Mana yang Lebih Baik sebagai Modal Bisnis? Kartu Kredit  atau Investor?

Mana yang Lebih Baik sebagai Modal Bisnis? Kartu Kredit atau Investor?

Mana yang Lebih Baik sebagai Modal Bisnis? Kartu Kredit atau Investor?Mengembangkan usaha tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Salah satu sumber danayang paling sering digunakan adalah menarik pihak lain sebagai Investor bisnis. Selain itu, adabeberapa orang yang menggunakan kartu kredit untuk modal bisnis. Mana yang lebih baik diantara keduanya?

Daripada anda sekalian bingung, saya coba jabarkan poin penting seputar penggunaan kartu kredit atau investor sebagai modal bisnis. Silahkan simak baik-baik supaya anda bisamenentukan arah tujuan anda.

  1. Modal Bisnis Lewat Investor

      1. Memang tidak semua, tapi konsep bisnis sering tidak bisa idealis ketika menggunakan Investor
        Bila ngomongin perihal bisnis, antara pengelola dan pemodal itu seperti satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pengelola adalah mereka yang menggerakkan roda bisnis. Sementara itu,seorang pemodal memberi ‘jalan’ kepada pengelola bisnis untuk terus bergerak lewat pendanaan.Terkadang, beberapa pengelola bisnis yang sangat bergantung kepada investor sering tidak bisaIdealis dengan ide bisnis ketika mendapat permintaan dari Investor. Memang, diawal kerjasama investasi seakan adem-adem saja dan semua pihak seolah setuju. Tapi, kasus dilapangan biasanyaberbeda. Ditengah jalannya bisnis, Investor akan meminta mengubah arah yang kadang tidaksesuai dengan keinginan pengelola.
      2. Sulit meraih Investor yang benar-benar cocok
        Investor cenderung selektif ketika menyeleksi proposal dan rencana bisnis yang diajukan pihakpengelola. Untuk itu, banyak pertimbangan yang dibutuhkan Investor sebelum mengucurkandana ke pihak pengelola. Tentu saja Investor lebih tertarik dengan pengelola dengan potensimenjanjikan. Nah, bagaimana dengan anda yang baru memulai usaha? Tentu sulit untuk meraih investor apalagi bagi anda yang punya usaha masih seumur jagung.
      3. Pengelola wajib mengembalikan dana modal pada Investor bila resiko meningkat
        Disisi lain, bila terjadi kasus cacat amanah atau resiko buruk meningkat, maka pihak pengelolawajib megembalikan dana investasi pada investor. Contohnya saja, bila ditengah jalan seoranginvestor melihat pengelola bisnis tidak mampu mempertahan usahanya, dana akan mudah ditariksewaktu waktu.
  2. Modal Bisnis Lewat Kartu Kredit

    1. Lewat kartu kredit, Konsep bisnis lebih merdeka tanpa intervensi
      Sebuah kartu kredit merupakan tanggung jawab si empunya CC. Kartu kredit sebagai modalusaha lebih bersifat merdeka daripada investor sebab tidak ada kesepakatan dengan orang laindimana pembagian hasil ditentukan. Seluruh keuntungan bisnis dengan modal kartu kreditmerupakan milik pengelola bisnis. Selain itu, pengelola bisa lebih leluasa menerapkan konsep bisnis yang diinginkan.
    2. Pengajuan kartu kredit lebih mudah, lebih cepat untuk modal usaha
      Berbisnis yang baik adalah paham momentum pasar. Sementara itu, menjual suatu produk ataujasa tentu membutuhkan setidaknya modal entah itu untuk marketing, branding, maupunproduksi. Sementara itu, mencari investor membutuhkan waktu yang lama. Itu saja masih belumpasti Investor menerima proposal bisnis anda atau tidak. Berbeda dengan bisnis modal kartu kredit dimana anda hanya membutuhkan beberapa dokumenlegal untuk mengajukan kartu kredit sesuai dengan status anda apakah karyawan atau pebisnis.Contoh dokumen yang dilengkapi diantaranya adalah KTP, KK, NPWP, SIUP, SKDU dan fotocopy rekening. Selama history keungan anda dinilai baik, bank pasti akan menyetujui apply kartu kredit anda dengan cepat.
    3. Tidak ada beban ‘balas budi’ dalam permodalan via kartu kredit
      Berbeda dengan modal bisnis lewat Investor, kartu kredit sebagai modal bisnis anda tentu tidak memiliki hubungan ‘balas budi’ dengan orang lain. Tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu pasar sedang lesu, pihak bank tidak akan pernah menarik kembali limit CC anda. Asalkan anda bisa patuh dengan aturan yang berlaku seperti mencicil pembayaran tagihan kartu kredit sebelum
      jatuh tempo, tidak aka nada masalah yang terjadi. Berbeda dengan Investor yang bisa menarikdana investasi sewaktu-waktu sesuai dengan keinginan mereka.

Itulah tadi beberapa poin penting yang harus anda perhatikan sebelum memilih pemodalan yang cocok bagi bisnis anda. Anda bisa pilih secara bijak mana yang lebih menguntungkan dengan memperhatikan poin-poin yang sudah saya tulis. Saya sendiri memilih menggunakan kartu kredit untuk permodalan bisnis yang saya jalani karena lebih mudah didapat dan tidak harus ribet mengajukan proposal ke Investor.

Nah, kalau anda sendiri mau gunakan yang mana? 

Mengenal Kartu Kredit Virtual Masa Kini: Pay Later. Apa itu?

Mengenal Kartu Kredit Virtual Masa Kini: Pay Later. Apa itu?

Era digital lagi-lagi membuat perubahan besar dalam metode transaksi keuangan. Salah satu yang baru di 2019 adalah hadirnya Kartu Kredit Virtual yang sedah marak digunakan sebagai cara pembayaran terbaru. Kartu kredit virtual yang sedang heboh di 2019 ini dinamakan Pay Later.
Sebenarnya, Apa itu pay later dan apa bedanya dengan kartu kredit biasanya?
Bacalah aturan berikut ini supaya anda paham sebelum menggunakan Pay Later.

Ini dia beberapa manfaat merchant untuk urusan kartu kredit anda:

  1. Aturan cicilan Pay Later sama dengan kartu kredit pada umumnya
    Cicilan Pay Later memiliki aturan yang sama dengan kartu kredit pada umumnya. Biaya keterlambatat terhitung sejak telat melakukan pembayaran dari tanggal jatuh tempo. Sementara itu, biaya administrasi dibayarkan setiap bulan selama periode mencicil.
  2. Tiap aplikasi online memiliki sistem Pay Later sendiri dengan bunga yang berbeda
    Bila kartu kredit pada umumnya dibedakan besaran limit dan bunga bedasarkan bank dimana kartu kredit dikeluarkan, maka Pay Later memiliki besaran bunga yang berbeda tiap aplikasinya. Hal ini disebabkan tiap aplikasi online membuka layanan Pay Later tersendiri.

Berikut ini beberapa rincian bunga Pay Later tiap aplikasi online:

  • OVO – PayLater
    Limit Pinjaman: Rp.10 juta
    Bunga: 2,9% perbulan
  • Traveloka
    Limit pinjaman: Maks. Rp50 juta
    Bunga: 2,14% – 4,78% per bulan
  • Shopee – PayLater
    Limit pinjaman: Rp 750 ribu (peminjaman awal)
    Bunga: 0 – 2,95% per bulan
  • Kredivo
    Limit pinjaman: Maks. Rp30 juta
    Bunga: 0 – 2,95% per bulan
  1. Proses pengajuan Pay Later tidak ribet
    Proses pengajuan Pay Later sendiri mudah dan tidak membutuhkan persyaratan. Kartu kredit virtual ini dapat diajukan hanya dengan foto KTP saja. Berbeda dengan kartu kredit bank yang membutuhkan beberapa data lain untuk melengkapi administrasi. Tak hanya itu, proses pengajuan Pay Later cukup lewat online saja di tiap-tiap aplikasi.
  2. Limit yang bisa diajukan lewat Pay Later tidak sebanyak kartu kredit pada umumnya
    Salah satu kekurangan yang membedakan Pay Later dengan kartu kredit biasanya adalah jumlah limit yang sedikit. Anda hanya dapat mengajukan pinjaman maksimal 1 juta lewat Gopay-Pay Later. Pay Later dengan limit yang banyak hanya dapat dijangkau lewat Traveloka dan Kredivo yakni hingga puluhan juta rupiah.

 

Pilih mana: Kartu Kredit Bank atau Pay Later?

Melihat beberapa keuntungan dan kekurangan dari Pay Later sebagai kartu kredit virtual, layanan ini nampaknya berguna untuk anda yang ingin mendapatkan dana transaksi secara cepat. Cukup sediakan foto KTP saja dan lakukan beberapa proses verifikasi, maka anda dapat menikmati limit yang diajukan.

Sebenarnya, antara kartu kredit biasa dengan kartu kredit virtual semacam Pay Later memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sesuaikan saja dengan kebutuhan anda dan ingat untuk menggunakannya secara bijak. Salam street smart!

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Manfaatkan Aplikasi Belanja Online Anda Untuk Mengurus Kartu Kredit

Manfaatkan Aplikasi Belanja Online Anda Untuk Mengurus Kartu Kredit

Sadar nggak sadar, makin hari ke hari, waktu berjalan begitu sangat cepat. Saya ngerasa banget kalau jalannya waktu menjadi semakin ngebut dari hari-hari biasanya.


Dengan berjalannya waktu yang serba cepat ini, saya jadi makin sadar kalau segala hal juga harus dilakukan dengan cepat. Jangan buang waktu anda untuk hal-hal kecil yang menghambat produktifitas.

Seiring dengan waktu yang berjalan semakin cepat, maka anda juga harus makin pintar buat ngakalin urusan kartu kredit anda.

Maksudnya gimana?

Jadi gini, tiap-tiap dari anda pasti pada punya yang namanya aplikasi belanja online. Iya kan? Pasti seenggaknya anda punya yang namanya Bukalapak, Tokopedia, atau aplikasi Shopee.

Apa yang anda lakukan dengan aplikasi merchant tersebut?

Sudah pasti dipakai belanja. Kalau nggak gitu, dipakai jualan.
Kalau anda mau tau lebih lanjut lagi, masih ada sebenarnya fungsi lain merchant salah satunya buat ngurus Kartu Kredit.

Ini dia beberapa manfaat merchant untuk urusan kartu kredit anda:

  1. Apply Kartu Kredit Untuk Pengguna Baru

    Sekarang, apply kartu kredit nggak harus langsung datang ke bank. Anda bisa kok apply lewat merchant tokopedia. Gimana caranya?

    Kalau anda punya aplikasi tokopedia, jangan hanya digunakan buat belanja dan jualan aja.
    Saya kasih tahu. Lewat Tokopedia, anda bisa bikin kartu kredit dengan fasilitas yang ada.

    Pertama yang harus anda lakukan adalah dengan memilih menu bikin kartu kredit yang terdapat dalam tokopedia.

    Setelahnya, anda akan diarahkan pada laman pilihan kartu kredit yang bisa anda sesuaikan sesuai dengan kebutuhan anda.
    Anda baca dulu persyaratan yang diperlukan. Baru anda action! Anda bisa pilih mau buka kartu kredit Bank BCA, BRI, Bank Mega, atau bank-bank lain yang tertera disana.

    Di situ sudah tertulis secara lengkap mengenai detail proses apply kartu kredit mulai dari biaya bulanan, promo, dan voucher yang tersedia.

    Mudah kan? Anda nggak harus datang ke bank dan menembus kemacetan untuk membuat kartu kredit. Dengan begitu, anda bisa menghemat waktu untuk digunakan kegiatan lain yang lebih produktif.

  2. Bayar cicilan kartu kredit bulanan

    Manfaat merchant lainnya, selain bisa digunakan untuk apply kartu kredit, anda juga bisa loh bayar cicilan lewat aplikasi belanja online. Anda tinggal buka aplikasi jualan online semacam Bukalapak, Tokopedia, atau JD.ID.

    Di tiap merchant itu anda bisa lihat ada menu buat bayar kartu kredit.

    Tinggal pilih bank penyedia kartu kredit, masukkan nomor kartu kredit anda, lalu masukkan nominal pembayaran. Lanjutkan dengan klik bayar.

    Minimum nominal pembayaran tiap bank biasanya berbeda-beda.

    Tau nggak kenapa sekarang ada fitur pembayaran cicilan kartu kredit?
    Jadi, Bank-bank itu mengawasi transaksi yang kita lakukan. Arus keluar masuk uang akan diketahui oleh bank termasuk ketika kita melakukan pembelanjaan di Aplikasi merchant.

    Nah, bank-bank itu tahu data nasabah siapa aja yang membelanjakan uangnya untuk apa. Setiap hari ada saja transaksi yang dilakukan oleh ratusan nasabah untuk jual beli barang-barang. Tapi kok nih ya, menurut bank, pendapatan perseroan belum mencapai target.

    Logikanya, banyak orang punya kemampuan buat beli barang-barang. Namun, jumlah yang mencicil kartu kredit masih terbilang sedikit.

    Makanya, bank-bank tersebut bekerja sama dengan e-commerence untuk menyediakan fitur layanan bayar cicilan kartu kredit bulanan biar makin banyak yang rajin bayar cicilan.

    Semakin sering orang bayar cicilan kartu kredit, maka pendapatan perseroan juga akan ikut meningkat.

  3. Dapat bonus tiap transaksi via kartu kredit

    Setiap anda transaksi kartu kredit via merchant, secara khusus anda akan mendapatkan bonus-bonus yang tak terhingga. Ini merupakan salah satu strategi dari bank juga agar makin banyak yang bayar cicilan kartu kredit.

    Nggak perlu capek antri, nggak perlu panas-panasan, bisa dapat bonus lagi. Enakkan?

    Nah, bonus-bonus yang didapatkan apa aja? Beda-beda ya.

    Contohnya aja bila anda apply kartu kredit Citibank, anda bisa dapat promo Tokopedia Gift Card hingga 1000.000.

    Demikian juga bila anda apply kartu kredit untuk bank lain via merchant, anda bakal dapat keuntungan lain.

    Itulah tadi beberapa keuntungan mengurus kartu kredit bagi anda. Zaman sudah berganti, demikian juga kita harus mulai beranjak dari cara-cara lama. Manfaatkan beberapa fasilitas yang disediakan merchant untuk membantu anda mengurus beberapa urusan kartu kredit.

    Jadi, sudah pahamkan dengan tips yang saya bagikan ini? Tunggu apa lagi, coba dong! Masak masih mau pakai cara-cara lama terus?

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Liburan Anda Kemana? Saya Kasih Tahu, Ini Rahasia Saya Sering Liburan Ke Eropa

Liburan Anda Kemana? Saya Kasih Tahu, Ini Rahasia Saya Sering Liburan Ke Eropa

Followers-followers Instagram saya pasti paham kalau saya sering sekali pelesir ke luar negeri.
Kalau anda scroll feeds Instagram saya, Saya sering banget kelihatan jalan-jalan ke Eropa. Mungkin, dalam hati anda pasti bertanya:

Kok bisa sih, pak Roy jalan-jalan terus ke Eropa? Gimana caranya?

Aslinya, beneran, dalam hati saya lebih suka uang saya dipake buat muter bisnis saya daripada habis buat jalan-jalan. Nah, berhubung saya punya kartu kredit, angan-angan buat jalan-jalan ke Eropa jadi lebih mudah dan terlaksana. Saya jadi tertarik lagi buat pergi keliling dunia.

Rahasianya apa?

Rahasia saya pelesir ke Eropa juga nggak jauh-jauh dari keuntungan yang saya dapat dari kartu ajaib ini.
Kartu kredit yang saya pakai ternyata punya segudang manfaat yang besar buat aktivitas saya ke luar negeri. Simak ya.

  1. Terdapat promo tiket gratis ke luar negeri

    Banyak yang takut punya kartu kredit karena katanya malah nambah hutang. Padahal, buat anda yang hobi pelesir, wajib rasanya punya kartu ajaib ini. Tahu nggak? Berbekal kartu kredit, saya bisa dapat tiket gratis ke luar negeri.

    Gimana caranya?

    Jadi, selama satu tahun saya rajin ngumpulin yang namanya Miles lewat kartu kredit. Jadi, apakah yang dimaksud dengan miles ini? Miles ini semacam poin atau reward yang bisa ditukarkan buat dapet tiket gratis. Ketika anda berbelanja lewat kartu kredit di merchant-merchant yang telah bekerja sama, anda akan dapat poin (miles) yang nantinya bisa di tukarkan dengan benefit yang diinginkan termasuk tiket pesawat.

    Enak kan? Enak banget.

    Nggak cuma itu, pada periode-periode tertentu contohnya ketika perayaan hari-hari besar, kita bakal dapat promo tiket pesawat level first class! Mantap ya? Jelas!
    Saya pernah loh dapat promo tiket pesawat first class di tahun 2007 hanya bayar 10 persen saja dari harga tiket. Zaman sekarang, kapan lagi naik pesawat level first class pakai harga kelas ekonomi. Susah!
    Nah, rezeki bagi saya,
    Saya bisa ke Eropa naik pesawat level first class pakai harga miring dengan modal kartu kredit saja.

  2. Lebih efisien dan aman pakai kartu kredit buat perjalanan luar negeri

    Apa anda merasa kalau semakin hari, waktu semakin berjalan lebih cepat dari biasanya? Bayangkan, di tahun 2019 ini, anda harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk bolak-balik menukarkan uang ke Euro demi sebuah perjalanan ke Eropa?

    Jangan, saya sarankan jangan lagi pakai cara demikian. Waktu anda akan terbuang sia-sia karna harus antri dahulu, ngecek nilai tukar dahulu, dan menembus kemacetan demi menukarkan uang. Sedihnya lagi, nilai tukar uang biasanya merosot kalau uang kertas yang dipunya itu lecek.
    Saya sendiri nggak pernah yang namanya bawa uang cash ke luar negeri dalam jumlah banyak. Saya cuma bawa kartu kredit dan debit saja. Uang yang saya ambil dalam bentuk cash juga secukupnya saja untuk bayar ke toilet. Untuk transaksi lain saya lebih memilih pakai kartu kredit.

    Selain efisien, dengan membawa kartu kredit ke luar negeri, anda akan lebih merasa aman. Dalam perjalanan, anda tidak akan bisa menebak kejadian seperti apa yang akan anda alami nanti, siapa yang akan anda temui dan lain sebagainya. Tentunya membawa uang cash dalam jumlah banyak bukanlah suatu pilihan tepat.

    Dengan kartu kredit, keamanan uang anda akan lebih terjamin karena sebuah kartu kredit tentu membutuhkan yang namanya password. Jika memang terlanjur hilang, anda masih bisa meminimalisir resiko dengan cara meminta bank melakukan pemblokiran kartu kredit.

  3. Nggak punya uang buat jalan-jalan? Nggak usah takut. Pakai kartu kredit aja dulu

    Ini konsep yang sebenarnya nggak saya sarankan. Tapi, kalau misalnya anda punya keinginan dan urusan yang mengharuskan anda ke luar negeri, anda bisa gunakan kartu kredit dahulu.

    Maksudnya, anda jalan-jalan dulu deh. Pesen dulu tiket pesawat dan tentukan destinasi anda. Masalah bayarnya, anda bisa nyicil belakangan.

    Ini saya nggak menyarankan banget karna jika anda nggak bisa handle finansial, anda bakal kesusahan bayar diakhir nanti. Namun, bila anda tipe yang bisa handle finansial sementaraada sesuatu yang mengharuskan anda keluar negeri, anda bisa coba cara saya ini.

  4. Penat waktu perjalanan? Anda bisa nikmati bonus hiburan dari Kartu Kredit

    Seringkali kalau kita transit dari satu bandara ke bandara lain bisa nunggu waktu yang lumayan lama. Ada yang 2 jam, bahkan ada pula yang sampai 5 jam.

    Demi membunuh rasa bosan, kita bisa loh manfaatin kartu kredit kita buat menghibur diri. Beneran loh, di kartu kredit saya biasa dapat bonus makan gratis di longue. Beberapa kartu kredit seperti kartu kredit voyage punya keuntungan ini. Saya jadi lebih nyaman dan menikmati waktu menunggu dengan benefit ini.

  5. Budget perjalanan lebih mudah tercatat pakai kartu kredit

    Bila anda tipe orang yang pelupa dan butuh sekali menyesuaikan budget perjalanan anda, rasanya perlu banget buat punya kartu kredit.

    Dengan adanya kartu kredit, anda bisa tahu seberapa besar pengeluaran anda kemarin. Fungsinya apa?
    Justru, dengan anda tahu pengeluaran anda seberapa, anda bakal lebih hati-hati dalam mengeluarkan duit demi hal-hal yang nggak dibutuhkan.

    Jadi nggak perlu lagi ya anda ragu buat keliling dunia pakai kartu kredit. Di tahun 2019 ini, sudah saatnya anda keliling dunia dan melihat lebih luas lagi. Saya aja bisa, tentu anda bisa lebih dari saya.

    Gimana? Tertarik ikuti tips saya ini?

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Jangan Ngutang, Entar Macet Loh! Yakin? Baca Ini Dulu!

Jangan Ngutang, Entar Macet Loh! Yakin? Baca Ini Dulu!

Ketika ada yang mengatakan “Jangan nyetir mobil, entar nabrak loh!” Apakah Anda benar-benar tidak akan menyetir mobil?

Resiko menabrak pastinya memang ada ketika kita sedang menyetir mobil, bahkan pembalap sekelas Hamilton saja bisa mengalami insiden tabrakan dibalapan F1-nya.

Tetapi apakah insiden tersebut menghalanginya untuk terus berkarya di arena balap? Jawabannya tentu TIDAK.

Begitupun dengan kita, ketika kita mengalami kejadian semacam itu, apakah kita akan benar-benar berhenti untuk mengemudikan mobil? Jawabannya sama, tentu saja TIDAK.

Kenapa?

Sebab resiko yang didapat lebih kecil bila dibandingkan dengan manfaat yang akan didapatkan.

Dengan mengendarai mobil, kita bisa lebih mudah untuk sampai ke tempat tujuan.

Dengan mengendarai mobil, jarak yang jauh tentu saja bisa kita tempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan berjalan kaki.

Dengan mengendarai mobil, kita bisa terhindar dari polusi udara, terkena hujan dan cuaca panas.

Analogi diatas bisa dikaitkan dengan komentar orang-orang dalam postingan Saya.

Selalu ada saja orang yang ngotot berargumen “Jangan utang, entar macet”.

Segala perbuatan memiliki resiko bahkan ketika Anda tidak melakukan perbuatan apa-apa.

Kemungkinan hutang macet memang ada, tetapi lebih besar mana antara manfaat dan resiko yang akan didapatkan? Coba pikirkan kembali.

Apabila Anda memberikan jawaban bahwa resiko yang didapatkan lebih besar, maka mungkin Anda memang tidak memiliki kemampuan dalam mengelola hutang. Jika seperti itu kondisnya, Saya pun akan setuju dengan statment yang Anda berikan.

Sama seperti halnya dengan analogi yang tadi Saya sampaikan, dalam mengemudikan mobil lebih besar mana resiko kecelakaan dengan manfaat  yang bisa Anda dapatkan?

Jika Anda menjawab lebih besar resikonya, mungkin karena Anda memang tidak bisa mengemudikan mobil.

Yang menjadi masalah saat ini adalah banyak orang beranggapan bahwa semua orang memiliki kemampuan yang sama rata.

Tetapi benarkan semua orang memiliki Kemampuan yang sama?

Tentu tidak, setiap orang pasti memiliki kemampuan yang berbeda-beda sesuai bakatnya masing-masing.

Lalu bagaimana dengan adanya resiko?

Resiko pasti ada, tetapi tinggal bagaimana kita mulai berpikir untuk menurunkan tingkat resiko yang akan terjadi. Misalnya berlatih untuk meningkatkan kemampuan.

Dalam konteks mengemudi, setiap orang tentu tidak bisa secara tiba-tiba mahir mengemudikan mobil. Tentu harus banyak berlatih bukan? Apabila dirasa perlu, berlatihlah dengan Michael Schumacher.

Apabila Anda sudah bisa mengemudikan mobil, jangan lalu sok-sok an dalam berkemudi. Pemeran Fast And Furious pun bisa mengalami kecelakaan bila tidak waspada.

Hal ini akan sama bila dikaitkan dengan urusan hutang, belajarlah dari orang-orang terbaik, terus berlatih dan asah kemampuan.

Kalaupun sudah pintar dalam mengelola hutang jangan lalu kemaruk. Tetaplah waspada untuk mengurangi tingkat resiko yang nantinya bisa Anda peroleh dalam bisnis.

Jalan kaki pun belum tentu 100 % aman, memang tidak menabrak tapi bisa jadi malah kena tabrak.

Kalau kata orang Jogja “Ojo Dumeh”.

Semoga dapat membantu Anda dalam berpikir.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Apply Kartu Kredit sebagai Pengusaha atau Karyawan? Baca Dulu Penjelasannya!

Apply Kartu Kredit sebagai Pengusaha atau Karyawan? Baca Dulu Penjelasannya!

Banyak sekali orang bertanya kepada Saya, “Pak, mending Saya maju apply kartu kredit sebagai seorang pengusaha atau karyawan?”.

Sebenarnya pertanyaan semacam ini tidak perlu dijawab.

Sekarang Anda berstatus sebagai seorang pengusaha atau karyawan? Itu yang terpenting.

Namun yang jadi dilema adalah ketika Anda apply kartu kredit melalui marketing.

Mereka akan lebih condong mengarahkan Anda untuk maju sebagai seorang karyawan karena dinilai mempermudah proses approval.

Akhirnya yang memang seorang pengusaha akan diakali sebagai karyawan. Apakah hal ini menguntungkan?

Disini Saya akan memberikan sedikit penjelasan kepada Anda.

Ketika Anda menemui marketing-marketing yang ada di pusat-pusat keramaian seperti airport ataupun mall, merketing tersebut selalu menganjurkan Anda untuk maju sebagai seorang karyawan.

Kenapa?

Kembali lagi pada alasan pertama, karena ini adalah cara paling mudah.

Sebab jika maju sebagai karyawan, Anda hanya membutuhkan slip gaji.

Disini yang harus Anda pahami adalah kenapa marketing menyarankan Anda untuk maju sebagai karyawan, hal ini bukan kepada kepentingan di diri Anda, tetapi dia lebih condong melihat ke kepentingan dirinya sendiri.

Kenapa?

Karena sekali lagi, apply kartu sebagai karyawan syaratnya lebih mudah jika dibandingkan dengan apply kartu kredit sebagai pengusaha.

Hal ini menjadi kepentingan marketing sendiri untuk mencari komisi, artinya setiap Anda mendapatkan approval di kartu kredit, marketing akan mendapatkan komisi.

Perlu Anda pahami, bahwa perhitungan poin marketing bukan berdasarkan ia mencairkan kartu kredit dengan jumlah limit besar ataupun kecil.

Jadi marketing approve satu kartu limit 5 juta dengan approve satu kartu limit 50 juta, maka poin yang didapatkan akan sama di mata perbankan.

Jadi sebenarnya marketing tidak peduli Anda mendapatkan limit besar atau kecil, karena yang terpenting adalah mendapat approval dari perbankan.

Masalahnya hal ini akan merugikan bagi kita, kenapa?

Karena sekali Anda mendapatkan limit yang kecil (3 -5 juta) itu ibarat kata Anda sudah mendapat cap sebagai “orang miskin” dan jika sudah seperti itu, Anda akan membutuhkan waktu yang lama untuk naik limit.

Inilah yang membuat kartu-kartu yang berikutnya mendapat limit kecil karena history Anda sudah rusak secara perbankan.

Poin pertama marketing adalah berhasil mendapatkan approve dari perbankan.

Jadi target marketing 1 bulan harus mengeluarkan 100 kartu, maka tidak peduli berapa limit yang didapatkan pengguna, tetap poin yang didapatkan tentu berdasarkan banyak kartu yang di approve.

Jadi jika dianalisa, daripada memberi limit 50 juta kepada 1 orang, mending diberikan kepada 10 orang dengan limit masing-masing 5 juta, maka poin yang didapatkan lebih bagus.

Inilah perbedaan cara pandang antara target marketing dengan target kita.

Berbeda ketika Saya mengajarkan ilmu di Credit Card Revolution, kita berbicara dari cara pandang Anda, sebab jika Saya melihat Anda mendapatkan limit kecil maka hal pertama yang Saya rasakan sebagai pengajar adalah rasa malu. “Belajar dengan Roy Shakti kok dapetnya limit kecil, harga diri Saya juga ikut dipertaruhkan disini”.

Kedua, jika Anda mendapatkan limit kecil maka efeknya akan menular.

Contoh, banyak kasus ketika Anda maju apply dengan referensi kartu kredit limit 50 juta atau lebih, tetapi tiba-tiba limit berikutnya Anda hanya mendapat limit 10 – 20 juta saja.

Kenapa?

Masalahnya hanya satu, ada limit-limit kecil yang Anda pelihara.

Karena analis perbankan akan mengecek di Informasi Debitur (iDeb) dan mereka akan tahu Anda mempunyai kartu kredit dengan limit berapa saja.

Mereka bisa melihat limit terbesar hingga terkecil Anda, misalnya limit terbesar Anda 100 juta dan limit terkecil Anda hanya 3 juta, mereka pun akan berpikir jika Anda diberi limit 10 juta mungkin tidak akan masalah, karena limit 3 juta saja masih dipelihara.

Kembali ke pertanyaan awal, “Maju sebagai karyawan atau pengusaha?”

Jika Anda maju sebagai karyawan, keunggulannya adalah untuk apply karyawan lebih mudah dan simpel, marketing sendiripun maunya yang simpel, namun kelemahannya adalah limit yang diberikan tidak besar kecuali Anda karyawan dengan jabatan tinggi.

Jika Anda maju sebagai pengusaha, kelemahannya adalah syarat yang dibutuhkan akan jauh lebih kompleks karena Anda harus menyertakan SIUP, TDP, bahkan ada yang meminta rekening hingga laporan pajak.

Tetapi keunggulannya jelas Anda akan mendapatkan limit yang jauh lebih besar daripada maju sebagai seorang karyawan.

Jadi kembali lagi kepada Anda, Anda mau mencari yang mudah terlebih dahulu atau Anda mau mencari yang besar.

Kalau mudah tidak besar, kalau besar tidaklah mudah. Pilihan ada ditangan Anda.

Lalu bagaimana caranya supaya bisa besar dan mudah?

Silahkan ikut kelas Saya di Credit Card Revolution.

Banyak orang bertanya kepada Saya tentang bagaimana cara mendapat limit besar.

Disini kita tidak bisa menjawab dengan satu kalimat, karena kita sendiri harus mengatur dari A sampai Z.

Terus terang saja, jika ada yang tanya di inbox atau komentar cara mendapatkan limit besar, jawabannya Saya selalu simpel, ikut aja workshop Saya.

Kenapa?

Karena untuk bisa mendapatkan limit besar Saya harus menjelaskan materi kurang lebih selama 4 jam.

Jika seperti itu, bagaimana Saya bisa menjelaskan kepada Anda hanya dengan satu kalimat?

Maka saran Saya jika Anda ingin belajar lebih jauh lagi, lebih baik Anda meluangkan waktu untuk belajar.

Apply kartu kredit dengan limit kecil? Kerugian pertama adalah Anda hanya akan membuang-buang waktu dan peluang.

Kedua, Saya seorang pebisnis, otomatis Saya akan menghitung dengan perhitungan bisnis, jadi Anda jangan asal mengatakan bahwa kelas Saya murah ataupun mahal.

Anda masuk seminar bisnis, bukan seminar lainnya.

Jadi tentu saja perhitungannya ada di bisnis, Anda join kelas Saya investasi sekitar 5 juta, kemudian Anda belajar di kelas Saya.

Simpel saja, jika Saya mengajarkan ilmu kepada Anda kemudian Anda berhasil mendapatkan limit 50 juta, artinya investasi Anda sudah naik sebesar 10x lipat dari modal 5 juta tadi.

Itu belum fasilitas diluar kelas CCR, Anda akan mendapatkan fasilitas konsultasi pribadi beserta konsultasi via grub bersama para alumni.

Alumni Saya rata-rata selama 3 – 5 tahun pun masih bisa terus mendapatkan fasilitasnya.

Jadi jika Anda bergabung dengan Saya, selalu lihat perhitungannya secara bisnis dan bukan yang lainnya.

Kecuali jika Anda belajar dengan Saya kemudian tidak mendapatkan apa-apa, hanya mendapatkan motivasi, semangat dan hanya mengandalkan doa maka seminar ini hanya akan membuang-buang waktu Anda.

Sekali lagi hitung dengan perhitungan bisnis, karena secara bisnis ini sangat worth it.

Belajarlah, jika Anda tidak belajar dan hanya tahu setengah-setengah justru malah lebih berbahaya.

Mending Anda tidak tahu dan tidak praktek sama sekali daripada hanya tahu setengah-setengah.

Kenapa?

Sebab aturan bank atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berubah setiap 3 bulan.

Bahkan ilmu yang Saya share tahun 2013 mungkin sudah berbeda dari yang sekarang, karena ilmu ini sangatlah dinamis.

Jadi kita harus menjalankan sesuai aturan yang telah diterapkan pada saat itu.

Saran Saya satu, jangan apply kartu kredit secara berlebihan sebelum ikut kelas CCR.

Bukan masalah Saya menjual kelas Saya, jika Anda sudah mendapatkan limit yang kecil, akibatnya bank akan melihat hal ini sebagai history yang kurang bagus.

Sekali lagi ini bukan masalah Saya, ini adalah masalah Anda.

Kenapa?

Karena akan sangat disayangkan.

Jika Anda bisa mendapatkan limit ratusan juta kenapa harus mendapatkan limit kecil?

Ini Yang Harus Dilakukan Jika Bisnis Bangkrut

Ini Yang Harus Dilakukan Jika Bisnis Bangkrut

Seorang alumni Credit Card Revolution curhat kepada Saya,

“Saat ini kondisi Saya sedang bangkrut, apa yang harus Saya lakukan pak? Apakah Saya harus berhutang lagi?”

Kira-kira jawaban apa yang terlintas dipikiran Anda?

Kali ini Saya akan memberikan sebuah jawaban yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, masalah nantinya akan diterapkan atau tidak itu urusan Anda.

Ketika Saya jatuh, apa yang pertama kali harus Saya lakukan?

Saat kita sedang berada pada puncak kesuksesan, kemudian secara tiba-tiba bisnis kita mengalami kebangkrutan, tidak sedikit orang memilih untuk kembali berutang.

Namun berbeda dengan Saya, sebab Saya tidak akan melakukan hal tersebut.

Lalu apa yang pak Roy lakukan?

Start awal yang akan dan seharusnya dilakukan adalah mulailah menjual kembali barang-barang Anda terlebih dahulu, sebab ujung tombak yang sebenarnya adalah ketika kita jatuh artinya kita sudah melakukan sebuah kesalahan, dan disini kata kuncinya adalah bagaimana caranya agar bisnis Anda tetap berjalan tanpa menambah utang.

 

Sebab sekali lagi Saya katakan bahwa banyak orang salah dalam mengambil tindakan, begitu jatuh justru menambah utang, hal inilah yang membuat bisnis Anda semakin kacau.

Mulailah merangkak kembali dari bawah, jika tidak memiliki barang yang dijual, maka jual barang menggunakan sistem dropship, reseller atau “nyales”.

Pengalaman bisnis pertama Saya adalah sebagai seorang sales, membuka bisnis pertama kali dengan modal Rp 1.600.000,- dengan berkeliling pasar burung menawarkan makanan burung kepada para penjual.

Intinya Berapapun Modal yang Masih Anda Miliki, Putarlah!

Jika sudah bagus dan stabil, mulailah mempromosikannya kembali, setelah semuanya lancar barulah mencari pinjaman untuk memperbesar bisnis Anda.

Perbaiki bisnis Anda, jika Anda memilih untuk memulai project atau bisnis baru dengan kondisi penuh dengan utang, bisnis Anda tidak akan lama alias cepat mati.

 

 

“Modal itu kambing hitam yang paling empuk”

Jika Anda mulai berhalusinasi bahwa “Saya punya modal, maka Saya bisa memulainya dengan bagus” itu BOHONG, tidak ada yang sesederhana itu.

Intinya yang terpenting mulailah berjualan terlebih dahulu, apakah Anda bisa menjual produk Anda sendiri atau tidak? Jika laku, maka dengan modal Anda bisa memulai bisnis Anda dengan potensi keberhasilan lebih tinggi.

Tetapi jika Anda tidak memiliki skill dalam menjual dan tidak mempunyai skill bisnis, maka dengan utang Anda hanya akan memperbesar peluang kegagalan Anda.

Utang hanyalah amplifying (Memperbesar)

Tinggal Anda yang menentukan apakah utang mampu memperbesar kesuksesan Anda atau utang hanya akan memperbesar resiko kegagalan Anda?

Maka dari itu Anda harus benar-benar matang jika berurusan dengan utang.

Sukses atau Gagal? Pilihan ada ditangan Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Bisnis Apa yang Cocok untuk Saya ?

Bisnis Apa yang Cocok untuk Saya ?

Bisnis apa yang cocok untuk Saya ?

Banyak sekali pertanyaan seperti ini yang ditanyakan ke Saya.

Jika Anda sendiri tidak tahu bisnis apa yang cocok untuk Anda, apalagi Saya yang notabene-nya belum mengenal Anda.

Jadi sebelum melemparkan pertanyaan seperti itu, alangkah lebih baiknya Anda terlebih dahulu melihat kemampuan diri Anda sendiri.

 

 

Anda Menginginkan Bisnis yang Seperti Apa ?

Hal inilah yang perlu Anda clear-kan terlebih dulu.

Jika Anda sendiri tidak tahu arah bisnisnya kemana, maka Anda tidak akan bisa membangun bisnis yang Anda inginkan

Lalu bagaimana cara untuk mencari tahu ?

Anda bisa mengikuti banyak seminar, workshop, membaca banyak buku atau sering berkomunikasi dengan orang-orang yang sudah paham dan mempunyai pengalaman di dunia bisnis.

Kata lainnya Anda tidak bisa tiba-tiba bertanya kepada Saya bisnis apa yang cocok untuk Anda.

Kenapa ?

Karena ketika Saya memberikan beberapa alternative bisnis, seringkali yang ada justru dibantah, artinya belum melakukan sudah merasa kesulitan atau bisnis tersebut tidak bisa ia lakukan.

 

 

Disini Saya akan sedikit memberikan tips cara memilih bisnis, simak ya!

Cari Bisnis yang Menghasilkan

Bisnis itu harus menghasilkan, jangan hanya mencari bisnis yang Anda sukai tetapi tidak menghasilkan.

Tujuan bisnis Anda apa ?

Bagaimana melihat bisnis yang menghasilkan ?

Hal paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah lihatlah bisnis yang ada disekitar Anda.

Misalkan cita-cita Anda membuka bisnis kuliner, lihat disekeliling Anda apakah bisnis tersebut menghasilkan ?

Nyatanya bisnis kuliner masih jadi primadona dalam dunia bisnis, maka bisa dikatakan bisnis kuliner layak untuk diperjuangkan.

“ Bagaimana dengan bisnis forex pak ? ”

Saya katakan bahwa bisnis forex masih ok, dengan catatan Anda benar-benar paham dan mempelajari ilmunya, jika Anda tidak paham apapun mengenai bisnis forex maka sama saja bunuh diri. 

 

Mulai Kumpulkan Ide Bisnis

Tips dalam memilih bisnis yang kedua Anda bisa mengumpulkan minimal 10 jenis bisnis yang potensi menghasilkannya besar.

Dari 10 bisnis tersebut kemudian saring kembali menjadi bisnis yang paling Anda suka.

Setelah mendapatkan 3 bisnis yang paling Anda suka, tugas Anda selanjutnya adalah memilih bisnis yang menurut Anda paling mudah untuk di eksekusi.

Setelah itu barulah Anda bisa menemukan bisnis yang cocok untuk Anda atau minimal bisnis inilah yang cocok dan sesuai dengan kondisi Anda.

 

 

Jadi sekali lagi Saya katakan bahwa bagus versi Anda belum tentu bagus versi Saya.

Sebaliknya bagus menurut Saya belum tentu bagus menurut Anda.

Jika seperti ini siapa yang akan Anda ikuti ?

Jawabannya jelas yang punya badan, otak dan modal yaitu Anda sendiri

Dan ketika Anda sudah paham tentang alur dan konsep bisnis Anda, baru Anda bisa tanyakan kepada Saya di kelas Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI] untuk pengembangannya.

Kenapa?

Karena jika Anda hanya bertanya melalui sosial media maka sehari tidak akan cukup untuk menjelaskannya, karena ilmu seperti ini harus mendapatkan pendampingan sampai bisnis Anda berjalan.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this

Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [2]

Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [2]

Minggu lalu Saya telah membahas mengenai tingkatan level yang ada pada kartu kredit. [Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [1]]

Kalau Anda ingat, pada level pertama hampir semua orang bahkan semua orang paham bahwa kartu kredit digunakan sebagai fasilitas pembayaran, entah itu di mall maupun di marketplace.

Kemudian level kedua yang tidak banyak orang tahu, bahwa kartu kredit ternyata bisa kita jadikan sebagai dana cadangan di bisnis kita.

Dan di level ketiga yaitu level yang menentukan sukses tidaknya bisnis Anda, menjadikan kartu kredit sebagai solusi permodalan dalam bisnis.

 


 

Jika kita sudah berbicara mengenai permodalan, maka kita harus melihat bisnis apa yang akan kita kembangkan, karena setiap bisnis mempunyai pola pembiayaan yang berbeda-beda.

Ada bisnis yang memiliki pola pembiayaannya sedikit demi sedikit tetapi konsisten, ada pula bisnis yang membutuhkan pembiayaan yang besar tetapi jarang-jarang.

Lalu bagaimana Anda bisa mengetahui pola pembiayaan bisnis yang cocok bagi bisnis Anda?

Untuk hal ini tentu kita tidak bisa membicarakannya secara umum, karena kembali lagi bahwa setiap orang memiliki pola bisnis yang berbeda-beda

 


Bagaimana jika Saya membaca buku-buku bisnis?

Bisnis tiap orang berbeda-beda, jika sekedar menjadikannya sebagai referensi mungkin it’s ok.

Namun lebih bagus lagi jika Anda langsung belajar bersama seseorang yang sudah lebih paham mengenai bisnis Anda.

Anda bisa bergabung di kelas Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI], sebab disana kita bisa saling sharing mengenai bisnis apa yang ingin Anda kembangkan.

 


 

Saya membuka bisnis kafe, maka planning-nya tentu akan berbeda dengan ketika Saya mencoba untuk membuka bisnis pengiriman ekspedisi.

Ilmu yang dibutuhkan juga jauh lebih kompleks dan tentu saja akan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda di setiap jenis bisnisnya.

Lalu kenapa banyak orang terjerumus di kartu kredit?

Karena Anda belum paham level 1 dan 2 tetapi sudah melompat ke level 3 tanpa arahan orang yang lebih berpengalaman, semuanya diputuskan sendiri dan dilakukan sendiri

“ Bisa Masuk Tapi Gak Bisa Keluar ”, artinya dia berbisnis menggunakan modal kartu kredit tetapi ia tidak bisa melunasi kartu kreditnya karena omset yang didapatkan lebih kecil daripada pengeluaran bisnisnya.

Yang lebih parah adalah begitu punya kartu kredit, langsung digunakan untuk berbisnis tanpa paham aturan bisnis yang benar, membeli dan membelanjakan tanpa tahu prosedur kemudian tiba-tiba jatuh.

 


 

Di level 3 kita akan lebih intensif, artinya menyelesaikan masalah atau saling berdiskusi sesuai dengan permasalahan yang ada.

Di Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI] kita akan lebih condong kepada praktek apa yang Anda akan lakukan, Anda bisa berkonsultasi mengenai penggunaannya seperti apa.

Apalagi jika sudah ada model bisnisnya, tentu kita harus paham mengenai modal yang dibutuhkan, konsepnya seperti apa, otomatis kita tentu khusus akan berbicara pada bisnis itu saja.

Intinya di level 3 ini kita akan lebih condong kepada yang namanya pendampingan, bukan pengajaran karena pengajaran sudah kita dapatkan di level 1 dan 2.

Sekali lagi di level 3 harus ada case terlebih dahulu, setelah itu kita memikirkan strategi seperti apa yang akan digunakan dan bagaimana cara yang bagus untuk membuat bisnis berkembang, karena Saya tidak bisa mengajarkan satu teknik bisnis kemudian digunakan untuk banyak bisnis.

Share if you like this

Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [1]

Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [1]

Jika kita bermain dengan yang namanya kartu kredit, sebenarnya ada 3 level yang harus Anda lewati.

Nah jadi berada di level berapa Anda sekarang sebagai pengguna kartu kredit ?

 


 

Perlu dipahami bahwa di setiap level, ada skill dan latihan yang harus dilewati. Apa saja itu?

FASILITAS PEMBAYARAN

Di level pertama ini kartu kredit hanya dijadikan sebagai fasilitas pembayaran.

Contohnya seperti ketika kita beriklan di facebook atau berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.

Jika hanya digunakan untuk fasilitas pembayaran, semua orang tentu sudah tahu dan paham tentang kegunaan tersebut bukan ?

Nah, ketika Anda sudah bisa menjadikan kartu kredit sebagai fasilitas pembayaran, maka pembelajaran atau pemahaman yang harus dipahami selanjutnya adalah mengenai metode pembayaran.

Disini Anda harus bisa membedakan mana metode pembayaran yang murah dan mana yang mahal.

Anda mengatakan bahwa minimum payment mahal, kemudian Anda mengambil inisiatif merubahnya menjadi cicilan maka jatuhnya akan lebih murah, hal ini adalah skill-skill yang perlu Anda pelajari dan pahami, mengetahui mana pemakaian metode yang cocok dan tidak untuk Anda.

Jika Anda sudah menguasai hal tersebut, Anda bisa melanjutkan pada level berikutnya.

 


 

DANA CADANGAN

Pada level ini tidak semua atau jarang orang ketahui yaitu menggunakan kartu kredit sebagai dana cadangan.

Di level kedua, penggunaan kartu kredit sebagai dana cadangan memiliki peran yang sangat vital, itulah kenapa Saya mengajarkan di Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI] cara mendapatkan kartu kredit dengan limit yang besar.

Perlu dipahami, jika Anda belum menemukan bisnis yang tepat, maka dana tersebut jangan dijadikan bisnis dahulu

Kenapa ?

Karena sebenarnya dana ini untuk memenuhi fungsi kartu kredit di level 2, yaitu sebagai DANA CADANGAN

Menariknya jika dibandingkan dengan yang lain, kartu kredit bisa dikatakan paling sempurna untuk dipergunakan sebagai dana cadangan, artinya jika Anda memiliki limit kartu sebesar 100 juta kemudian Anda tidak menggunakannya, maka Anda tidak dibebani angsuran sebesar 100 juta.

Maka Saya katakan sekali lagi, kartu kredit memiliki peran yang sangat vital, apalagi saat Anda akan memulai untuk berbisnis

Kenapa ?

Dana cadangan itu sangat penting, karena PENGHASILAN ANDA TIDAK PASTI SEDANGKAN PENGELUARAN ANDA PASTI

Apalagi jika ada kebutuhan-kebutuhan mendadak yang harus dikeluarkan secara tiba-tiba dan diluar dugaan.

Jika hal ini terjadi maka mau tidak mau kita membutuhkan yang namanya dana cadangan untuk meng-cover-nya, sebab jika tidak segera ditangani otomatis bisnis juga akan ikut terkendala.

 


 

SOLUSI PERMODALAN BISNIS ANDA

Jika Anda sudah menguasai atau mencapai level 1 dan 2, Anda bisa melanjutkan pada level ketiga, yaitu MEMBUAT KARTU KREDIT SEBAGAI SOLUSI PERMODALAN BISNIS ANDA.

Lalu bagaimana sebenarnya kartu kredit bisa menjadi solusi permodalan bagi bisnis Anda?

Hal ini tentu saja harus dilakukan bersama-sama dengan ahlinya.

Maka dari itu di kelas Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI] Saya akan mengajarkan bagaimana strategi, penerapan dan apa yang harus dilakukan ketika Anda menggunakan kartu kredit sampai pada level tertinggi.

Share if you like this

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds