Kenapa Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis Itu Perlu?

Kenapa Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis Itu Perlu?

Sebagai pengusaha, saya sendiri nggak bakalan nyangka kalau dunia bisnis bakalan gonjang-ganjing. Gara-gara virus kecil bernama corona, nggak cuma sisi kesehatan aja yang kena. Sisi lain seperti industri bisnis kena dampaknya.

Wah, dulunya para pengusaha selalu ngira kalau masa depan bisnis bakalan cerah! Omset bakalan naik, cabang bakalan nambah. Sayangnya, itu semua harus ditunda dulu, entah sampai kapan. Ini terjadi karena virus corona menyerang.

Kalau nggak hati-hati, semuanya bisa kebobolan. Kalau nggak punya smart management yang baik di saat krisis, semuanya bisa runtuh.

Saya sebenarnya kepikiran juga, namanya juga manusia. Namun sepertinya kadar kepikiran saya nggak sampai level stress seperti pengusaha lain. Saya udah persiapan sejak dari dulu, gimana caranya biar :

Walau jatuh tapi masih bisa naik dengan selamat.

Intinya, saat ini kita harus tetap bisa survive!

Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis itu penting banget. Dengan management yang baik, anda bakalan bisa selamat lebih cepat dari yang lain. Bisnis anda mungkin jatuh, omset boleh turun. Tapi, naik setelah jatuh adalah langkah yang baik untuk bisa scale up. Sebelumnya anda harus perhatikan 4 faktor berikut ini untuk bisa smart management di saat krisis:

  1. Mindset yang benar : Tanamkan mindset yang benar, bukan mindset yang keliru.

  2. Mentor yang Tepat : Mentor yang tepat nggak akan ngasih anda janji-janji palsu seputar kartu kredit. Mentor yang tepat pastinya ngasih anda materi yang logis yang terbaik bagi anda.

  3. Paham Aturan Main : Harus mengerti aturan mainnya, jangan asal melangkah.

  4. Komunitas yang Tepat : Dengan komunitas yang tepat, anda bakal punya kawan-kawan yang bisa share problem yang sama dengan anda. Secara psikologi, komunitas bakal menguatkan anda.

Untungnya, saya sendiri juga sudah merangkum materi seputar management kartu kredit di saat krisis ini. Saya pernah mengajarkan materi-materi kartu kredit berikut ini di kelas saya berjudul Mini Online Class Credit Card Revolution Advance”.

Isi materinya diantaranya ada:

  1. Sistem tunda bayar kartu kredit sampai 6 bulan

  2. Bayar kartu kredit hanya 0,25% bulan depan

  3. Mengotomatisasi pembayaran tagihan kartu kredit (cuma 10 menit tiap bulan untuk mengurus puluhan kartu kredit)

  4. Menaikan limit kartu kredit

aya sudah mengajar materi ini ke banyak alumni credit card revolution. Syukurnya, sudah banyak yang terbantu dengan materi ini. Saya pribadi yang menyusun materi Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis ini dengan berbagai macam riset berdasar pengalaman di lapangan.

Sedikit cerita, karena banyaknya permintaan, akhirnya saya buka kembali kelas ini. Buat yang mau kepo, silahkan klik link berikut ini ya: Mini Online Class CCR Advance

Pekerjaan Ini Dilarang Macet Kartu Kredit. Kerjaan Apa?

Pekerjaan Ini Dilarang Macet Kartu Kredit. Kerjaan Apa?

Sobat street smart, gimana kabar anda? Akhir-akhir ini, kalau anda lihat konten Instagram dan Youtube saya: Roy Shakti Pakar Kartu Kredit, pasti ngerti dengan imbauan saya buat macet di kartu kredit. Kenapa saya bilang begitu?

Well, ini sifatnya imbauan. Saya bilang begini karena ini adalah sebuah opsi: anda bisa macet jika memang keadaannya tidak memungkinkan. Disisi lain, anda juga tetap bisa lancar bila mampu membayar tagihan.

Itu imbauan yang saya. Jangan salah paham dan mengira kalau saya ini menyuruh anda sekalian ‘harus macet’. Enggak!

By the way, kembali ke topik, yah. Disaat kondisi kayak gini, jangan kira semua orang bisa dengan mudah macet kartu kredit. Salah satu pekerjaan ini ternyata nggak bisa macet kartu kredit dengan mudah. Pekerjaan apa ini?

Mereka adalah karyawan bank!

Mereka-mereka ini curhat di DM saya. Mereka curcol: “Pak, saya dilema kak. Saya bingung banget. Saya kan pegawai Bank nih. Kalau sekali macet takutnya nanti dikeluarkan dari kerjaan. Gimana, ya pak?”

Ini nyata adanya. Saya nggak nyebut karyawan bank mana saja. Intinya, mereka sedang hadapi dilema. Mereka ini tetaplah manusia yang juga punya kekurangan. Banyak banget dari mereka yang mengaku terjebak di Pinjaman Online, KTA, Kartu Kredit dan segala macamnya tapi nggak berani ngaku.

Jangan dikira seorang debt collector itu bebas hutang, ya! Mereka ternyata juga manusia biasa yang punya cicilan. Bahkan, ada juga posisi Manager yang terjebak hutang kartu kredit.

Ini anomali.

Mungkin diantara kita seringnya mengira kalau pegawai Bank itu bersih dari urusan macet di finansial, nyatanya, keadaan di lapangan beda, Bro!

Problemnya adalah, ketika pegawai Bank ini tertekan, takutnya pelayanan di Bank makin buruk. Ingat lho, pelayanan di Bank itu juga ditentukan dari kondisi psikologi dan mental karyawan.

Ketika pegawai Bank ini memilih jalan hidup bertahan dari limit kartu kredit, maka pertanyaanya: masih mau menjalani resiko seperti itu? Mengapa masih menggantungkan keselamatan dengan gaji bulanan Bank? Kenapa nggak pindah haluan sebagai pebisnis?

Saya juga membahas hal ini di youtube. Silahkan klik link berikut ini untuk mengetahui tentang bahasan ini:

Ingat! Belajar Ilmu Kartu Kredit Setengah – Setengah Itu Bahaya

Ingat! Belajar Ilmu Kartu Kredit Setengah – Setengah Itu Bahaya

Saya udah pernah ngasih tahu sebelumnya bagi anda yang ikut instagram maupun saya untuk selalu belajar sesuatu tanpa setengah-setengah. Ingat ya! Belajar setengah-setengah itu lebih berbahaya daripada mereka yang nggak tahu sama sekali. Ketika belajar kartu kredit pun, saya usahakan diri sendiri untuk selalu update dengan perkembangan zaman. Untuk itulah, saya sering bikin kelas untuk update ilmu ke alumni Credit Card Revolution maupun mereka yang baru ingin ikut kelas saya.

Ilmu yang Setengah-setengah Berpotensi Timbulkan Banyak Resiko
Mengetahui ilmu setengah-setengah itu bahaya. Tahu setengah-setengah juga bisa timbulkan banyak resiko. Orang yang tahu setengah-setengah biasanya ada di tahap sudah tahu segalanya. Akhirnya, dia merasa tahu segala-galanya.

Berbeda dengan mereka yang nggak tahu sama-sekali. Orang yang nggak tahu sama sekali justru berpotensi masih bisa diajari gimana cara-cara yang benar dan apa yang sebaiknya dilakukan. Misalkan saja, saya ibaratkan dua orang yang sedang mengendarai motor. Ada si A dan si B.

Si A dan si B sama-sama punya tujuan ke suatu pantai. Mereka sama-sama berangkat dari  tempat yang sama. Bedanya, si A nggak tau tujuan sama sekali dan bagaimana alur jalan yang benar menuju pantai. Sementara itu, si B tau hanya setengah jalan menuju pantai. Namun, karena nggak ingin salah jalan, si A akhirnya bertanya terlebih dahulu ke orang-orang yang pernah pergi ke pantai tersebut. Si A memastikan arah jalan sudah benar dan juga menyesuaikan peta sesuai dengan omongan orang tersebut.

Sementara itu, si B yang tahu setengah jalan merasa sudah tahu segalanya. Akhirnya, si B tersesat di tengah perjalanan. Si A pun akhirnya sampai juga ke lokasi lebih cepat daripada si B. Nasib si B? ia akhirnya sampai juga di pantai setelah lama mencari jalan sampai ke pantai akibat ke sok tahuannya.

Inilah pentingnya update ilmu. Anda nggak bisa cuma mengandalkan ilmu saat ini. Sebab, ilmu itu berkembang terus sesuai zaman. Kalau anda nggak ingin ketinggalan dengan teman anda, selalu update terus ilmu anda

Kapan Saat yang Tepat Memodali Bisnis Pakai Kartu Kredit?

Kapan Saat yang Tepat Memodali Bisnis Pakai Kartu Kredit?

Ada banyak banget dari kita yang merasa sudah cukup matang untuk menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis. Hasilnya, banyak yang sukses. Namun, banyak juga yang buntung. Nah, mereka golongan yang buntung ini sebenarnya bukan salah kartu kreditnya. Bukan pula salah limitnya yang sedikit. Golongan yang buntung ini biasanya belum mengerti penggunaannya. Kita harus lihat dulu, kapan saat yang tepat anda pakai kartu kredit dan kapan sebaiknya kartu kredit nggak anda gunakan. Berikut ini 4 poin yang harus anda penuhi bila ingin gunakan kartu kredit sebagai modal bisnis:

  1. Ketika Anda Sudah Punya Ilmunya
    Saat anda sudah punya ilmu penggunaan kartu kredit, anda sudah cukup siap untuk menggunakannya sebagai modal bisnis. Dengan catatan, anda harus tahu keseluruhan ilmunya. Anda nggak bisa tahu setengah-setengah, karena itu bahaya. Ingat ya! Tahu setengah-setengah itu lebih rawan dengan resiko yang fatal daripada mereka yang nggak tahu sama sekali.
  2. Anda Wajib Punya Tujuan
    Ketika anda punya bisnis, anda harus punya tujuan. Anda harus mengerti bisnis apa yang akan anda buka dan bagaimana seharusnya bisnis tersebut akan berjalan. Semua rencana yang anda lakukan harus sudah tersusun matang.
  3. Anda Harus Paham Financial Plan Bisnis
    Bila anda benar-benar ingin menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis, anda harus mengerti perputaran uangnya. Jangan gegabah menganggarkan uang untuk bisnis. Anda harus banget paham dengan financial plan sebelum bertindak.
  4. Anda Sudah Punya Pengalaman Bisnis
    Ingat ya, kartu kredit ini memang sangat bagus buat modal bisnis. Namun, ketika ingin menggunakannya sebagai modal bisnis secara serius, anda harus paham gimana caranya untuk survive. Dalam artian, seenggaknya anda harus punya pengalaman bisnis. Entah itu anda pernah jadi karyawan bisnisnya bos anda atau anda punya usaha kecil-kecilan, anda seenggaknya harus punya pengalaman bisnis. Bila ini sudah anda punyai, tandanya anda sudah siap buat gunakan kartu kredit sebagai modal bisnis.

Bila 4 hal di atas sudah anda penuhi, silahkan gunakan kartu kredit sebagai modal bisnis.

Kondisi Krisis, Persetan dan Bullshit dengan BI Checking!

Kondisi Krisis, Persetan dan Bullshit dengan BI Checking!

Temen-temen, sebenarnya gini loh. Saya ajari anda cara berfikir yang tepat untuk masa sekarang ini. Di masa pandemi virus corona kayak sekarang, anda musti tahu diri. Anda nggak usah gengsi dengan kondisi baik buruknya BI checking. Loh, loh, kenapa emangnya? Ada apa nih?
Iya. Kalau sebelumnya saya selalu bilang ke anda sekalian untuk memperhatikan kondisi BI checking, maka di masa pandemi virus corona ini anda saya kasih tahu untuk persetan dengan BI Checking. Begini loh, masa pandemi virus ini banyak banget bisnis yang turun. Sebagian besar omset bisnis pada anjlok!
Ini wajar kok. Hal ini terjadi karena keadaan. Namun, kalau langkah anda tepat, anda bakal jatuh dengan benar. Maksudnya apa? Jatuh dengan benar berarti anda punya kemungkinan buat bangkit lebih cepat. Eits, tapi kalau langkah anda tidak ditata dengan bagus, nanti begitu anda jatuh anda nggak bisa kembali. Akhirnya apa? anda bakal miskin seumur hidup.
Di Indonesia ini banyak banget ilmu marketing untuk sukses, gimana caranya suatu bisnis scale up, dan cara melipatgandakan keuntungan (multiple stream of income). Sayangnya, nggak banyak ilmu buat bisa bangkit dari kegagalan.
Di masa krisis pandemi virus corona ini, menggadaikan sesuatu buat nyari utangan itu juga sia-sia. Hal kayak gini bukan menyelesaikan masalah tapi justru memperparah masalah. Anda harus berpikir clear.
Selain itu, saya sarankan anda untuk tidak gengsi dengan status BI Checking anda. Gini, kebanyakan yang anda takutkan dengan BI Checking itu apa sih?

  1. Blacklist
  2. Ditagih 

Padahal, 2 hal ini nggak masalah temen-temen. Apalagi, ketika anda kredit tanpa jaminan, seharusnya anda nggak usah pusing-pusing banget. Nggak bakal juga urusan pidana sampai polisi. Ada nih salah satu followers DM katanya diteror kalau nggak bayar bakal urusan pidana sampai polisi. Itu bullshit! Kita nggak ada tanda tangan perjanjian kredit loh di kartu kredit. yang ada itu adalah surat aplikasi kredit. Coba anda cari di google: nggak bayar kartu kredit dipidana. Ada nggak? nggak ada!

Sesungguhnya, ketakutan terhadap kartu kredit itu ketakutan yang dibuat-buat. Jangan takut BLACKLIST. Ketika krisis ini lewat dan utangmu macet semua, nanti bakal ada promo diskon deh. Kemudian, ketika tercover semua, 6 bulan kemudian anda bisa maju kredit lagi. Percaya nggak? wong saya ini sudah pernah blacklist berkali-kali di tahun 2017, 2018, dan 2019.

Anda takut ditagih? Ini bisa diatur. Saya punya komunitas BDJKK (Bangkit dari jeratan kartu kredit). Disitu juga banyak orang-orang bermasalah dengan kartu kredit. Ditagih itu kan bakal stress kalau anda merasakan sendirian. Tetapi, ketika anda ditagih dengan banyak orang yang merasakan hal sama, bakal ada kekuatan untuk bangkit.

Dengan uang anda sekarang, anda harus jaga diri anda sendiri dulu. Jangan sampai anda sakit. Sekali anda batuk, anda bakal dikucilkan. Anda dan keluarga adalah urutan prioritas pertama dalam masa pandemi virus corona ini. Gimana dengan status BI Checking? Itu urutan terakhir, untuk masa pandemi sekarang.

Kartu Kredit Terbaik di 2019 Kemarin. Sudah Tahu?

Kartu Kredit Terbaik di 2019 Kemarin. Sudah Tahu?

Kartu kredit anda terbaik atau terburuk? Well, yang namanya kartu kredit itu memang punya beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya sendiri juga yakin kalau nggak ada kartu kredit yang 100% sempurna. Namun, selama 10 tahun jadi pemegang kartu kredit, bisa saya simpulkan kalau 5 kartu kredit berikut ini punya komponen untuk dikatakan “paling baik”. Berikut ini urutannya. Sengaja saya tulis dari 5 sampai satu yang terakhir biar anda nggak bingung. Perlu diingat ini berdasarkan opini saya pribadi. Kalau anda punya pendapat berbeda silahkan untuk komen.

  1. HSBC (Hongkong Shanghai Bank)
    Sedikit cerita, HSBC ini merupakan kartu pertama saya dulu ketika masih kere dan merintis usaha. Kartu HSBC ini punya limit yang lumayan. Di HSBC pointnya enak buat didapat. Selain itu, ketika anda udah ngumpulkan sampai 1 juta poin, anda baka mendapat yang namanya priority pass. Ini keren banget soalnya gratis.
    Priority pass ini bakal berguna banget buat anda yang traveller. Pasalnya, priority pass bakal ngasih terbang gratis ke banyak negara secara FREE. Saya pernah ke eropa, malaysia dan singapura secara FREE. Anda sebenarnya bisa bayar priority pass sih, cuman, menurut saya, bakal bagus banget kalau anda memanfaatkan terbang gratis dengan priority pass ini. Nggak semua kartu kredit juga punya benefit ini.
  2. Digibank
    Digibank merupakan salah satu kartu kredit yang paling berani ngasih limit di atas kartu kredit referensinya. Misalkan anda punya limit 50 juta di kartu kredit BCA. Nah, anda bisa dapat limit 100 juta di digibank. Digibank royal obral limit dan point awal. Intinya sih, enak dapat milesnya.
  3. CIMB Niaga
    Free iuran tahunan tanpa minta tanpa perlu mengajukan adalah kelebihan dari CIMB Niaga. Selain itu, fasilitas cicilan onlinenya bisa sampai 0% untuk 24 bulan. Anda bisa aja beli iphone dengan cicilan buat 24 bulan. Nggak hanya itu, cicilan online CIMB selalu mulus tanpa blokir sepihak. Bagusnya CIMB ya begini nih, sistemnya cakep.
  4. BNI
    BNI merupakan satu-satunya kartu kredit yang punya 6 kartu limitnya pisah semua tanpa gabungan. Ini keren banget. Seiring dengan lancarnya pembayaran kartu kredit, anda akan dipercaya buat pegang kartu kredit lagi dengan limit yang pisah. Nggak hanya itu, cicilan di BNI cuga bisa 0% buat 24 bulan. Sayangnya, saya nggak naruh BNI di nomor satu karena proses naik limitnya yang lumayan ribet.
  5. Mandiri
    Jangkauan kartu kredit mandiri ini sangat luas, untuk apply anda bisa dimana saja. Selain itu, anda bisa dapat limit lumayan gede dengan syarat cuma jadi nasabah aktif mandiri. Buat pemegang kartu kredit yang baru, anda sangat cocok pegang kartu kredit mandiri. Naik limitnya mudah banget! Banyak tuh, alumni CCR yang pegang kartu kredit mandiri dengan limit awal 16 juta dan sekarang berkembang hingga 200-300 juta.

Ini murni pendapat saya. Anda punya opini lain? Silahkan komen.

Apa Itu Multiple Stream of Income? Gimana Cara Meraihnya?

Apa Itu Multiple Stream of Income? Gimana Cara Meraihnya?

Kalau anda ngikutin instagram dan youtube saya, pasti sedikit banyak tahu istilah “Multiple Stream of Income”. Namun, bagi anda yang baru follow saya, pasti agak kebingungan. Apa sih sebenarnya arti Multiple Stream of Income? Mengapa istilah ini ada dalam dunia bisnis?

Well, sebenarnya saya sudah pernah bahas multiple stream of income di channel youtube saya “Roy Shakti”. Tetapi, penjelasannya udah satu tahun yang lalu. Mau nggak mau videonya jadi ketimbun di urutan bawah. Biar anda nggak ribet-ribet nyari, saya akan rangkum penjelasannya di artikel ini.

Multiple Stream of Income sendiri bisa dikatakan sebagai jalur bisnis dengan banyak lini pendapatan. Intinya, gimana caranya anda sebagai pengusaha bisa punya income yang berlipat-lipat dari banyak jalur. Katakanlah, anda sebagai pengusaha berekspansi bisnis untuk melipatgandakan income.

Tunggu dulu. Multiple Stream of Income ini punya beberapa kelemahan juga, meski, kelebihannya juga nggak kalah banyak. Apa saja kelebihan dan kelemahan dari multiple stream of income?

  1. Anda Harus Bisa Bangun Tim, anda Nggak Bisa Sendirian
    Untuk meraih multiple stream of income, anda nggak bisa melakukannya sendirian. Anda perlu kerjasama dengan orang lain. carilah karyawan-karyawan potensial yang loyal untuk menjalankannya. Terlebih lagi, anda juga perlu menyediakan waktu berquality time dengan keluarga. Apa jadinya kalau anda lakukan semuanya sendirian? Bisnis nggak jalan, quality time juga terbuang.
  2. Proses Menuju Multiple Stream of Income Itu Panjang
    Namanya membangun sesuatu itu tentu butuh waktu. Anda perlu menyesuaikan diri, belajar dari kesalahan dan mentoleransi beberapa kelemahan. Semua itu tentu nggak bisa dibangun dalam semalam.

Selain kelemahan, multiple stream of income juga punya kelebihan:

  1. Anda Bisa Belajar di Banyak Jalur Berbeda
    Saya sendiri punya pabrik makanan burung “Alami Bird Care”, seminar, dan restoran. Misalkan di bulan puasa biasanya pabrik makanan burung saya lumayan sepi, tapi restoran saya masih tetap rame. Nah, ini untungnya: ketika satu income kempes, ada income lain yang tetap mengalir.

Saran saya sih satu: awali dengan single stream of income anda dulu. Fokus bangun satu bisnis yang benar-benar anda tekuni, lalu carilah multiple stream of income dan bangunlah time. Anda harus bisa mengatur tim. Anda nggak bisa jadi superman terus-terusan. Anda harus bisa bangun super team!

Tekuni Satu Bisnis Atau Ekspansi Bisnis Ke Bidang lainnya? Mana yang Lebih Baik?

Tekuni Satu Bisnis Atau Ekspansi Bisnis Ke Bidang lainnya? Mana yang Lebih Baik?

Selain permasalahan seputar kartu kredit, banyak sekali yang tanya ke saya lewat instagram @royshakti mengenai permasalahan bisnis dan pengembangannya itu sendiri. Saya sendiri memang punya beberapa lini bisnis lain termasuk diantaranya ada warung makan bebek gong (ig: @bebekgongid), cafe cheesebury kopitiam (ig: @cheeseburyid), usaha pembuatan sticker dan juga pakan burung bernama “Alami Bird Care”. Usaha-usaha saya tersebut bermodalkan management kartu kredit yang sudah saya pelajari. Nah, kebetulan di DM instagram saya ada beberapa yang tanya: “Pak Roy, sebaiknya ekspansi bisnis ke bidang lainnya apa stay dulu kembangkan satu bisnis?”

Berdasarkan pengalaman saya sendiri sih. Kalau anda masih karyawan atau pebisnis pemula yang ingin merintis, mendingan tahan dulu untuk ekspansi bisnis. Jangan gegabah. Menurut saya mending anda besarkan dulu satu bisnis saja. Sampai kapan?

Ya minimal, anda bisa “kaya” dari bisnis anda tersebut. Menurut saya sendiri, itungan “kaya” nya itu minimal penghasilan anda sebulan bisa mencukupi kehidupan anda sendiri selama 6 bulan tanpa bekerja. Bila belum sampai tahap seperti ini, mending jangan ekspansi bisnis dulu.

Nah, selanjutnya, bila penghasilan anda sudah mencapai taraf seperti itu, dalam artian bisa mencukupi hingga 6 bulan tanpa bekerja, barulah anda “aman” untuk ekspansi. Anda bisa coba-coba berinvestasi properti, nambah franchise, atau investasi lain terserah anda. Pokoknya, anda kudu dan wajib punya main income yang bisa jadi pegangan sebelum ekspansi bisnis.

Banyak banget nih teman-teman entrepreneur pemula yang sudah kalap buat nambah lini bisnis lain ketika bisnis utama belum kokoh. Akhirnya, karena nggak fokus, bisnis main income tersebut ikut tumbang bersamaan dengan bisnis-bisnis lain.

Saran saya, bila posisi anda masih di bawah, fokus satu bidang saja! Jangan lupa! anda harus punya tim yang kuat dalam menjalankannya. Anda bukanlah malaikat yang bisa lakukan semuanya sendirian.

Well, saya sendiri sebenarnya udah sampaikan materi ekspansi bisnis ini di youtube saya. Anda bisa lihat di link dibawah ini. Silahkan anda tonton deh agar mengerti penjelasan lebih lengkapnya:

Continue reading →

5 Jurus Jitu Survive Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19. Anda Sudah Sampai di Tahap Mana?

5 Jurus Jitu Survive Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19. Anda Sudah Sampai di Tahap Mana?

Sobat street smart, kalau anda pengikut setia instagram saya, (@royshakti) pasti bakal ngerti kalau saya akhir-akhir ini bahas seputar cara survive usaha di tengah virus corona. Saya juga membagikan materi seputar cara survive bayar kartu kredit di tengah wabah ini via kelas “Mini Class Online CCR Advance” yang kemarin sudah digelar. Buat anda yang masih ingin join kelas ini, sekiranya pertengahan april saya bakal adakan lagi. Tunggu updatenya di instagram maupun facebook saya.

Well, kenapa perlu buat survive usaha meski kondisi saat ini sedang krisis-krisisnya? Menurut saya, selama sesuatu bisa diusahakan, pasti ada jalan bagi tiap kemauan. Saya pakai kata “survive” disini sebagai highlight kalau usaha kita bisa “selamat”. Nggak harus untung besar, asal bisa survive atau selamat aja sudah cukup. Wajar banget sih kalau melihat kondisi dan situasi saat ini dimana banyak banget sektor usaha yang kena dampaknya. Di Malang saja, terasa sekali perbedaannya: banyak toko-toko tutup, mall juga berhenti beroperasi sementara dan jalanan sepi pengemudi.

Ikhlas di kondisi ini memang bagus,namun ya jangan menyerah! Ingat! kuncinya adalah survive alias selama bisa jalan, asal selamat aja. Nih, Menurut saya sendiri ada 5 prinsip survive usaha di tengah corona ini:

    1. Jaga Kesehatan Diri

      Anda sebagai pion bisnis harus banget menjaga kesehatan agar bisa survive usaha di tengah COVID-19. Tingkatkan imunitas tubuh dengan rajin makan dan minum yang bergizi. Meski ada banyak orang yang bakal bantuin, tapi kan anda pion penggerak bisnisnya. Otak bisnisnya itu ada di anda. Makannya, jangan sampai deh anda jatuh sakit.

    2. Jaga Kesehatan Keluarga Tercinta di tengah COVID-19Saya nggak henti-hentinya ngasih tau peserta seminar baik di kelas online maupun offline untuk selalu mengirit pengeluaran. Gunanya apa? tentu saja biar nggak kaget kalau-kalau terjadi sesuatu diluar dugaan. Sama seperti virus corona ini. Nggak ada yang bisa memprediksi virus ini masuk ke Indonesia. Maka, ketika waktunya virus ini datang, semuanya kalang-kabut.Inilah pentingnya berhemat. Saat situasi nggak tentu kayak sekarang, anda yang masih punya tabungan maupun limit bisa digunakan untuk stock persediaan makan keluarga sampai 2-3 bulan kedepan. Jangan lupa pula, keluarga itu orang pertama yang nggak bakal ninggalin anda di tengah kondisi susah. Jadi, anda harus bener-bener menjaganya.
    3. Di tengah COVID-19 ini, Tetap Jaga Karyawan Anda

      Tanpa karyawan, anda ini bukan siapa-siapa. Roda bisnis anda nggak akan berputar tanpa adanya karyawan loh. Kalau saya sendiri punya prinsip: “jangan pecat karyawan kalau nggak kepepet banget”. Selama anda bisa ngasih makan keluarga anda, ya jangan lupakan karyawan anda juga.

    4. Persiapkan THR Karyawan

      Sebentar lagi hari raya besar. Tentunya, setiap perusahaan bakal punya tradisi ngasih THR bagi karyawannya. Memberi THR karyawan tentu bakal bikin mereka bahagia jalani hari, yang akhirnya akan kembali ke kantor di hari kerja dengan hati gembira. Ingat, karyawan itu aset yang sangat berharga. Perlakukan dengan baik dan usahakan THR untuk mereka. Karyawan memberi yang terbaik, sebagai pemilik usaha kita juga memberi mereka yang terbaik.

    5. Bagaimana Dengan BI Checking?

      Perkara BI Checking ini sebenarnya penting. Tapi, statusnya menjadi bukan yang terpenting di kondisi seperti saat ini. Itulah kenapa saya tetapkan BI Checking ini jadi nomor 5. Kalau sanggup bikin lancar ya silahkan Tapi, kalau anda nggak sanggup ya jangan memaksakan diri. Kalau ga sehat dan macet, macet aja sekalian. Utamakan poin 1-4 terlebih dahulu.

Well, 5 jurus jitu survive usaha ditengah pandemi Covid-19 ini sebenernya juga saya bahas dan selipkan di video saya di link ini:

Di video ini saya juga menjelaskan banyak insight mengenai kebijakan tunda bayar 1 tahun atau relaksasi kredit yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Silahkan anda tonton biar mengerti penjelasan saya secara mendetail. Menurut anda sendiri bagaimana? Sudah proses memenuhi poin yang keberapa?

Apa Bedanya Debt Collector dengan Desk Collector?

Apa Bedanya Debt Collector dengan Desk Collector?

Urusan utang memang nggak bisa buat diremehkan. Anda harus rajin membayar cicilan utang kalau tak mau rumah anda didatangi debt collector. Wajar, kalau tunggakan kartu kredit anda mencapai level yang sudah luar biasa parah, debt collector bakal mendatangi anda. Di beberapa kasus, nasabah ditagih hutangnya lewat desk collector. Sebelumnya, apakah anda mengerti perbedaan antara desk collector dengan debt collector?

Debt Collector dan Desk Collector Itu Beda Loh

Meski keduanya sama-sama menagih utang, terdapat perbedaan antara debt collector dan desk collector. Meski begitu, debt collector dan desk collector bekerjasama agar nasabah cepat membayarkan utang. 

    1. Desk Collector
      Desk collector biasanya melakukan peringatanpenagihan tidak langsung ke hadapan nasabah tapi melakukan penagihan dibalik meja kerja. Kata “desk” sendiri sudah mencerminkan bagaimana seorang desk collector bekerja. Mereka biasanya menagih utang secara online lewat smartphone maupun pc. 

      Desk collector biasanya bekerja di outsourcing. Pekerjaan desk collector ini biasanya menjanjikan dimana banyak dari mereka yang diangkat menjadi team leader setelah pekerjaan yang ia jalani memuaskan. Bekerja sebagai desk collector butuh kesabaran yang tinggi dalam menghadapi banyak nasabah. 

    2. Debt Collector
      Debt collector juga melakukan penagihan utang layaknya desk collector. Bedanya, debt collector bakal turun gunung setelah nasabah tidak juga mengurus kartu kreditnya setelah mendapatkan peringatan dari desk collector. Debt collector bekerja di lapangan mendatangi rumah tiap nasabah yang kartu kreditnya macet. 

      Skemanya, seorang debt collector bisa turun jika desk collector telah melakukan peringatan berkali-kali kepada nasabah. Biasanya, nasabah yang tak juga membayar akan mendapatkan imbas berupa barang-barang nasabah disita sebagai jaminan. 

Perbedaan mendasar antara debt collector dan desk collector ini harus anda pahami. Meski terlihat sepele, dampaknya bakal besar kalau anda tidak tahu apa bedanya. Bayangkan saja misal anda seseorang yang ingin menuntut desk collector tapi malah salah sebut sebagai debt collector, tuntutan anda bakal salah sasaran.  Sebagai nasabah, anda juga harus ‘sadar diri’ untuk selalu taat membayar tanggungan yang sudah dibebankan.