Kenapa Harus Pilih Kartu Kredit?

Kenapa Harus Pilih Kartu Kredit?

Jika Anda tengah menggunakan utang, jenis utang apa yang digunakan?

Kartu kredit, KPR, KTA atau jenis utang lainnya?

Lalu sebenarnya apa kelebihan dan kekurangan yang Anda dapatkan dari penggunaan jenis utang tersebut?

Saya akan coba menjelaskannya kepada Anda.

 

 

Jika kita membahas mengenai jenis utang, mungkin kartu kredit adalah salah satu pilihan yang terbaik.

Apa saja kemudahannya?

Terdapat Kemudahan dalam Penggunaan Kartu Kredit

Anda bisa menggunakan atau mendapat pinjaman pada kartu kredit hanya dengan modal status Anda, misalnya dengan status Anda sebagai seorang karyawan.

Lalu bagaimana dengan persyaratannya?

Syaratnya tentu sangat mudah, praktis dan yang terpenting tidak adanya jaminan yang diberikan ketika Anda mengajukan.

 

 

Hal ini tentu berbeda dari pengalaman Saya saat mengajukan utang ke bank.

Saat itu pihak bank menanyakan mengenai ada tidaknya jaminan yang Saya miliki.

Dari situ Saya meminjam jaminan milik saudara dan membawa jaminan tersebut ke bank.

Setelah itu Saya diberi pertanyaan kembali oleh pihak bank tentang bisnis apa yang Saya miliki.

Dengan jujur Saya menjawab “Usaha Saya ngutang”.

Dari perkataan itu, Saya pun mulai berdebat dengan pihak bank dengan mengatakan “Bahwa utang juga termasuk salah satu jenis usaha“.

Namun usaha Saya tetap gagal untuk mendapat pinjaman, sebab pihak bank mengatakan syarat utang selain mempunyai jaminan juga harus memiliki usaha dan pekerjaan.

Dan jika Anda mempunyai usaha, legalitasnya juga harus lengkap seperti adanya NPWP, SIUP dan TDP yang umurnya minimal 2 tahun.

Jadi artinya Saya harus menunggu 2 tahun untuk bisa mengajukan utang.

Celakanya 2 tahun kemudian ketika Saya mengajukan lagi ke bank yang sama dengan membawa semua persyaratan beserta kelengkapan berkas yang dibutuhkan, SAYA TETAP DITOLAK.

Kenapa ditolak?

Pihak bank beranggapan rekening Saya tidak dalam kondisi bagus.

Lalu dengan tegas Saya pun menjawab,

“Jika rekening Saya bagus, Saya tidak perlu mengambil utang”

Karena Saya mengajukan pinjaman justru untuk mengembangkan bisnis dan memperbaiki rekening Saya.

 

 

Berbicara lagi mengenai utang, siapa yang berani memberikan Anda pinjaman hingga ratusan juta hanya dengan modal fotocopy KTP, NPWP, slip gaji dan tanpa adanya jaminan?

Teman? Jika hanya 1 – 2 juta, teman mungkin bisa membantu.

Tetapi jika pinjaman sudah mencapai ratusan juta ditambah tanpa adanya jaminan mungkin akan sangat sulit didapatkan.

Jadi, the only one option adalah Kartu Kredit atau Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Tetapi Saya tidak menyarankan untuk menggunakan KTA, sebab KTA sendiri sifatnya tidak fleksibel bila dibandingkan dengan Kartu Kredit.

Kartu kredit sendiri memiliki pola yang cocok untuk teman-teman yang ingin membuka usaha, 

Kartu kredit sangatlah fleksibel

Artinya Anda tidak akan dikenakan biaya apapun jika Anda tidak menggunakannya

Berbeda dengan penggunaan KTA.

Pola KTA itu seperti ketika akan menaiki taksi, kita memanggil taksi terlebih dahulu, setelah taksi datang dan kita menaikinnya, argo otomatis akan jalan.

Artinya Anda menggunakannya atau tidak, angsuran akan tetap terus berjalan.

Inilah awal mula kebanyakan orang bisa terjerumus dalam masalah utang.

Bisnis itu sifatnya naik turun, dan KTA mempunyai sifat yang flat alias tidak naik dan tidak turun.

Hal ini tentu akan mengacaukan para pebisnis pemula dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan sangat berbahaya.

 

 

Pola utang sendiri adalah “Ketika ia butuh, ia akan mencari

Mungkin akan jadi masalah jika saat ia butuh, ia tidak mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Disini lagi-lagi kartu kredit memiliki peran penting dan sangat membantu ketika Anda membutuhkan dana secara tiba-tiba.

Dengan menggunakan kartu kredit, Anda bisa “Sedia Payung Sebelum Hujan”.

Artinya Anda bisa memakainya ketika Anda sedang membutuhkan.

 

 

Pada hukum perbankan sendiri disebutkan bahwa agunan adalah solusi terakhir penyelesaian masalah

Jadi kalau sampai terjadi masalah, maka masalah kita sebenarnya hanya sampai terkena blacklist pada kartu kredit

Jika Anda berhutang dengan menggunakan jaminan, kemudian bisnis yang Anda kelola gagal, otomatis jaminan akan tersita.

Hal itu akan sangat berbahaya bagi aset Anda.

Dengan berbekal paham mengenai tata cara penggunaan dan SOP serta mengetahui jalannya sistem, maka kartu kredit sangat cocok digunakan untuk para newbie atau pemula.

Inilah yang nantinya akan Saya bahas di buku baru Saya CCR For Newbie [ Beli Disini ].

Buku CCR For Newbie sendiri diperuntukan untuk orang-orang yang benar-benar awam atau newbie dengan yang namanya kartu kredit.

Tetapi jika Anda ingin ke tahap yang lebih lanjut, Anda bisa mengikuti kelas Saya di Credit Card Revolution [Jadwal Lihat Disini] , di CCR kita akan membahas secara MORE HIGH SPEED.

 

 

Kembali lagi pada permasalahan utang.

Ketika Anda berhutang dengan saudara ataupun teman, kemudian Anda tidak mampu untuk membayarnya, maka yang Anda dapatkan adalah sanksi sosial.

Artinya Anda akan dikucilkan atau bahasa jawanya “dirasani“.

Jika hal itu terjadi, tentu nama baik Anda akan rusak.

Anda akan di cap tidak baik di kalangan Anda, dan Anda harus ingat bahwa cap tidak baik akan susah untuk di hilangkan.

Tetapi jika Anda macet atau bermasalah di kartu kredit, biarpun Anda seorang tokoh masyarakat, Anda akan tetap menjadi seorang tokoh masyarakat.

Anda hanya akan ter-list di BI Checking.

Namun begitu BI Checking Anda selesaikan, dalam jangka waktu 6 bulan Anda sudah bisa mengajukan kredit kembali.

Oleh sebab itu Saya katakan sekali lagi bahwa kartu kredit akan aman digunakan saat Anda memahami prosedur SOP beserta sistemnya

Maka bijaklah dalam menggunakan

Share if you like this

KTA vs Kartu Kredit? Lebih Baik Mana?

KTA vs Kartu Kredit? Lebih Baik Mana?

Jika berbicara seputar Kredit Tanpa Agunan (KTA), Saya adalah orang yang paling anti dengan yang namanya KTA.

Saat seseorang menanyakan “Pak, mana yang lebih baik antara KTA dan Kartu Kredit?”.

Otomatis Saya akan langsung mengatakan bahwa kartu kredit jauh lebih praktis jika dibandingkan dengan KTA

Bahkan Saya berpendapat “Seseorang yang mencari KTA adalah golongan orang-orang yang putus asa“, sebab bisa jadi ketika ia ditolak saat apply kartu kredit, mereka memilih KTA sebagai pilihan terakhir.

Jika Anda sudah mengetahui tentang kartu kredit, maka Anda tidak akan memerlukan yang namanya KTA

Kenapa ?

Apa yang bisa dilakukan KTA juga bisa dilakukan oleh kartu kredit dan apa yang bisa dilakukan kartu kredit belum tentu bisa dilakukan oleh KTA

Lalu kenapa Saya tidak menyukai KTA?

KTA Tidak Fleksibel

Jika Saya ibaratkan, KTA itu seperti kita akan menaiki taksi. Taksi dipanggil, kemudian kita menaikinya dan otomatis argo akan berjalan.

Artinya argo akan tetap terus berjalan sampai Anda sampai ketempat tujuan bukan?

Saya selalu bertanya kepada kawan-kawan yang pernah mendapat KTA.

Ketika Saya menanyakan angsurannya berapa lama, mereka menjawab dengan waktu yang berbeda-beda, ada yang 2 tahun, 3 tahun atau bahkan 5 tahun.

Kemudian Saya menanyakan “Butuh berapa waktu untuk menghabiskan dana tersebut?“, merekapun menjawab kurang lebih hanya SATU MINGGU SAJA.

Jadi intinya dipakai atau tidak dipakai, habis atau tidak habis angsuran Anda tetap akan berjalan

Sebab ketika Anda sudah memegang banyak uang, maka…

Bisnis yang tidak seberapa bagus akan terlihat sebagai bisnis yang bagus

Barang yang tidak penting akan menjadi penting

Barang yang tidak diinginkan akan menjadi keinginan

Inilah sifat dasar dari KTA

Selain ketidak fleksibelan, KTA juga sangat tidak cocok digunakan oleh mereka yang ingin memulai bisnis.

Kenapa?

Sebab ketika Anda mendapatkan KTA sebesar Rp 50.000.000,- tetapi bisnis Anda hanya membutuhkan dana sebesar Rp 20.000.000,- maka biasanya Anda hanya akan membuang sisa uang dengan hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Tidak hanya itu, jika kita berbicara mengenai bunga, bunga KTA masih lebih besar.

Sebab jika kita memakai kartu kredit atau menggunakan cicilan online, Andapun bisa mendapatkan bunga sampai 0% selama 12 bulan sedangkan di KTA Anda bisa dikenakan bunga 1,2 hingga 1,8%.

Saat ini mungkin yang jadi pertanyaan adalah Anda mencari hutang untuk apa?

Untuk berbisnis atau hanya untuk membayar hutang lagi?

Jika Anda pergunakan hutang untuk bisnis, maka lebih baik Anda gunakan kartu kredit, sebab ketika Anda mendapatkan kartu kredit dengan limit Rp 100.000.000,- dan tidak Anda gunakan, maka Anda tidak akan dikenakan biaya apapun.

Berbeda dengan KTA, di pakai atau tidak Anda pakai pun angsuran akan tetap berjalan.

Anda mempunyai kartu kredit lalu Anda merubah ke cicilan sajapun bunganya masih lebih murah bila dibandingkan dengan KTA.

Sekali lagi Saya katakan bahwa apa yang bisa dilakukan KTA bisa dilakukan oleh kartu kredit, dan apa yang bisa dilakukan oleh kartu kredit belum tentu bisa dilakukan oleh KTA.

Semoga sharing  ini bisa menambah wawasan Anda.

Share if you like this

Ayo Kenali Aliran Pengguna Kartu Kredit

Ayo Kenali Aliran Pengguna Kartu Kredit

Sebenarnya pengguna kredit memiliki aliran yang bermacam-macam, salah satunya adalah White Hat dan Black Hat.

Dalam aliran tersebut, ternyata masih terbagi dalam masing-masing sub kategori.

Nah, disini Saya akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai White Hat dan Black Hat.

Aliran White Hat

Aliran ini menggunakan kredit untuk modal bisnis dan pengembangan bisnis.

Aliran White Hat tidak terlalu mengagung-agungkan semua harus kredit

Artinya kalau bisa cash mereka akan membayar secara cash, jika tidak bisa barulah menggunakan kartu kredit

Mereka menganggap kartu kredit hanya sebagai ALAT BANTU

Aliran Black Hat

Aliran Credit Hunter sendiri terbagi atas 2 jenis, yaitu jenis yang SADAR dan yang TIDAK SADAR.

Mereka mencari kredit untuk bertahan hidup, jadi sifatnya mencari hutang bayar sebentar terus dimacetin, begitu seterusnya.

Banyak dari mereka yang tidak sadar telah menjadi aliran credit hunter dan tidak menyadari bahwa nyatanya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Mereka membuat tumpuan dengan cara menambal pengeluaran dengan sisa limit kartu kredit.

Aliran Credit Scammer

Mereka mencari keuntungan dari kelemahan sistem pada perbankan, dengan nge-hack sistem.

Pernah mendapat penawaran gesek CC luar negeri offline yang geseknya mencapai milyaran rupiah? Itulah orangnya.

Aliran Cashbacker

Mereka muncul di dunia properti, hidupnya cuma mencari cashback properti untuk membayar angsuran properti yang lain, mirip 2 Aliran credit hunter namun aliran ini dalam skala yang lebih besar.

Aliran Garong

Mereka mencari uang dari mendapatkan kredit dengan memanfaatkan data orang lain, biasanya dia membeli data nasabah kemudian memodifikasi alamat pengiriman kartu kreditnya.

Apabila Anda pernah mengalami data Anda digunakan oleh orang lain, itulah orangnya.

Di luar aliran White Hat dan Black Hat, sebenarnya masih ada aliran yang kontra.

Menurut PRESEPI SAYA (Sekali lagi ini hanyalah presepsi Saya), mereka terbagi atas 2 jenis, antara lain :

Aliran Anti Hutang yang “Organik”

Mereka memang tidak memakai hutang karena alasan ajaran agama atau memang prinsip, mereka menjalankan usahanya dengan apa adanya alias organik.

Intinya mereka tidak mau berhutang tanpa memakai embel-embel.

(Banyak kawan Saya yang seperti ini, mereka hidup damai luar dalam dan Saya sangat menghargai dan respect kepada mereka).

Aliran Anti Hutang yang “Munafik”

Mereka tidak memakai hutang dari bank mungkin dengan alasan-alasan tertentu.

Tetapi mereka mencari substitusi lain dengan berhutang kepada teman, saudara atau hutang kepada supplier.

Parahnya banyak kasus hutang dengan teman justru tidak terbayarkan.

Hutang kepada supplier tidak terbayar padahal supplier memutar uang dengan memakai hutang kepada bank.

Mereka sebenarnya masih menggunakan hutang atau mungkin memakai sistem cicilan tapi kredit yang disamarkan.

Intinya tidak menyicil bank tetapi nyicilnya ke investor, tidak mendapat bunga walaupun sebenarnya harganya sudah di up terlebih dahulu, tidak memakai kartu kredit tetapi memakai kartu kredit syariah.

Inilah yang membuat Saya bertanya-tanya.

Pak Roy sendiri pengikut aliran apa?

Sampai saat ini Saya masih konsisten di aliran White Hat, walaupun tidak bisa dipungkiri terdapat sebagian kecil oknum murid Saya yang menggunakan cara Black Hat.

Saya juga memaklumi orang yang skeptis dengan saya karena mereka menganggap penghutang itu sama.

nb : ini hanya pendapat pribadi.

Share if you like this !

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Saya melihat banyak orang, entah itu murid-murid, alumni-alumni Saya, atau bahkan orang-orang disekitar kita yang ingin kaya tapi nyatanya tidak kaya-kaya.

Terkadang bukan karena mereka tidak tahu apa yang diinginkan, tetapi rata-rata mereka “kepengennya terlalu banyak”.

Kalau istilah Saya adalah “Kebanyakan cita-cita”

 

Contohnya, seorang alumni datang ke kelas Saya dengan membawa 10 kartu kredit dan kondisinya macet semua.

Ketika masuk kelas Credit Card Revolution harapan mereka semua utangnya bisa lunas, mendapatkan penghasilan yang besar dan langsung kaya.

Saat Saya tanya bisnis apa yang diinginkan, mereka cenderung menjawab berbagai macam jenis bisnis usaha. “Saya ingin bisnis A, B, C, D dan E”.

Jika sudah berbicara seperti itu, ketika Saya tanya detailnya ia tidak bisa mendeskripsikan bisnisnya seperti apa. Inilah penyakit kebanyakan cita-cita.

Lalu bagaimana cara menyiasatinya ?

 

Digambarkan bahwa saat ini kondisi Anda sedang “Kebanyakan cita-cita”.

Sebelumnya, apakah Anda pernah mendengarkan istilah,

Jika Anda mengejar 2 kelinci secara bersamaan, maka Anda tidak akan mendapatkan kedua-duanya

 

Sampai saat ini Saya sudah memiliki 8 bisnis usaha, tapi bukan berarti semua bisnis tersebut Saya dirikan dalam waktu yang bersamaan, melainkan Saya memfokuskan dari satu bisnis ke bisnis yang lain.

Sebenarnya Anda bisa mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan.

Bagaimana caranya?

Fokuslah pada satu bisnis usaha terlebih dahulu, dan pilih mana yang kira-kira bisa Anda raih terlebih dahulu

Misalnya bisnis jualan sebuah barang, maka fokuslah pada barang tersebut.

Pada bisnis berjualan barang pilihlah transaksi yang termudah, misalnya sebagai dropshiper.

Ambil bisnis yang sumber income-nya paling cepat untuk didapatkan, jangan cari penghasilan yang terbesar terlebih dahulu.

Kenapa cari yang paling cepat ?

Karena yang Anda butuhkan saat ini adalah kemenangan-kemenangan kecil agar nantinya mental Anda dapat dipersiapkan untuk kemenangan-kemenangan yang lebih besar

Tetapi jika Anda dari awal selalu mengejar hal yang besar, maka resiko kegagalannya tentu juga akan semakin besar

 

Kembali lagi ke bisnis, beri target berapa omset yang harus didapatkan, misalnya 3 juta.

Ketika Anda sudah mencapai target tersebut, maka Anda bisa fokus ke bisnis berikutnya, lakukan strategi ini setiap Anda ingin membuka bisnis baru.

Pada akhirnya Anda pun akan mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan JIKA ANDA KONSISTEN.

Lebih baik fokus 1 bisnis dalam 1 tahun, maka 5 bisnis akan diraih dalam 5 tahun

 

daripada

Dalam 1 tahun memiliki 5 bisnis tapi kemudian semuanya hancur

 

Artinya dalam sebuah bisnis bangun sales marketing terlebih dahulu, kemudian buatlah sistem di setiap Anda ingin memulai bisnis.

Minimal dengan seperti ini Anda bisa fokus, dan semua cita-cita dapat tercapai.

Oleh sebab itu hal terpenting adalah…

Majulah terlebih dahulu, maka hal-hal lain akan diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (1)

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (1)

Bagaimana menjadi kaya dengan modal kartu kredit?

Mungkin inilah pertanyaan yang selalu memenuhi inbox Saya, terus terang saja Saya sendiri kebingungan dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Ketika Saya menjawab “Caranya ikut workshop Saya” mereka justru marah sebab Saya dianggap hanya berniat menjual workshop saja.

Berbicara HOW TO GET RICH, tentu banyak step atau langkah-langkah yang harus dilewati.

Jika seseorang tidak berpikir panjang, pada akhirnya keinginan hanya akan jadi angan-angan yang membesar layaknya sebuah balon yang dapat meletus sewaktu-waktu.

HOW TO GET RICH, Anda perlu memiliki banyak skill, pengalaman serta mindset  untuk mencapai hal tersebut.

Namun kebanyakan seseorang tidak ingin melewati langkah-langkah atau ingin kaya secara instan.

Ada satu prinsip yang Saya ingat dari mentor Saya.

Kalau boleh bercerita, saat itu kondisi Saya sangat terpuruk, tetapi kemudian Saya mulai mencoba untuk memulai lagi usaha dengan modal kartu kredit.

Dan ketika Saya mempelajari ilmu perbankan.

“Tercetuslah Sebuah Ide”

 

Saya pun berpikir jika cara ini dikombinasikan dan dikembangkan,

Maka secara teori, modal 1 MILIAR pun akan sangat mudah untuk didapat dalam kurun waktu 3 bulan saja

Namun ketika mau mempraktekan, nyatanya Saya masih RAGU

 

Bukan tanpa alasan, sebelumnya Saya pernah memiliki utang kartu kredit sebesar 350 juta, itupun hampir macet, dan tentu saja trauma itu masih ada.

Untunglah Saya memiliki seorang mentor yang mampu membangkitkan semangat yang sempat hilang.

Mentor Saya mengatakan,

Ngapain dipikir, hajar dulu! Kita gunakan prinsip Bung Karno”.

Ia mengatakan ketika Bung Karno memerdekakan Indonesia, pernahkah beliau memikirkan siapa yang akan menjadi gubernur DKI Jakarta? Siapa yang menjadi Kapolri?

Tentu saja TIDAK.

Maka dari itu, yang terpenting adalah ACTION!

Bung Karno memerdekakan Indonesia saat ada kekosongan kekuasaan, dimana Jepang menyerahkan diri, artinya disitu ada momen yang tepat untuk memerdekakan Indonesia.

Jika dilihat dari sepenggal teks proklamasi, Bung Karno mengatakan “Dengan ini Saya nyatakan kemerdekaan Indonesia, hal-hal lain akan diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

Inilah yang menginspirasi Saya, ACTION!

Sebab jika Saya tidak mempraktekkan dan melangkahkan kaki maka 100% SAYA GAGAL

Tetapi jika Saya mempraktekkan, setidaknya ada kemungkinan 50% GAGAL dan 50% SUKSES

Prinsip inilah yang membuat Saya bangun dan sampai hari ini Saya sudah memiliki berbagai macam jenis usaha mulai dari kafe, restoran, penginapan dan lain sebagainya.

Apabila Anda ingin menjadi kaya,

Maka pikirkan mulai sekarang bagaimana cara agar omset Anda bisa meningkat 2x lipat

Jika Anda karyawan, pikirkan bagaimana penghasilan Anda bisa menjadi 2x lipat

Kalau Anda konsisten dengan pemikiran seperti ini, maka cukup 10 – 20 action saja mungkin hasilnya akan sesuai dengan yang Anda inginkan

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Kali ini Saya akan menginformasikan sekaligus meng-update  sebuah evolusi atau perubahan yang penting untuk kita ketahui, terutama bagi Anda yang bermasalah di kartu kredit.

Saat ini debt collector  sedang berevolusi atau mempunyai inovasi baru dalam meneror seseorang yang sedang bermasalah dengan kartu kredit.

Saat ini mereka tidak hanya menyerang via telepon maupun via sms, tetapi wilayahnya sudah merambah ke sosial media seperti WhatsApp, Line, Facebook dan sebagainya.

Maka dari itu kita pun juga harus melakukan yang namanya UPDATE STRATEGI.

Dengan berkembangnya dunia sosial media saat ini juga mempengaruhi kemudahan seseorang untuk mendapat informasi yang lebih banyak dan mendetail mengenai diri kita.

Ketika kita sedang bermasalah di kartu kredit, biasanya penagih atau istilahnya debt collector  akan melakukan penagihan via telepon ataupun via sms.

Seperti yang Saya jelaskan diatas tadi, bahwa mereka sudah mulai berani meneror melalui sosial media.

Anda harus sadar dengan jaman keterbukaan saat ini, ketika Anda memiliki sebuah account  facebook, lalu nomor telepon yang Anda miliki tercantum dalam informasi, maka otomatis data-data Anda akan terlihat oleh siapapun.

Anda tentu bisa melihat bahwa facebook ini milik siapa, nomor yang tercantum milik siapa, dan dari situ mereka bisa dengan mudah melacak data Anda hanya dengan mengandalkan dunia internet.

Terdapat titik permasalahan yang kita takutkan yaitu ketika facebook terkoneksi dengan keluarga, pasangan atau anak.

Nah, tetapi ada beberapa strategi yang harus Anda pahami ketika Anda memutuskan untuk tidak atau belum sanggup untuk membayar tagihan.

Yang PERTAMA

Anda harus mulai memproteksi nomor handphone Anda

Terutama jika terkoneksi dengan aplikasi WhatsApp

 

Pada aplikasi WhatsApp jangan sekali-kali memajang foto keluarga, lebih baik pajang foto diri sendiri atau gambar-gambar lainnya.

Kenapa?

Karena beberapa kasus yang Saya temui, mereka seringkali melakukan teror dengan menyangkut-pautkan anggota keluarga.

“Bu, Anaknya bagaimana? Apa perlu Saya yang menjemput?”

 

Ucapan seperti ini mungkin terdengar halus, tapi membuat kita sebagai orangtua merasa tidak nyaman

Jika Anda ingin merubah nomor handphone  Anda, pastikan untuk mematikan atau men-deactive  nomor lama Anda pada aplikasi WhatsApp, dengan begitu nomor Anda tidak akan terdaftar di aplikasi tersebut.

Yang KEDUA

Pada aplikasi Facebook lakukan proteksi seperti saat seseorang menge-tag  atau menandai Anda dalam sebuah foto

 

Cek pengaturan agar postingan tersebut dapat ditampilkan di halaman facebook dengan seijin Anda sebagai pemilik akun

Kemudian setelah itu atur “Hanya Teman” untuk siapa saja yang bisa melihat postingan Anda.

Satu lagi yang harus Anda pahami, jika dulu setiap ada permintaan pertemanan selalu diterima, maka untuk saat ini “Jangan asal menambahkan pertemanan tanpa tahu siapa orangnya“.

Kurangi unggahan foto-foto yang memperlihatkan keluarga atau segala macam yang memperlihatkan identitas keluarga Anda ketika Anda sedang bermasalah di kartu kredit maupun di KTA.

Bagaimana jika sudah terlanjur ada yang menagih?

Tidak perlu BAPER, tidak perlu DIPIKIRKAN

BLOKIR SAJA

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Selain untuk Modal, Inilah Manfaat Kartu Kredit bagi Pemula

Selain untuk Modal, Inilah Manfaat Kartu Kredit bagi Pemula

Kali ini Saya akan sharing mengenai manfaat kartu kredit selain untuk modal bisnis terutama bagi para pemula atau newbie  dimana garis besarnya akan Saya bahas di buku terbaru Saya yang berjudul…

CCR For Newbie

Sebenarnya Saya pribadi mengajarkan kartu kredit sebagai modal bisnis, namun tahukah Anda bahwa sebenarnya diluar sana terdapat banyak kegunaan lain dari kartu kredit itu sendiri, dengan catatan penggunaan yang produktif dan bukan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Lalu apa saja manfaat-manfaat lain selain untuk modal bisnis?

Manfaat-manfaat lain selain untuk modal bisnis, antara lain :

Standby Loan  atau sebagai Dana Cadangan

 

Ketika Anda mempunyai kartu kredit dan tidak Anda gunakan, maka sebenarnya fungsi kartu kredit masih sama yaitu untuk dana cadangan Anda, sebab kita sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi dengan bisnis kita, diri kita atau masa yang akan datang.

Sebenarnya kata kunci ketika Anda mengikuti kelas di Credit Card Revolution sendiri adalah standby loan.

Kenapa?

Karena 95% Orang Hidup Tanpa Persiapan

 

Kartu Kredit sebagai Sarana Pembayaran Iklan facebook  atau digital marketing

 

Ketika kita berbisnis, terutama bisnis yang sifatnya online  Anda akan sangat mengandalkan yang namanya kartu kredit.

Hampir semua pembayaran dilakukan dengan kartu kredit, sebenarnya bisa saja menggunakan ATM, tapi menurut Saya hal itu sangat tidak efektif dan terlalu dipaksakan.

Saya pribadi menggunakan kartu kredit untuk membayar tools-tools  yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan internet marketing yang Saya miliki, kemudian untuk membership subscribe  dan komunitas luar negeri yang subscribenya berbayar.

Tidak hanya itu, Saya juga menggunakan kartu kredit untuk membeli beberapa audiobook untuk Saya pelajari.

 

Kartu Kredit untuk Pembelian Barang

 

Sebagai contoh Anda membeli mesin digital printing, tentu Anda akan kesulitan untuk mendapatkan kredit dengan barang sebesar itu, lagi-lagi kartu kredit bisa kita jadikan solusi untuk masalah ini

Apalagi dengan adanya marketplace  seperti toko*edia ataupun buka*apak. Marketplace  tersebut memberikan penawaran cicilan sebesar 0% untuk 12 bulan. Dengan menerima tawaran tersebut Anda sudah bisa melakukan produksi dengan mesin tersebut.

Diluar itu sebenarnya masih banyak manfaat-manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari penggunaan kartu kredit.

Maka dari itu “Gunakan Kartu Kredit secara Produktif !

[ WARNING! Jangan gunakan kartu kredit untuk hal-hal konsumtif ]

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Kali ini Saya akan membahas materi yang sedikit explicit dan sedikit berbau kontroversi, jadi bagi Anda yang berjantung lemah atau alergi terhadap utang, lebih baik jangan dibaca.

Bagaimana utang bisa kita jadikan kekuatan untuk tetap fokus dalam bekerja

Kenapa Saya menggunakan utang?

 

Karena Saya sadar, Saya adalah tipikal orang yang tidak tahan godaan alias boros.

Intinya Saya adalah golongan orang-orang yang tidak bisa menabung.

Apakah Anda orang seperti Saya?

Jika IYA, artinya kita berada pada track  yang sama.

 

Tetapi Saya tahu kondisi, kemudian Saya berpikir “Kalau terus-menerus begini, maka Saya tidak akan pernah kaya”.

Akhirnya Saya memutuskan jika penghasilan Saya lebih, maka yang akan Saya lakukan adalah menambah utang.

Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah Saya utang bukan untuk hal-hal yang tidak berguna ataupun konsumtif, tetapi Saya utang untuk berinvestasi seperti membeli properti.

Misalnya penghasilan bersih Saya sebesar Rp 15.000.000,- maka Saya akan mencari properti yang angsurannya kurang lebih kisaran Rp 7.000.000,- sampai Rp 8.000.000,-.

Dan ketika Saya membuka bisnis baru, otomatis penghasilan Saya bertambah, Saya akan kembali mencari properti dengan angsuran yang tidak melebihi penghasilan yang Saya dapat.

Untuk saat ini mungkin total angsuran Saya sudah seharga satu mobil innova.

Pertanyaannya “Apakah itu berat?

Tentu Saja

 

Tetapi Saya tidak memandang itu sebagai angsuran, maka ketika Saya bekerja, Saya akan memfokuskan diri pada angsuran tersebut.

Perlu diingat kembali, angsuran tersebut berupa properti, jadi Saya menganggap membeli properti sebagai kegiatan menabung Saya.

Tidak sedikit orang menganggap bahwa Saya kerja dan hidup hanya untuk bayar utang.

Namun cara pandang Saya berbeda, ketika Saya berhasil membayar istilahnya Rp 200.000.000,- untuk angsuran, itu artinya “Saya telah berhasil mengamankan penghasilan Saya dengan berupa properti“.

Saya berpikir jika Saya tidak memiliki angsuran apapun dengan penghasilan ratusan juta, mungkin Saya akan jauh lebih khilaf dibanding kawan-kawan Saya, setiap hari jalan-jalan, membeli mobil mewah atau mungkin punya 4 istri (hehehe).

Tetapi kenyataannya saat ini Saya memiliki tanggungan dan semua penghasilan Saya fokuskan untuk membayar angsuran, itulah kenapa lifestyle  Saya biasa-biasa saja.

Saya katakan sekali lagi bahwa setiap orang punya cara pandang masing-masing, ada seseorang yang ketika dalam tekanan maka otaknya akan semakin kreatif dalam berpikir.

Sebaliknya ada pula orang yang jika dalam tekanan, ia malah merasa ciut, takut dan susah untuk berkarya. Jika Anda orang seperti ini maka jalan ini bukanlah untuk Anda.

Tidak ada yang BENAR dan tidak ada yang SALAH

BENAR menurut Saya belum tentu BENAR menurut Anda

Tetapi dengan pendapatan yang sama, minimal Saya sudah mempunyai banyak aset saat ini

Saya berpikir bahwa 2 tahun lagi saat semua angsuran Saya lunas, maka akan cukup untuk persiapan di hari tua nanti.

Selagi Saya masih pada usia produktif dan masih mampu bekerja dengan baik, HAJAR!

Terus terang saja, angsuran-angsuran inilah yang membuat Saya tetap fokus, konsisten, terus berkarya dan terus berpikir dalam mengembangkan usaha yang Saya miliki.

Jadi jangan menganggap sebuah angsuran itu beban, kecuali Anda mengangsur untuk bayar utang kembali maka itu akan menjadi beban.

Sekali lagi ini adalah my style

Kalau Anda setuju silahkan, tidakpun it’s ok  karena cara ini memang tidak untuk semua orang

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Trik Berbisnis Gestun

Trik Berbisnis Gestun

Pada kesempatan kali ini Saya ingin sharing  tentang bagaimana trik berbisnis gestun dan cara membuat customer merasa puas dan berpeluang untuk naik limit.

Beberapa waktu yang lalu Saya bertemu dengan alumni Saya di CCR dimana saat ini mereka sudah menjadi seorang pengusaha gesek tunai dan mempunyai satu kelas yang bernama GTR Advance.

Lalu apa bedanya GTR Advance dengan GTR ?

 

Di GTR Advance ilmu yang diberikan lebih kompleks terutama bagi Anda yang sudah memiliki bisnis gestun.

Lain dengan GTR yang Saya ajarkan, ilmu yang diberikan khusus bagi para newbie  yang ingin membuka bisnis gestun.

Nah, Salah satu pengajar di GTR Advance adalah Ferry Right, beliau juga mempunyai peran dalam mencetuskan satu sistem yaitu ilmu pemondokan.

Apa yang membedakan bisnis gestun yang dikelola oleh kami dengan bisnis gestun diluaran sana?

 

Ferry mengatakan bahwa ia mempunyai satu kunci sukses dalam bisnis gestun, yaitu gestun pemondokan dan talangan yang dimiliki tidak jorok, jadi terbebas dari “virus-virus” yang sebetulnya ada pada EDC itu sendiri.

Sebagai seorang pengusaha gestun dan talangan, Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tidak melakukan screening  terlebih dahulu untuk mengetahui kapan EDC Anda ter-suspect.

Karena jika sudah ter-suspect maka kemungkinan EDC Anda bisa dicabut dan kartu kredit customer  Anda akan susah untuk naik limit.

Jika dari kacamata seorang Edy Wijaya yang juga seorang pengajar di GTR Advance, beliau mengatakan bahwa sebenarnya yang terjadi diluaran sana adalah rata-rata orang mempelajari ilmu gesek tunai dengan cara otodidak. Akibatnya mereka tidak mengetahui mana yang benar mana yang salah.

Problemnya jika kita start  dengan cara yang salah, kita tidak akan tahu ilmunya secara keseluruhan, sebab ilmu yang dipahami hanya setengah-setengah tanpa tahu detailnya seperti apa.

Bagaimana cara kita membuka usaha gestun?

 

Ferry mengatakan, yang pertama adalah dengan adanya modal, namun tanpa modalpun sebenarnya bisnis gestun tetap bisa dibuka.

Yang kedua, kita harus mempunyai EDC (Alat konversi dari sisa limit menjadi tunai).

Yang ketiga dan terpenting yang tidak semua pengusaha punya adalah KNOWLEDGE.

KNOWLEDGE  sendiri akan kita ajarkan di kelas GTR Advance, salah satunya bagaimana kita membuka bisnis gestun dengan SOP yang benar, tidak menyalahi regulasi perbankan dan yang terpenting tidak jorok”.

Tidak sedikit orang yang mungkin memiliki pengalaman lebih banyak dari kita terhadap industri ini, tetapi terkadang mereka tidak sadar jalannya sudah benar atau tidak, sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang benar-benar kesalahan dari mereka dan mana kesalahan dari pihak perbankan sendiri.

Jika kita geseknya “JOROK“, apa resiko yang akan didapat?

 

Ketika Anda terindikasi gestun yang jorok, yang pertama otomatis limit Anda tidak akan pernah naik. Ini salah satu resikonya.

Yang kedua kartu Anda bisa diblokir, ketiga EDC akan ditarik dan masih banyak resiko-resiko lain yang akan terjadi.

Kartu holder  atau pemilik kartu mendapat resiko, merchant  pun juga tidak akan lepas dari namanya resiko.

Jika Anda tipikal orang yang mencari gestun yang termurah, biasanya resikonya lebih besar dan tanpa disadari Anda terkena resiko tersebut.

Saya bertahun-tahun memakai kartu kredit kok tidak naik-naik limit?

ATAU

Pak, sudah dipondokin kok tidak naik-naik?

Sekarang kita tidak tahu historis Anda sebelum kartu dipondokin atau apa yang terjadi ketika Anda bergestun 4 – 5 tahun yang lalu.

Apa imbasnya jika gesekannya bagus?

Imbasnya tentu ada 2, dari sisi pemilik kartu dan merchant.

 

Jika dari sisi merchant,  transaksi Anda akan mulus, artinya terima uang tepat waktu, tidak ada dana yang di hold  dan tidak adanya transaksi yang dipertanyakan oleh pihak perbankan.

Itulah kenapa kartu kita bisa naik tanpa diminta dan sebaliknya ada yang istilahnya sampai ngemis-ngemis minta naik limit tapi nyatanya tidak naik limit.

Satu hal yang harus Anda pahami, “NAIK LIMIT ITU MISTERI” sebab historis penggunaan seseorang itu beragam.

Naik limit sendiri bergantung pada banyak aspek, Ferry sendiri menyampaikan bahwa aspek dasar memiliki 3 kata kunci yaitu pola pembayaran, pola transaksi dan yang terakhir adalah sisa limit.

Mari kita coba kembali ke zaman ketika Anda pertama apply  kartu kredit. Saat Anda mengajukan, apa syarat yang diminta oleh pihak perbankan?

Tentu yang pertama diminta adalah KTP.

Jika seorang karyawan, kita harus melampirkan slip gaji dan jika seorang pengusaha kita harus melampirkan yang namanya mutasi, sebab hal ini bisa menunjukkan kemampuan bayar kita.

Lalu kenapa kartu kita dapat di acc? Sudah jelas bahwa kita punya kemampuan bayar yang bisa ditunjukkan melalui slip gaji.

Dan jika limit Anda naik, artinya..

“Bank mengindikasikan bahwa kemampuan bayar Anda semakin bertambah”

Lalu bagaimana kita bisa dianggap bahwa kemampuan bayar kita sudah bertambah?

 

Sebenarnya untuk mencari tahu caranya sangatlah simple  dan sederhana.

Kita bisa ambil contoh dari pola pembayaran.

Bayar di tanggal cetak dengan bayar di tanggal jatuh tempo ditambah 1 hari

Kira-kira lebih bagus mana kemampuan bayarnya?

Sudah jelas bayar di tanggal cetak bukan?

 

Ini hal yang paling sederhana.

Ketika pola pembayarannya sudah bagus di tanggal cetak, bagaimana dengan pola transaksinya?

Misalnya yang dibayarkan Rp 20.000.000,- kemudian melakukan transaksi kembali Rp 20.000.000,- di hari yang sama dengan yang dibayarkan Rp 20.000.000,- tetapi dipecah menjadi 3 hari dalam transaksi.

Kira-kira mana yang lebih berpotensi untuk bisa naik limit?

Jadi kalau kita berbicara mengenai kenaikan limit, tentu banyak sekali faktor-faktor yang akan dipertimbangkan.

Oleh sebab itu jadilah pengusaha gesek tunai yang tidak hanya memberikan keuntungan secara sepihak

Lindungi customer  sesuai dengan SOP dan tidak menyalahi aturan

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Pelarangan Merchant Beri Charge dari OJK. Efektifkah?

Pelarangan Merchant Beri Charge dari OJK. Efektifkah?

Kali ini Saya akan membahas masalah mengenai OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang melarang terjadinya penambahan charge  dari masing-masing merchant  (penjual) kepada pembeli.

Pertanyaannya…

Apakah hal itu efektif atau justru tidak efektif sama sekali?

Sebelum kita masuk kedalam masalah, Saya ingin menceritakan bahwa dulunya terdapat 2 jenis hukum di Indonesia yaitu Das Sein  dan Das Sollen yang diambil dari bahasa Belanda.

Das Sein  adalah “SEHARUSNYA” dan Das Sollen  adalah “SENYATANYA”.

 

Untuk Das Sein, Anda pasti paham bahwa prostitusi itu dilarang, tetapi kenyataannya masih banyak praktek prostitusi di negara kita.

Sama halnya dengan pelarangan gestun, nyatanya masih banyak orang-orang yang membuka bisnis gestun.

Inilah yang harus Anda pahami terlebih dahulu.

Kembali ke masalah pelarangan penambahan charge  dari merchant  kepada pembeli.

Merchant akan dikenakan potongan biaya senilai kurang lebih 1,8% di tiap kartu kredit yang di gesek oleh merchant.

 

Mungkin untuk beberapa usaha seperti restoran, kafe, hotel atau usaha yang tingkat keuntungan diatas 20% – 30%, maka charge  senilai 1,8% biasanya akan ditanggung oleh perusahaan atau si penjual.

Tetapi kita tidak bisa hanya melihat dari satu sisi bisnis saja

Kita juga harus mengetahui terlebih dahulu apa unit usaha yang di kelola

Misalnya unit usaha seseorang adalah menjual handphone.

 

Anda harus paham bahwa keuntungan yang didapatkan tentu tidak sebanyak usaha restoran, sebab harga yang ditawarkan tentu bersaing dan pembeli juga akan mencari harga yang termurah.

Penjual seperti inilah yang pastinya merasa keberatan jika harus menanggung charge  kartu kredit. 

Maka dari itu sekali lagi kita harus paham mengenai konteksnya.

Sebenarnya OJK tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan pelarangan penambahan charge.

Tidak sedikit marketplacemarketplace  di Indonesia yang memberikan charge  kepada pembeli pada setiap transaksi kartu kredit senilai 1,5% walaupun kita tahu nilainya tidak tinggi.

Maka sekali lagi kita harus bisa memahami dari segala sisi serta apa saja konteks-konteks yang ada agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas aturan ini

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds