Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (2)

1791

Minggu lalu kita sudah membahas tentang “Mempelajari Bahasa sebagai salah satu tips dalam memahami ilmu kartu kredit maupun ketrampilan lainnya“.

Setelah pemahaman bahasa, hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah Alur.

ALUR

Alur sendiri dapat kita ibaratkan sebagai seseorang yang berprofesi sebagai tukang talang. Ketika rumah Anda bocor, tukang talang tentu akan melakukan pengecekan alur keluar masuknya air.

Air masuk darimana dan turun kemana, tukang talang harus memeriksa satu persatu agar tahu dimana letak kebocorannya.

Permasalahan ini sama halnya dengan kartu kredit, kita juga harus paham mengenai ALUR.

Ketika step pertama sudah Anda lakukan, tentu akan ada step-step  selanjutnya yang harus Anda selesaikan.

Sebagai contoh ketika Anda apply kartu kredit, maka pertama kali yang harus Anda pahami adalah BI Checking.

Setelah BI Checking  aman, maka pihak bank akan melihat data-data Anda yang lain.

Jadi ketika Anda konsultasi tentang masalah kartu kredit yang ditolak, Anda pun harus pelajari alur atau step by stepnya terlebih dahulu mengapa kartu kredit Anda tertolak.

Saya pribadi memiliki cara yang terbilang mudah untuk mendeteksi.

Anda di tolak sebelum survey atau di tolak setelah survey ?

 

Jika sebelum survey  Anda sudah di tolak, jelas data Anda yang tidak beres.

Namun jika Anda di tolak setelah survey, maka data Anda mungkin sudah memenuhi syarat tetapi saat melakukan wawancara Anda yang tidak beres.

Sebagai contohnya ada kejadian yang pernah dialami oleh murid Saya dulu.

Setiap apply  kartu ia selalu di tolak, akhirnya Saya penasaran dan mulai menelusuri alur-alurnya.

Saya bertanya mengenai beres tidaknya BI Checking, ia pun menjawab sudah beres.

Setelah itu Saya kembali bertanya, saat maju apply kartu profesinya sebagai karyawan atau pengusaha, dan ia menjawab sebagai seorang karyawan (guru).

Artinya data beserta KTP, NPWP, slip gaji dan sebagainya tidak ada masalah, dari sini masih baik-baik saja dan otomatis kita berlanjut ke alur berikutnya.

Kemudian Saya bertanya mengenai gaji yang ia tuliskan.

Ia menjawab “Saya menuliskan Rp 80.000.000,-/bulan” dan disitu Saya langsung terdiam.

Apa yang Salah ?

Mengajukan kartu kredit sebagai guru dengan gaji sebesar Rp 80.000.000,-

 

Tentu tidak masuk akal dan pantas saja jika di tolak secara terus-menerus.

Saya katakan sekali lagi, jika Anda ingin menguasai segala bidang, Anda harus paham mengenai bahasa dan alur apa saja yang harus dilewati dan diselesaikan.

Jika Anda sudah mempelajari dan paham dengan 2 cara ini, maka 90% Anda akan menguasainya

Kemudian apa step ketiganya?

Step ketiganya tidak lain tidak bukan adalah praktek atau action.

PRAKTEK atau ACTION

Ketika Anda gagal dalam praktek, maka cobalah kembali.

Jika gagal lagi, tetap coba lagi sambil melihat dimana letak permasalahan serta apa penyebab Anda bisa kegagalan.

Merasa bisa dan bisa karena pengalaman itu berbeda.

Salah satu alumni Saya di Credit Card Revolution membuka usaha yang lumayan menjanjikan.

Ia membuat bisnis dan saat ini cabang bisnisnya ada dimana-mana.

Ia membuka bisnis kuliner dengan berjualan indom*e sebagai bahan pokok. Tentu Anda pasti akan menyepelekan.

Jualan Indom*e Siapa yang Tidak Bisa?

 

Namun ketika Anda mempraktekan, belum tentu Anda bisa mendapatkan pencapaian sesukses itu.

Inilah Saya katakan bahwa “Merasa bisa dan bisa karena pengalaman atau berlatih” sangat jauh berbeda.

Kita pun juga sama, ketika kita merasa bisa ditambah kita tidak pernah berlatih ataupun praktek, you are nothing.

Maka yang harus Anda lakukan adalah latihan, latihan dan latihan secara terus-menerus.

Anda mengikuti workshop  Saya yang bayarnya mahal, workshop yang Anda ikuti memang berbayar tetapi latihannya gratis.

Terkadang Anda hanya mau bayar-bayar tetapi dalam berlatih sesuatu hal yang jelas-jelas gratis justru tidak Anda dilakukan. Tentu hal ini sangat disayangkan.

Ketika Anda apply  kartu kredit untuk pertama kalinya, mungkin Anda di tolak atau tidak lancar.

Tetapi hal seperti ini jangan sampai membuat Anda putus asa, lakukan evaluasi dan teruslah mencoba.

Jika tidak paham, pelajari dulu bahasanya kemudian pahami alurnya dan jangan lupa untuk terus berlatih.

Dengan mempelajari 3 hal ini, Saya yakin Anda mau mempelajari apapun akan terasa mudah. Trust me!

Share if you like this. 🙂

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *