Bagaimana mempertahankan bisnis startup di 5 tahun pertama

Bisnis startup

Tahukah Anda jika rasion pengusaha di Indonesia saat ini hanya 1,65%? Itu artinya dari kurang lebih 250 juta rakyat Indonesia, hanya ada kurang lebih 4 juta penduduk yang jadi pengusaha. Kenapa ini bisa terjadi, kenapa rasionya begitu kecil? Rasio tersebut bukan berarti tidak ada orang yang ingin menjadi pengusaha, semua menginginkannya, namun kebanyakan dari mereka gagal di tengah jalan. Hal ini karena menjalankan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi untuk pengusaha pemula dimana tahun pertama sampai kelima merupakan waktu yang paling rawan, dan terbukti banyak pengusaha yang kolaps. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Nah, kali ini tim RitzAcademy.com akan berbagi tips tentang bagaimana mempertahankan bisnis startup di 5 tahun pertama. Check it out!

Dalam mempertahan bisnis startup di 5 tahun pertama, setidaknya ada 5 hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

Bisnis startup
Dengan pengetahuan yang benar mempertahankan bisnis startup di 5 tahun pertama bukanlah hal mustahil
  1. Mendapatkan feedback dari konsumen secara berkala

Anda masih ingat di artikel sebelumnya tentang faktor penting dalam membangun bisnis? Salah satu faktor yang paling penting adalah riset pasar. Dan cara paling efektif dalam melakukan riset pasar adalah dengan bertanya pada pelanggan Anda. Dapatkan feedback dari konsumen tentang kelebihan dan kekurangan dari produk Anda. Lakukan hal ini secara berkala dengan memberikan kuesioner atau tanya jawab di sosial media, misal 3 bulan sekali. Dari tanggapan mereka, Anda bisa meningkatkan kelebihan dan memperbaiki kelemahan Anda, mengetahui target pasar, dll. Konsumen yang sarannya didengar dan dilaksanakan akan merasa bangga dan bisa menjadi pelanggan setia.

  1. Memilih lokasi yang tepat

Memilih lokasi yang tepat bisa menjadi salah satu kunci mempertahankan bisnis Anda. Memiliki lokasi usaha yang strategis memungkinkan Anda untuk menarik pelanggan lebih besar dan cepat, misal: membuka warung di dekat universitas atau kompleks perkantoran. Namun, di era digital, pemilihan lokasi bukan hanya sekedar lokasi secara fisik. Bagi Anda yang bergerak di dunia online, lokasi yang tepat bisa jadi merupakan nama website yang tepat. Buatlah nama website yang mudah diingat, penyebutan dan penulisannya tidak ambigu. Contoh: lebih baik mana diantara 2 nama website ini: www.desainkaoskoplak.com atau www.desainkaoskoplak87.com? Tentu lebih mudah nama website yang pertama, karena nama website yang kedua mengandung kata “87.” Orang bisa berpikir kata tersebut ditulis dalam huruf atau angka.

  1. Memperhitungkan kemungkinan terburuk

Salah satu langkah dalam mempertahankan bisnis startup di 5 tahun pertama adalah dengan memperhitungkan adanya hal yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi di kemudian hari. Ingat, bersikap waspada berbeda dengan bersikap pesimis atau berpikir negatif. Mempersiapkan diri adalah sebagai sebuah bentuk kewaspadaan, sehingga ketika hal tersebut terjadi, Anda sudah memiliki solusi untuk mengatasinya.

  1. Manajemen pengeluaran yang tepat sasaran

Dalam prinsip ekonomi, dalam menjalankan bisnis sebaiknya kita mengeluarkan modal sekecil-kecilnya demi untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini terutama berlaku untuk bisnis startup, dimana belum ada kepastian tentang besarnya pendapatan kita. Sehingga kita perlu mengawasi pengeluaran kita. Lakukan pengawasan yang ketat untuk mengalokasikan pengeluaran secara tepat. Jangan sampai ada pengeluaran yang sia-sia.

  1. Evaluasi dan analisa bisnis secara berkala

Mungkin saat ini Anda disibukkan dengan beragam aktivitas untuk membesarkan bisnis start up Anda. Namun, ada baiknya jika Anda meluangkan waktu dalam periode tertentu untuk mengevaluasi dan menganalisa progress bisnis Anda. Dengan melakukan ini Anda bisa memiliki data yang valid apakah bisnis Anda telah berkembang sesuai keinginan atau tidak. Banyak pengusaha yang gagal karena hanya menggunakan perasaan, “perasaan orderan banyak, kenapa kok masih rugi?” Nah, inilah fungsinya Anda melakukan analisa dan evaluasi. Anda bisa melakukannya setiap bulan, setiap 3 bulan, setiap 6 bulan, atau 1 tahun sekali.

Nah, itu tadi beberapa hal yang mesti Anda lakukan untuk mempertahankan bisnis startup di 5 tahun pertama. Tanpa langkah dan strategi yang tepat, bisnis Anda hanya akan berjalan di tempat lalu kemudian mati secara perlahan-lahan. Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat untuk bisnis Anda.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *