Ini 3 Rahasia Kaya dengan Kartu Kredit. Anda Sudah Pernah Praktik?

Ini 3 Rahasia Kaya dengan Kartu Kredit. Anda Sudah Pernah Praktik?

Berbagai macam pertanyaan datang ke saya via DM: “Pak, bagaimana rahasia kaya dengan kartu kredit? Boleh diungkap?”

Jujur saja, saya sudah tak kurang mengungkap rahasia kaya dengan kartu kredit lewat media sosial saya. Instagram, facebook dan youtube adalah tempat saya membagikan rahasia ini.

Sebenarnya, prinsip dasar kaya dengan kartu kredit adalah: memanfaatkan celah!

Anda sebagai pemegang kartu kredit wajib mempunyai:

  1. Kreatifitas
  2. Pandai ambil momentum
  3. Pengendalian diri yang kuat

3 Indikator di atas sering saya bagikan di kelas online Credit Card Revolution. Peserta kelas sering saya kasih tahu untuk selalu punya kreatifitas yang oke, punya ide jualan yang menarik sebelum dieksekusi.

Kawan anda jualan daster laris apakah anda juga ikut-ikutan jadi supplier daster? Bisa saja. Cuman, anda wajib punya kreatifitas yang membedakan dengan teman anda ini.

Akan lebih baik lagi kalau barang yang dijual berbeda dengan kawan anda. Tapi tetap, anda harus lihat segmen pasar dan potensinya.

Selain kreatifitas, wajib punya kemampuan ambil momentum. Saya selalu bilang bahwa kartu kredit itu bagaikan leverage. Leverage itu semacam pengungkit agar bisnis anda scale up!

Contoh kartu kredit untuk leverage ini ada pada kasus beli ruko. Misalkan ada ruko dijual murah turun harga dari 1 M ke 600 juta saat itu juga. Nah, anda bisa gunakan kartu kredit untuk membelinya terlebih dahulu. Nantinya, 3 bulan lagi, anda bisa jual ruko itu di harga 1 M. Makin untung kan?

Namun, kreatifitas dan kepandaian ambil momentum nggak cukup kalau anda tidak punya pengendalian diri yang kuat. Percuma anda ingin kaya modal kartu kredit tapi tak punya pengendalian diri.

Di kasih kartu kredit satu udah goyah beli ini itu. Apalagi kalau kartu kreditnya dua, tiga? Ada sale langsung belanja besar-besaran. Gesek sana, gesek sini, tahu-tahu limit kartu kreditnya sudah nipis. Niatnya mau kaya modal kartu kredit tapi yang dilakukan nggak sesuai dengan tujuan.

Ketika saya bilang “Ikut Workshop Credit Card Revolution” malah marah karena dikira saya jualan workshop aja.

Berbicara kaya dengan modal kartu kredit tentu butuh step-stepnya dan anda perlu tau ilmunya dari yang berpengalaman. Ingat, ada quote yang sangat bagus untuk kita semua: “Investasi leher ke atas itu manfaatnya lebih besar daripada investasi leher ke bawah”.

Ayo Berkenalan dengan Kartu Kredit!

Ayo Berkenalan dengan Kartu Kredit!

Kartu Kredit Itu Untuk Apa?
Kartu kredit adalah alat pembayaran berbentuk kartu yang diterbitkan oleh bank penerbit kartu kredit. Sebagai alat pengganti transaksi tunai, kartu kredit memberi banyak kemudahan untuk nasabahnya.

Anda ingin mengajukan pinjaman KTA atau mencicil rumah system KPR? Gunakan kartu kredit untuk memenuhi syaratnya.

Dengan catatan pembayaran kartu kredit yang sehat, anda akan lebih mudah mengajukan pinjaman KTA dan KPR.

Memangnya Apa Bedanya Kartu Kredit dengan Kartu Debit?
Jelas beda! Ketika berbelanja dengan kartu debit, anda menggunakan saldo anda. Sementara ketika transaksi dengan kartu kredit, anda ibarat meminjam saldo dari Bank terlebih dahulu (limit). Untuk mendapatkan kartu kredit juga harus melewati persyaratan yang lebih rumit daripada kartu debit.

Terus, Perusahaan Apa Saja yang Berhak Menerbitkan Kartu Kredit Di Indonesia?
Di Indonesia, secara umum ada perusahaan jasa keuangan yang menerbitkan kartu kredit di Indonesia.

  1. Visa
    Provider kartu kredit terbesar di dunia ini menerbitkan kartu kredit yang digunakan oleh banyak Negara-negara asia.
  2. Mastercard
    Berkantor pusat di New York, provider kartu kredit ini paling banyak digunakan di Amerika dan Eropa. Meski begitu, area jangkauannya sampai seluruh dunia.
  3. Bank Swasta
    Bank swasta di Indonesia juga menerbitkan kartu kreditnya sendiri. Salah satu contohnya adalah BCA.
  4. JCB
    Provider kartu kredit ini punya lokasi kantor pusat di Tokyo, Jepang dan sudah menerbitkan jutaan kartu kredit termasuk di Indonesia.

Apa Keuntungannya Kalau Saya Memiliki Kartu Kredit?
Kartu kredit punya banyak sekali keuntungan untuk transaksi finansial anda.

  1. Bisa digunakan untuk tracking pengeluaran belanja, tanpa kita harus repot mencatatnya secara manual.
  2. Bisa memberikan dan menjamin tingkat keamanan yang tinggi bagi penggunanya.
  3. Kartu kredit memberi berbagai macam diskon dan promo untuk transaksi di banyak gerai.
  4. Mempermudah pembayaran tanpa perlu menggunakan uang tunai.
  5. Memudahkan transaksi keuangan di luar negeri.
  6. Bisa digunakan sebagai modal bisnis yang efisien dan tanpa ribet.

Bagaimana Bila Saya Ingin Punya Kartu Kredit? Syaratnya Apa Saja?
Saat ini, kartu kredit bisa diajukan secara online. Berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi:

  1. Usia minimum pemegang kartu utama adalah 21 tahun
  2. Usia maksimum pemegang kartu utama adalah 60 tahun
  3. Usia minimum pemegang kartu tambahan adalah 17 tahun
  4. Minimum penghasilan perbulan adalah 5 juta.

Syarat ini bersifat umum. Setiap bank punya persyaratan yang berbeda yang juga tidak jauh dengan syarat umum di atas. Ada pula bank yang membolehkan nasabah memiliki kartu kredit dengan minimal penghasilan 3 juta saja.

Haruskah Melampirkan Dokumen Lain Saat Pengajuan Kartu Kredit?
Benar. Ada dokumen lain yang harus disiapkan dalam pengajuan kartu kredit. Pastikan dokumen berikut ini anda lengkapi agar pengajuannya lebih mudah dan cepat.

Bila Kartu Kredit Saya Diterima, Apakah Bisa Naik Limit?
Meski plafon yang diberikan bank terbilang kecil di awal, anda sangat mungkin bisa naik limit. Tentunya, ada beberapa tahapan yang harus anda penuhi agar bank mau menaikkan limit anda.
Biasanya, nasabah yang mempunyai catatan penggunaan kartu kredit dengan baik, akan mudah naik limit daripada nasabah yang baru memakai kartu kredit. Jadi, harap sabar ya.

Amankah Transaksi Kartu Kredit Aman?
Saat ini, transaksi kartu kredit wajib menggunakan PIN. Sistem tanda tangan yang lama digunakan sudah tidak berlaku lagi. Penggunaan PIN pada setiap transaksi kartu kredit dapat meningkatkan keamanan transaksi sehingga nasabah lebih aman dari setiap tindak kejahatan

Punya Kartu Kredit Bikin Miskin? Mari Kita Analisa Sebentar

Punya Kartu Kredit Bikin Miskin? Mari Kita Analisa Sebentar

Punya Kartu Kredit Bikin Miskin? Mari Kita Analisa Sebentar
“Ngapain susah-susah apply kartu kredit kalau ujungnya kartu ini bikin miskin?”
Wait. Kita pasti sering sekali mendengar anggapan seperti ini di kalangan masyarakat. Bedasarkan analisa saya, anggapan semacam ini biasanya muncul dari:

  1. Mereka yang nggak pernah pegang kartu kredit sebelumnya
  2. Mereka yang pernah pegang kartu kredit tapi terlena dengan kemudahannya
  3. Mereka yang sebatas diberi kartu kredit tanpa tahu penggunannya yang benar

Intinya sih, orang-orang yang beranggapan kalau kartu kredit bikin miskin adalah mereka yang belum tahu teknik membuat diri mereka kaya lewat kartu kredit.
“Tinggal gesek aja kok, Pak” begitu anggapan mereka yang menggunakan kartu kredit sebagai bahan pemuas nafsu belanja aja.

No. Punya Kartu Kredit Tak Akan Bikin Anda Miskin, Kok.

Saya berani bilang kalau kartu kredit bukan penyebab anda miskin, sekarang. Sedikit cerita, saya sendiri memulai usaha cafe dan warung makan bebek lewat modal kartu kredit.
Bila anda tanya: apakah bisnis yang saya tekuni bisa balik modal? Saya berani jawab: Sudah. Saya akui memang butuh kesabaran ekstra dalam membalikkan modal lewat usaha ini. Wajar saja, kok. Seluruh bisnis memang butuh waktu untuk membalikkan modal.
Kalau anda memang nggak ingin miskin dengan kartu kredit, setidaknya ikuti beberapa tips yang pernah saya lakukan ini:

  1. Batasi penggunaan limit kartu kredit
    Limit kartu kredit ini memang godaan besar bagi pemilik kartu kredit. Anda bisa saja khilaf kapan saja dalam penggunannya. Namun, bukan berarti anda bisa seenaknya saja menghabiskan limitnya.

    Biar nggak tergoda, coba ubah mindset anda. Caranya adalah dengan membatasi penggunaan limit kartu kredit.

    Nah, meski kartu kredit biasanya sudah mencatat pengeluaran limit anda, ada baiknya anda tetap mencatatnya sendiri. Buat skala prioritas penggunaan limit. Ketika anda ingin membeli sesuatu dengan kartu kredit, tanya dulu:

    a. Apakah barang tersebut benar-benar saya butuhkan?
    b. Apakah ada benefit yang saya dapatkan bila mendapat kartu kredit?
    Setelah itu, barulah anda bisa putuskan untuk membelinya atau tidak.

  2. Gunakan kartu kredit untuk modal bisnis
    Menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis tentu akan menghindarkan anda dari kemiskinan kartu kredit. Caranya adalah dengan menggunakan limit dan memutarnya menjadi sebuah keuntungan laba.

    Meski begitu, dalam membuatnya menjadi modal bisnis anda harus banget buat memikirkan dan mempertimbangkan berapa pengeluaran limit kartu kreditnya. Jangan terburu-buru menghabiskan limit dalam jumlah yang besar.

  3. Hindari membayar tagihan dengan opsi minimum payment
    Salah satu kesalahan yang membuat anda miskin dengan kartu kredit adalah opsi minimum payment. Opsi ini memang memudahkan buat siapa saja yang punya dana terbatas untuk membayar dalam jumlah kecil setiap bulannya.

    Namun, anda harus tahu kalau membayar dengan opsi ini justru akan menumpuk bunga. Di akhir nanti, bunga dari minimum payment yang terakumulasi justru akan membuat tagihan lebih besar.

    Saran saya, bila anda masih mampu, sebaiknya dalam membayar tagihan kartu kredit untuk hindari opsi minimum payment.

Sekali lagi saya ingatkan bahwa punya kartu kredit tak bakal bikin anda miskin, kok. Segala hal tergantung bagaimana anda mengendalikannya. Saran saya, daripada kartu kredit dipakai untuk belanja yang nggak penting-penting, mending dibuat untuk modal bisnis. Kuncinya sih, tekun dan sabar serta kendalikan diri anda.

Skor Kredit Baik Bukan Berarti Finansial Sehat. Loh, Kenapa?

Skor Kredit Baik Bukan Berarti Finansial Sehat. Loh, Kenapa?

Skor kredit yang baik merupakan salah satu indikator untuk mempermudah pengajuan pinjaman. Menjaganya tetap baik membuat anda lebih mudah apply pinjaman tanpa kendala.
Nah, sayangnya, kebanyakan dari anda pasti merasa terbuai dengan status kredit yang oke. Tunggu dulu, wait! Skor kredit baik nggak selamanya mencerminkan bahwa finansial anda sehat, loh.

  1. Tiada Simpanan Sepeserpun
    Tagihan yang dibayar tepat waktu akan membuat skor kredit baik. Namun, pastikah anda memiliki simpanan atau tabungan? Wah, jangan-jangan uang anda hanya habis untuk membayar tagihan saja, nih.
  2. Tiada Dana Darurat
    Antara simpanan dan dana darurat ini sangat berbeda. Itulah kenapa saya menulisnya menjadi 2 poin yang berbeda. Dana darurat adalah dana yang disiapkan ketika kondisi genting saja. Sementara itu, simpanan adalah dana yang sudah terukur. Contoh simpanan sendiri adalah tabungan kelahiran anak, tabungan pendidikan anak, dan semacamnya.

    Anda memang sudah membayar kredit secara tepat waktu. Tapi, apakah dana darurat juga sudah anda siapkan? Dana darurat ini penting sekali, loh.

  3. Dana Pensiun
    Bukan PNS dan takut nggak punya dana pensiun? Tenang, anda yang bukan pegawai negeri sipil sebenarnya masih bisa kok mempersiapkan dana pensiun sendiri.
    Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi. Bisa dengan membeli emas atau lembar saham. Di masa tua nanti, investasi ini bisa anda tarik.
  4. Dana Tagihan Bulanan Tidak Terbayarkan
    Skor kredit baik, tapi finansial buruk karena anda nggak bisa memenuhi tagihan bulanan. Padahal, salah satu indikator kondisi finansial yang baik adalah dengan rutin dan sehatnya kita membayar tagihan bulanan.
  5. Tagihan Tak Dibayar Secara Penuh
    Well, anda merasa sudah membayar tagihan secara rutin, tapi mengapa utang masih tak kunjung lunas? Bisa jadi anda membayarnya dengan opsi minimum payment. Tentu ini bikin kondisi finansial anda buruk. Lagi pula, tagihan kartu kredit akan tetap terakumulasi di bulan berikutnya karena bunga yang lebih besar. Pastikan untuk menghindari opsi minimum payment bila ingin tagihan anda kelar dan finansial membaik.
Cerita Tung Desem Waringin Survive dari COVID-19: Mulai dari Cara Bahagia Jasmani dan Finansial

Cerita Tung Desem Waringin Survive dari COVID-19: Mulai dari Cara Bahagia Jasmani dan Finansial

Sobat street smart, saya pernah punya pengalaman live instagram bareng salah seorang pakar finansial, Pak Tung Desem Waringin. Beliau ini salah satu orang yang menginspirasi saya dalam banyak hal.

Beberapa bulan kemarin, pak Tung Desem ini pernah bikin kaget dan heboh banyak orang. Kabar positif covidnya beliau jadi salah satu hal yang bikin banyak orang, termasuk peserta seminarnya deg-degan.

Gimana enggak, peserta seminarnya pasti pada khawatir juga dengan kabar ini.

Hebatnya nih, untungnya pak Tung sendiri sudah bisa survive dari COVID-19. Kok bisa. Sih? Bisa dong. Nah, di tulisan ini saya bakalan bagi-bagi tips poin penting yang bisa dipelajari dari live instagram saya dengan pak Tung.

Sebenarnya, live instagram saya dengan pak Tung menghabiskan waktu yang lumayan lama. Ada 1 jam! Memang kalau ngobrol dengan pak Tung itu nggak bisa kalau cuman sebentar hehe…

Penasaran videonya? Silahkan tonton di link berikut ini, ya!

Cek Youtube

Back to the topic. Bagaimana sih cerita dari pak Tung Desem Waringin hingga bisa survive?
Well, kuncinya sih satu: BAHAGIA!

Pak Tung selalu menekankan untuk selalu bahagia dan positif thinking selama menjalankan pengobatan melawan virus corona. Buang semua fikiran negative agar proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

Masalahnya, gimana caranya agar hidup bahagia tanpa tekanan? Kuncinya adalah bersyukur.

Masalah memang selalu ada dan nggak aka nada habisnya. Namun, lewat beryukur, seenggaknya beberapa hal bakalan lebih mudah dan gampang dijalani.

Nggak hanya itu saja sih, sebenarnya pak Tung Desem juga mempraktikkan yang namanya teknik pernafasan wim hof. Salah satu yang membuat keadaan pak Tung lebih baik adalah kebiasaannya melatih pernafasan ini.
Itu sih tips yang bikin pak Tung Bisa survive secara jasmani.

Gimana dengan cara sukses secara finansial?
Miliki multiple stream of income.

Kita nggak bisa mengandalkan satu saja sumber keran rezeki. Cobalah untuk mencari sumber rezeki lain. Bisa lewat jualan, berbisnis atau bisa juga berinvestasi di emas.

Tonton saja videonya, deh! Saya punya percakapan yang panjang lebar dengan pak Tung Desem.

Semoga info ini punya manfaat yang besar buat anda sekalian.

Sudah Benarkah Cara Ivan Gunawan Gunting Kartu Kredit?

Sudah Benarkah Cara Ivan Gunawan Gunting Kartu Kredit?

Dunia entertainment lagi dihebohkan dengan keputusan Ivan Gunawan. Gimana enggak, keputusan Ivan Gunawan gunting kartu kredit ini luar biasa bikin penonton ikutan deg-degan.

Kebalikannya, saya merasa lega.

Keputusan Ivan Gunawan gunting kartu kredit ini termasuk salah satu hal yang kontroversial. Namun, lewat langkah ‘berani’ nya ini akhirnya doi bisa menghentikan jebakan betmen yang selama ini singgah.

Saya tegaskan. Ini bukan kesalahan kartu kreditnya, bukan.

Boros tidaknya anda tergantung bagaimana anda mengelola kartu kredit yang anda punyai. Bila memang untuk konsumtif, sebaiknya sih punya 1 hingga 2 kartu kredit aja udah cukup.

Di kasus Ivan Gunawan ini, doi udah bilang kalau kartu kreditnya dipakai buat hal-hal konsumtif. Jadi, tak mengapa bila sekiranya digunting. Namun, bila kartu kredit dipakai untuk modal bisnis, maka seharusnya pikir-pikir lagi kalau mau gunting kartu kredit.

Eh, eh, tunggu. Saya ini memperhatikan satu hal di kasus Ivan Gunawan gunting kartu kredit ini:

Bener nggak sih cara Ivan Gunawan gunting kartu kredit? Sudah bener apa belum, ya?

Jangan salah, loh. Ada dua tahapan yang harus anda perhatikan sebelum gunting kartu kredit:

  1. Pastikan chip kartu kredit sudah terpotong
    Kalau memang niatan ingin memotong kartu kredit, pastikan chip kartu kredit sudah terpotong. Meskipun kartu kredit anda potong dengan tetap meninggalkan chip secara utuh, itu akan tetap bisa digunakan di mesin edc. Jadi, pastikan dulu sebelum membuang potongan kartu kredit ke tempat sampah.
  2. Pastikan kartu kredit sudah tertutup sempurna
    Sebelumnya, pastikan kartu kredit yang mau anda potong kudu zero saldo. Semua bank, jika kurang bayar itu susah ditutup. Namun, beberapa bank, jika lebih bayar itu bakalan juga susah ditutup. Loh, loh kok gitu? emang gitu.

Di kasus Ivan Gunawan gunting kartu kredit ini, sebaiknya Ivan memastikan 14 hari masa kerja kedepan agar bank sudah menutup kartu kreditnya secara sempurna.

Tunggu notifikasi dari bank bahwa kartu kredit sudah tertutup sempurna. Nah, ini nih. Gimana bila nggak ada notifikasi dari bank? Apakah artinya kartu kredit belum tertutup secara sempurna?

Bisa jadi sih, iya.

Harusnya, setelah 14 hari masa kerja itu, Ivan Gunawan harus menghubungi lagi pihak bank agar memastikan kartu kredit sudah tertutup sempurna.

Dua hal di atas memang sekiranya harus diperhatikan ketika akan menutup kartu kredit. Salah langkah dalam menutup kartu kredit berakibat kartu kredit disalahgunakan pihak lain. Di kasus Ivan Gunawan gunting kartu kredit, saya rasa Ivan harus cek lagi ke bank untuk 14 hari kedepan biar CC tertutup secara sempurna.

Game Of Entrepreneur: Belajar Bisnis Bisa Lewat Permainan Menyenangkan

Game Of Entrepreneur: Belajar Bisnis Bisa Lewat Permainan Menyenangkan

Siapa bilang belajar bisnis harus banget punya instrument bisnisnya? Kudu banget punya produknya buat belajar bisnis?Jawabannya: bisa iya dan bisa tidak.

Buat berbisnis secara langsung memang harus dan perlu banget instrument bisnis macam produk dan harga jual. Tapi…dalam belajar bisnis, anda nggak harus punya produknya terlebih dahulu.

Belajar bisnis ternyata bisa lewat hal-hal lain semacam buku dan Game. Anda masih tak percaya? Iya benar, anda bisa belajar lewat Game!

Beberapa permainan ternyata dirancang nggak cuma untuk refreshing doang. Dibalik itu, ada edukasi yang sangat besar bagi penggunanya.

Salah satu yang tengah saya mulai ini adalah Game of Entrepreneur. Permainan ini bakal mengasah skill bisnis anda. Permainan ini sudah dirancang biar bisa dimainkan oleh siapa saja yang awam masalah bisnis .

Game of entrepreneur ini biasanya saya mainkan via streaming youtube. Silahkan lihat episode tentang Game of Entrepreneur di link berikut ini:

Cek Youtube

Di video tersebut saya main sama 3 anak saya sekaligus mabar bareng penonton yang di rumah. Buat anda yang ketinggalan mabar bareng game of entrepreneur, saya biasanya kasih reminder dulu di akun instagram sebelum jadwal mabar dimulai.

Di game of entrepreneur ini, terdapat sheets rules (peraturan), papan permainan dan dadu yang bisa anda mainkan. Selama permainan berlangsung, anda akan menebak jenis investasi apa yang sebaiknya anda pilih biar untung.

Di papan yang disediakan, ada berbagai macam pilihan investasi yang bisa anda pilih. Nah, anda sendiri diibaratkan punya uang untuk investasi di sebuah bisnis dan dikasih limit 1000 poin. Ada 12 ronde yang dimainkan (dalam artian 12 bulan).

Terdapat poin keuntungan di setiap pilihan yang anda pilih, selain itu ada juga denda bagi anda yang sedang apes. Seiring berjalannya waktu, akan terlihat siapa yang mendapatkan untung, dan siapa saja yang mendapat buntung.

Game ini akan mengasah skill investasi, financial planning, dan budgeting anda. Produknya sih sebenernya udah ada di tokopedia. Kalau mau kepoin detail lanjutnya bisa klik link berikut ini, ya:

Game of Entrepreneur

 

Jangan Boros Selama “New Normal”, Ada 3 Pertimbangannya

Jangan Boros Selama “New Normal”, Ada 3 Pertimbangannya

Sebagai pengusaha, saya sendiri nggak bakalan nyangka kalau dunia bisnis bakalan gonjang-ganjing. Gara-gara virus kecil bernama corona, nggak cuma sisi kesehatan aja yang kena. Sisi lain seperti industri bisnis kena dampaknya.

Wah, dulunya para pengusaha selalu ngira kalau m

Jangan Boros Selama “New Normal”, Ada 3 Pertimbangannya.

Saya yakin pertanyaan “kapan pandemi berakhir?” ini selalu terngiang-ngiang di kepala anda-anda sekalian akhir-akhir ini. Saya pun, demikian. Wajar kita menunggu. Sebagai bagian masyarakat dunia yang juga ingin kondisi ini cepat berakhir, saya pun selalu menunggu momennya: keluar sudah tidak was-was lagi, geliat usaha bangkit lagi. Itu harapan kita semua.

Bicara kebijakan pemerintah, Indonesia ini beda treatmentnya. Masyarakat kita belum bisa jika disamakan dengan negara maju yang masyarakatnya mudah diatur. Selain itu, faktor padatnya penduduk juga mempengaruhi virus ini menyebar cepat. Kita cuma bisa berusaha menekan lajunya.

Setelah PSBB, beberapa kota di Indonesia udah mulai menerapkan yang namanya new normal. Kita mau nggak mau hidup berdampingan dengan virus menyebalkan ini. Kita di titik menerima kenyataan. Vaksin saja paling cepat tersedia satu dua tahun, loh.

Melihat kondisi yang begini, sudah seharusnya kita kembali merevisi banyak hal, termasuk diantaranya status keuangan kita. Hemat, hemat, dan hemat!

Saya paparkan 3 poin penting kenapa seharusnya anda nggak boleh boros selama masa pandemi ini:

  1. Pemulihan Ekonomi Selama Masa New Normal Berangsur Secara Bertahap
    “New Normal” memang diharapkan bisa memperbaiki keadaan ekonomi. Cuman, semua itu berlangsung bertahap. Secara statistik yang saya baca di suatu media, pekerja Indonesia itu saat ini ada 133 Juta. Dari angka 133 juta itu, 55-70 jutanya pekerja informal.  60% angkatan kerja kita berada di sektor informal. Presentasenya terbalik. Harusnya, angka mereka yang kerja di sektor formal lebih besar daripada informal.

    Di masa pandemi, pekerja sektor informal lah yang paling terdampak. Ini tantangan besar, yang nggak bisa diselesaikan sehari dua hari saja sembuh. Perppu pemulihan ekonomi juga masih terus diperbaiki biar dunia usaha bangkit lagi.

  2. Konsumsi Masyarakat Tak Banyak Naik Signifikan Setelah New Normal Dimulai 
    Harapan semua produsen di Indonesia tentu ingin dagangan kembali laku setelah penerapan new normal ini. Faktanya, sebagian masyarakat kita (konsumen) turun status ekonominya selama masa pandemi. Daya beli pun tentu belum bisa naik cepat. Buat produsen, harus sabar mendapat pemasukan.

  3. Masa depan? Selalu Misteri. Pengeluaran? Pasti
    Masa depan itu semacam misteri, kita tak bisa menebak alurnya. Namun, pengeluaran itu pasti. Berjaga-jaga dari sekarang dengan selalu berhemat di keuangan akan membuat diri anda lebih siap dengan hal tak terduga yang akan datang

Sekarang, keputusan ada di tangan anda. Mau hemat atau boros? Anda yang mengerti diri yang terbaik bagi anda sendiri.

Kenapa Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis Itu Perlu?

Kenapa Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis Itu Perlu?

Sebagai pengusaha, saya sendiri nggak bakalan nyangka kalau dunia bisnis bakalan gonjang-ganjing. Gara-gara virus kecil bernama corona, nggak cuma sisi kesehatan aja yang kena. Sisi lain seperti industri bisnis kena dampaknya.

Wah, dulunya para pengusaha selalu ngira kalau masa depan bisnis bakalan cerah! Omset bakalan naik, cabang bakalan nambah. Sayangnya, itu semua harus ditunda dulu, entah sampai kapan. Ini terjadi karena virus corona menyerang.

Kalau nggak hati-hati, semuanya bisa kebobolan. Kalau nggak punya smart management yang baik di saat krisis, semuanya bisa runtuh.

Saya sebenarnya kepikiran juga, namanya juga manusia. Namun sepertinya kadar kepikiran saya nggak sampai level stress seperti pengusaha lain. Saya udah persiapan sejak dari dulu, gimana caranya biar :

Walau jatuh tapi masih bisa naik dengan selamat.

Intinya, saat ini kita harus tetap bisa survive!

Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis itu penting banget. Dengan management yang baik, anda bakalan bisa selamat lebih cepat dari yang lain. Bisnis anda mungkin jatuh, omset boleh turun. Tapi, naik setelah jatuh adalah langkah yang baik untuk bisa scale up. Sebelumnya anda harus perhatikan 4 faktor berikut ini untuk bisa smart management di saat krisis:

  1. Mindset yang benar : Tanamkan mindset yang benar, bukan mindset yang keliru.

  2. Mentor yang Tepat : Mentor yang tepat nggak akan ngasih anda janji-janji palsu seputar kartu kredit. Mentor yang tepat pastinya ngasih anda materi yang logis yang terbaik bagi anda.

  3. Paham Aturan Main : Harus mengerti aturan mainnya, jangan asal melangkah.

  4. Komunitas yang Tepat : Dengan komunitas yang tepat, anda bakal punya kawan-kawan yang bisa share problem yang sama dengan anda. Secara psikologi, komunitas bakal menguatkan anda.

Untungnya, saya sendiri juga sudah merangkum materi seputar management kartu kredit di saat krisis ini. Saya pernah mengajarkan materi-materi kartu kredit berikut ini di kelas saya berjudul Mini Online Class Credit Card Revolution Advance”.

Isi materinya diantaranya ada:

  1. Sistem tunda bayar kartu kredit sampai 6 bulan

  2. Bayar kartu kredit hanya 0,25% bulan depan

  3. Mengotomatisasi pembayaran tagihan kartu kredit (cuma 10 menit tiap bulan untuk mengurus puluhan kartu kredit)

  4. Menaikan limit kartu kredit

aya sudah mengajar materi ini ke banyak alumni credit card revolution. Syukurnya, sudah banyak yang terbantu dengan materi ini. Saya pribadi yang menyusun materi Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis ini dengan berbagai macam riset berdasar pengalaman di lapangan.

Sedikit cerita, karena banyaknya permintaan, akhirnya saya buka kembali kelas ini. Buat yang mau kepo, silahkan klik link berikut ini ya: Mini Online Class CCR Advance

Pekerjaan Ini Dilarang Macet Kartu Kredit. Kerjaan Apa?

Pekerjaan Ini Dilarang Macet Kartu Kredit. Kerjaan Apa?

Sobat street smart, gimana kabar anda? Akhir-akhir ini, kalau anda lihat konten Instagram dan Youtube saya: Roy Shakti Pakar Kartu Kredit, pasti ngerti dengan imbauan saya buat macet di kartu kredit. Kenapa saya bilang begitu?

Well, ini sifatnya imbauan. Saya bilang begini karena ini adalah sebuah opsi: anda bisa macet jika memang keadaannya tidak memungkinkan. Disisi lain, anda juga tetap bisa lancar bila mampu membayar tagihan.

Itu imbauan yang saya. Jangan salah paham dan mengira kalau saya ini menyuruh anda sekalian ‘harus macet’. Enggak!

By the way, kembali ke topik, yah. Disaat kondisi kayak gini, jangan kira semua orang bisa dengan mudah macet kartu kredit. Salah satu pekerjaan ini ternyata nggak bisa macet kartu kredit dengan mudah. Pekerjaan apa ini?

Mereka adalah karyawan bank!

Mereka-mereka ini curhat di DM saya. Mereka curcol: “Pak, saya dilema kak. Saya bingung banget. Saya kan pegawai Bank nih. Kalau sekali macet takutnya nanti dikeluarkan dari kerjaan. Gimana, ya pak?”

Ini nyata adanya. Saya nggak nyebut karyawan bank mana saja. Intinya, mereka sedang hadapi dilema. Mereka ini tetaplah manusia yang juga punya kekurangan. Banyak banget dari mereka yang mengaku terjebak di Pinjaman Online, KTA, Kartu Kredit dan segala macamnya tapi nggak berani ngaku.

Jangan dikira seorang debt collector itu bebas hutang, ya! Mereka ternyata juga manusia biasa yang punya cicilan. Bahkan, ada juga posisi Manager yang terjebak hutang kartu kredit.

Ini anomali.

Mungkin diantara kita seringnya mengira kalau pegawai Bank itu bersih dari urusan macet di finansial, nyatanya, keadaan di lapangan beda, Bro!

Problemnya adalah, ketika pegawai Bank ini tertekan, takutnya pelayanan di Bank makin buruk. Ingat lho, pelayanan di Bank itu juga ditentukan dari kondisi psikologi dan mental karyawan.

Ketika pegawai Bank ini memilih jalan hidup bertahan dari limit kartu kredit, maka pertanyaanya: masih mau menjalani resiko seperti itu? Mengapa masih menggantungkan keselamatan dengan gaji bulanan Bank? Kenapa nggak pindah haluan sebagai pebisnis?

Saya juga membahas hal ini di youtube. Silahkan klik link berikut ini untuk mengetahui tentang bahasan ini: