KALIAN  MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

KALIAN MASIH PEMULA? GUNAKAN CARA INI SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT!

Siapa yang tidak kenal dengan kartu kredit, kartu berukuran kecil yang bisa masuk ke dompet dan punya banyak fungsi. Namun terkadang orang yang masih awam masih kesulitan membedakan kartu kredit dan kartu debit. Walaupun serupa bentuknya, namun pada dasarnya kartu kredit dan kartu debit itu berbeda. Kartu debit saat proses transaksi menggunakan uang yang diambil dari saldo tabungan. Jika tidak ada saldo, transaksi tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan kartu kredit, tanpa ada saldo di tabungan pun, transaksi masih bisa dilakukan.
Ini diakibatkan karena uang yang digunakan untuk pembayaran adalah uang pinjaman dari bank. Banyak yang masih miskonsepsi dengan uang yang dipakai saat menggunakan kartu kredit adalah uang milik pribadi. Uang yang dipakai untuk membayar tersebut adalah uang dari bank, bisa dibilang kalian berutang ke bank dan wajib membayar utang sebelum jatuh tempo.
Walaupun kesannya ribet karena harus membayar tagihan, namun jika digunakan dengan baik dan tepat guna, kartu kredit bisa membantu dalam mengatur keuangan menjadi jauh lebih baik dan bisa dijadikan untuk dana darurat nantinya.
Namun, masih banyak yang kesulitan bagaimana cara menggunakan kartu kredit pertama. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh para pemegang kartu kredit pemula. Apa saja itu?
1. LAKUKAN AKTIVASI KARTU KREDIT
Ketika sudah mendapatkan kartu kredit dari kurir, kartu kredit tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk bertransaksi, harus melakukan aktivasi terlebih dahulu. Lalu bagaimana cara aktivasinya? Ada beberapa opsi yang bisa dipilih—via SMS, telepon, ataupun melalui m-banking.

2. INGAT DUA TANGGAL PENTING KARTU KREDIT
Setelah melakukan aktivasi kartu kredit, pengguna pemula harus selalu mengingat dua tanggal penting ini ketika sudah memiliki kartu kredit. dua tanggal ini wajib diingat untuk menghindari keterlambatan. Dua tanggal penting yang dimaksud adalah tanggal cetak tagihan yang merupakan tanggal pembukuan, dan tanggal jatuh tempo merupakan tanggal terakhir untuk membayar tagihan. Dua tanggal tersebut bisa ditemui di lembar tagihan yang akan dikirim ke alamat pengguna tiap bulannya.
Teruntuk pemegang kartu kredit pemula, penting sekali untuk mendpat lembar tagihan karena ada tanggal cetak tagihan dan tanggal jatuh tiap kartu kredit itu berbeda. Jika si pengguna belum juga mendapatkan lembar tagihan, bisa menghubungi call center bisa dilihat di bagian belakang kartu kredit.
Jika sudah menerima lembar tagihan secara rutin, selalu ingat untuk periksa lembar tagihan secara disiplin dan lunasi semua tagihan sebelum jatuh tempo. Dengan cara tersebut, pengguna bisa mendapatkan pinjaman dari bank sebesar 0% serta menhindari bunga dan denda keterlambatan.
Itu tadi beberapa cara penggunaan kartu kredit untuk para pemula. Walaupun terlihat mudah dan praktis, namun ada konsekuensi yang harus diterima ketika sudah memutuskan untuk memiliki kartu kredit. Jadi sebelum kalian yakin ingin memiliki kartu kredit, pastikan dulu kemampuan finansial untuk membayar tagihan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

MAU AJUKAN UTANG KONSUMTIF? PERHATIKAN DULU BEBERAPA HAL BERIKUT INI!

MAU AJUKAN UTANG KONSUMTIF? PERHATIKAN DULU BEBERAPA HAL BERIKUT INI!

Apa kalian pernah dengar istilah ‘utang konsumtif’ sebelumnya? Sebenarnya apa sih utang konsumtif itu? Utang konsumtif merupakan utang untuk aset atau jasa yang nilainya menurun seiring dengan berjalannya waktu.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan sebelum mengajukan utang konsumtif? Menurut Eko Endarto selaku Perencana Keuangan Finansia Consulting, ada dua poin yang harus dicermati jika kalian ingin mengajukan utang konsumtif—yaitu bunga dan ketentuannya.
Mengapa begitu? Ini dikarenakan utang konsumtif yang diambil dipakai untuk mendapatkan aset atau jasa yang nilainya turun atau bahkan habis karena sering digunakan. Ketika sudah berutang, kalian masih memiliki tanggungan wajib untuk membayar barang dan jasa beserta bunganya. Bunga utang tidak memberikan apapun kecuali kewajiban pembayaran.
Sedangkan menurut Financial Planner & Crypto Enthusiast Aidil Akbar Madjid, dia menyarankan untuk tidak mengambil utang konsumtif dengan alasan tidak memberikan keuntungan lain dari utang konsumtif. Namun ada pengecualian, yaitu utang konsumtif tersebut digunakan untuk membeli barang yang dengan langsung bisa menghasilkan pendapatan.
Salah satu contoh yang mungkin bisa dijadikan studi kasus adalah seorang fotografer pernikahan yang ingin membeli kamera baru karena ada order pemotretan pernikahan untuk minggu depan yang bisa memberikan pendapatan sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Di dalam kasus ini, si fotografer bisa membeli kamera baru dengan memakai kartu kredit dan dibayar lunas bulan depannya saat jatuh tempo.
Sebaliknya, jika dalam kurun waktu 3 bulan terakhir si fotografer sedang sepi orderan, maka tidak perlu membeli kredit jika perlu kamera baru karena si fotografer tidak mendapatkan sumber dana untuk membayar utangnya.
Dengan alasan tersebut, Aidil memberikan 2 rambu-rambu yang tidak boleh disepelekan dalam utang konsumtif, yaitu bunga dan tenor pinjaman.
Prinsip keuangan yang perlu kalian catat adalah kartu kredit merupakan dana talangan yang wajib dilunasi saat tagihan datang dan pastikan sudah ada dana yang disiapkan untuk membayar utang tersebut.
Keuntungan kartu kredit
Lalu adakah keuntungan yang bisa didapatkan saat menggunakan kartu kredit? Tentu saja ada! Kalian bisa memanfaatkan keuntungan ini jika sedang ada bonus atau diskon saat transaksi dengan menggunakan kartu kredit.
Contohnya ketika kalian memberli ponsel baru dengan banderol Rp 20 juta. Kalian sebenarnya ada dana sebesar Rp 20 juta, tapi karena ada penawaran berupa diskon dan cashback jika menggunakan kartu kredit, maka kalian bisa menggunakan kartu kredit yang kalian miliki. Tapi jangan lupa untuk membayar tagihan bulan depan secara lunas! Karena dengan demikian kalian tidak akan dikenai bunga kartu kredit, tapi mendapatkan potongan harga, sehingga kalian bisa mengumpulkan banyak bonus saat melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit, tapi tetap pastikan jika dana untuk membayar tagihannya sudah tersedia.
Kartu kredit adalah alat, jadi kalian tetapi bisa menggunakan kartu kredit tersebut untuk hal-hal bisa mendorong produktivitas. Kartu kredit juga termasuk mudah untuk melakukan pembayaran. Jadi kalian bisa menggunakan kartu kredit untuk pembayaran kewajiban dengan tepat waktu.
Ada beberapa tips yang bisa kalian pakai untuk menjauhkan kalian dari tagihan cicilan kartu kredit yang tidak pernah selesai:
1. Jangan menggunakan kartu kredit dengan nominal yang hanya bisa kalian bayar dengan cicilan minimal setiap bulan. Ini artinya kalian masih belum mampu untuk membeli barang tersebut jika dicicil secara minimal. Akibat situasi inilah banyak orang terjebak dengan cicilan kartukredit yang tidak pernah lunas, karena syarat minimal pembayaran kartu kredit hanya 10% dari total transaksi pembelian.
Seperti yang diketahui, bunga kartu kredit ini bisa terbilang tinggi, bisa mencapai 2% setiap bulannya. Jika kalian membayar cicilan secara minimal, utang pokoknya baru terbayar sedikit karena banyak disedot untuk pembayaran bunga kartu kredit.
2. Jadikan pembayaran kartu kredit sebagai prioritas. Gunakan kartu kredit jika kalian yakin memiliki uang atau yakin ada uang yang masuk untuk dibayar saat jatuh tempo.
Semoga dengan adanya rambu-rambu ini, keuangan kalian bisa menjadi bijak sebelum mengajukan utang konsumtif seperti pemakaian kartu kredit kalian.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian berminat untuk mengajukan utang konsumtif setelah mengetahui rambu-rambu yang sudah dijelaskan di atas?

INTIP TIPS BERIKUT BIAR ENGGAK TEKOR PAKAI KARTU KREDIT BUAT PARA MILENIAL

INTIP TIPS BERIKUT BIAR ENGGAK TEKOR PAKAI KARTU KREDIT BUAT PARA MILENIAL

Kartu kredit menjadi salah satu media pembayaran yang bisa dipakai siapa saja dan kapan saja. Kartu multifungsi ini sudah menjadi gaya hidup milenial karena biasanya kartu kredit sering sekali memberikan penawaran menarik dan kemudaha sehingga banyak sekali promo yang bertebaran, mulai dari cicilan 0% hingga diskon.
Namun dalam proses penggunaannya, kaum milenial diharapkan untuk bisa bijak karena jika digunakan dengan sembrono, itu bisa menjadi ‘senjata makan tuan’. Perencana keuangan Shierly menjelaskan bahwa sebelum membuka kartu kredit, perlu diperhatikan untuk memilih kartu kredit sesuai dengan kebutuhan si pengguna. Lembaga keuangan perbankan biasanya akan memberikan beberapa pilihan kartu kredit dengan tidak lupa beragam penawaran menarik.
Si pengguna juga harus tahu tentang limit kartu kredit yang dimiliki. Kartu kredit ini biasanya memberikan batasan dua sampai tiga kali gaji. Si pengguna setidaknya menghindari penarikan tunai dengan kartu kredit dikarenakan ada bunga yang cukup besar, yaitu sekitar 2,5% per bulannya.
Selain itu, si pengguna juga wajib membayar tagihan sebelum jatuh tempo supaya tidak kena bunga keterlambatan dan hal tersebut bisa mempengaruhi skor kredit. selain itu, Shierly juga memberitahu untuk selalu melakukan pengecekan tagihan bulanan dengan teliti dan jangan sampai menggunung.
Masalah yang sering dialami kaum milenial ketika menggunakan kartu kredit adalah mereka menggunakan kartu kredit lebih banyak dari yang mampu dibayar per bulannya dan kadang masalah ini membuat mereka jadi keteteran untuk membayar tagihan bulanannya. Shierly menambahkan jika cicilan kartu kredit dan utang konsumtif lainnya sebaiknya tidak lebih dari 15% dari total penghasilan.
Beliau juga mengingat kepada pengguna kartu kredit untuk selalu menjaga kerahasiaan data kartu kredit yang dimiliki karena kartu kredit adalah benda yang sering disangkutpautkan denga kejahatan, terutama pembobolan rekening. Si pengguna juga perlu berhati-hati dan menghindari pembagian beberapa data atau informasi penting seperti nomor CVV ke orang lain. Bahkan saat bertransaksi secara online pun, jangan pernah memberikan kode OTP kepada orang lain. Telitilah sebelum bertransaksi baik online maupun offline dan jangan pernah meminjamkan kartu kredit kepada siapapun.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa kalian pernah melakukan beberapa hal yang sudah disebutkan di atas?

INTIP JENIS KARTU KREDIT YANG DIPAKAI LISA BLACKPINK!

INTIP JENIS KARTU KREDIT YANG DIPAKAI LISA BLACKPINK!

Mata fans tertuju ke kartu kredit yang biasa dipakai oleh Lisa BLACKPINK. Lisa telah membeli rumah di Seongbuk-dong, Seoul seharga 7,5 miliar won (Rp 91,3 miliar). Hal ini diungkapkan oleh sesama anggota Jisoo BLACKPINK di unggahan video Youtube pribadinya berjudul ‘COLOGNE Vlog’ pada 31 Januari 2023.
Dalam video tersebut, Jisoo dan Lisa mengunjungi pasar Natal di Cologne, Jerman. Mereka berdua membeli banyak minuman berakohol dengan beragam rasa di toko yang sama. Saat melakukan pembayaran, netizen tertuju pada kartu kredit di dompet milik Lisa. Selanjutnya pada tanggal 1 Februari, sebuah artikel muncul di komunitas online yang membahas kartu kredit Lisa. Artikel tersebut sudah dilihat lebih dari 32 ribu dalam waktu 2 jam dan menerima 200 komentar.
Artikel mengungkapkan bahwa kartu kredit yang digunakan Lisa adalah jenis Hyundai ‘The Black Edition 3’ yang diketahui pernah dipakai oleh Lee Jung Jae dan pernah menjadi viral. Sebelumnya dilaporkan bahwa wakil ketua Hyundai Card Chung Tae Young memberikan nomor kartu VVIP unik kepada Lee Jung Jae pada Desember 2022.
Beliau mengunggah foto bersama Lee Jung Jae di Facebook dengan caption “Kami telah berteman selama 20 tahun, dan dia adalah seorang bangsawan yang berharga yang selalu menginspirasi kami dengan tingkat imajinasi yang berbeda. Saya meberinya kartu hitam nomor 456 untuk memperingati drama hitsnya ‘Squid Game’”.
Kartu Hyundai ‘The Black Edition 3’ merupakan kartu kredit eksklusif dengan iuran tahunannya mencapai 2,5 juta won, yang dikeluarkan hanya 0,05% orang Korea yang memiliki status sosial dan kemampuan ekonomi tingkat atas dan juga mendapatkan undangan dari kartu Hyundai. Selain itu, kartu ini hanya bisa dikeluarkan setelah mendapatkan persetujuan penuh dari Approval Committee yang terdiri delapan eksekutif, termasuk Vice Chairman Chung. Hanya 1.000 orang yang bisa menerima kartu kredit tersebut.
Tidak hanya Lee Jung Jae dan Lisa, pengguna kartu hitam lainnya termasuk 2 member BTS Jin dan Jungkook, aktris Jun Ji Hyun, dan G-Dragon BIGBANG. Wakil Ketua Chung menyebutkan dalam sebuah wawancara bahwa kartu hitam khusus ini jumlah anggotanya tidak lebih dari 1.000 karena mereka menerapkan dasar dan kriteria yang ketat.
Berbicara mengenai aset Lisa BLACKPINK hingga bisa memiliki aset tersebut, publik harus melihat dulu koleksi mobil pribadinya yang mencerminkan kekayaan si rapper. Diungkapkan bahwa Lisa setidaknya memiliki 5 mobil yang beragam, mulai dari mobil ramah lingkungan hingga yang super mewah sejenis Rolls-Royce dan beberapa supercar yang terkenal dengan performa kelas kakap.
Jadi kalian kaget atau biasa saja dengan kekayaan yang dimiliki Lisa BLACKPINK? Apakah kalian juga ingin memiliki kartu kredit yang dimiliki Lisa?

MASYARAKAT SUKA BELANJA SECARA IMPULSIF, KIRA-KIRA KENAPA YA?

MASYARAKAT SUKA BELANJA SECARA IMPULSIF, KIRA-KIRA KENAPA YA?

Belanja menjadi salah satu proses healing yang sering dilakukan oleh banyak orang. Namun fenomena belanja secara implusif menjadi perhatian khusus bagi penasehat keuangan. Bukan tanpa sebab, kebiasaan ini sering memunculkan perasaan ingin membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan dan akhirnya menjadi boros dan overbudget karena pengeluaran yang berlebihan.
Dilihat dari data yang disediakan Global Web Index (GWI), berbagai generasi memiliki alasan tersendiri dan menjadi penyebab utama mengapa masyarakat bisa berbelanja secara impulsif. Simak data di bawah berikut ini:
1. Dapat untung dari penawaran menarik
– Gen Z : 43%
– Milenial : 46%
– Gen X : 52%
– Baby Boomers : 58%

2. Apresiasi diri sendiri/self-reward
– Gen Z : 39%
– Milenial : 38%
– Gen X : 44%
– Baby Boomers : 40%

3. Proses checkout yang mudah dan cepat
– Gen Z : 37%
– Milenial : 0%
– Gen X : 0%
– Baby Boomers : 0%

4. Menyenangkan karena membeli barang baru
– Gen Z : 37%
– Milenial : 39%
– Gen X :30%
– Baby Boomers : 0%

5. Tidak ingin ketinggalan (dengan penawaran terbatas)
– Gen Z : 36%
– Milenial : 37%
– Gen X : 43%
– Baby Boomers : 37%

6. Daya tarik estetika
– Gen Z : 0%
– Milenial : 34%
– Gen X : 0%
– Baby Boomers : 26%

7. Potensi penggunaan di masa depan
– Gen Z : 0%
– Milenial : 0%
– Gen X : 30%
– Baby Boomers : 31%
Dalam laporan tersebut, Global Web Index (GWI) menyatakan terdapat alasan yang berbeda-beda dari tiap generasi ketika berbelanja. Mulai dari bisa mendapatkan keuntungan dari penawaran menarik, proses yang mudah dan cepat selama checkout barang, ini ternyata bisa mempengaruhi belanja dari tiap generasi. Survei ini didapatkan GWI dari 11.049 responden yang melakukan pembelanjaan impulsif di seluruh dunia. Responden yang mengikuti survei ini berada di kisaran usia 16-64 tahun yang berasal dari 12 negara.
Jadi belanja impulsif itu tidak melihat berapa usia kalian dan dari generasi mana kalian. Pembelanjaan yang impulsif bisa memberikan efek yang cukup buruk untuk kondisi keuangan kalian karena pembelian barang yang sebenarnya tidak menjadi prioritas utama kebutuhan. Jadi sebaiknya, buat daftar barang-barang apa saja yang menjadi prioritas utama untuk dibeli.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian termasuk golongan yang suka belanja secara impulsif atau belanja sesuai dengan kebutuhan?

VENEZUELA: AKIBAT INFLASI TINGGI, KARTU KREDIT TIDAK BERHARGA

VENEZUELA: AKIBAT INFLASI TINGGI, KARTU KREDIT TIDAK BERHARGA

Akibat inflasi tinggi dan pembatasan oleh pemerintah Venezuela, kartu kredit kehilangan kegunaannya. Hal ini memperburuk kondisi penduduk bergaji rendah yang sedang memeras darah dan keringat untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Selama krisis ekonomi, Pemerintah Venezuela membuat persyaratan pinjaman perbankan yang cukup ketat, yaitu memberikan izin kepada bank untuk meminjamkan maksimal 27% dari arus kas mereka. Hal ini yang menyebabkan pemilik bisnis lokal lebih memilih mencari pinjaman ke luar negeri.
Meskipun di bawah kepemimpinan Presiden Nicolas Maduro pemerintah sudah mulai melonggarkan kebijakan kontrol mata uang di tahun 2019 dan membebaskan bank-bank lokal membuka rekening berdenominasi dollar, masih banyak pembatasan kredit yang masih berlaku. Sala satu staf administrasi, Lina Pereira bahkan menyebutkan jika kartu kredit sudah tidak berguna.
Pereira mengatakan jika kedua kartu kredit miliknya memiliki limit yang rendah. Orang tuanya membeli peralatan rumah tangga dan komputer dengan kartu kredit, tapi sekarang benda tersebut hanya tinggal kenangan bagi masyarakat Venezuela. Saat pendapatan menurun dan biaya hidup semakin mahal, kartu kredit kerap kali menjadi ‘pahlawan’ bagi banyak orang untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Pereira juga menambahkan jika bank tidak punya cara untuk meminjamkan uang dan mereka butuh pinjaman. Dia mengaku jika limit kartu kreditnya hanya 2 dollar AS (Rp 30 ribu) per bulan. Dengan limit sekecil itu, dia tidak bisa membeli makanan dengan kartu kreditnya.
Menurut pengawa perbankan Venezuela, di akhir Desember 2022 sendiri kartu kredit hanya menyumbang 2 persen—sekitar 16 juta dollar AS atau Rp 243 miliar ke portofolio kredit beberapa bank Venezuela. Padahal di tahun 2012 sendiri kartu kredit masih memberikan kontribusi sebesar 12%, sedangkan untuk saat di Republik Dominika dan Bolivia, kartu kredit hanya menyumbang 5% ke portofolio kredit bank. Hal ini dijelaskan menurut regulator masing-masing negara. Salah seorang eksekutif perbankan Venezuela menyebutkan jika hiperinflasi dan regulasi yang menyebabkan berakhirnya kredit konsumtif.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

GIMANA SIH CARA MUDAH DETEKSI INVESTASI BODONG?

GIMANA SIH CARA MUDAH DETEKSI INVESTASI BODONG?

Ramainya perbincangan mengenai investasi bodong seperti Indosurya, Tamasia, dan lainnya meningkatkan kekhawatiran masyarakat yang ingin menginvestasikan dananya di beberapa investasi keuangan.
Hal pertama yang menentukan sebuah investasi disebut ilegal atau bodong adalah dari perizinannya. Meskipun demikian, ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk mendeteksi investasi bodong sejak awal. Langkah ini bisa dilakukan baik sebelum maupun sesusah melakukan pengecekan legalitas.
Sebenarnya, hal ini sudah sering dibahas di berbagai media, namun melihat imbal hasil tawaran investasi memiliki beberapa cara. Bisa dilakukan perbandingan imbal hasil yang ditawarkan dengan investasi sejenis, baik yang ada di pasar modal, perbankan, atau yang lain.
Semisal ada penawaran sebuah ‘simpanan’ dengan imbal hasil yang jauh lebih besar daripada deposito perbankan, BPR, dan bank digital, dan sebuah lembaga non-bank, hal tersebut layak dicurigai. Langkah berikutnya adalah bisa melakukan pengecekan legalitas perusahaan tersebut.
Namun bagaimana jika tawaran investasi berasal dari perusahaan yang legal? Ini tentu saja merupakan sebuah tawaran yang sulit. Bayangkan jika perusahaan legal menawarkan investasi yang menggiurkan, kenapa tidak diambil? Hal yang bisa ditanyakan ke pihak yang menawarkan adalah seputar penjaminan imbal hasil. Jika mereka menyebutkan bahw imbal hasil terjamin, maka hal tersebut patut dicurigai. Perlu diketahui bahwa hanya ada dua jenis investasi yang bisa dijamin modal dan imbal hasilnya.
Yang pertama adalah simpanan bank baik berbentuk tabungan atau deposito dengan nominal dan tingkat suku bunga yang sesuai denga ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kedua adalah surat berharga negara (SBN), yang modal dan imbal hasil dijamin oleh negara. Selain kedua instrument tersebut, tidak ada invesitasi mana pun yang imbal hasilnya dijamin. Maka berhati-hatilah jika ditawari produk investasi seperti ini.
Imbal hasil dan resiko itu selalu berbanding lurus. Tidak ada investasi yang rendah resiko tapi imbal hasilnya tinggi. Resiko yang rendah tentu akan memberikan imbal hasil yang rendah pula dan dari fakta ini pula, seharusnya bisa memilah mana yang investasi sungguhan dan mana yang hanya tipu-tipu.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa kalian setuju dengan penjelasan di atas?

PINJOL DAN PAYLATER: BOM WAKTU YANG BISA MELEDAK KAPAN SAJA

PINJOL DAN PAYLATER: BOM WAKTU YANG BISA MELEDAK KAPAN SAJA

Penawaran kredit tanpa agunan (KTA) dari bank via pesan yang sempat meledak beberapa tahun yang lalu kini sudah mulai jarang terdengar. Ini terjadi karena semakin menjamurnya perusahaan fintech yang menawarkan kemudahan pinjaman secara online alias pinjol dan paylater yang membuat pamor KTA bank menurun.
Sebenarnya pinjol dan paylater masih tergolong KTA, yang membedakan adalah pinjol dan paylater ditawarkan via platform digital perusahaan teknologi finansial. Pinjaman tanpa agunan sebenarnya sudah ada sejak lama, yaitu utang kartu kredit. limit kartu kredit menjadi batas maksimal seseorang bisa melakukan pinjaman dari bank penerbit tanpa harus menaruh agunan.
Banyak orang yang senang dan bangga jika bank penerbit memberi limit besar untuk kartu kreditnya. Dengan munculnya pinjol dan paylater, berutang kini jadi semakin mudah dan cepat. Bahkan orang yang tidak memiliki harta tetap pun bisa melakukan pinjaman. Dan ini sangat berbeda dengan utang kartu kredit. Namun bank hanya mau menerbitkan kartu kredit kepada mereka yang layak secara keuangan. Sebelum kartu kredit diterbitkan pertama kali di Indonesia oleh Bank Duta di akhir 1980-an.
Pinjol dan paylater terlihat begitu menarik dan menggoda, tidak ada resiko yang dihadapi peminjaman karena tidak ada harta tetap debitur yang dapat disita dan dilelang oleh kreditur. Stereotip tentang mengambil pinjol dan paylater itu menguntungkan tidaklah tepat. Coba kalian lihat dari sisi pemberi pinjaman.
Menurut sudut pandang dari kreditur, produk ini sangat beresiko walaupun ada beberapa yang sudah memanfaatkan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK. Kecuali program bantuan pemerintah untuk kaum ekonomi menengah ke bawah dan usaha mikro, seharusnya tidak ada bank dan perusahaan pembiayaan yang bersedia untuk menyalurkan kredit tanpa pengaman dan ikatan yang diperlukan. Prinsip dasar pemberian kredit dan pengelolaan bank di mana pun sama, harus hati-hati.
Tanpa agunan, untuk memperoleh spread atau net interest margin, adalah selisih suku bunga kredit dan suku bunga simpanan sebesar 5%, bank dan perusahaan pembiayaan harus bersedia untuk menghadapi 100% dana tidak dikembalikan. Hampir tidak ada bisnis lain yang memiliki resiko kerugian setinggi ini. Kebobolan sampai 100% ini tidak terjadi jika ada agunan.
Namun pada kenyataannya, dengan prinsip teliti dan ketat saja, kredit macet perbankan kadang mencapai batas maksimal yang ditetapkan oleh bank sentral. Terutama ketentuan tentang agunan ini dilonggarkan. Tanpa adanya agunan bernilai material yang dapat direalisasikan untuk mengurangi kerugian kredit yang disalurkan, kreditur hanya menjadi lembaga nirlaba dan susah untung.
Dengan besarnya resiko pinjol dan paylater ini, masuk akal jika bunganya tinggi, sesuai dengan kredo high-risk, high-return. Pinjol memiliki bunga 0,3% sampai 0,4% per harinya (lebih dari 100% per tahun), sedangkan paylater 3% hingga 5% tiap bulannya. Ini sama saja dengan lintah darat yang berdasi.
Yang membuat hal ini menarik adalah OJK tidak melarang atau pun membatasi bunga tersebut. Dibanding dengan bunga kredit lainnya seperti kredit modal kerja, kredit investasi, KPR, KPA kredit multiguna, bahkan utang kartu kredit, suku bunga tersebut beberapa kali lipat dan mencekik leher.
KTA atau apa pun bentuk dan namanya, tidak ditawarkan untuk semua orang. Kredit ini seharusnya hanya untuk para karyawan perusahaan yang payroll atau penggajian bulanan yang menggunakan bank dan angsuran dilakukan dengan autodebet, tentu dengan persetujuan karyawan dan perusahaannya. Ini termasuk KTA yang tidak terlalu beresiko. Suku bunga yang dikenakan juga termasuk manusiawi.
Karena siapa saja bisa mengambil pinjol dan paylater, jangan kaget jika seandainya kalian menyaksikan banyak peminjam yang akhirnya terlilit utang. Dengan tidak adanya penghasilan yang memadai, tidak semua orang bisa memiliki harta tetap, sementara kapasitas untuk membayar utang juga terbatas.
Oleh karena itu, mereka hanya pasang badan jika kreditnya macet, walaupun nantinya mereka nantinya diteror, diancam, ataupun diviralkan di sosial media. Orang-orang yang tidak mampu membayar pinjol maupun paylater akan membludak. Diharapkan pihak otoritas dan regulator mampu mengantisipasi, sehingga kejadian membawa petaka ini tidak terjadi lagi.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian ada pengalaman pinjol atau paylater?

KARTU KREDIT SYARIAH KIAN DIMINATI DI UEA

KARTU KREDIT SYARIAH KIAN DIMINATI DI UEA

Minat konsumen terhadap instrumen pembayaran pembiayaan, termasuk kartu kredit dan pinjaman syariah mengalami peningkatan di Uni Emirat Arab (UEA) selama kuartal akhir 2022. Menurut suvei yang dilakukan Bank Sentral UEA, pertumbuhan permintaan pinjaman pribadi tercatat di sebagian besar kategori, kecuali untuk non-investasi perumahan. Survei mengungkapkan bahwa permintaan kredit terus mengalami pertumbuhan di sektor korporasi. Faktor-faktor seperti penjualan pelanggan, investasi aset tetap, prospek pasar ekonomi, keuangan dan perumahan, dan perubahan pendapatan terus memainkan peran dalam menentukan permintaan kredit.
Survei menunjukkan bahwa selera konsumen untuk pembiayaan mengalami kenaikan pada kuartal IV 2022 di tengah tren pertumbuhan yang melambat sejak pertengahan 2022. Bank dan perusahaan pembiayaan diharapkan penyaluran pembiayaan tetap kuat, terutama untuk segmen pinjaman pribadi pada kuartal selanjutnya. Sebuah laporan menjelaskan bahwa peningkatan permintaan pinjaman berasal dari peningkatan moderat di semua emirat selama kuartal tersebut dan yang paling signifikan berasal dari Dubai.
Berdasaarkan hasil survei, penyebab tingginya minat terhadap instrumen kredit yaitu adanya efek positif dari prospek perumahan dan pasar keuangan yang membaik dan adanya perubahan pendapatan yang lebih besar. Di lain pihak, tingkat suku bunga yang lebih tinggi juga menentukan permintaan pembiayaan selama tiga bulan terakhir.
Untuk faktor utamanya sendiri, yang menyebabkan perubahan minat bank dan multiguna untuk menyalurkan pinjaman pribadi di kuartal IV 2022 adalah kualitas portofolio aset bank, perbedaan kelayakan pembiayaan calon debitur dan toleransi resiko, serta prospek ekonomi secara keseluruhan.
Untuk hal pinjaman kepada korporasi dan usaha kecil sendiri, data bulan Desember 2022 menunjukkan adanya peningkatan yang kuat dalam permintaan pinjaman bisnis dengan pertumbuhan yang solid di seluruh emirat. Permintaan pinjaman untuk manufaktur, pengembangan properti, konstruksi, transportasi, penyimpanan dan komunikasi yang juga relatif kuat.
Jadi bagaimana menurutmu? Apa kalian setuju dengan penjelasan di atas?

DEMI KEAMANAN, PENYEDIA KARTU KREDIT DI AS GUNAKAN SISTEM PELACAKAN PEMBELIAN SENJATA DI PENGECER

DEMI KEAMANAN, PENYEDIA KARTU KREDIT DI AS GUNAKAN SISTEM PELACAKAN PEMBELIAN SENJATA DI PENGECER

Discover Financial Services sebagai penyedia kartu kredit akan memberikan jaringannya izin untuk melacak pembelian senjata di pengecer mulai bulan April 2023. Kebijakan ini diharapkan nantinya bisa membantu pihak yang berwenang untuk menyelidik tindak kejahatan yang berhubungan dengan senjata.
Perlu diketahui bahwa kartu kredit ini akan diproses menggunakan kode yang nantinya digunakan untuk mengidentifikasi penjualan berdasarkan sektor seperti toko swalayan, restoran, dan lainnya. Discover memutuskan untuk mebuat kebijakan ini setelah Organization for Standardization (ISO) menyetujui adanya kode khusus untuk para pengecer senjata pada September 2022.
Walaupun kode tersebut tidak akan menunjukkan barang-barang yang dibeli, namun beberapa politis Republik menentang langkah tersebut dengan dalih hal tersebut termasuk pelanggaran privasi warga AS yang membeli senjata legal dan sah.
Juru bicara Discover menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap fokus untuk melindungi dan mendukung pembelian yang sah di jaringannya sekaligus melindungi privasi dari pemegang kartu. Visa Inc., MasterCard., dan American Express Co. sebagai perwakilan rekan-rekan utama Discover enggan memberikan komentar mengenai jadwal perkenalan kode baru.
Salah seorang perwakilan ISO yang berbasis di Jenewa menyatakan jikan kode baru yang disebut “5723 – Gun and ammunition shop” akan mulai tersedia untuk bisa digunakan oleh lembaga keuangan mulai akhir Februari. Keputusan untuk menggunakan kode kategori merchant baru nanti akan diserahkan kepada pengguna di industri ini.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds