra dim omen Nataru.
Pihaknya berfokus untuk selalu memastikan hadirnya platform perbankan transaksi yang aman dan andal, sekaligus menjadi solusi relevan bagi nasabah.
Kartu kredit BCA tercatat sudah beredar sebanyak 4,8 juta per September 2024. Nilai transaksi kartu kredit tumbuh 13% YoY menjadi Rp 88,6 triliun.
Perseroan berharap jika bisnis kartu kredit akan bisa mengalami pertumbuhan yang signifikan ke depannya. BCA dengan konsisten selalu memberikan nilai tambah kepada nasabah kartu kredit dengan menghadirkan beragam promo menarik. BCA senantiasa berinovasi memberikan inovasi dan kenyamanan dalam bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Sekarang, nasabah bisa mengajukan aplikasi kartu kredit secara online, control transaksi, rikues limit kartu kredit, sampai pembayaran tagihan via aplikasi myBCA.
Namun, seiring dengan kemudahan yang diberikan kepada pemegang kartu kredit, BCA juga selalu memberikan edukasi dan memberikan himbauan kepada nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data mereka, seperti tidak membagikan data penting seperti PIN, nomor kartu kredit, valid thru, dan CVV/CVC kepada siapapun, karena BCA tidak pernah meminta data rahasia seperti CVV/CVC maupun kode OTP.
Tidak mau kalah, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) juga ikut melaporkan bisnis kartu kredit pada Oktober 2024. Kinerja tercatat cukup baik dengan pertumbuhan kartu kredit lebih dari 7% YoY.
General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang berharap kondisi ini terus membaik, dengan target pertumbuhan kredit minimal di atas 5% YoY. Menurutnya, momen Nataru ini bisa menjadi momen yang baik untuk meningkatkan nilai volume transaksi kartu kredit.
Adapun promo yang dilakukan BNI untuk menyambut momen Natal dan libur akhir tahun seperti pembelian di online travel agent ataupun travel agent konvensional untuk pembelian tiket ataupun booking hotel dan juga program diskon untuk pembelian hampers Natal dengan menggunakan kartu kredit BNI.
Di samping itu, BNI juga melakukan program dengan merchant fashion, groceries, home furnishing, dan telecommunication untuk melengkapi persiapan Natal dan libur akhir tahun pengguna kartu kredit BNI.

LRT JABODEBEK BUKA OPSI BAYAR PAKAI KARTU KREDIT

LRT JABODEBEK BUKA OPSI BAYAR PAKAI KARTU KREDIT

LRT Jabodebek sedang mengkaji metode pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Mochamad Purnomosidi selaku Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek menjelaskan pihaknya akan bekerja sama dengan kartu kredit VISA agar rencana tersebut bisa terealisasikan.
Pihaknya dan VISA sedang merampungkan sistem integrasi terkait dengan penggunakan kartu kredit karena di dalam OJK, tidak ada aturan yang berhubungan dengan penggunaan kartu kredit.
Dirinya menuturkan bahwa untuk saat ini rencana tersebut sedang dalam tahap diskusi. LRT Jabodebek dirumorkan sedang menyiapkan beberapa komponen yang diperlukan agar bisa menerapkan sistem pembayaran tersebut.
Penggunaan kartu kredit untuk pembayaran LRT Jabodebek diharapkan bisa segera diimplementasikan dengan harapan sinergi mereka dengan VISA bisa segera terwujud.
Dia juga menambahkan jika PR mereka dalam meningkatkan penumpang di akhir pekan agar bisa lebih bermanfaat lagi. Pihaknya sedang melakukan beberapa hal untuk membuat terobosan-terobosan baru ke depannya.
Di sisi lain, Manager Public Relations LRT Jabodebek berterima kasih kepada pelanggan yang selalu setia menggunakan layanan LRT Jabodebek. Dirinya menjelaskan mereka terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan ke depannya. Mereka menganggap bahwa mendengarkan masukan dari pelanggan bisa menjadi sumber informasi yang berharga untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds