NGGAK ADA TRANSAKSI TAPI TAGIHAN KARTU KREDIT/DEBIT MEMBLUDAK? HATI-HATI!

NGGAK ADA TRANSAKSI TAPI TAGIHAN KARTU KREDIT/DEBIT MEMBLUDAK? HATI-HATI!

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, kartu kredit dan debit online kerap kali disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, seperti melalui modus carding.
Apa sih carding itu? Carding merupakan tindak kejahatan dengan cara melakukan transaksi menggunakan data kartu kredit./debit online milik orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Data pemilik kartu kredit/debit seperti nomor kartu, masa berlaku, dan CVV, biasanya didapatkan secara ilegal.
Ada beberapaa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah carding, yaitu:
1. Cek notifikasi transaksi dan laporan rekening atau tagihan yang diterima
2. Membaca syarat dan ketentuan saat bertransaksi melalui aplikasi dan pastikan transaksi bukan recurring (berkala/regular).
3. Bertransaksi di aplikasi yang aman, di mana ada proses validasi dengan menggunakan PIN dan OTP atau 3D-Secure.
4. Tidak menyimpan nomor kartu kredit/debit online di aplikasi demi menjaga keamanan data.
5. Gunakan PIN kartu kredit/debit yang sulit ditebak. Tidak disarankan menggunakan tanggal lahir atau angka berurutan.
6. Hindari penggunaan wifi umum ketika melakukan transaksi perbankan.
7. Jaga kerahasiaan data dengan tidak membagikan kode OTP, CVV, PIN kartu kredit/debit kepada siapapun. Hindari juga membagikan/mengunggah foto yang berhubungan dengan kartu kredit/debit di media sosial.
8. Selalu mengecek notifikasi transaksi yang dikirim oleh bank, baik melalui SMS, Email, atau push notification, termasuk tagihan karti kredit/debit
9. Segera hubungi call center bank terkait jika menemukan adanya transaksi yang mecurigakan.
Itu tadi beberapa tips yang bisa dipakai untuk menghindari modus carding. Selalu waspada untuk tidak membagikan dan memberikan informasi serta data pribad ke pihak mana pun termasuk pihak yang mengatasnamakan bank.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sudah pernah mencoba cara-cara di atas sebelumnya?

INI DIA 3 JENIS KERINGANAN BAYAR TAGIHAN KARTU KREDIT YANG ENGGAK BOLEH DIANGGAP LANGSUNG LUNAS!

INI DIA 3 JENIS KERINGANAN BAYAR TAGIHAN KARTU KREDIT YANG ENGGAK BOLEH DIANGGAP LANGSUNG LUNAS!

Kalian pernah mengalami kejadian telat bayar tagihan selama berbulan-bulan? Jangan pernah meremehkan risiko yang harus ditanggung di kemudian hari!
Bank atau perusahaan penerbit kartu kredit umumnya akan memberikan denda keterlambatan dan bunga tambahan jika terlambat membayar tagihan. Denda ini dikenakan sebagai presentase dari jumlah tagihan yang menunggak, dan bunga akan terus bertambah di saldo yang belum dibayar. Hal ini bisa menyebabkan tagihan pengguna menjadi makin besar dari bulan ke bulannya,
Jika teru-terusan tidak membayar tagihan kartu kredit, perusahaan penerbit kartu kredit bisa mengambil tindakan hukum untuk memulihkan dana yang diklaim sebagai utang. Mereka bisa mengirim tagihan ke nasabah, menggunakan jasa debt collector, atau bahkan menggugat ke pengadilan. Dan ini bisa sangat berdampak pada kenyamanan hidup nasabah.
Walaupun begitu, bank juga masih bisa memberikan keringanan jika pemilik kartu kredit mengajukan restrukturisasi. Ada 3 jenis keringanaan yang bisa ditawarkan oleh bank kepada nasabah yang memiliki kredit macet, apa saja itu?
1. Potongan/Diskon dalam Satu Kali Bayar
Dengan keringanan ini, nasabah bisa memperoleh diskon dengan nominal yang bisa meringankan. Walupun nasabah bisa mendapatkan diskon dalam utang (biasanya 20% – 50%), nasabah harus langsung membayar dalam satu kali bayar.
Namun jenis ini tentu kurang cocok bagi nasabah yang tidak memiliki simpanan cukup yang bisa langsung dialokasikann untuk membayar sisa tunggakan yang sudah dipotong dalam sekali bayar.

2. Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah
Dengan program ini, nasabah bisa mencicil dengan tingkat suku bunga yang jauh lebih rendah. Jika bunga normal untuk saat ini sekitar 2,25% maka ada nasabah kemungkinan bisa mendapatkan bunga sekitar 0 – 3% saja, dengan tenor sampai dengan 60 bulan dalam kasus tertentu.
Keuntungan dari program perpanjangan cicilan ini adalah nasabah bisa melunasi sedikit demi sedikit tanpa harus langsung menghabiskan uang tabungan.

3. Diskon Cicilan
Yang terakhir adalah program diskon cicilan. Untuk program ini, biasanya nasabah bisa mendapatkan keuntungan dari dua jenis program sebelumnya. Namun karena bersifat gabungan, nasabah tidak bisa mencicil sepanjangn program cicilan, biasanya hanya sampai 6x pembayaran saja.
Begitu pula untuk diskon, nasabah tidak bisa mendapatkan diskon sebesar program diskon satu kali bayar. Jenis program ini hanya berlaku di beberapa bank saja.
Di samping itu, bank juga akan mengecek kondisi nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang menjadi faktor utama sulit melunasi utang, kemungkinan besar mereka bisa memperoleh program ini, dengan cararan bank tersebut memiliki program yang dimaksud.
Program keringanan yang sudah dijelaskan barusan bisa didapatkan, salah satunya dari perusahaan penyedia program manajemen utang.
Umumnya perusahaan ini memiliki konsulitan profesional di bidangnya, sehingga bisa memberikan saran kepada nasabah dalam menyusun strategi menyelesaikan jenis utang yang yang dianggap lebih utama sampai lebih kurang menjadi prioritas.
Layanan dari perusahaan sejenis ini bisa memberikan manfaat lebih, apalagi jika nasabah memiliki beberapa utang di beberapa bank sekaligus. Tingkat kesulitan yang tinggi dalam mengatasi hal tersebut akan membuat nasabah lebih terbantu jika menggunakan jasa program manajemen utang.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian pernah menggunakan 3 program yang sudah dijelaskan di atas?

INI DIA PERBANDINGAN BIAYA TRANSAKSI QRIS, KARTU DEBIT, DAN KARTU KREDIT!

INI DIA PERBANDINGAN BIAYA TRANSAKSI QRIS, KARTU DEBIT, DAN KARTU KREDIT!

Bank Indonesia (BI) telah menetapkan biaya layanan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) alias merchant discount rate (MDR) usaha ultra mikro (Umi) 0,3% berlaku sejak 1 Juli 2023. Tarif ini tidak diperbolehkan untuk dibebankan ke pembeli.
Ketika pandemi Covid-19 melanda, MDR QRIS Umi ditetapkan sebesasar 0% atau tidak dipungut biaya hingga 30 Juni 2023. Berdasarkan paparan Kepala Departemen Kebijakan Dicky Kartikoyono memamparkan jika biaya transaksi yang dibebankan kepada merchant tidak hanya untuk pembayaran menggunakan QRIS saja, tapi biaya serupa juga untuk transaksi kartu kredit dan kartu debit.
Tetapi, tarif yang dikenakan saat menggunakan pembayaran QRIS jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kartu kredit atau pun kartu debit. Ini dikarenakan QRIS menawarkan skema harga yang lebih efisien jika dibandingkan dengan metode pembayaran lainnya.
Jika dilihat secara terperinci, untuk jenis merchant regular biaya MDR QRIS ditetapkan 0,3% untuk jenis usaha mikro. Sedangkan untuk usaha kecil, menengah dan besar ditetapkan biaya 0,7%. Untuk jeis merchant khusus kategori Badan Layanan Umum (BLU). Public Service Obligation (PSO), dan SPBU, biaya pembayaran menggunakan QRIS ditetapkan sebesar 0,4%. Untuk pendidikan sendiri dikenakan biaya sebesar 0,06%.
Jika melakukan pembayaran dengan Kartu Debit GPN, biaya yang akan dikenakan sebesar 0,15% untuk seluruh kategori, mulai dari usaha kecil, menengah, besar, pendidikan, hingga SPBU jika menggunakan bank yang sama (on us). Tetapi jika membayar dari bank yang berbeda (off us), akan dikenakan biaya sebesar 0,5% hingga 1%.
Sementara itu, untuk pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, dikenakan biaya sebesar 2%. Semua biaya dari metode pembayaran ini ditanggung oleh penjual. Untuk lebih lanjutnya, MDR QRIS Indonesia sebesar 0,3% – 0,7% ini bisa dibilang lebih murah ketimbang dengan negara sebelah. Contohny Malaysia menetapkan tariff MDR hingga 3%, Jepang 1,5%, Singapura 0,5%, dan India 0,3% – 0,8%.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian merasa keberatan dengan aturan baru ini?

PEMERINTAH RILIS KARTU KREDIT DAN QRIS PEMBAYARAN INDONESIA-MALAYSIA

PEMERINTAH RILIS KARTU KREDIT DAN QRIS PEMBAYARAN INDONESIA-MALAYSIA

Pemerintah mulai melakukan pengembangan inovasi ekonomi keuangan digital berupa kartu kredit pemerintah dan pembayaran lintas negara berbasis Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Inovasi keuangan digital ini diharapkan bisa semakin optimal dan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.
Pemerintah meluncurkan kartu kredit khusus yang nantinya digunakan sebagai alat pembayaran belanja, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun kementerian/lembaga. Presiden juga menjelaskan bahwa inovasi dan kepercayaan adalah kunci agar bisa terus bertumbuh dan berkembang, sehingga inovasi untuk penyediaan sistem pembayaran berbasis digital, keamanan, dan perlindungan masyarakat harus dilakukan pengembangan.
Dirinya menambahkan jika inovasi keuangan seperti kartu kredit pemerintah perlu diperkuat demi mempermudah pengadaan barang pemerintah pusat dan daerah, efisiensi, transparansi, dan pertanggungjawaban penggunaan belanja pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga memaparkan jika terhubungnya pembayara QR lintas negara antara Indonesia dan Malaysia adalah bentuk kerja sama dalam kerangka konektivitas pembayaran regional (regional payment connectivity). Dengan begitu, pembayaran diharapkan bisa menjadi lebih cepat, lebih murah, lebih transparan, dan lebih inklusif. Terlebih bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk lebih lanjut, program ini juga sejalan dengan inisiatif G20 dalam pengembarangan Peta Jalan Penguatan Pembayaran Lintas Batas, sekaligus menjadi pencapaian yang signifikan dari keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023. Di samping itu, interkoneksi juga menjadi pilar pencapaian dalam penerapan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.
Perry menyampaikan jika kerja sama ini bisa memberikan pilihan lebih banyak dan beragam bagi pengguna layanan transaksi pembayaran lintas batas dengan lebih efisien, mendorong inklusi ekonomi dan keuangan digital di kawasan, serta mendukung stabilitas makroekonomi dengan mendorong penggunaan mata uang loka secara lebih luas, khususnya untuk transaksi bilateral dalam kerangka transaksi mata uang lokal.
Gubernur BNM Nor Shamsiah Mohd Yunus yang dikutip dari keterangan resmi BI menyatakan, selain menghubungkan negara-negara di ASEAN, itu akan meningkatkan jumlah pengguna dari Malaysia dan Indonesia yang nantinya bisa merasakan manfaat dari pembayaran lintas batas yang lebih aman, mudah, dan efisien. Ini bisa berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, termasuk di dalamnya sektor pariwisata di kedua negara.
Sebelum Malaysia, Indonesia sudah membuat pembayara berbasi QR lintas batas dengan Thailand. Perry menargetkan pembayaran lintas batas ini bisa terus dikembangkan ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura dan Filipina.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan program pemerintah ini?

MAU BELI TIKET KONSER PAKAI KARTU KREDIT? INI DIA PLUS MINUSNYA!

MAU BELI TIKET KONSER PAKAI KARTU KREDIT? INI DIA PLUS MINUSNYA!

Sudah dikonfirmasi bahwa pada tanggal 15 November 2023, Coldplay akan mengadakan konser di Jakarta. Buat penggemar Coldplay, ini menjadi kabar baik karena ini adalah pertama kalinya band asal Inggris ini melakukan konser di Indonesia.
Pihak promotor pun sudah mulai merilis harga tiket resmi konser yang bertajuk Music of the Spheres World Tour 2023. Harga tiket dipasang mulai Rp 800 ribu – Rp 11 juta, ini belum termasuk pajak dan biaya lainnya.
Bagi kalian yang belum punya tabungan atau belum gajian, kalian bisa membeli tiket konser ini dengan menggunakan kartu kredit, lho!
Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning Mohammad Handoko menjelaskan jika membeli tiket konser Coldplay ini bisa dengan menggunakan kartu kredit, namun perlu dicatat ketika menggunakan kartu kredit. ini dikarenakan menonton konser lebih condong ke arah kepuasan untuk diri sendiri dan menambah utang.
Dirinya juga menambahkan jika membeli tiket konser menggunakan kartu kredit harus memikirkan dana selanjutnya untuk melunasi, sehingga kondisi keuangan sebaiknya harus dalam keadaan sehat. Tidak masalah membeli tiket konser dengan kartu kredit, asalkan harus langsung dibayar sebelum jatuh tempo kartu kredit. jika sampai menunda, bisa kena masalah dan malah kena bunga.
Di penjelasannya, Andoko membeberkan beberapa keuntungan membeli tiket konser dengan kartu kredit, yaitu:
1. Bisa beli tiket dan bayar belakangan, dengan catatan dibayar sebelum tanggal jatuh tempo dan tidak bayar minimal.
2. Membeli tiket dengan jumlah besar bisa dapat poin. Poin ini bisa dipakai untuk berbelanja keperluan lainnya.
3. Bisa pakai cicilan 0%. Bisa 3 kali ciclan, 6 kali cicilan, tapi harus disiplin dalam pembayaran.
Namun, ada pula sisi negatif menggunakan kartu kredit saat membeli tiket konser, yaitu memicu bertambahnya utang dan lama kelamaan bisa menjadi kebiasaan.
Andoko mengingatkan juga untuk tidak menggunakan pinjol lantaran bunganya yang sangat tinggi dan adanya potensi data-data pribadi disebarkan. Apalagi pinjol memiliki bunga yang lebih tinggi kartu kredit karena tidak ada agunan.
Jadi sebelum ingin menonton konser, pastikan dulu kondisi keuangan kalian sehat dan kalian mampu membayar tagihan nantinya. Tidak masalah beli tiket konser pakai kartu kredit, tapi jangan lupa kewajiban kalian sebagai pemilik kartu kredit!
Jadi bagaimana pendapat kalian? Kalian tim beli pakai uang tabungan atau tim beli pakai kartu kredit?

7 TIPS INI BISA BIKIN KAMU DAPAT CASHBACK DENGAN PAKAI KARTU KREDIT!

7 TIPS INI BISA BIKIN KAMU DAPAT CASHBACK DENGAN PAKAI KARTU KREDIT!

Jika kalian memiliki kartu kredit di dompet, yuk mulai manfaatkan kartu ini agar bisa mendapatkan banyak benefit, dan salah satunya adalah cashback. Cashback ialah program pengembalian uang yang diberikan bank penerbit kartu kredit kepada pemilik kartu terhadap transaksi yang sudah dilakukan.
Untuk bisa mendapatkan cashback, tentu kalian harus menggunakan kartu kredit telebih dahulu, semisal untuk makan di restoran atau café tertentu, belanja, bahkan memesan tiket perjalanan. Namun belum semua tempat bisa menyediakan cashback. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dimanfaatkan jika ingin mendapatkan cashback dengan kartu kredit:
1. Pilih Kartu Kredit yang Sesuai dengan Program Cashback
Banyak bank yang memberikan penawaran program cashback untuk jenis kartu kredit dan transaksi tertentu. Pastikan untuk lebih selektif dalam memilih. Lebih baik pilihlah kartu kredit dengan program cashback yang memungkinkan pengguna bebas bertransaksi belanja tanpa dibatasi jenisnya. Jika program cashback dibatasi hanya untuk transaksi pembelian jenis barang tertentu, pengguna akan dirugikan. Ada bberapa bank penerbit yang memberikan penawaran cashback dengan kategori belanja tertentu, seperti belanja di supermarket atau belanja online.
Ada juga beberapa kartu kredit yang menawarkan cashback dengan presentase yang berbeda-beda. Pastikan kartu kredit yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup agar bisa memaksimalkan program cashback.

2. Perhatikan Limit Kartu Kredit
Cara selanjutnya ada mencari tahu limit kartu kredit tersebut. Bonus cashback umumnya memiliki jumlah maksimal tertentu, contohnya jika belanja barang minimal Rp 1.000.000 dengan cashback 5% maksimal Rp 50.000.
Mau sebanyakk apapun saldo yang dipakai, batas maksimalnya hanya Rp 50.000 saja per transaksinya. Misalnya, kalian berbelanja habis Rp 1.000.000 dan cashback yang didapatkan Rp 50.000 (5% x Rp 1.000.000) pas limit.
Jika kalian berbelanja lebih dari Rp 1.000.000 pun, cashback yang bisa diperoleh tetap hanya Rp 50.000 saja. cara agar cashback yang didapatkan makin banyak dan menguntungkan, pengguna kartu wajib tahu berapa batas maksimal cashback-nya.
Selain itu, pastikan jumlah minimal transaksi yang bisa dilakukan agar bisa mendapatkan cashback. Jangan lupa juga untuk mengecek bunga bank yang dikenakan masih di bawah cashback supaya tidak rugi.

3. Cari Info Tentang Promo yang Sedang Berlangsung
Bank penerbit biasanya akan memberikan beberapa promo khusus dalam jangka waktu tertentu. Agar bisa menggunakan promo ini dengan baik, cari tahu informasi promo terbaru yang ditawarkan oleh bank.
Informasi soal promo ini bisa didapatkan lewat brosur yang disebar pihak bank, email, website resmi, media sosial, iklan, dan sebagainya. Pihak bank akan memberikan promo tersebut dengan tujuan pemilik kartu bisa semakin rajin menggunakannya untuk bertransaksi.
Beberapa promo yang ditawarkan bisa berupa poin reward sampai cicilan 0%. Namun sebelum itu, baca terlebih dahulu soal ketentuan promo tersebut untuk memastikan bahwa pengguna sudah memenuhi persyaratan agar bisa mendapatkan promo.
Tidak hanya itu saja, pastikan transaksi yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan, ya. Jangan sampai berhutang hanya untuk barang atau layanan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan hanya demi mengejar promo.

4. Manfaatkan untk Transaksi Tertentu dalam Kegiatan Sehari-Hari
Perlu diingat, semakin sering kartu kredit dipakai, semakin besar cashback yang bisa diperoleh, selama transaksi yang dilakukan sudah memenuhi persyaratan. Kalian bisa menggunakan kartu kredit untuk transaksi sehari-hari, mulai dari belanja di supermarket, belanja online, atau makan di restoran.
Kalian juga bisa menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan tertentu, seperti tagihan listrik, air, telepon, internet, an lainnya.

5. Pakai di Merchan yang Bekerja Sama dengan Bank Penerbit
Program cashback dari kartu kredit terkadang hanya tersedia di beberapa merchant tertentu saja. Jadi sebelum mendapatkan cashback, coba dicek dulu merchant mana saja yang melakukan kerja sama dengan bank penerbit. Jangan sampai sudah terlanjur belanja banyak di salah satu merchant, tapi ternyata tidak punya program cashback transaksi kartu kredit.
Jadi sebelum belanja, kalian bisa coba untuk mengecek merchant atau toko mana saja yang melakukan kerjasama dengan bank penerbit kartu kredit supaya kalian bisa menikmati program cash dengan lebih maksimal.

6. Bayar Tagihan Tepat Waktu
Agar bisa menggunakan program cashback dengan lebih maksimal, pastikan untuk lebih dulu melunasi pembayara tagihan tepat waktu. Kalau bisa, lunasi tagihan sebelum jatuh tempo cicilan.
Hal perlu dilakukan dengan tujuan untuk menghindari denda akibat terlambat bayar. Karena denda ini bisa dibilang bersifat merugikan, apalagi nominalnya bisa lebih besar dari cashback yang sudah diperoleh.
Di samping itu, bayar tepat waktu penting dilakukan demi mempertahankan skor kredit yang baik, agar di kemudian hari pengajuan pinjaman bisa diproses dengan lebih mudah.

7. Tukar Poin Cashback dengan Hadiah atau Uang
Ada beberapa cashback yang berwujud poin. Poin ini bisa kalian tukar dengan uang atau barang lainnya. Agar poin cashback ini bisa bermanfaat, kalian bisa menukarkan dengan hadiah atau uang sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa bank penerbit kartu kredit menawarkan beberapa pilihan hadiah seperti barang elektronik, voucher belanja, sampai diskon tiket perjalanan atau pun akomodasi hotel.
Untuk pengembalian uang sendiri, pihak bank penerbit akan mengirim saldo sesuai dengan cashback ke rekening kalian dalam jangka waktu tertentu.
Itu tadi adalah beberapa cara yang bisa kalian lakukan agar bisa mendapatkan cashback dari transaksi kartu kredit dengan lebih maksimal. Kalian bisa mulai dari memilih kartu kredit yang menawarkan cashback, cari tahu besaran limitnya, sesuaikan dengan promo, sering dipakai, hingga bayar tagihan tepat waktu.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju?

LEBIH OKE MANA, KARTU KREDIT BANK ATAU PAYLATER FINTECH?

LEBIH OKE MANA, KARTU KREDIT BANK ATAU PAYLATER FINTECH?

Pertumbuhan kartu kredit di industri perbankan Indonesia bisa dibilang tertinggal jika dibandingkan dengan meroketnya pertumbuhan pengguna paylater di industri financial technology (fintech). Ini bisa dilihat dari data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang tercatat adanya kenaikan jumlah kontrak pengguna paylater yang tumbuh 33,25% yoy menjadi 72,88 juta kontrak per Mei 2023 dari periode sama tahun lalu yang sebesar 54,70 juta kontrak. Bisa diartikan, pengguna paylater bertambah sebanyak 18,18 juta kontrak.
Di lain pihak, dilihat dari situs Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), pengguna kartu kredit tercatat tumbuh 5,55% yoy atau sebanyak 17,42 juta jika dilihat dari kartu yang tersebar per April 2023, jika dibandingkan di periode yang sama tahun lalu sekitar 16,50 juta kartu kredit.
Tren ini dianggap sebagai perkembangan yang diterima masyarakat konsumtif sehubungan dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh jasa keuangan tersebut. Mike Rini selaku perencanaan keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) menyebutkan perlunya banyak pertimbangan untuk menggunakan jasa keuangan tersebut jika ada hubungannya dengan barang konsumtif.
Jika dilihat dari segi kemudahan pengajuannya, paylater fintech memang lebih mudah jika dibandingkan dengan kartu kredit bank karena dalam waktu sehari dua hari saja sudah bisa langsung diakses. Berbeda dengan bank yang lebih berhati-hati dalam memberikannya. Mike menambahkan jika beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah bunga kredit dan jangka waktu cicilan. Ini dikarenakan bunga dari kartu kredit bank lebih rendah jika dibandingkan dengan bunga kredit paylater fintech.
Bank Indonesia (BI) menetapkan batas suku bunga tertinggi dari kartu kredit adalah sebesar 1,75%, sedang untuk suku bunga paylater fintech sendiri berkisar antara 2% sampai 4%. Perbedaan lainnya adalah dari segi cicilan pinjaman. Mike menuturkan jika cicilan kartu kredit bank bisa diatur dan bisa disesuaikan dengan cashflow pengguna. Dengan adanya cicilan minimum dan jangka waktu cicil yang bisa diatur, sehingga pengguna bisa menyicil sesuai kemampuan. Namun, hal ini bisa membuat cicilan yang dibayar semakin besar.
Di lain pihak, paylater biasanya memiliki batas maksimal pinjaman yang kecil dibandingkan dengan kartu kredit bank dan juga waktu cicilan yang lebih singkat. Sebagai perencana keuangan, dirinya menyampaikan kepada masyaarakat untuk tetap mengontrol diri dalam menggunakan kredit maupun paylater agar tidak menimbulkan masalah, karena keduanya tetap memiliki penalti jika tidak melunasi pembayaran. Menurutnya, pilihan yang bijak untuk masyarakat konsumtif agar bisa mengontrol diri dari perilaku konsumtif adalah dengan menggunakan paylater daripada kartu kredit bank.
Dirinya menyampaikan bahwa jika mempertimbangan kebutuhan darurat, kartu kredit bisa menjadi pilihan, mengingat kartu kredit bank bisa digunakan di manapun dan tidak terbatas hanya untuk membeli barang konsumtif. Hal ini yang masih belum bisa dilakukan paylater tapi kartu kredit bisa, misalnya membayar biaya rumah sakit. Paylater masih belum bisa digunakan untuk transaksi di toko offline.
Sementara itu, walaupun pertumbuhan kartu kredit bank terbilang melambat jika dibandingkan dengan paylater, industri perbankan masih tetap optimis jika bisnis kartu kredit bisa tetap eksis di beberapa tahun ke depan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian lebih suka pakai kartu kredit bank atau paylater fintech?

4 KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT

4 KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT

Kartu kredit sudah menjadi salah satu alat pembayaran yang sering digunakan banyak orang. Di samping itu, kartu kredit juga bisa dimanfaatkan sebagai akses ruang tunggu bandara, manfaat jaminan yang diperpanjang, penggantian pra-pemeriksaan TSA, penawaran hiburan, layanan pramutamu, dan penanggungan asuransi untuk ponsel.
Walaupun memiliki banyak keuntungan, pengguna kartu kredit juga patut memperhatikan beberapa hal, yaitu dengan mengetahui semua penawaran dan kelemahan yang bisa menarik perhatian. Di bawah ada 4 kesalahan yang kerap kalli dilakukan saat menggunakan kartu kredit:
1. Gagal bayar tiap bulan
Pelajaran pertama yang perlu dipelajari untuk pengguna kartu kredit adalah pastikan untuk membayar tagihan kartu kredit bulanan terlebih dahulu secara penuh dan tepat waktu sebelum menggunakan kartu kredit untuk mengumpulkan reward seperti poin atau mil pengeluaran sehari-hari seperti untuk bahan makanan, hiburan, pengeluaran rumah tangga, dan gas. Yang terpenting dalam menggunakan kartu kredit adalah keseimbangan. Utang kartu kredit adalah utang yang sangat mahal, da nada mitos bahwa dibutuhkan keseimbangan untuk memenangkan kredit. Dan cara terbaik untuk menggunakan kartu kredit adalah dengan membayar tepat waktu dan lunas tiap bulan.

2. Gagal memilih kartu kredit terbaik
Coba dan cocokkan terlebih dahulu kartu kredit hadiah dengan gaya hidup kalian. Jika kalian ingin mengejar hadiah, jangan hanya mengambil untuk pilihan pertama yang ditemukan atau rekomendasi dari teman. Pastikan dulu untuk menggunakan kartu kredit yang tepat untuk jenis pembelanjaan yang tepat. Semisal, jangan memilih kartu perjalanan jika kalian hanyalah orang rumahan. Namun jika kalian pecinta kuliner dan suka menghabiskan uang gaji kalian dengan makan di luar, kalian bisa menggunakan kartu kredit yang memberikan poin atau cashback untuk makan di restoran. Sesuaikan juga pilihan kartu kredit kalian dengan gaya hidup karena banyak kartu kredit hadiah yang memiliki biaya tahunan. Tidak memanfaatkan kartu dengan sepenuhnya padahal membayar biaya tahunan adalah sebuah kesalahan fatal.

3. Gagal paham soal penawaran kartu kredit bunga 0%
Promosi bunga 0% menjadi salah satu cara yang bagus untuk keluar dari utang atau bisa memberikan dampak pembelian besar. Namun, pastikan untuk bisa membayar secara penuh sebelum masa berlaku habis karena setelah penawaran berakhir, suku bunga bisa meroket. Taktik yang banyak digunakan oleh toko adalah menggunakan promosi 0% sebagai bunga yang ditangguhkan—dan ini merupakan taktik yang sangat buruk. Artinya, jika kalian tidak membayar penuh saat sudah melewati jatuh tempo, kalian akan ditagih kembali dan akan dibebankan bunga sudah terakumulasi berdasarkan dari saldo harian rata-rata kalian. Pastikan untuk selalu mengecek cetakan tagihan kartu kredit untuk mengecek dan memahami persyaratan yang bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Gagal ikut semua penawaran kartu kredit
Tidak semua keuntungan kartu kredit bisa didapatkan secara otomatis. Jika kalian tidak bisa mengambil inisiatif, maka kalian tidak bisa menikmati keuntungannya. Berdasarkan data dari Biro Perlindungan Keuangan Konsumen, lebih dari sepertiga pemegang kartu masih belum mendaftarkan akun online dan belum mengunduh aplikasi m-banking. Ini merupakan sebuah kesalahan yang cukup besar karena aplikasi bisa membuat segalanya menjadi lebih mudah untuk melacak pengeluaran dan memanfaatkan keuntungan yang didapatkan.
Misalnya, kartu kredit yang melakukan kerjasama dengan maskapai penerbangan dan perjalanan mengharuskan kalian untuk mengikuti dan mendaftar program hadiah makan, tunjangan perjalanan bernilai tinggi seperti program loyalitas dan akses ruang tunggu bandara. Ini semu tergantung dari kartu kredit yang didaftarkan sebelumnya. Kalian bisa mengunduh aplikasi untuk bisa mengetahui semua tunjangan, manfaat, dan keuntungan yang tersedia.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

APA ITU CASH ADVANCE?

APA ITU CASH ADVANCE?

Di masa sekarang yang serba cepat dan praktis, saat ini pengajuan kartu kredit sudah semakin mudah. Apalagi dengan semakin banyaknya penawaran dan syarat yang praktis untuk dipenuhi. Kartu kredit kerap kali memberikan banyak kemudahan untuk penggunanya, dan salah satu fitur yang ada di kartu kredit adalah cash advance.
Apa sih cash advance itu? sederhananya, cash advance merupakan sebuah fitur yang memungkinkan penggunanya bisa menggunakan kartu kredit untuk menarik uang di ATM. Fitur ini sangat bermanfaat jika ada keperluan mendesak. Sebelum mengenal lebih jauh apa itu cash advance, kalian perlu tahu soal ketentuan, kekurangan, dan kelebihan dari cash advance.
Cash advance sendiri adalah pinjama yang bisa ditarik secara tunah dengan kartu kredit lewat ATM. Pinjaman cepat ini lebih banyak digunakan untuk keperluan yang mendesak. Walaupun sangat bermanfaat di kondisi darurat, tidak disarankan untuk menggunakan fitur ini secara terus menerus.
Cash advance bisa menjadi pilihan terbaik bagi yang butuh dana cepat, asalkan kalian bisa melunasi saat jatuh tempo. Jika tidak, cash advance bisa berubah menjadi utang yang dikenakan denda dan bunga.
Jumlah dana yang bisa ditarik secara tunai tergantung pada limit kartu kredit yang kalian miliki. Umumnya, pihak bank hanya memberikan porsi cash advance sebesar 30% saja. dengan demikian, bisa mencegah penarikan tunai yang berlebihan.
Seperti pinjaman, cash advance juga memiliki tenor waktu sendiri. Kalian bahkan perlu mengembalikannya dalam waktu yang cenderung lebih cepat. Di samping itu, ada beberapa biaya dan bunga yang dibebankan.
Kententuan Cash Advance yang perlu diketahui
Sebelum memakainya, kalian perlu tahu informasi tentang cash advance. Sama seperti jenis pinjaman lainnya, layanan ini juga memiliki ketentuan yang harus dipatuhi. Jika tidak mematuhi aturan cash advance, maka kalian akan mendatangkan masalah keuangan nantinya.
Di samping memberikan kemudahan, cash advance juga mempunyai ketentuan. Ada beberapa biaya yang dibebankan jika kalian menarik dana ini, yaitu:
1. Biaya Layanan
Cash advance yang digunakan nasabah memiliki biaya layanan. Tiap bank memiliki ketentuannya masing-masing. Biasanya, biaya yang dibebankan sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, nilai yang lumayan besar. Selain itu, biaya ini dihitung dari presentase pinjaman yang diambil. Semisal, 3% dari pinjaman senilai Rp 1 juta. Dengan demikian, nasabah akan membayar biaya layanan sebesar Rp 30 ribu.

2. Biaya Penarikan

Mirip dengan transaksi penarikan ATM, cash advance juga memiliki biaya penarikan. Biaya ini akan dibebankan tiap kali nasabah melakukan penarikan. Jumlah biaya yang akan dibayarkan tergantung dari bank kartu kredit yang dimiliki. Jadi pastikan kalian mengetahuinya dulu sebelum melakukan penarikan cash advance.

3. Bunga
Salah satu hal yang menjadi pertimbangan sebelum menggunakan cash advance adalah bunganya yang terbilang besar. Perlu kalian tahu, bunga yang dibebankan ke pengguna cash advance lebih besar daripada pinjaman lain. Besarnya bunga tergantung dari bank. Bunga ini harus dikembalikan saat kalian melunasi pinjaman.

4. Denda Keterlambatan Pelunasan
Cash advance juga memiliki denda keterlambatan. Presentase yang yang harus dibayarkan sudah ditetapkan oleh masing-masing bank. Jadi kalian harus mengetahui informasinya dengan lengkap.
Apa keuntungan dan kekurangan dari cash advance?
Setelah kalian mengetahui beberapa ketentuan perihal cash advance, kalian bisa mulai mempertimbangkan keuntungan yang bisa didapatkan serta kekurangan yang bisa kalian hindari, apa saja itu?
1. Kelebihan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cash advance sangat berguna di kondisi yang darurat. Kalian hanya perlu menarik uang di ATM terdekat. Dikarenakan jumlah uang yang ditarik tidak terlalu besar, jumlah ini bisa dibayar dalam jangka waktu yang cepat jika perencanaan keuangan kalian bagus.
Berbagai jenis keperluan mendadak seperti keperluan sekolah anak atau cicilan bisa dicover dengan cash advance ini. Jika dilunasi tepat waktu, kalian tidak perlu membayar denda keterlambatan yang dibebankan.

2. Kekurangan
Kekurangan dari cash advance ini adalah biaya yang dibebankan, terutama jika jumlahnya bertambah ketika kalian terlambat melunasinya. Tidak hanya itu saja, kekurangan dari cash advance ini kebanyakan datang dari kontrol diri yang kurang. Banyak nasabah yang akhirnya terjerat utang karena layanan ini. Banyak yang tidak sadar akan biaya yang ada di baliknya.
Fitur cash advance yang perlu diketahui!
Ternyata cash advance jenisnya beragam sesuai dengan ketentuan dari perusahaan atau bank. Antara lain biaya perawatan gedung, biaya perjalanan bisnis, dan lainnya. Karena diperuntukkan untuk keperluan yang berbeda, jangka waktu penarikan juga berbeda. Ada bank yang ditentukannya dengan waktu seminggu sekali ataupun sebulan sekali.
Alurnya penggunaan dari cash advance sendiri bisa diketahui. Proses penggunaan dimulai dari pengurus finansial bank yang kemudian dilanjutkan ke rekening bank. Fitur ini sangat berguna untuk keperluan yang dimiliki. Namun harus tetap diperhatikan apakah keperluan tersebut darurat atau hanya hal biasa. Pastikan untuk menggunakan cash advance secara bijak.
Tips penggunaan cash advance secara bijak
Saat, layanan kartu kredit sudah banyak memberikan fitur yang beragam. Bahkan kartu kredit online sendiri sudah menjadi kebutuhan yang wajib dimiliki. Salah satu layana yang bisa memudahkan nasabah adalah cash advance. Sayangnya, fitur cash advance ini sering disalahgunakan.
Fitur cash advance ini bisa memberikan manfaat jika digunakan dengan bijak. Bagaimana caranya?
1. Memiliki anggaran bulanan
Anggaran yang baik bisa meminimalisir keinginan untuk menggunakan cash advance. Pastikan dana untuk cicilan, keperluan sehari-hari, dan sebagainya sudah terpenuhi. Jika tidak mengalokasikan dana dengan baik, kebutuhan tidak bisa terpenuhi sehingga menyebabkan terjadinya pinjaman. Hal ini bisa dihindari dengan perencanaan yang baik.

2. Menghentikan kebiasaan impulsif dalam membeli barang
Kita kerap kali membutuhkan dana dengan cepat untuk bisa membeli hal secara impulsif. Hal ini bisa membuat cicilan menunggak dan kalian akhirnya menggunakan layanan cash advance. Padahal, cash advance bukan diperuntukkan untuk check out barang secara impulsif demi keuangan yang lebih baik.

3. Meminjam berarti mengembalikan
Sebelum memutuskan untuk menggunakan pinjaman dana, kalian perlu tahu bahwa dana tersebut harus dikembalikan. Masih banyak orang yang berpikiran dangkal ketika menggunakan pinjaman dana. Hal ini berakibat cicilan menumpuk di akhir. Jika keuangan tidak direncanakan dengan baik, cicilan tersebut bisa terlambat dibayar. Ini bisa menambah jumlah utang karena bunga dan denda yang dikenakan.

4. Memiliki tujuan keuangan yang baik
Tujuan keuangan yang baik dan terarah bisa menghindarkan kalian dari hal yang tidak diperlukan. Misalnya perilaku konsumtif seperti membeli barang-barang mahal, pakaian, dan sebagainya. Dengan memiliki tujuan keuangan yang baik, kalian bisa menggunakan kartu kredit dengan bijak sesuai dengan kebutuhan.
Itu tadi beberapa hal yang perlu kalian ketahui soal cash advance. Gunakan fitur cash advance ini dengan bijak agar kalian bisa merasakan langsung manfaatnya.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

6 MITOS SEPUTAR KARTU KREDIT DAN IBU RUMAH TANGGA

6 MITOS SEPUTAR KARTU KREDIT DAN IBU RUMAH TANGGA

Kartu kredit bisa dimiliki oleh siapa saja, selama orang tersebut sudah memenuhi syarat untuk mengajukan kepemilikan kartu kredit. bahkan ibu rumah tangga pun juga bisa memilikinya, lho! Dan penawaran ini menjadi salah satu penawaran menarik, mengingat biasanya ibu-ibu ini lebih sering melakukan transaksi pembelanjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Biasanya, ibu rumah tangga memiliki tugas yang sangat sulit dan berat, yaitu harus memiliki manajemen keuangan yang baik untuk memastikan keluarga bisa tercukupi dengan uang yang ada.
Oleh karena itu, seorang ibu rumah tangga harus pintar-pintar dalam menggunakan kartu kredit. mulai dari memanfaatkan promo cicilan 0%, diskon, voucher, dan cashback agar pengeluaran bisa lebih hemat. Di beberapa situasi darurat, kartu kredit bisa menjadi penolong, semisal ketika harus belanja kebutuhan barang di saat suami belum gajian. Kartu kredit bisa menjadi solusi yang tepat. Dengan berbagai manfaat, tidak salah jika ibu rumah tangga bisa memiliki kartu kredit.
Ibu rumah tangga atau IRT yang tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap terkadang mengalami kesulitan dalam mengajukan kartu kredit. ada beberapa mitos terkait penggunaan kartu kredit oleh IRT yang perlu diperjelas dan diluruskan. Beberapa di antaranya yaitu:
1. Ibu Rumah Tangga Tidak Bisa Megajukan Kartu Kredit
Hal pertama yang bisa menimbulkan pro-kontra adalah mitos jika IRT tidak bisa mengajukan dan memiliki kartu kredit. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar.
Dalam proses pembuatan kartu kredit, pihak bank biasanya memberikan beberapa persyaratan dan ketentuan khusus, salah satunya adalah penghasilan perbulan. Hal ini dilakukan demi menjamin kemampuan finansial nasabah dalam mengembalikan pinjaman.
Dan hal tersebut menyulitkan para IRT, karena mereka tidak memiliki penghasilan tetap. Walupun demikian, tanpa penghasilan tetap pun IRT masih bisa melakukan pengajuan kepemilikan kartu kredit.
IRT merupakan segmen atau pengguna kartu kredit yang sering melakukan beragam transaksi, dan ini bisa menjadi peluang yang baik. Segala aktivitas keuangan tersebut akan memberikan nilai positif untuk bank.
Oleh sebab itu, beberapa bank mulai membuka peluang untuk para IRT untuk mengajukan kepemilikan kartu kredit. Dengan melalui proses pengecekan riwayat tabungan, menyerahkan infomasi terkai penghasilan suami atau keluarga, dan mensyaratkan sejumlah deposito sebagai jaminan.
Jika kondisi keuangan sudah memenuhi persyaratan, pengajuan kepemilikan kartu kredit akan jadi lebih mudah untuk disetujui. Akan lebih mudah lagi jika pengajuannya dilakukan oleh suami sebagai pemilik kartu utamanya.

2. Ibu Rumah Tangga Tidak Bisa Mendapatkan Credit Score yang Baik
Ibu rumah tangga tidak bisa mendapatkan credit score yang baik? Siapa bilang! Itu hanya mitos semata. Credit score atau skor kredit dipengaruhi oleh semua aktivitas perbankan yang dilakukan, termasuk KPPR, KTA, dan KUR. Jadi, tidak hanya seputar penggunaan kartu kredit saja, ya!
Cara mengelola berbagai pinjaman inilah yang nanti bisa mempengaruhi riwayat dan skor kredit. oleh sebab itu, jangan lupa untuk membayar semua tagihan tepat waktu!

3. Jadi Utang Bersama
Walaupun sudah sepakat dengan pasangan untuk menganggapnya sebagai utang bersama, pihak bank tidak menggunakan anggapan yang sama. Pemegang kartu kreditlah yang bertanggung jawab atas utang tersebut.
Jika menggunakan kartu tambahan, maka yang menjadi penanggung jawab adalah pemilik utama kartu kredit, jadi tidak ada istilah utang bersama.

4. Nantinya Punya Riwayat Credit yang Sama
Hal yang perlu diingat adalah setiap orang memiliki riwayat kredit yang berbeda, jadi sifat credit score ini adalah perorangan. Kecuali jika pengguna dan pasangan mengajukan pinjaman bersama. Dengan cara ini riwayat kredit salah satu pihak bisa mempengaruhi pihak lainnya.
Untuk mencegah hal tersebut, coba lakukan pengajuan kredit secara terpisah dengan menggunakan nama masing-masing.

5. Hanya Orang Kaya yang Bisa Memiliki Kartu Kredit
Salah satu mitos soal kartu kredit yang sering dipercaya banyak orang adalah kartu kredit hanya bisa dimiliki oleh orang kaya saja. banyak yang berpikiran demikian mengingat biaya penggunaannya yang cukup besar seperti biaya tahunan, bunga, sampai dedan keterlambatan.
Padahal sekarang, sudah mulai banyak bank penerbit kartu kredit yang memberikan penawaran ini dengan biaya yang lebih terjangkau. Bahkan ada beberapa bank yang berani menawarkan kartu kredit tanpa biaya tahunan sepeser pun!
Asalkan sudah memenuhi persyaratan, siapa pun bisa mengajukan kepemilikan kartu kredit, termasuk ibu rumah tangga bahkan pelajar sekali pun.

6. Kartu Kredit Hanya Bisa Digunakan untuk Belanja
Dan mitos yang terakhir yaitu para ibu hanya bisa menggunakan kartu kredit untuk berbelanja saja. padahal kartu kredit bisa dipakai untuk beragam keperluan, misalnya bayar tagihan bulanan dan beli tiket pesawat.
Jika seumpama butuh dana darurat, kartu kredit bisa jadi penolong.
Itu tadi beberapa mitos terkait kartu kredit untuk ibu rumah tangga. Percaya atau tidak itu semua kembali ke diri masing-masing, dan akan lebih baik jika mengecek benar tidaknya tiap mitos sebelum mempercayainya.
Jika kartu kredit digunakan dengan tepat, ini bisa menjadi pilihan menguntungkan bagi pemiliknya, termasuk ibu rumah tangga.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian percaya atau tidak dengan mitos tersebut?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds