Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [2]

Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [2]

Minggu lalu Saya telah membahas mengenai tingkatan level yang ada pada kartu kredit. [Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [1]]

Kalau Anda ingat, pada level pertama hampir semua orang bahkan semua orang paham bahwa kartu kredit digunakan sebagai fasilitas pembayaran, entah itu di mall maupun di marketplace.

Kemudian level kedua yang tidak banyak orang tahu, bahwa kartu kredit ternyata bisa kita jadikan sebagai dana cadangan di bisnis kita.

      

Dan di level ketiga yaitu level yang menentukan sukses tidaknya bisnis Anda, menjadikan kartu kredit sebagai solusi permodalan dalam bisnis.

 


 

Jika kita sudah berbicara mengenai permodalan, maka kita harus melihat bisnis apa yang akan kita kembangkan, karena setiap bisnis mempunyai pola pembiayaan yang berbeda-beda.

Ada bisnis yang memiliki pola pembiayaannya sedikit demi sedikit tetapi konsisten, ada pula bisnis yang membutuhkan pembiayaan yang besar tetapi jarang-jarang.

Lalu bagaimana Anda bisa mengetahui pola pembiayaan bisnis yang cocok bagi bisnis Anda?

Untuk hal ini tentu kita tidak bisa membicarakannya secara umum, karena kembali lagi bahwa setiap orang memiliki pola bisnis yang berbeda-beda

 


Bagaimana jika Saya membaca buku-buku bisnis?

Bisnis tiap orang berbeda-beda, jika sekedar menjadikannya sebagai referensi mungkin it’s ok.

Namun lebih bagus lagi jika Anda langsung belajar bersama seseorang yang sudah lebih paham mengenai bisnis Anda.

Anda bisa bergabung di kelas Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI], sebab disana kita bisa saling sharing mengenai bisnis apa yang ingin Anda kembangkan.

 


 

Saya membuka bisnis kafe, maka planning-nya tentu akan berbeda dengan ketika Saya mencoba untuk membuka bisnis pengiriman ekspedisi.

Ilmu yang dibutuhkan juga jauh lebih kompleks dan tentu saja akan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda di setiap jenis bisnisnya.

Lalu kenapa banyak orang terjerumus di kartu kredit?

Karena Anda belum paham level 1 dan 2 tetapi sudah melompat ke level 3 tanpa arahan orang yang lebih berpengalaman, semuanya diputuskan sendiri dan dilakukan sendiri

“ Bisa Masuk Tapi Gak Bisa Keluar ”, artinya dia berbisnis menggunakan modal kartu kredit tetapi ia tidak bisa melunasi kartu kreditnya karena omset yang didapatkan lebih kecil daripada pengeluaran bisnisnya.

Yang lebih parah adalah begitu punya kartu kredit, langsung digunakan untuk berbisnis tanpa paham aturan bisnis yang benar, membeli dan membelanjakan tanpa tahu prosedur kemudian tiba-tiba jatuh.

 


 

Di level 3 kita akan lebih intensif, artinya menyelesaikan masalah atau saling berdiskusi sesuai dengan permasalahan yang ada.

Di Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI] kita akan lebih condong kepada praktek apa yang Anda akan lakukan, Anda bisa berkonsultasi mengenai penggunaannya seperti apa.

Apalagi jika sudah ada model bisnisnya, tentu kita harus paham mengenai modal yang dibutuhkan, konsepnya seperti apa, otomatis kita tentu khusus akan berbicara pada bisnis itu saja.

Intinya di level 3 ini kita akan lebih condong kepada yang namanya pendampingan, bukan pengajaran karena pengajaran sudah kita dapatkan di level 1 dan 2.

Sekali lagi di level 3 harus ada case terlebih dahulu, setelah itu kita memikirkan strategi seperti apa yang akan digunakan dan bagaimana cara yang bagus untuk membuat bisnis berkembang, karena Saya tidak bisa mengajarkan satu teknik bisnis kemudian digunakan untuk banyak bisnis.

Share if you like this



About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [1]

Berada di Level Berapakah Anda Sebagai Pengguna Kartu Kredit? [1]

Jika kita bermain dengan yang namanya kartu kredit, sebenarnya ada 3 level yang harus Anda lewati.

Nah jadi berada di level berapa Anda sekarang sebagai pengguna kartu kredit ?

 


 

Perlu dipahami bahwa di setiap level, ada skill dan latihan yang harus dilewati. Apa saja itu?

FASILITAS PEMBAYARAN

Di level pertama ini kartu kredit hanya dijadikan sebagai fasilitas pembayaran.

Contohnya seperti ketika kita beriklan di facebook atau berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.

Jika hanya digunakan untuk fasilitas pembayaran, semua orang tentu sudah tahu dan paham tentang kegunaan tersebut bukan ?

Nah, ketika Anda sudah bisa menjadikan kartu kredit sebagai fasilitas pembayaran, maka pembelajaran atau pemahaman yang harus dipahami selanjutnya adalah mengenai metode pembayaran.

Disini Anda harus bisa membedakan mana metode pembayaran yang murah dan mana yang mahal.

      

Anda mengatakan bahwa minimum payment mahal, kemudian Anda mengambil inisiatif merubahnya menjadi cicilan maka jatuhnya akan lebih murah, hal ini adalah skill-skill yang perlu Anda pelajari dan pahami, mengetahui mana pemakaian metode yang cocok dan tidak untuk Anda.

Jika Anda sudah menguasai hal tersebut, Anda bisa melanjutkan pada level berikutnya.

 


 

DANA CADANGAN

Pada level ini tidak semua atau jarang orang ketahui yaitu menggunakan kartu kredit sebagai dana cadangan.

Di level kedua, penggunaan kartu kredit sebagai dana cadangan memiliki peran yang sangat vital, itulah kenapa Saya mengajarkan di Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI] cara mendapatkan kartu kredit dengan limit yang besar.

Perlu dipahami, jika Anda belum menemukan bisnis yang tepat, maka dana tersebut jangan dijadikan bisnis dahulu

Kenapa ?

Karena sebenarnya dana ini untuk memenuhi fungsi kartu kredit di level 2, yaitu sebagai DANA CADANGAN

Menariknya jika dibandingkan dengan yang lain, kartu kredit bisa dikatakan paling sempurna untuk dipergunakan sebagai dana cadangan, artinya jika Anda memiliki limit kartu sebesar 100 juta kemudian Anda tidak menggunakannya, maka Anda tidak dibebani angsuran sebesar 100 juta.

Maka Saya katakan sekali lagi, kartu kredit memiliki peran yang sangat vital, apalagi saat Anda akan memulai untuk berbisnis

Kenapa ?

Dana cadangan itu sangat penting, karena PENGHASILAN ANDA TIDAK PASTI SEDANGKAN PENGELUARAN ANDA PASTI

Apalagi jika ada kebutuhan-kebutuhan mendadak yang harus dikeluarkan secara tiba-tiba dan diluar dugaan.

Jika hal ini terjadi maka mau tidak mau kita membutuhkan yang namanya dana cadangan untuk meng-cover-nya, sebab jika tidak segera ditangani otomatis bisnis juga akan ikut terkendala.

 


 

SOLUSI PERMODALAN BISNIS ANDA

Jika Anda sudah menguasai atau mencapai level 1 dan 2, Anda bisa melanjutkan pada level ketiga, yaitu MEMBUAT KARTU KREDIT SEBAGAI SOLUSI PERMODALAN BISNIS ANDA.

Lalu bagaimana sebenarnya kartu kredit bisa menjadi solusi permodalan bagi bisnis Anda?

Hal ini tentu saja harus dilakukan bersama-sama dengan ahlinya.

Maka dari itu di kelas Credit Card Revolution [LIHAT JADWAL DISINI] Saya akan mengajarkan bagaimana strategi, penerapan dan apa yang harus dilakukan ketika Anda menggunakan kartu kredit sampai pada level tertinggi.

Share if you like this



About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Kenapa Harus Pilih Kartu Kredit?

Kenapa Harus Pilih Kartu Kredit?

Jika Anda tengah menggunakan utang, jenis utang apa yang digunakan?

Kartu kredit, KPR, KTA atau jenis utang lainnya?

Lalu sebenarnya apa kelebihan dan kekurangan yang Anda dapatkan dari penggunaan jenis utang tersebut?

Saya akan coba menjelaskannya kepada Anda.

 

 

Jika kita membahas mengenai jenis utang, mungkin kartu kredit adalah salah satu pilihan yang terbaik.

Apa saja kemudahannya?

Terdapat Kemudahan dalam Penggunaan Kartu Kredit

Anda bisa menggunakan atau mendapat pinjaman pada kartu kredit hanya dengan modal status Anda, misalnya dengan status Anda sebagai seorang karyawan.

Lalu bagaimana dengan persyaratannya?

Syaratnya tentu sangat mudah, praktis dan yang terpenting tidak adanya jaminan yang diberikan ketika Anda mengajukan.

 

 

Hal ini tentu berbeda dari pengalaman Saya saat mengajukan utang ke bank.

Saat itu pihak bank menanyakan mengenai ada tidaknya jaminan yang Saya miliki.

Dari situ Saya meminjam jaminan milik saudara dan membawa jaminan tersebut ke bank.

Setelah itu Saya diberi pertanyaan kembali oleh pihak bank tentang bisnis apa yang Saya miliki.

Dengan jujur Saya menjawab “Usaha Saya ngutang”.

Dari perkataan itu, Saya pun mulai berdebat dengan pihak bank dengan mengatakan “Bahwa utang juga termasuk salah satu jenis usaha“.

      

Namun usaha Saya tetap gagal untuk mendapat pinjaman, sebab pihak bank mengatakan syarat utang selain mempunyai jaminan juga harus memiliki usaha dan pekerjaan.

Dan jika Anda mempunyai usaha, legalitasnya juga harus lengkap seperti adanya NPWP, SIUP dan TDP yang umurnya minimal 2 tahun.

Jadi artinya Saya harus menunggu 2 tahun untuk bisa mengajukan utang.

Celakanya 2 tahun kemudian ketika Saya mengajukan lagi ke bank yang sama dengan membawa semua persyaratan beserta kelengkapan berkas yang dibutuhkan, SAYA TETAP DITOLAK.

Kenapa ditolak?

Pihak bank beranggapan rekening Saya tidak dalam kondisi bagus.

Lalu dengan tegas Saya pun menjawab,

“Jika rekening Saya bagus, Saya tidak perlu mengambil utang”

Karena Saya mengajukan pinjaman justru untuk mengembangkan bisnis dan memperbaiki rekening Saya.

 

 

Berbicara lagi mengenai utang, siapa yang berani memberikan Anda pinjaman hingga ratusan juta hanya dengan modal fotocopy KTP, NPWP, slip gaji dan tanpa adanya jaminan?

Teman? Jika hanya 1 – 2 juta, teman mungkin bisa membantu.

Tetapi jika pinjaman sudah mencapai ratusan juta ditambah tanpa adanya jaminan mungkin akan sangat sulit didapatkan.

Jadi, the only one option adalah Kartu Kredit atau Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Tetapi Saya tidak menyarankan untuk menggunakan KTA, sebab KTA sendiri sifatnya tidak fleksibel bila dibandingkan dengan Kartu Kredit.

Kartu kredit sendiri memiliki pola yang cocok untuk teman-teman yang ingin membuka usaha, 

Kartu kredit sangatlah fleksibel

Artinya Anda tidak akan dikenakan biaya apapun jika Anda tidak menggunakannya

Berbeda dengan penggunaan KTA.

Pola KTA itu seperti ketika akan menaiki taksi, kita memanggil taksi terlebih dahulu, setelah taksi datang dan kita menaikinnya, argo otomatis akan jalan.

Artinya Anda menggunakannya atau tidak, angsuran akan tetap terus berjalan.

Inilah awal mula kebanyakan orang bisa terjerumus dalam masalah utang.

Bisnis itu sifatnya naik turun, dan KTA mempunyai sifat yang flat alias tidak naik dan tidak turun.

Hal ini tentu akan mengacaukan para pebisnis pemula dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan sangat berbahaya.

 

 

Pola utang sendiri adalah “Ketika ia butuh, ia akan mencari

Mungkin akan jadi masalah jika saat ia butuh, ia tidak mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Disini lagi-lagi kartu kredit memiliki peran penting dan sangat membantu ketika Anda membutuhkan dana secara tiba-tiba.

Dengan menggunakan kartu kredit, Anda bisa “Sedia Payung Sebelum Hujan”.

Artinya Anda bisa memakainya ketika Anda sedang membutuhkan.

 

 

Pada hukum perbankan sendiri disebutkan bahwa agunan adalah solusi terakhir penyelesaian masalah

Jadi kalau sampai terjadi masalah, maka masalah kita sebenarnya hanya sampai terkena blacklist pada kartu kredit

Jika Anda berhutang dengan menggunakan jaminan, kemudian bisnis yang Anda kelola gagal, otomatis jaminan akan tersita.

Hal itu akan sangat berbahaya bagi aset Anda.

Dengan berbekal paham mengenai tata cara penggunaan dan SOP serta mengetahui jalannya sistem, maka kartu kredit sangat cocok digunakan untuk para newbie atau pemula.

Inilah yang nantinya akan Saya bahas di buku baru Saya CCR For Newbie [ Beli Disini ].

Buku CCR For Newbie sendiri diperuntukan untuk orang-orang yang benar-benar awam atau newbie dengan yang namanya kartu kredit.

Tetapi jika Anda ingin ke tahap yang lebih lanjut, Anda bisa mengikuti kelas Saya di Credit Card Revolution [Jadwal Lihat Disini] , di CCR kita akan membahas secara MORE HIGH SPEED.

 

 

Kembali lagi pada permasalahan utang.

Ketika Anda berhutang dengan saudara ataupun teman, kemudian Anda tidak mampu untuk membayarnya, maka yang Anda dapatkan adalah sanksi sosial.

Artinya Anda akan dikucilkan atau bahasa jawanya “dirasani“.

Jika hal itu terjadi, tentu nama baik Anda akan rusak.

Anda akan di cap tidak baik di kalangan Anda, dan Anda harus ingat bahwa cap tidak baik akan susah untuk di hilangkan.

Tetapi jika Anda macet atau bermasalah di kartu kredit, biarpun Anda seorang tokoh masyarakat, Anda akan tetap menjadi seorang tokoh masyarakat.

Anda hanya akan ter-list di BI Checking.

Namun begitu BI Checking Anda selesaikan, dalam jangka waktu 6 bulan Anda sudah bisa mengajukan kredit kembali.

Oleh sebab itu Saya katakan sekali lagi bahwa kartu kredit akan aman digunakan saat Anda memahami prosedur SOP beserta sistemnya

Maka bijaklah dalam menggunakan

Share if you like this



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

KTA vs Kartu Kredit? Lebih Baik Mana?

KTA vs Kartu Kredit? Lebih Baik Mana?

Jika berbicara seputar Kredit Tanpa Agunan (KTA), Saya adalah orang yang paling anti dengan yang namanya KTA.

Saat seseorang menanyakan “Pak, mana yang lebih baik antara KTA dan Kartu Kredit?”.

Otomatis Saya akan langsung mengatakan bahwa kartu kredit jauh lebih praktis jika dibandingkan dengan KTA

Bahkan Saya berpendapat “Seseorang yang mencari KTA adalah golongan orang-orang yang putus asa“, sebab bisa jadi ketika ia ditolak saat apply kartu kredit, mereka memilih KTA sebagai pilihan terakhir.

Jika Anda sudah mengetahui tentang kartu kredit, maka Anda tidak akan memerlukan yang namanya KTA

Kenapa ?

Apa yang bisa dilakukan KTA juga bisa dilakukan oleh kartu kredit dan apa yang bisa dilakukan kartu kredit belum tentu bisa dilakukan oleh KTA

Lalu kenapa Saya tidak menyukai KTA?

KTA Tidak Fleksibel

Jika Saya ibaratkan, KTA itu seperti kita akan menaiki taksi. Taksi dipanggil, kemudian kita menaikinya dan otomatis argo akan berjalan.

Artinya argo akan tetap terus berjalan sampai Anda sampai ketempat tujuan bukan?

     

Saya selalu bertanya kepada kawan-kawan yang pernah mendapat KTA.

Ketika Saya menanyakan angsurannya berapa lama, mereka menjawab dengan waktu yang berbeda-beda, ada yang 2 tahun, 3 tahun atau bahkan 5 tahun.

Kemudian Saya menanyakan “Butuh berapa waktu untuk menghabiskan dana tersebut?“, merekapun menjawab kurang lebih hanya SATU MINGGU SAJA.

Jadi intinya dipakai atau tidak dipakai, habis atau tidak habis angsuran Anda tetap akan berjalan

Sebab ketika Anda sudah memegang banyak uang, maka…

Bisnis yang tidak seberapa bagus akan terlihat sebagai bisnis yang bagus

Barang yang tidak penting akan menjadi penting

Barang yang tidak diinginkan akan menjadi keinginan

Inilah sifat dasar dari KTA

Selain ketidak fleksibelan, KTA juga sangat tidak cocok digunakan oleh mereka yang ingin memulai bisnis.

Kenapa?

Sebab ketika Anda mendapatkan KTA sebesar Rp 50.000.000,- tetapi bisnis Anda hanya membutuhkan dana sebesar Rp 20.000.000,- maka biasanya Anda hanya akan membuang sisa uang dengan hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Tidak hanya itu, jika kita berbicara mengenai bunga, bunga KTA masih lebih besar.

Sebab jika kita memakai kartu kredit atau menggunakan cicilan online, Andapun bisa mendapatkan bunga sampai 0% selama 12 bulan sedangkan di KTA Anda bisa dikenakan bunga 1,2 hingga 1,8%.

Saat ini mungkin yang jadi pertanyaan adalah Anda mencari hutang untuk apa?

Untuk berbisnis atau hanya untuk membayar hutang lagi?

Jika Anda pergunakan hutang untuk bisnis, maka lebih baik Anda gunakan kartu kredit, sebab ketika Anda mendapatkan kartu kredit dengan limit Rp 100.000.000,- dan tidak Anda gunakan, maka Anda tidak akan dikenakan biaya apapun.

Berbeda dengan KTA, di pakai atau tidak Anda pakai pun angsuran akan tetap berjalan.

Anda mempunyai kartu kredit lalu Anda merubah ke cicilan sajapun bunganya masih lebih murah bila dibandingkan dengan KTA.

Sekali lagi Saya katakan bahwa apa yang bisa dilakukan KTA bisa dilakukan oleh kartu kredit, dan apa yang bisa dilakukan oleh kartu kredit belum tentu bisa dilakukan oleh KTA.

Semoga sharing  ini bisa menambah wawasan Anda.

Share if you like this



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Ayo Kenali Aliran Pengguna Kartu Kredit

Ayo Kenali Aliran Pengguna Kartu Kredit

Sebenarnya pengguna kredit memiliki aliran yang bermacam-macam, salah satunya adalah White Hat dan Black Hat.

Dalam aliran tersebut, ternyata masih terbagi dalam masing-masing sub kategori.

Nah, disini Saya akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai White Hat dan Black Hat.

Aliran White Hat

Aliran ini menggunakan kredit untuk modal bisnis dan pengembangan bisnis.

Aliran White Hat tidak terlalu mengagung-agungkan semua harus kredit

Artinya kalau bisa cash mereka akan membayar secara cash, jika tidak bisa barulah menggunakan kartu kredit

Mereka menganggap kartu kredit hanya sebagai ALAT BANTU

Aliran Black Hat

Aliran Credit Hunter sendiri terbagi atas 2 jenis, yaitu jenis yang SADAR dan yang TIDAK SADAR.

Mereka mencari kredit untuk bertahan hidup, jadi sifatnya mencari hutang bayar sebentar terus dimacetin, begitu seterusnya.

Banyak dari mereka yang tidak sadar telah menjadi aliran credit hunter dan tidak menyadari bahwa nyatanya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Mereka membuat tumpuan dengan cara menambal pengeluaran dengan sisa limit kartu kredit.

      

Aliran Credit Scammer

Mereka mencari keuntungan dari kelemahan sistem pada perbankan, dengan nge-hack sistem.

Pernah mendapat penawaran gesek CC luar negeri offline yang geseknya mencapai milyaran rupiah? Itulah orangnya.

Aliran Cashbacker

Mereka muncul di dunia properti, hidupnya cuma mencari cashback properti untuk membayar angsuran properti yang lain, mirip 2 Aliran credit hunter namun aliran ini dalam skala yang lebih besar.

Aliran Garong

Mereka mencari uang dari mendapatkan kredit dengan memanfaatkan data orang lain, biasanya dia membeli data nasabah kemudian memodifikasi alamat pengiriman kartu kreditnya.

Apabila Anda pernah mengalami data Anda digunakan oleh orang lain, itulah orangnya.

Di luar aliran White Hat dan Black Hat, sebenarnya masih ada aliran yang kontra.

Menurut PRESEPI SAYA (Sekali lagi ini hanyalah presepsi Saya), mereka terbagi atas 2 jenis, antara lain :

Aliran Anti Hutang yang “Organik”

Mereka memang tidak memakai hutang karena alasan ajaran agama atau memang prinsip, mereka menjalankan usahanya dengan apa adanya alias organik.

Intinya mereka tidak mau berhutang tanpa memakai embel-embel.

(Banyak kawan Saya yang seperti ini, mereka hidup damai luar dalam dan Saya sangat menghargai dan respect kepada mereka).

Aliran Anti Hutang yang “Munafik”

Mereka tidak memakai hutang dari bank mungkin dengan alasan-alasan tertentu.

Tetapi mereka mencari substitusi lain dengan berhutang kepada teman, saudara atau hutang kepada supplier.

Parahnya banyak kasus hutang dengan teman justru tidak terbayarkan.

Hutang kepada supplier tidak terbayar padahal supplier memutar uang dengan memakai hutang kepada bank.

Mereka sebenarnya masih menggunakan hutang atau mungkin memakai sistem cicilan tapi kredit yang disamarkan.

Intinya tidak menyicil bank tetapi nyicilnya ke investor, tidak mendapat bunga walaupun sebenarnya harganya sudah di up terlebih dahulu, tidak memakai kartu kredit tetapi memakai kartu kredit syariah.

Inilah yang membuat Saya bertanya-tanya.

Pak Roy sendiri pengikut aliran apa?

Sampai saat ini Saya masih konsisten di aliran White Hat, walaupun tidak bisa dipungkiri terdapat sebagian kecil oknum murid Saya yang menggunakan cara Black Hat.

Saya juga memaklumi orang yang skeptis dengan saya karena mereka menganggap penghutang itu sama.

nb : ini hanya pendapat pribadi.

Share if you like this !



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (2)

Saya melihat banyak orang, entah itu murid-murid, alumni-alumni Saya, atau bahkan orang-orang disekitar kita yang ingin kaya tapi nyatanya tidak kaya-kaya.

Terkadang bukan karena mereka tidak tahu apa yang diinginkan, tetapi rata-rata mereka “kepengennya terlalu banyak”.

Kalau istilah Saya adalah “Kebanyakan cita-cita”

 

Contohnya, seorang alumni datang ke kelas Saya dengan membawa 10 kartu kredit dan kondisinya macet semua.

Ketika masuk kelas Credit Card Revolution harapan mereka semua utangnya bisa lunas, mendapatkan penghasilan yang besar dan langsung kaya.

Saat Saya tanya bisnis apa yang diinginkan, mereka cenderung menjawab berbagai macam jenis bisnis usaha. “Saya ingin bisnis A, B, C, D dan E”.

Jika sudah berbicara seperti itu, ketika Saya tanya detailnya ia tidak bisa mendeskripsikan bisnisnya seperti apa. Inilah penyakit kebanyakan cita-cita.

Lalu bagaimana cara menyiasatinya ?

 

Digambarkan bahwa saat ini kondisi Anda sedang “Kebanyakan cita-cita”.

Sebelumnya, apakah Anda pernah mendengarkan istilah,

Jika Anda mengejar 2 kelinci secara bersamaan, maka Anda tidak akan mendapatkan kedua-duanya

 

Sampai saat ini Saya sudah memiliki 8 bisnis usaha, tapi bukan berarti semua bisnis tersebut Saya dirikan dalam waktu yang bersamaan, melainkan Saya memfokuskan dari satu bisnis ke bisnis yang lain.

Sebenarnya Anda bisa mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan.

Bagaimana caranya?

Fokuslah pada satu bisnis usaha terlebih dahulu, dan pilih mana yang kira-kira bisa Anda raih terlebih dahulu

Misalnya bisnis jualan sebuah barang, maka fokuslah pada barang tersebut.

Pada bisnis berjualan barang pilihlah transaksi yang termudah, misalnya sebagai dropshiper.

Ambil bisnis yang sumber income-nya paling cepat untuk didapatkan, jangan cari penghasilan yang terbesar terlebih dahulu.

Kenapa cari yang paling cepat ?

Karena yang Anda butuhkan saat ini adalah kemenangan-kemenangan kecil agar nantinya mental Anda dapat dipersiapkan untuk kemenangan-kemenangan yang lebih besar

Tetapi jika Anda dari awal selalu mengejar hal yang besar, maka resiko kegagalannya tentu juga akan semakin besar

 

Kembali lagi ke bisnis, beri target berapa omset yang harus didapatkan, misalnya 3 juta.

Ketika Anda sudah mencapai target tersebut, maka Anda bisa fokus ke bisnis berikutnya, lakukan strategi ini setiap Anda ingin membuka bisnis baru.

Pada akhirnya Anda pun akan mendapatkan semua bisnis yang Anda inginkan JIKA ANDA KONSISTEN.

Lebih baik fokus 1 bisnis dalam 1 tahun, maka 5 bisnis akan diraih dalam 5 tahun

 

daripada

Dalam 1 tahun memiliki 5 bisnis tapi kemudian semuanya hancur

 

Artinya dalam sebuah bisnis bangun sales marketing terlebih dahulu, kemudian buatlah sistem di setiap Anda ingin memulai bisnis.

Minimal dengan seperti ini Anda bisa fokus, dan semua cita-cita dapat tercapai.

Oleh sebab itu hal terpenting adalah…

Majulah terlebih dahulu, maka hal-hal lain akan diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (1)

Menjadi Kaya dengan Modal Kartu Kredit? (1)

Bagaimana menjadi kaya dengan modal kartu kredit?

Mungkin inilah pertanyaan yang selalu memenuhi inbox Saya, terus terang saja Saya sendiri kebingungan dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Ketika Saya menjawab “Caranya ikut workshop Saya” mereka justru marah sebab Saya dianggap hanya berniat menjual workshop saja.

Berbicara HOW TO GET RICH, tentu banyak step atau langkah-langkah yang harus dilewati.

Jika seseorang tidak berpikir panjang, pada akhirnya keinginan hanya akan jadi angan-angan yang membesar layaknya sebuah balon yang dapat meletus sewaktu-waktu.

HOW TO GET RICH, Anda perlu memiliki banyak skill, pengalaman serta mindset untuk mencapai hal tersebut.

Namun kebanyakan seseorang tidak ingin melewati langkah-langkah atau ingin kaya secara instan.

Ada satu prinsip yang Saya ingat dari mentor Saya.

Kalau boleh bercerita, saat itu kondisi Saya sangat terpuruk, tetapi kemudian Saya mulai mencoba untuk memulai lagi usaha dengan modal kartu kredit.

Dan ketika Saya mempelajari ilmu perbankan.

“Tercetuslah Sebuah Ide”

 

Saya pun berpikir jika cara ini dikombinasikan dan dikembangkan,

Maka secara teori, modal 1 MILIAR pun akan sangat mudah untuk didapat dalam kurun waktu 3 bulan saja

Namun ketika mau mempraktekan, nyatanya Saya masih RAGU

 

Bukan tanpa alasan, sebelumnya Saya pernah memiliki utang kartu kredit sebesar 350 juta, itupun hampir macet, dan tentu saja trauma itu masih ada.

Untunglah Saya memiliki seorang mentor yang mampu membangkitkan semangat yang sempat hilang.

Mentor Saya mengatakan,

Ngapain dipikir, hajar dulu! Kita gunakan prinsip Bung Karno”.

Ia mengatakan ketika Bung Karno memerdekakan Indonesia, pernahkah beliau memikirkan siapa yang akan menjadi gubernur DKI Jakarta? Siapa yang menjadi Kapolri?

Tentu saja TIDAK.

Maka dari itu, yang terpenting adalah ACTION!

Bung Karno memerdekakan Indonesia saat ada kekosongan kekuasaan, dimana Jepang menyerahkan diri, artinya disitu ada momen yang tepat untuk memerdekakan Indonesia.

Jika dilihat dari sepenggal teks proklamasi, Bung Karno mengatakan “Dengan ini Saya nyatakan kemerdekaan Indonesia, hal-hal lain akan diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.

Inilah yang menginspirasi Saya, ACTION!

Sebab jika Saya tidak mempraktekkan dan melangkahkan kaki maka 100% SAYA GAGAL

Tetapi jika Saya mempraktekkan, setidaknya ada kemungkinan 50% GAGAL dan 50% SUKSES

Prinsip inilah yang membuat Saya bangun dan sampai hari ini Saya sudah memiliki berbagai macam jenis usaha mulai dari kafe, restoran, penginapan dan lain sebagainya.

Apabila Anda ingin menjadi kaya,

Maka pikirkan mulai sekarang bagaimana cara agar omset Anda bisa meningkat 2x lipat

Jika Anda karyawan, pikirkan bagaimana penghasilan Anda bisa menjadi 2x lipat

Kalau Anda konsisten dengan pemikiran seperti ini, maka cukup 10 – 20 action saja mungkin hasilnya akan sesuai dengan yang Anda inginkan

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Cara Menghadapi Debt Collector di Sosial Media

Kali ini Saya akan menginformasikan sekaligus meng-update sebuah evolusi atau perubahan yang penting untuk kita ketahui, terutama bagi Anda yang bermasalah di kartu kredit.

Saat ini debt collector  sedang berevolusi atau mempunyai inovasi baru dalam meneror seseorang yang sedang bermasalah dengan kartu kredit.

Saat ini mereka tidak hanya menyerang via telepon maupun via sms, tetapi wilayahnya sudah merambah ke sosial media seperti WhatsApp, Line, Facebook dan sebagainya.

Maka dari itu kita pun juga harus melakukan yang namanya UPDATE STRATEGI.

Dengan berkembangnya dunia sosial media saat ini juga mempengaruhi kemudahan seseorang untuk mendapat informasi yang lebih banyak dan mendetail mengenai diri kita.

Ketika kita sedang bermasalah di kartu kredit, biasanya penagih atau istilahnya debt collector  akan melakukan penagihan via telepon ataupun via sms.

Seperti yang Saya jelaskan diatas tadi, bahwa mereka sudah mulai berani meneror melalui sosial media.

Anda harus sadar dengan jaman keterbukaan saat ini, ketika Anda memiliki sebuah account facebook, lalu nomor telepon yang Anda miliki tercantum dalam informasi, maka otomatis data-data Anda akan terlihat oleh siapapun.

Anda tentu bisa melihat bahwa facebook ini milik siapa, nomor yang tercantum milik siapa, dan dari situ mereka bisa dengan mudah melacak data Anda hanya dengan mengandalkan dunia internet.

Terdapat titik permasalahan yang kita takutkan yaitu ketika facebook terkoneksi dengan keluarga, pasangan atau anak.

Nah, tetapi ada beberapa strategi yang harus Anda pahami ketika Anda memutuskan untuk tidak atau belum sanggup untuk membayar tagihan.

Yang PERTAMA

Anda harus mulai memproteksi nomor handphone Anda

Terutama jika terkoneksi dengan aplikasi WhatsApp

 

Pada aplikasi WhatsApp jangan sekali-kali memajang foto keluarga, lebih baik pajang foto diri sendiri atau gambar-gambar lainnya.

Kenapa?

Karena beberapa kasus yang Saya temui, mereka seringkali melakukan teror dengan menyangkut-pautkan anggota keluarga.

“Bu, Anaknya bagaimana? Apa perlu Saya yang menjemput?”

 

Ucapan seperti ini mungkin terdengar halus, tapi membuat kita sebagai orangtua merasa tidak nyaman

Jika Anda ingin merubah nomor handphone Anda, pastikan untuk mematikan atau men-deactive nomor lama Anda pada aplikasi WhatsApp, dengan begitu nomor Anda tidak akan terdaftar di aplikasi tersebut.

Yang KEDUA

Pada aplikasi Facebook lakukan proteksi seperti saat seseorang menge-tag  atau menandai Anda dalam sebuah foto

 

Cek pengaturan agar postingan tersebut dapat ditampilkan di halaman facebook dengan seijin Anda sebagai pemilik akun

Kemudian setelah itu atur “Hanya Teman” untuk siapa saja yang bisa melihat postingan Anda.

Satu lagi yang harus Anda pahami, jika dulu setiap ada permintaan pertemanan selalu diterima, maka untuk saat ini “Jangan asal menambahkan pertemanan tanpa tahu siapa orangnya“.

Kurangi unggahan foto-foto yang memperlihatkan keluarga atau segala macam yang memperlihatkan identitas keluarga Anda ketika Anda sedang bermasalah di kartu kredit maupun di KTA.

Bagaimana jika sudah terlanjur ada yang menagih?

Tidak perlu BAPER, tidak perlu DIPIKIRKAN

BLOKIR SAJA

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Selain untuk Modal, Inilah Manfaat Kartu Kredit bagi Pemula

Selain untuk Modal, Inilah Manfaat Kartu Kredit bagi Pemula

Kali ini Saya akan sharing mengenai manfaat kartu kredit selain untuk modal bisnis terutama bagi para pemula atau newbie dimana garis besarnya akan Saya bahas di buku terbaru Saya yang berjudul…

CCR For Newbie

Sebenarnya Saya pribadi mengajarkan kartu kredit sebagai modal bisnis, namun tahukah Anda bahwa sebenarnya diluar sana terdapat banyak kegunaan lain dari kartu kredit itu sendiri, dengan catatan penggunaan yang produktif dan bukan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Lalu apa saja manfaat-manfaat lain selain untuk modal bisnis?

Manfaat-manfaat lain selain untuk modal bisnis, antara lain :

Standby Loan atau sebagai Dana Cadangan

 

Ketika Anda mempunyai kartu kredit dan tidak Anda gunakan, maka sebenarnya fungsi kartu kredit masih sama yaitu untuk dana cadangan Anda, sebab kita sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi dengan bisnis kita, diri kita atau masa yang akan datang.

Sebenarnya kata kunci ketika Anda mengikuti kelas di Credit Card Revolution sendiri adalah standby loan.

Kenapa?

Karena 95% Orang Hidup Tanpa Persiapan

 

Kartu Kredit sebagai Sarana Pembayaran Iklan facebook atau digital marketing

 

Ketika kita berbisnis, terutama bisnis yang sifatnya online Anda akan sangat mengandalkan yang namanya kartu kredit.

Hampir semua pembayaran dilakukan dengan kartu kredit, sebenarnya bisa saja menggunakan ATM, tapi menurut Saya hal itu sangat tidak efektif dan terlalu dipaksakan.

Saya pribadi menggunakan kartu kredit untuk membayar tools-tools  yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan internet marketing yang Saya miliki, kemudian untuk membership subscribe dan komunitas luar negeri yang subscribenya berbayar.

Tidak hanya itu, Saya juga menggunakan kartu kredit untuk membeli beberapa audiobook untuk Saya pelajari.

 

Kartu Kredit untuk Pembelian Barang

 

Sebagai contoh Anda membeli mesin digital printing, tentu Anda akan kesulitan untuk mendapatkan kredit dengan barang sebesar itu, lagi-lagi kartu kredit bisa kita jadikan solusi untuk masalah ini

Apalagi dengan adanya marketplace  seperti toko*edia ataupun buka*apak. Marketplace tersebut memberikan penawaran cicilan sebesar 0% untuk 12 bulan. Dengan menerima tawaran tersebut Anda sudah bisa melakukan produksi dengan mesin tersebut.

Diluar itu sebenarnya masih banyak manfaat-manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari penggunaan kartu kredit.

Maka dari itu “Gunakan Kartu Kredit secara Produktif !

[ WARNING! Jangan gunakan kartu kredit untuk hal-hal konsumtif ]

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Bagaimana Utang Bisa di Jadikan Kekuatan

Kali ini Saya akan membahas materi yang sedikit explicit dan sedikit berbau kontroversi, jadi bagi Anda yang berjantung lemah atau alergi terhadap utang, lebih baik jangan dibaca.

Bagaimana utang bisa kita jadikan kekuatan untuk tetap fokus dalam bekerja

Kenapa Saya menggunakan utang?

 

Karena Saya sadar, Saya adalah tipikal orang yang tidak tahan godaan alias boros.

Intinya Saya adalah golongan orang-orang yang tidak bisa menabung.

Apakah Anda orang seperti Saya?

Jika IYA, artinya kita berada pada track  yang sama.

 

Tetapi Saya tahu kondisi, kemudian Saya berpikir “Kalau terus-menerus begini, maka Saya tidak akan pernah kaya”.

Akhirnya Saya memutuskan jika penghasilan Saya lebih, maka yang akan Saya lakukan adalah menambah utang.

Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah Saya utang bukan untuk hal-hal yang tidak berguna ataupun konsumtif, tetapi Saya utang untuk berinvestasi seperti membeli properti.

Misalnya penghasilan bersih Saya sebesar Rp 15.000.000,- maka Saya akan mencari properti yang angsurannya kurang lebih kisaran Rp 7.000.000,- sampai Rp 8.000.000,-.

Dan ketika Saya membuka bisnis baru, otomatis penghasilan Saya bertambah, Saya akan kembali mencari properti dengan angsuran yang tidak melebihi penghasilan yang Saya dapat.

Untuk saat ini mungkin total angsuran Saya sudah seharga satu mobil innova.

Pertanyaannya “Apakah itu berat?

Tentu Saja

 

Tetapi Saya tidak memandang itu sebagai angsuran, maka ketika Saya bekerja, Saya akan memfokuskan diri pada angsuran tersebut.

Perlu diingat kembali, angsuran tersebut berupa properti, jadi Saya menganggap membeli properti sebagai kegiatan menabung Saya.

Tidak sedikit orang menganggap bahwa Saya kerja dan hidup hanya untuk bayar utang.

Namun cara pandang Saya berbeda, ketika Saya berhasil membayar istilahnya Rp 200.000.000,- untuk angsuran, itu artinya “Saya telah berhasil mengamankan penghasilan Saya dengan berupa properti“.

Saya berpikir jika Saya tidak memiliki angsuran apapun dengan penghasilan ratusan juta, mungkin Saya akan jauh lebih khilaf dibanding kawan-kawan Saya, setiap hari jalan-jalan, membeli mobil mewah atau mungkin punya 4 istri (hehehe).

Tetapi kenyataannya saat ini Saya memiliki tanggungan dan semua penghasilan Saya fokuskan untuk membayar angsuran, itulah kenapa lifestyle  Saya biasa-biasa saja.

Saya katakan sekali lagi bahwa setiap orang punya cara pandang masing-masing, ada seseorang yang ketika dalam tekanan maka otaknya akan semakin kreatif dalam berpikir.

Sebaliknya ada pula orang yang jika dalam tekanan, ia malah merasa ciut, takut dan susah untuk berkarya. Jika Anda orang seperti ini maka jalan ini bukanlah untuk Anda.

Tidak ada yang BENAR dan tidak ada yang SALAH

BENAR menurut Saya belum tentu BENAR menurut Anda

Tetapi dengan pendapatan yang sama, minimal Saya sudah mempunyai banyak aset saat ini

Saya berpikir bahwa 2 tahun lagi saat semua angsuran Saya lunas, maka akan cukup untuk persiapan di hari tua nanti.

Selagi Saya masih pada usia produktif dan masih mampu bekerja dengan baik, HAJAR!

Terus terang saja, angsuran-angsuran inilah yang membuat Saya tetap fokus, konsisten, terus berkarya dan terus berpikir dalam mengembangkan usaha yang Saya miliki.

Jadi jangan menganggap sebuah angsuran itu beban, kecuali Anda mengangsur untuk bayar utang kembali maka itu akan menjadi beban.

Sekali lagi ini adalah my style

Kalau Anda setuju silahkan, tidakpun it’s ok  karena cara ini memang tidak untuk semua orang

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.