Ayo Kenali Aliran Pengguna Kartu Kredit

Sebenarnya pengguna kredit memiliki aliran yang bermacam-macam, salah satunya adalah White Hat dan Black Hat.

Dalam aliran tersebut, ternyata masih terbagi dalam masing-masing sub kategori.

Nah, disini Saya akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai White Hat dan Black Hat.

Aliran White Hat

Aliran ini menggunakan kredit untuk modal bisnis dan pengembangan bisnis.

Aliran White Hat tidak terlalu mengagung-agungkan semua harus kredit

Artinya kalau bisa cash mereka akan membayar secara cash, jika tidak bisa barulah menggunakan kartu kredit

Mereka menganggap kartu kredit hanya sebagai ALAT BANTU

Aliran Black Hat

Aliran Credit Hunter sendiri terbagi atas 2 jenis, yaitu jenis yang SADAR dan yang TIDAK SADAR.

Mereka mencari kredit untuk bertahan hidup, jadi sifatnya mencari hutang bayar sebentar terus dimacetin, begitu seterusnya.

Banyak dari mereka yang tidak sadar telah menjadi aliran credit hunter dan tidak menyadari bahwa nyatanya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Mereka membuat tumpuan dengan cara menambal pengeluaran dengan sisa limit kartu kredit.

Aliran Credit Scammer

Mereka mencari keuntungan dari kelemahan sistem pada perbankan, dengan nge-hack sistem.

Pernah mendapat penawaran gesek CC luar negeri offline yang geseknya mencapai milyaran rupiah? Itulah orangnya.

Aliran Cashbacker

Mereka muncul di dunia properti, hidupnya cuma mencari cashback properti untuk membayar angsuran properti yang lain, mirip 2 Aliran credit hunter namun aliran ini dalam skala yang lebih besar.

Aliran Garong

Mereka mencari uang dari mendapatkan kredit dengan memanfaatkan data orang lain, biasanya dia membeli data nasabah kemudian memodifikasi alamat pengiriman kartu kreditnya.

Apabila Anda pernah mengalami data Anda digunakan oleh orang lain, itulah orangnya.

Di luar aliran White Hat dan Black Hat, sebenarnya masih ada aliran yang kontra.

Menurut PRESEPI SAYA (Sekali lagi ini hanyalah presepsi Saya), mereka terbagi atas 2 jenis, antara lain :

Aliran Anti Hutang yang “Organik”

Mereka memang tidak memakai hutang karena alasan ajaran agama atau memang prinsip, mereka menjalankan usahanya dengan apa adanya alias organik.

Intinya mereka tidak mau berhutang tanpa memakai embel-embel.

(Banyak kawan Saya yang seperti ini, mereka hidup damai luar dalam dan Saya sangat menghargai dan respect kepada mereka).

Aliran Anti Hutang yang “Munafik”

Mereka tidak memakai hutang dari bank mungkin dengan alasan-alasan tertentu.

Tetapi mereka mencari substitusi lain dengan berhutang kepada teman, saudara atau hutang kepada supplier.

Parahnya banyak kasus hutang dengan teman justru tidak terbayarkan.

Hutang kepada supplier tidak terbayar padahal supplier memutar uang dengan memakai hutang kepada bank.

Mereka sebenarnya masih menggunakan hutang atau mungkin memakai sistem cicilan tapi kredit yang disamarkan.

Intinya tidak menyicil bank tetapi nyicilnya ke investor, tidak mendapat bunga walaupun sebenarnya harganya sudah di up terlebih dahulu, tidak memakai kartu kredit tetapi memakai kartu kredit syariah.

Inilah yang membuat Saya bertanya-tanya.

Pak Roy sendiri pengikut aliran apa?

Sampai saat ini Saya masih konsisten di aliran White Hat, walaupun tidak bisa dipungkiri terdapat sebagian kecil oknum murid Saya yang menggunakan cara Black Hat.

Saya juga memaklumi orang yang skeptis dengan saya karena mereka menganggap penghutang itu sama.

nb : ini hanya pendapat pribadi.

Share if you like this !

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *