Salah satu channel Youtube menyebutkan bahwa Alvin Liem, salah satu lawyer terkemuka di Indonesia mendapatkan vonis 4,5 tahun penjara dan menyebut bahwa beliau ini adalah ‘dewa mabuk’. Di salah satu kesempatan, beliau sempat mengungkapkan tentang apa saja yang dialami selama ini, salah satunya adalah berhadapan dengan oknum-oknum kepolisian sampai akhirnya dia dikriminalisasi. Dia dikriminalisasi hanya karena dia meminjamkan alamatnya ke salah satu klien yang akhirnya mengalami kerugian dengan total 6 juta. Apa yang dialami oleh Alvin Liem ini adalah salah satu bentuk nyata dari sebuah kriminalisasi. Kenapa bisa sampai seperti itu? salah satu alasannya adalah para penjahat dan oknum investasi bodong ini sudah merugikan banyak orang hingga ratusan milyar rupiah, tapi malah Cuma dapat vonis penjara 2-3 tahun saja. Sedangkan kasus Alvin Liem sendiri ini tidak sebanding dengan kasus investasi bodong, tapi vonis penjaranya malah lebih lama. Ketidakadilan sudah mulai hilang dari negara ini.
Untuk meluruskan kesalahpahaman kenapa Alvin Liem bisa bernasib kurang mujur, penyebab utamanya adalah kasus pembunuhan Brigadir J yang sudah menyebar ke mana-mana. Dan kasus ini mengangkat permasalahan yang sudah ada selama ini dan banyak orang mulai berbondong-bondong mencari panggung dari kasus ini. Dan salah satu panggung yang dianggap tabu untuk jadi topik pembahasan yaitu kebusukan dari para oknum kepolisian Indonesia.
Mungkin sebagian masyarat Indonesia mungkin sudah mengetahui bahwa pembahasa tersebut termasuk topik yang cukup sensitif, namun seorang Alvin Liem dengan lugas dan tegas membahas topik tersebut. Dengan adanya kasus pembunuhan Brigadir J ini sebagai panggung utama, 2 kubu yang sebelum sama sekali tidak bersinggungan—kubu pembahasan investasi bodong dan kubu pembahasan politik antara cebong dan kadrun bertemu di kasus ini. Ketika kasus Brigadir J ini mencuat ke permukaan, terjadilah persinggungan di antara 2 kubu ini, padahal sebelumnya tidak saling berkaitan. Bisa dibilang bahwa Alvin Liem ini sedang berjuang sendiri jika diliat dari posisi beliau, karena kebanyakan orang lain tidak berani mengambil langkah yang sama dengan beliau. Karena adanya momentum ini, beliau bisa berinteraksi dengan kelompok kadrun.
Pada kenyataannya, di dalam institusi kepolisian saat ini sedang mengalami masalah yang cukup besar, dan masalah tersebut tidak hanya dialami oleh satu orang saja, melainkan seluruh rakyat Indonesia. Sayangnya, tidak semua orang berani untuk speak up. Alvin Liem sendiri pun juga sejak awal tidak punya niatan untuk menggulingkan pemerintahan, mengurusi kadrun, dan lainnya—ini cuma masalah common interest. Tidak angin tidak ada hujan, tiba-tiba Alvin Liem disebut-sebut muncul secara tiba-tiba untuk mencari panggung, padahal maksudnya bukan seperti itu. Bahkan jauh sebelum terjadinya kasus ini pun sudah sempat menyinggung masalah investasi bodong.
Demo yang pernah dilakukan sebelumnya bisa terjadi karena para oknum kepolisian yang terkesan ‘lepas tangan’ terhadap kasus investasi bodong dan akhirnya kasus tersebut tidak diproses lebih lanjut. Karena apa? Karena orang yang dilawan saat ini adalah mereka yang berduit banyak dan mereka bisa dapat duit sebanyak itu dari mana? Ya dari korban mereka.
Berikutnya yang perlu diklarifikasi soal kasus Alvin Liem yang vokal ini adalah karena beliau sudah dikriminalisasi, kasusnya sedang berjalan, kemudian muncul lagi kasus bari yang dilaporkan oleh pihak kepolisian akibat salah satu video di channel Youtube beliau menyinggung institusi kepolisian. Dan pelapor video tersebut diduga adalah salah satu kolega dari Ferdy Sambo. Beliau menganggap bahwa dia nothing-to-lose, kalau sudah terlanjur nyebur mandi aja sekalian. Apa yang dilakukan oleh Alvin Liem ini patut diapresiasi karena beliau memilih bertindak seperti itu, padahal ada resiko yang cukup besar yang dihadapinya nanti hanya demi mencari keadilan untuk para kliennya, bukan demi cari panggung.
Dan kriminalisasi adalah salah satu resiko yang harus dihadapi karena itu bagian dari pekerjaan beliau sebagai seorang lawyer. Dan negara sangat membutuhkan orang-orang yang berani speak up dengan lantang seperti Alvin Liem. Orang seperti ini diperlukan karena untuk menjaga keseimbangan dengan para oknum yang semaunya saja dan orang-orang seperti Alvin Lie mini ada sebagai ‘rem’ untuk para oknum agar tidak bertindak seenaknya.
Kesimpulan yang bisa petik dari kasus kriminalisasi Alvin Liem ini adalah: jangan takut untuk bersuara ketika apa yang kalian percayai itu benar. Berteriaklah sekencang-kencangnya demi keadilan orang-orang yang selama ini sudah banyak tersakiti. Jangan takut dengan segala resiko yang dihadapi jika memang apa kalian lakukan ini benar meskipun banyak orang jahat ingin menjatuhkan kalian karena keberadaan kalian ini dianggap ‘berbahaya’ oleh orang-orang jahat.
Berkaca dari kasus ini, apakah kalian setuju/tidak setuju atas kriminalisasi Alvin Liem? Dan apa alasan apa kalian setuju/tidak setuju dengan kasus ini? Lalu tindakan apa yang harus diambil oleh pihak kepolisian terhadap kasus ini?
ALVIN LIEM DEWA MABUK KADRUN DI KASUS FERDY SAMBO?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.



