BAGAIMANA NASIB VISA DAN MASTERCARD SETELAH KARTU KREDIT BI TERBIT?

BAGAIMANA NASIB VISA DAN MASTERCARD SETELAH KARTU KREDIT BI TERBIT?

Bank Indonesia (BI) telah menerbitkan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) yang menggunakan sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
Ini sejalan dengan perintah Jokowi, yaitu diharapkan Indonesia tidak terlalu bergantung pada kanal transaksi laur negeri seperti Visa dan MasterCard.
Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta menjelaskan jika perilisan KKP yang menggunakan sistem GPN menjadi langkah positif untuk menjaga kemandirian pengelolaan pembayaran nasional, apalagi untuk negara seluas Indonesia.
Namun menurutnya, untuk saat ini Indonesi belum bisa menyingkirkan layanan kartu kredit seperti Visa dan MasterCard, apalagi di era globalisasi saat ini. Ini karena masih ada beberapa transaksi yang dilakukan di luar negeri. Beliau berpendapat jika pembayaran domestik sebenarnya bukan dibuat untuk menghilangkan Visa dan MasterCard. Di era globalisasi saat ini, transaksi-transaksi yang dilakukan di luar negeri masih perlu dilakukan.
Steve menuturkan Indonesia bisa menghadirkan kartu kredit domestik sebagai pilihan alternatif yang bisa dipilih masyarakat ketika memilih kartu kredit. menurutnya, Indonesia masih perlu belajar dari negara tetangga yang sudah lebih dulu menerbitkan kartu kredit domestik seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Beberapa negara tersebut masih tetap menggunakan layanan internasional meskipun sudah ada kartu kredit domestik.
Sebagai tambahan, ada beberapa hal yang harus dijadikan pertimbangan oleh BI jika kartu kredit domestik diperuntukan untuk konsumen nantinya. BI perlu memastikan jika kartu kredit domestik tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk bertransaksi. Akan lebih baik bila mampu menyaingi fasilitas yang disediakan Visa dan MasterCard. Dikhawatirkan masyarakat akan kembali menggunakan Visa dan MasterCard jika kartu kredit domestik ini masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

BUKAN VISA DAN MASTERCARD, APAKAH KARTU KREDIT BISA DIPAKAI DI LUAR NEGERI?

BUKAN VISA DAN MASTERCARD, APAKAH KARTU KREDIT BISA DIPAKAI DI LUAR NEGERI?

Pada peluncuran kartu kredit domestik April 2023 lalu oleh Bank Indonesia, ada beberapa pihak yang masih meragukan keunggulannya jika disetarakan dengan Visa dan MasterCard. Hal tersebut tercermin di layanan yang tersaji dalam Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk kartu debit, di mana penggunaannya hanya terbatas di dalam negeri saja. Untuk di luar negeri sendiri, kartu yang memiliki logo GPN tidak bisa digunakan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono memapatkan ide awal kartu kredit domestik ini hanya sebatas memberikan pelayanan khusus untuk masyarakat dalam negeri, dikarenakan transaksi kartu kredit orang Indonesia kebanyakan ada di dalam negeri.
Sesuai dengan namanya, kartu kredit domestik juga mengutip kata-kata nasional atau domestik, sehingga penyediaannya hanya terbatas di dalam negeri saja. ini menjadi salah satu bentuk usaha BI untuk membuka ruang layanan kartu kredit agar tidak didominasi oleh pihak tertentu saja, namun bisa menjadi opsi yang bisa dipilih masyarakat. Diharapkan bahwa GPN menjadi layanan yang lebih murah, lebih hemat dan aman.
Untuk layanan lainnya seperti bisa digunakan di sistem digital hingga tidak perlu tatap muka masih ada seperti layanan penyedia jasa internasional pada umumnya. Ini dikarenakan sistem yang diberikan BI sudah mengalami perkembangan mengikuti kemajuan teknologi dan informasi.
Meskipun begitu, ada beberapa kritikan yang menyebutkan GPN masih belum bisa dilakukan untuk transaksi di e-commerce. Erwin sendiri masih belum bisa memastikan dikarenakan harus ada pengecekan terlebih dahulu.
Kritikan tersebut disampaikan sebelumnya oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta. Menurutnya, pengembangan GPN dalam memberikan pelayanan terhadap kartu debit masih terbilang mandek karena hanya bisa dilakukan untuk transaksi fisik saja. beliau juga menambahkan jika GPN masih memiliki beberapa kekurangan jika disejajarkan dengan Visa dan MasterCard. Salah satunya adalah penggunaannya yang masih belum berada di tahap digital, seperti untuk melakukan transaksi e-commerce.
Beliau berpendapat bahwa sebenarnya untuk kartu kredi yang ada saat ini, termasuk yang disediakan oleh Visa dan MasterCard tidak hanya transaksi langsung saja, tap sudah masuk ke tahap pembayaran di e-commerce yang berlaku secara internasional dan tidak perlu lagi kontak fisik.
Oleh karena itu, beliau menganggap bahwa ketika Presiden Jokowi menginginkan agar layanan kartu kredit pemerintah tidak terlalu bertumpu dengan Visa dan MasterCard seharusnya sistem dan prasarananya sudah disiapkan sejak lama dan tidak terburu-buru digunakan sebelum bisa bersaing. Beliau berharap agar hal ini tidak terjadi, karena menurutnya sedikit banyak seharusnya bisa seimbang dengan para pemain asing. Beliau merasa Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

WADIDAW! TERNYATA SEGINI JUMLAH SETORAN BANK RI KE VISA DAN MASTERCARD!

WADIDAW! TERNYATA SEGINI JUMLAH SETORAN BANK RI KE VISA DAN MASTERCARD!

Presiden Joko Widodo secara gamblang sudah meminta para pelaku industri pembayaran domestik mulai mandiri dalam menerbitkan kartu kredit, khususnya kartu kredit pemerintah.
Jokowi menuntut hal tersebut dengan alasan agar kemanan sistem pembayaran Indonesia bisa terjaga. Selain keamanan, bergantungnya Indonesia selama ini terhadap prinsipal kartu kredit asing ternyata melahap pundi-pundi dolar di Indonesia.
Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan CNBC Indonesia, setidaknya bank-bank harus menyediakan dana sebesar US$ 2 miliar tiap tahunnya untuk provider internasional seperti Visa dan MasterCard. Ini dilakukan agar layanan kartu kredit tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
Jumlah biaya ini pun sudah masuk ke perkiraan Bank Indonesia, terutama karena perbankan domestik harus memberikan setoran biaya untuk bisa mendapatkan layanan seperti verifikasi data, sistem keamanan, dan sistem lainnya untuk penyelesaian transaksi. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menambahakan bahwa biaya layanan ini memang terbilang cukup mahal dan biaya ini dibebankan kepada konsumen.
Oleh karena itu, BI berencana untuk menerbitkan kartu kredit domestik April mendatang. Layanan tersebut akan menjadi sistem yang menyiasati seluruh transaksi masyarakat Indonesia yang menggunakan kartu kredit, sehingga tidak bergantung sepenuhnya terhadap prinsipal internasional.
Direktur Eksekutif Segara Institut Piter Abdullah Redjallam menyebutkan bahwa beban biaya layanan yang harus disetor perbankan domestik ke prinsipal kartu kredit asing itu bisa mencekik neraca pembayaran.
Menurut data Neraca Pembayaran Indonesia yang dirilis terakhir kali pada Februari 2023, dari sisi transaksi finansial masih membukukan defisit sebesar US$8,91 miliar secara keseluruhan untuk tahun lalu. Dampaknya cukup besar dalam mengurangi kewajiban LN jika semua kartu kredit tidak lagi menggunakan Visa atau MasterCard di seluruh Indonesia.
Di lain pihak, Ekonom Center of Reform in Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet memperkirakan jika dilihat dari dari sisi pengeluaran cadangan devisa, Indonesia juga bisa menghemat jika memanfaatkan kartu kredit domestik sebagai ganti dari Visa dan MasterCard. Sehingga jika ini berkaitan dengan dampak makro, salah satu hal positifnya adalah cadangan devisa tidak perlu lagi dikeluarkan untuk pembayaran jasa penggunaan kartu kredit Visa dan MasterCard.
Jadi bagaimana menurut kalian?

DITEKAN ASING, INDONESIA SULIT GANTI VISA DAN MASTERCARD

DITEKAN ASING, INDONESIA SULIT GANTI VISA DAN MASTERCARD

Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan kartu kredit domestik pada April 2023. Hal ini akhirnya bisa terwujud setelah sekian lama terhenti pasca penerbitan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk kartu debit pada Januari 2018.
Direktur Eksekutif Departemen komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan bahwa kartu kredit domestik ini akan membuat Indonesia bisa lepas dari ketergantungan layanan prinsipal asing dalam mengelola sistem pembayaran kartu kredit. Beliau juga menambahkan sebetulnya persiapan Kartu Kredit Domestik ini sudah sejak lama dilakukan. Diakui sejak terbitnya GPN, Indonesia mendapatkan tekanan dari pihak asing untuk merealisasikannya.
Erwin menegaskan jika negara lain sebetulnya sudah terlebih dahulu memiliki sistem independen untuk menerbitkan layanan kartu kredit, seperti JCB milik Jepang dan Union Pay milik China. Sehingga BI memiliki argumentasi untuk menghadapi tekanan tersebut. Kalau Jepang dan China bisa, mengapa Indonesia tidak?
Argumen lain mengapa BI makin percaya diri untuk merealisasikan kehadiran sistem kartu kredit domestik adalah bercermin dari dampai perang antara Rusia dan Ukraina. Akibat peperangan tersebut, perusahaan seperti Visa dan MasterCard memberikan sanksi ke Rusia dengan menghentikan layanannya ke masyarakat Rusia. Beliau menjelaskan ketika sebuah negara memiliki persoalan dengan pemimpin dunia yang lain, ketergantungan terhadap sistem pembayaran tersebut sangat mengerikan, seperti contohnya banyaknya turis Rusia yang berada di Bali tidak bisa membayar biaya penginapan hotel karena kartu kreditnya tidak bisa dipakai.
Akibat kengerian yang muncul akibat terlalu bertopang ke penyedia layanan kartu kredit asing, Erwin berinisiatip untuk menyediakan sistem settlemen di dalam negeri semakin kuat. Dan akhirnya munculla beberapa inisiatif untuk penyelesaian pembayaran di domestik, dan GPN adalah salah satunya. Ada juga BI Fast yang bisa menjadi alternative settlement, dan untuk sekarang ini pihaknya sedang memunculkan kartu kredit domestik.
Meskipun demikian, beliau tidak memberikan penjelasan mendetail apakah hingga saat ini pihak asing masih menekan Indonesia atau tidak. Beliau hanya memastikan jika tekanan pada saat itu bisa menjadi bukti Indonesia harus bisa independen dalam menyediakan sistem pembayaran bagi warganya di dalam negeri.
Beliau menuturkan walaupun sudah banyak dimuat dan saat itu ada tekanan dari pemerintah Amerika mengapa harus membuat GPN, itu artinya ada alasan yang bagus karena sistem pembayaran Indonesia saat ini membutuhkan kestabilan, termasuk pada saat-saat kritis. Sebagai tambahan informasi, tahun 2019 silam setelah setahun diluncurkannya GPN, Indonesia disebut akan menghapus kewajiban menggandeng perusahaan switching lokal di bisnis sistem pembayaran domestik pada dua perusahaan AS—Visa dan MasterCard. Perubahan ini akan mengizinkan perusahaan AS tersebut untuk memproses transaksi kartu kredit tanpa rekanan lokal. Ini merupakan kemenangan lobi pemerintah AS di tengah tekanan sejumlah negara Asia yang mengeluarkan aturan khusus untuk mendorong alat pembayaran lokal.
Reuters mendapatkan salinan email antara pejabat As dengan ekskutif kedua perusahaan kartu ini. Detail email berjumlah 200 halaman tersebut berada di bawah Kebebasan Informasi AS. Komunikasi via email ini terjadi pada April 2018 dan Agustus 2019. Di email tersebut dijelaskan ada salah satu perusahaan yaitu MasterCard yang juga melobi wakil Dagang AS (USTR) untuk melakukan hal serupa di India, Vietnam, Laos, Ukraina, dan Ghana.
Saat GPN diterbitkan, disebutkan pemrosesan transaksi dalam negeri harus melalui perusahaan switching yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh investor dalam negeri. Dengan adanya aturan tersebut, Visa dan MasterCard tidak bisa memproses transaksi pembayaran secara langsung. Mereka perlu menggandeng partner lokal. Visa dan MasterCard sebelumnya bisa langsung memproses transaksi nasabah Indonesia tetapi di Singapura.
GPN sendiri diperkirakan akan menekan laba MasterCard dan Visa, terutama dari fee kartu kredit yang keuntungannya lebih besar di Indonesia. Permintaan pengecualian GPN adalah salah satu permohonan AS agar Indonesia bisa kembali mendapatkan fasilitas generalized system of preference (GSP). Ini merupakan fasilitas tarif bea masuk rendah untuk produk ekspor Indonesia ke AS. Fasilitas ini diberhentikan sejak tahun lalu.
Menurut Reuters, BI mengatakan jika perundingan sudah berakhir dan kartu kredit tidak akan diatur sistem GSP. Walaupun begitu, BI tidak memberikan komentar adanya tekanan dari AS.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

RAMADAN TIBA, INDUSTRI PERBANKAN PASTIKAN TRANSAKSI KARTU KREDIT NAIK DUA DIGIT

RAMADAN TIBA, INDUSTRI PERBANKAN PASTIKAN TRANSAKSI KARTU KREDIT NAIK DUA DIGIT

Industri perbankan memastikan pertumbuhan kartu kredit untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang mulai meningkat di Ramadan dan Idul Fitri bisa naik hingga dua digit. Sebelumnya saat pandemic Covid-19, produk kredit konsumer ini terhumpit oleh aturan pembatasan mobilitas masyarakat.
BNI meningkatkan transaksi kartu kredit pada momen Ramadan dan Idul Fitri 2023. General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang menuturkan, setiap tahun transaksi saat momen-momen tersebut naik minimal 15% jika dibandingkan dengan rata-rata nilai transaksi tiap bulannya.
Menurutnya, transaksi kartu kredit pada saat Ramadan tahun ini diperkirakan akan menunjukan peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu, terutama di sektor pembelanjaan kebutuhan jelang bulan suci tahun ini. Beberapa bank penerbit kartu kredit pun mulai berlomba untuk menyiapkan rangkaian event dan promo menggiurkan bagi para pemegang kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sampai Idul Fitri.
Untuk BNI sendiri, tren pertumbuhan volume dan nilai transaksi kartu kredit telah mengalami pertumbuhan di atas 20% secara tahunan menjelang akhir kuartal pertama 2023 ini. Berbagau program jelang Ramadan sudah dimulai sejak 23 Maret 2023. BNI akan memberikan berbagai tawaran promo untuk transaksi grocery, hotel, parsel dan retoran, hingga pembelian tiket mudik.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga tidak mau kalah untuk menggunakan momentum Ramadan dan Idul Fitri 2023 untuk menumbuhkan transaksi kartu kredit. Handayani selaku Direktur Bisnis Konsumer BRI berjanji jika transaksi kartu kredit bisa meningkat 30% saat bulan puasa dan Lebaran tahun ini. Pihaknya memprediksi trnasaksi kartu kredit di tahun 2023 bisa meningkat hingga 25% sampai 30% dan yang menjadi tonggaknya adalah transaksi terkait travel dan groceries.
Dilihat dari portofolio BRI, transaksi kartu kredit di sektor travel mengalami pembaruan. Sebelum pandemi, transaksi travel menjadi penyumbang kedua terbesar untuk bisnis kartu kredit. Sayangnya di saat pandemic langsung terjun ke bawah. Pasca pandemi, sudah kembali merangkak ke posisi kedua.
Demi meningkatkan transaksi kartu kredit di Ramadan dan Idul Fitri 2023, BRI menggaet Citilink untuk mengadakan program kerjasama BRI Citilink Online Travel Rair (COTF). Acara ini akan berlangsung online tepat di awal Ramadan 2023 selama periode 20-26 Maret 2023. Acara ini akan menawarkan 420.000 tiket pesawat.
Untuk Bank Mandiri sendiri, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengungkapkan bahwa transaksi nasabah kartu kredit melonjak 17,7% yoy pada akhir tahun 2022 menjadi lebih dari 43 juta transaksi. Perolehan tersebut diikuti oleh volume transaksi yang naik 32,5% jika dibandingkan dengan setahun yang lalu.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian ada rencana membeli sesuatu menggunakan kartu kredit di bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti?

GARA-GARA KARTU KREDIT, TOP MODEL INI TERJERAT UTANG SAMPAI BANGKRUT

GARA-GARA KARTU KREDIT, TOP MODEL INI TERJERAT UTANG SAMPAI BANGKRUT

Ini bukanlah kisah baru, namun sudah terjadi di 2019. Erin Heatherton, supermodel top sekaligus mantan kekasih aktor Leonardo DiCaprio. Heatherton jatuh miskin akibat terjerat utang kartu kredit.
Saat ini, Heatherton sudah menjadi tunangan seorang pria bernama Karol Kocemba, dan perlahan-lahan kondisi finansialnya sudah kembali seperti sedia kala.
Ada banyak pelajaran dan pesan moral yang bisa didapatkan dari kisah bangkrutnya si supermodel ini. Yang pasti, kebangkrutan tidak memandang profesi dan status keuangan; siapapun bisa mengalami hal ini.
Heatherton dulu merupakan model Victoria’s Secret ini menjalin kasih dengan Leonardo DiCaprio pada tahun 2012. Konon katanya, selama menjalin romansa dengan sekelas DiCaprio, Erin punya kebiasaan yang cenderung hemat. Namun, perlahan-lahan sifatnya berubah total menjadi sosok yang konsumtif dan suka membuang-buang uang.
Dari kisah ini pula, ada beberapa fakta menarik masalah keuangan yang dialami oleh Erin Heatherton pada 2019 yang dikutip dari berbagai sumber. Berikut adalah beberapa faktanya.
1. PENGELUARAN MELEBIHI PEMASUKAN
Dari situs berita Australia News.com.au, diberitakan jika Heatherton memiliki utang lebih dari US$ 500 ribu yang setara dengan Rp 7,1 miliar pada tahun 2019. Saat itu Heatherton hanya mengantongi penghasilan kurang dari US$ 3 ribu atau RP 42 juta dalam setahun. Diperkirakan jika utang tersebut akibuat gaya hidup yang mewah dan glamor, sehingga membuatnya gelap mata. Tahun 2017, Erin sempat mengantongi US$ 226 ribu atau Rp 3,2 miliar (saat itu) dari profesinya sebagai model.
Saat penghasilannya mengalami kenaikan, itulah yang menjadi pemicu untuk dirinya menjadi sosok yang konsumtif. Alih-alih digunakan untuk menabung atau investasi, Erin malah menggunakannya untuk membeli barang-barang yang aslinya tidak mampu dia beli. Pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan ini membuat nilai arus kas bersih menjadi negatif dan secara tidak langsung, keadaan ini akam membuat tabungan berkurang banyak dan lama-lama akan habis.

2. PUNYA LEBIH DARI SATU KARTU KREDIT
Punya satu kartu kredit sudah bikin kepala pusing mikirin tagihan, apalagi kalau punya lebih dari satu! Mereka yang menggunakan kartu kredit biasanya akan mengincar promo atau penawaran tertentu, namun tidak untuk Heatherton. Dia memiliki tiga kartu kredit dan tercatat memiliki utang lumayan besar di City Nasional Bank. Kartu kredit pertama ada tagihan yang menunggak sebesar US$ 11.514 atau Rp 164 juta (saat itu), kartu kredit kedua tagihannya US$ 194.602 atau setara dengan Rp 2,7 miliar saat itu! Lalu untuk kartu kredit terakhir jumlah tagihannya US$ 215.601 alias Rp 3 miliaran (saat itu). Belum lagi utang tambahan dari bank yang sama sebesar US$ 201 ribu atau Rp 2,8 miliar.
Dalam sebuah perencanaan keuangan, batas ideal sebuah utang harus didasari dari total aset yang dimiliki. Jika nilai utang sudah lewat 50% dari aset yang dimiliki, itu berarti utang sudah melebihi batas wajar.

3. TUNTUTAN GANTI RUGI DARI MANTAN REKAN BISNIS DAN UTANG PAJAK
Di tahun 2019, Heatherton juga harus dihadapkan dengan tuntutan ganti rugi dari mantan rekan bisnisnya yang mencapai US$ 100 ribu atau Rp 1,4 miliar (di 2019). Ditambah lagi, dia juga mempunyai utang pajak sebesar US$ 41 ribu atau Rp 584 juta (di 2019).

4. TERPAKSA JUAL ASET
Menjual aset adalah salah satu cara untuk melunasi semua utang yang dimiliki. Dikabarkan bahwa seluruh aset miliknya habis terjual, dan salah satunya adalah kalung Jennifer Meyer yang bernilai US$ 945 atau Rp 13 juta.
Seiring dengan berjalannya waktu, model catwalk ini mengalami penurunan penghasilan. Sempat kaya raya di 2017, di tahun 2018-2019 penghasilannya semakin merosot. Saat masih tersohor, uang bukan menjadi persoalan bagi Erin Heatherton. Dia juga dikabarkan sering menggelar pesta mewah dan glamor di condo miliknya di New York. Dia juga pernah dituntut tetangganya karena mengganggu kenyamanan.

INI DIA 4 TIPS ATUR BIAYA MUDIK JELANG LEBARAN BIAR KEUANGAN TIDAK TEKOR

INI DIA 4 TIPS ATUR BIAYA MUDIK JELANG LEBARAN BIAR KEUANGAN TIDAK TEKOR

Mendekati Idul Fitri, sebagian masyarakat mulai membuat rencana untuk mudik. Tentu saja banyak biaya yang dikeluarkan untuk mudik, mulai dari biaya transportasi, makan dan minum selama perjalanan, hingga angpau untuk saudara di kampong halaman.
Agar keuangan tetap stabil, diperlukan perencanaan matang. Ada beberapa tips yang bisa dipakai untuk mengatur biaya mudik. Menurut Perencana Keuangan Advisor Alliance Group Indonesia Andy Nugroho, biaya mudik perlu dipersiapkan jauh sebelum lebaran, apalagi jika biaya mudik dikeluarkan lebih besar dari gaji dan tunjangan hari raya (THR) yang didapat.
Dia menyebutkan jika biaya yang perlu dipersiapkan yaitu biaya transportasi pulang-pergi, diaya konsumsi selama di perjalanan, akomodasi atau penginapan jika perjalanan memakan waktu yang cukup panjang. Lalu, jangan lupa untuk menyiapkan biaya konsumsi selama di kampung halaman, angpau untuk orang tua dan saudara, serta membeli oleh-oleh untuk teman-teman di kota tempat kerja, dan dana darurat selama perjalanan pulang-pergi musik.
Di sisi lain, Perencana Keuangan One Shield Consulting Budi Rahardjo menjelaskan bahwa pengeluaran saat Lebaran dan mudik besar kemungkinan akan melonjak daripada pengeluaran di bulan-bulan biasa. Jika pengeluaran saat Lebaran sangat tinggi, perlu dipersiapkan jauh-jauh hari supaya tidak terjadi deficit keuangan yang akhirnya bisa mengganggu rencana keuangan atau menggerus dana darurat.
Lalu bagaimana caranya mengaatur biaya saat mudik? Ini beberapa tipsnya:
1. PERKIRAKAN PENGELUARAN SEPERTI MUDIK SEBELUMNYA
Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu memperkirakan mudik tahun ini sesuai dengan pola pengeluaran mudik sebelumnya dan dana bisa disiapkan dari jauh-jauh hari.

2. GUNAKAN REKENING KHUSUS
Disarankan untuk mengalokasikan dana mudik maupun pengeluaran saat Lebaran dalam satu rekening khusus. Semisal perkiraan pengeluarannya Rp 12 juta, bisa distribusikan uang dalam 12 kali setoran rutin ke dalam rekening khusus tersebut. Dengan menggunakan sistem autodebet, ini bisa menjadi langkah yang baik untuk memastikan dana tersebut secara otomatis di debet dari rekening pengguna ke rekening khusus yang disiapkan untuk pengeluaran hari raya.

3. SISIHKAN BONUS DARI THR
Dana mudik bisa didapatkan dari gaji bulanan. Bisa disishkan dari penghasilan tahunan seperti bonus dan THR. Namun jika tidak memiliki penghasilan tetap, maka perlu persiapan yang lebih matang dan antisipatif, apalagi jika ada kenaikan pengeluaran diikuti oleh penurunan pendapatan akibat berubahan konsumsi masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri.

4. CICIL MENABUNG
Apabila kebutuhan biaya mudik lebih besar daripada haji bulanan ditambah THR, sebaiknya mulai mencicil untuk menabung dari jauh-jauh hari. Idealnya, sisihkan 10% dari penghasilan setiap bulannya. Jika masih kurang, bisa ditambah juga dengan bonus yang didapatkan.
Namun jika dalam kondisi ekstrem belum tercukupi juga, rencana mudik bisa ditunda sampai tabungan cukup untuk biaya mudik. Jadi pastikan dana sudah tercukupi dan memenuhi semua dana untuk mudik Lebaran tahun ini.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian ada cara tersendiri untuk mengumpulkan dana mudik Lebaran?

TOKO ONLINE BOCORKAN 2 JUTA DATA KARTU KREDIT PENGGUNA, BIKIN GELENG KEPALA!

TOKO ONLINE BOCORKAN 2 JUTA DATA KARTU KREDIT PENGGUNA, BIKIN GELENG KEPALA!

Marketplace kartu ‘BidenCash’ mengaku telah membocorkan database miliknya berupa 2.165.700 data kartu debit dan kredit yang bisa diakses secara gratis oleh semua warganet!
Alih-alih disembunyikan, mereka malah mengumumkan kebocoran data besar ini ke forum hacker untuk mencari jangkauan yang lebih luar dan mencari perhatian sebanyak-banyaknya. Kebocoran ini terjadi tepat pada saat perayaan ulang tahun pertama perusahaan tersebut.
Berdasarkan penjelasan dari firma keamanan Cyble yang pertama kali menemukan kebocoran ini, informasi ssesitif yang terbongkar di publik cukup banyak. Setidaknya ada 740.858 kartu kredit, 811.676 kartu debit, dan 293 kartu kredit.
Dari jumlah tersebut, puluhan ribu diketahui adalah duplika, namun masih ada 2.141.564 data yang benar-benar berbeda (unique), menurut Andrea Draghetti selaku Kepala Intelijen Ancaman D3Lab. Kumpulan data berupa informasi yang bisa diidentifikasi secara pribadi seperti nama, email, nomor telepon, dan detil kartu pembayaran, termasuk tanggal kadaluarsa kartu dan kode CVV, dengan tanggal kadaluarsa kartu hingga 2052.
Draghetti menjelaskan jika basis datanya mencangkup sekitar 497.000 alamat email, dengan total lebih dari 28.000 domain. Data tersebut bisa menjadi amunisi untuk penipuan phishing dan kampanye penipuan lainnya di masa mendatang.
Sayangnya, para peneliti masih belum bisa membeberkan berapa banyak informasi valid dari data yang telah dibocorkan. Ada kemungkinan juga jika data-data tersebut disalahgunakan oleh penipu dan penjahat dunia maya.
Pihak Cyble menyebutkan jika keberadaan alamat email dan informasi lengkap yang disebut Fullz oleh penjahat dunia maya bisa membuat korban rentan terhadap serangan lain seperti phishing, pencurian indentitas, dan penipuan, jauh melewati masa kadaluwarsa rincian kartu mereka.
BidenCash sendiri sudah berdiri dan aktif sejak 28 Februari 2022 dan berada di posisi kelima berdasarkan total volume dalam peringkat yang dibuat firma Flashpoint. Dan BidenCash sendiri bukan satu-satunya yang platform yang memanfaatkan kebocoran kartu kredit dan digunakan secara gratis untuk kegiatan promosi, ada platform All World Cards yang juga mempromosikan dirinya pada Agustus 2021 saat membocorkan 1.000.000 kartu kredit secara gratis di berbagai forum peretasan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kejahatan dunia maya dengan menyalahgunakan informasi pribadi ini bisa dikurangi?

OJK DAN DPR RI BERI EDUKASI BAHAYA PINLOL ILEGAL DAN INVESTASI BODONG LEWAT JALAN SEHAT

OJK DAN DPR RI BERI EDUKASI BAHAYA PINLOL ILEGAL DAN INVESTASI BODONG LEWAT JALAN SEHAT

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Anggota DPR RI Komisi XI Indah Kurnia masih gencar mengedukasi masyarakat untuk tidak terjebak dengan pinjol ilegal dan investasi bodong. Legislator dari daerah pemilihan Jatim 1 ini bersama OJK melakukan edukasi terhadap warga Kelurahan Klampisngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
Acara yang dikemas dalam bentuk jalan sehat ini diikuti ratusan warga. Zainal selaku coordinator jalan sehat sosialisasi bahaya pinjol ilegal dan investasi bodong mengungkapkan bahwa warga Klampisngasem sangat mengapresiasi kegiatan yang dibuat oleh Indah Kurnia dan OJK ini.
Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, warga bisa membedakan mana pinjol dan investasi baik legal maupun ilegal. Warga yang terjerat pinjol ilegal maupun investasi bodong bisa melapor ke OJK. Warga yang ingin melakukan pinjaman atau berinvestasi juga bisa mengetahui lewat nomor HP atau website resmi OJK agar warga bisa terhindari dari pinjol ilegal dan investasi bodong.
Di lain pihak, Budiono dari Kantor Regional 4 OJK Jawa Timur menuturkan jika warga sangat membutuhkan pinjaman dari aplikasi online dan mereka disarankan untuk melakukan pinjaman online melalui platform pinjol yang legal. Sebab beberapa waktu belakangan ini banyak platform pinjaman online ilegal yang menawarkan kemudahan namun malaha akhirnya menyulitkan.
Dia juga berpesan jika warga menemukan adanya kasus jerat pinjol, mereka bisa melapor ke OJK melalui WhatsApp OJK 081157157157. Ini juga berlaku bagi warga yang ingin melakukan pinjaman melalui online untuk pengecekan legalitas lembaga terlebih dahulu dengan cara mengetik nama aplikasi dan kirim ke nomor WhatsApp OJK atau bisa melihat website resmi OJK. Cara-cara tersebut bisa mengetahui apakah aplikasi tersebut legal atau tidak.
Indah Kurnia selaku Anggota Komisi XI DPR RI juga mengungkapkan hal serupa. Dia menjelaskan masyarakat harus bisa mengatur keuangan mereka dengan bijak atau menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Masyarakat juga diminta untuk waspada dan tidak mudah terjebak banyaknya tawaran investasi yang tidak logis.
Dia juga menambahkan bahwa akhir-akhir ini sudah mulai bermunculan informasi yang tidak sehat lewat sosial media mengenai pinjol ilegal dan investasi bodong. Jangan pernah menerima tawaran iming-iming hal yang irasional oleh pihak siapa pun. Salah satu upaya untuk mempertahankan kondisi keuangan keluarga yaitu melakukan pekerjaan produkti seperti usaha maupun opsi lain yang lebih menantang dan menjanjikan keuntungan seperti investasi agar uang tidak berhenti di tabungan.
Dia juga mengapresiasi edukasi dan sosialisasi yang dilakukan Ojk terhadap masyarakat secara rutin, periodik, dan konsisten walaupun di hari libur. Dia berterimakasih karena bisa bersama-sama memberikan edukasi ke masyarakat secara langsung.
Kurnia juga memberika apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga dalam kegiatanjalan sehat edukasi bahaya pinjol ilegal dan investasi bodong di Surabaya ini. Banyak sekali warga yang mengikuti acara tersebut dan dia berterimakasih kepada seluruh warga Klampisngasem yang sudah mau berpartisipasi dalam kegiatan jalan sehat dan terus mengedukasi diri agar tidak terjerat pinjol ilegal dan investasi bodong. Terakhir dirinya berpesan kepada seluruh warga untuk mengatur keuangan secara bijak. Gunakan hanya untuk keperluan yang benar-benar penting dan jangan dipakai untuk berfoya-foya.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju jika kegiatan sosialisasi bahaya pinjol ilegal dan investasi bodong bisa dilakukan di seluruh Indonesia?

MENGENAL AMERICAN EXPRESS, SI RAKSASA KARTU KREDIT SEJAK ZAMAN DULU

MENGENAL AMERICAN EXPRESS, SI RAKSASA KARTU KREDIT SEJAK ZAMAN DULU

“Don’t leave it without it” adalah tagline dari iklan American Express yang terkenal dan masih menempel di benak konsumen.
Faktanya, tidak banyak perusahaan finansial global yang bisa berkembang bahkan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Apalagi di era seperti sekarang, persaingan sudah semakin keras dan semakin ketat. Dan American Express (Amex) adalah salah satu perusahaan yang memenuhi penjelasan ini. Saat ini Amex lebih dikenal sebagai penyedia jasa kartu kredit yang sudah dipakai oleh jutaan pelanggan di seluruh belahan dunia.
Amex sendiri sudah berdiri sejak tahun 1850 oleh 3 sekawan. Awalnya, Amex merupakan perusahaan di bidang pengiriman kilat. 2 dari 3 sekawan tersebut adalah William Fargo dan Henry Wells dan keduanya memiliki andil besar berdirinya Wells Fargo Bank, salah satu bank terbesar di Amerika.
Pada awal 1900, Amex mulai melebarkan sayapnya ke sektor finansial dan travel services serta mulai meluncurkan charge card dalam bentuk kertas pada tahun 1958, lalu disusul Gold Card pada tahun 1966, kemudian Centurion Card di tahun 1999.
Amex sendiri memutuskan untuk membidik pasar konsumen berpenghasilan tinggi dan untuk menang dalam persaingan, Amex menawarkan high-quality customer service dan beragam exclusive card holder benefits. Dikarenakan konsumen lebih sering menggunakan kartu kredit untuk keperluan travel dan entertainment, Amex memiliki jaringan kuat di berbagai bidang termasuk hotel, airline, dan retailer. Mereka juga sering memberikan diskon khusus untuk pemegang kartu Amex.
Karena eksklusivitas inilah yang akhirnya membuat biaya menjadi tinggi. Tidak hanya bagi para pemegang kartu, namun juga para retailers yang menerima Amex sebagai alat pembayaran. Karena hal ini lah tidak semua retailer mau menerima Amex.
Amex akhirnya menyadari bahwa memfokuskan diri ke pelanggan kelas atas tidak cukup untuk menjadi alat branding Amex. Tidak seperti Visa dan MasterCard yang merupakan kompetitornya, Amex tidak hanya bergerak di bidang pembayaran, namun juga mulai mengeluarkan kartu kredit sendiri.
Dengan berfokus ke pelanggan kelas atas, kemungkinan pelanggan yang tidak mampu membayar menjadi semakin kecil. Walaupun biaya yang tinggi menyebabkan banyak retailer yang menolak Amex, namun banyak retailer lain terutama kelas atas, tidak bisa menolak pelanggan kelas atas yang memiliki Amex.
Meskipun berhadapan dengan persaingan yang sangat ketat, Amex masih memiliki bisnis yang menguntungkan, dibantu dengan pelanggan yang loyal yang rela mengeluarkan iuran anggota tinggi dengan iming-iming eksklusivitas, hadiah, dan customer service yang tinggi.
Pemegang kartu kredit Amex diperkirakan berbelanja sekitar $23.500/tahun dan diprediksi ada lebih dari 120 juta pemegang kartu Amex di seluruh penjuru dunia. Di tahun 2022, Amex melaporkan penghasilan sekitar US$ 9,59 milyar. Jangan kaget jika Amex hingga saat ini masih menjadi perusahaan raksasa di dunia.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk menjadi salah satu pemegang kartu kredit American Express ini?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds