Sebuah laporan mencatatkan bahwa di Indonesia hanya ada 9 persen penduduknya yang sadar tentang pentingnya dana darurat setelah mereka pensiun atau tidak bekerja, sisanya mengalami kekurangan literasi dalam mengelola keuangannya. Fenomena ini bisa terjadi akibat masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya mengatur pendapatan dan pengeluaran ketika mereka masih bekerja dan mayoritas lebih mementingkan dan mengandalkan active income saja.
Akibat terlalu bergantung dengan active income, mereka acapkali berada dalam kondisi pemasukan yang kurang baik namun pengeluaran malah meningkat setiap harinya, alhasil keuangan memburuk diakibatkan oleh ketidaktersediaan dana darurat. Karena tidak adanya dana darurat, mereka akhirnya nekad untuk berutang untuk memenuhi keperluan yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Ada juga beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kondisi keuangan seseorang yang menghambatnya untuk berkembang, dan faktor ini sangat berkaitan dan dipengaruhi oleh sifat manusia itu sendiri, sehingga dibutuhkan kesadaran penuh untuk mencegah kebiasaan buruk tersebut semakin parah. Jadi supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ada beberapa kebiasaan yang harus dihilangkan yang bisa menghambat faktor kekayaan kalian. Apa saja itu?
1. BAD HABIT
Kebiasaan buruk yang terus ‘dipelihara’ dan diremehkan bisa mengganggu perekonomian kalian. Uang yang sudah kalian kumpulkan dari hasil memeras keringat bisa sirna dalam sekejap mata kalau digunakan untuk hal yang tidak penting seperti membeli rokok, vape, atau minum minuman beralkohol yang tidak hanya merusak tubuh, tapi juga merusak isi dompet jika dilakukan dalam jangka panjang. Jadi kalau ingin kondisi keuangan kalian stabil, hindarilah kebiasaan tersebut.
2. SPENDING MONEY
Sering mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting bisa menjadi penghambat perkembangan keuangan kalian. Semisal kalian rela menghamburkan uang untuk beli barang-barang branded hanya untuk gengsi tidak akan membuat kalian senang. Malah kalian akan menyesal karena uang kalian sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Bahkan memaksakan diri untuk kredit mobil juga bisa menjerat kalian dengan biaya lain nantinya. Jadi dipikir baik-baik dulu kalau penghasilan kalian masih pas-pasan, jangan ngikutin gengsinya aja.
3. LEBIH BESAR PENGELUARAN DARIPADA PENGHASILAN
Kalau pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, harusnya sudah tahu dong gaya hidupnya seperti apa—hutang! Hutang, kredit, atau PayLater bisa membuat kalian kalap untuk belanja ini-itu yang aslinya cuma ingin beli saja. Hal ini bisa terjadi karena kalian terlena dengan kemudahan untuk mendapatkan sesuatu dengan instan tanpa peduli resiko yang menghantuinya nanti—cicilan segunung dan bunga makin gede karena sering telat bayar. Kalau mau cepat kaya, ya lunasin dulu semua hutangnya!
4. CUMA SATU PENGHASILAN YANG YANG JADI ANDALAN
Jangan jadi ‘bonek’ alias bondho nekad kalau penghasilan cuma dari satu sumber saja, apalagi jumlahnya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini bisa memembuat kondisi keuangan kalian jadi makin terperosok dan kalian jadi terus-terusan berhutang. Kalian juga tidak ingin gali lubang tutup lubang buat melunasi hutang, kan? Jadi jauhi ya!













