Bisnis Anda Perlahan Bisa Bubar Bila Tak Perhatikan 6 Hal Berikut! Waspada!

6 Hal yang perlu diperhatikan_dalam bisnis_Jika tidak perlahan, bubar!

Banyak bisnis berakhir tidak menyenangkan. Sebuah data statistik mengungkapkan, 8 dari 10startup berakhir gagal sebelum menginjak usia 2 tahun. Ujung-ujungnya, muncul pertanyaan:

Apa benar mempertahankan bisnis sesulit itu? Bukanya startup selalu terkenal sebagai perusahaan yang suka bakar duit dari investor ya?

Berkaca dari banyaknya startup yang bangkrut meski dapat uang dari investor besar, rasanya kitaperlu paham suatu hal: uang dan modal bukanlah ukuran suatu bisnis bisa sukses. Punya fikiranpositif dalam membangun bisnis sampai sukses itu wajar. Tapi, waspada pada kemungkinan buruk itu perlu.

6 hal berikut ini perlu anda waspadai supaya bisnis anda tidak hancur secara perlahan.

    1. Mencampur Urusan Pribadi dengan Urusan Bisnis
      Mencampur urusan bisnis dengan urusan pribadi merupakan tindakan tidak professional.Kecenderungan ini bakal membawa pada tindakan tidak baik yang bakal terjadi. Bayangkan sajabila anda kepala perusahaan dan sedang punya masalah pribadi dengan karyawan anda. Jangansampai anda memeberhentikannya hanya karena permasalahan pribadi diluar urusan kerja.
    2. Tidak Memisahkan Uang Bisnis dengan Uang Pribadi
      Jangan malas membuat rekening bank terpisah. Pastikan mutasi saldo pada rekening pribadimemang benar-benar untuk rekening pribadi dan demikian dengan rekening usaha hanyadigunakan untuk rekening usaha. Selain itu, pastikan untuk membukukan pengeluaran bisnisdengan benar. Pembukan diperlukan sebagai history dan bagus untuk alat crosscheck ulang.Jangan lupa selalu minta nota untuk transaksi meski jumlah transaksi kecil sekalipun.
    3. Kurang Komunikasi
      Kurangnya komunikasi bisa berakibat fatal bagi suatu bisnis. Komunikasi dalam bisnismencangkup: komunikasi dengan karyawan, konsumen, dan sesame mitra bisnis. Penelitianmembuktikan, komunikasi yang tidak efektif akan berpengaruh pada ritme usaha. Strategi bisnisyang anda harapkan juga tidak akan maksimal jika gaya komunikasi tidak dirubah.
    4. Kurang Hati-Hati dalam Menetapkan Harga Jual
      Jangan sembarangan menentukan harga jual. Anda harus pasang strategi dan memperhitungkan untung dan rugi dari harga jual yang anda tetapkan. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikansebelum menetapkan harga jual diantaranya: besaran investasi, kesetabilan harga pasar, targetmarket, value produk anda. Misalkan saja anda menjual merek kopi kekinian. Pastikan untukmengetahui value produk anda yang jadi keunggulan dibanding produk lain. Kemudian, andapahami juga target market anda. Apakah target market akan mampu membeli diharga sekian dansekian. Dari situ anda bakal tahu berapa kira-kira biaya produksi yang harus anda keluarkan agar
      mendapat laba. Bila anda serampangan menentukan harga jual, bisa-bisa hanya rugi yang akan anda dapat.
    5. Tidak Mau Update Ilmu-Ilmu Baru
      Industri 4.0 sudah berjalan. Bahkan, sebentar lagi, industri 5.0 akan datang. Kalau anda masihandalkan ilmu-ilmu lama untuk bisnis, sudah pasti bakal ketinggalan dengan pesaing anda.Disaat pesaing bisnis sudah gunakan facebook & Instagram Ads, anda masih dengan cara-caralama yang tidak efektif. Bisa saja anda hire karyawan untuk selesaikan itu semua. Namun,logikanya, darimana anda tahu anda harus hire karyawan dengan kemampuan marketing onlinejika anda sendiri tidak pernah dengar yang namanya fb dan ig ads?
    6. Tidak Merasa Perlu Menjaga Reputasi
      Di era media sosial seperti saat ini, anda perlu yang namanya jaga reputasi. Jangan sampai
      sembarangan memposting sesuatu di media sosial. Perilaku staff dan pemilik suatu usaha yang
      buruk biasanya akan mudah viral di media sosial. Untuk itu, anda harus hati-hati dengan
      tindakan anda didepan publik. Berilah juga SOP pada karyawan untuk berperilaku dengan baik
      dalam pelayanan.
6 hal diatas rasanya perlu anda perhatikan agar bisnis anda tidak segera gulung tikar dalam waktu dekat. Kewaspadaan pada hal-hal kecil memang perlu untuk diketahui agar dapat dicari solusinya. Anda perlu mewaspadainya sebelum berkembang menjadi hal besar yang bisa merusak usaha.
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *