Satu dekade lalu, kita mungkin masih sering menemukan orang antri di kasir sambil mengeluarkan uang tunai atau kartu kredit. Tapi di zaman sekarang, cukup dengan scan QRIS menggunakan ponsel, transaksi bisa beres dalam hitungan detik.
Tepat,sistem pembayaran digital buatan anak negeri ini kembali mencatat prestasi mentereng. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengguna QRIS di Indonesia sudah mencapai 56 juta orang, menguatkan posisinya sebagai pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi digital.
Dari Inovasi Lokal Jadi Standar Nasional
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama dengan industri keuangan nasional untuk menyatukan berbagai sistem pembayaran QR code agar lebih praktis dan efisien.
Sekarang, keberhasilan itu bisa dilihat langsung. Hampir di setiap tempat – mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan besar – QRIS sudah menjadi cara bayar yang paling umum.  Bahkan, sudah ada total leih dari 41 juta merchant yang sudahh terdaftar dengan nilai transaksi mencapai Rp19 kuadriliun per kuartal III 2025.
Kenapa QRIS Jadi Pilihan Masyarakat?
Ada beberapa alasan kenapa QRIS kini menjadi pilihan masyarakat Indonesia dalam bertransaksi:
- Praktis dan cepat – cukup scan, klik, selesai.
- Universal – bisa dipakai di hampir semua aplikasi keuangan seperti GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, hingga mobile banking.
- Inklusif – bisa dipakai siapa saja, mulai dari UMKM sampai bisnis besar
- Dukungan penuh pemerintah – menjadikan QRIS sebagai bagian pentung dari ekosistem digital nasional.
- Mulai mendunia – QRIS kini sudah bisa digunakan di beberapa negara ASEAN dan Jepang, dan kini sedang melakukan ekspansi ke Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.
Dengan keunggulan tersebut, tidak heran jika QRIS menjadi simbol transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global.
QRIS dan Ekspansi Global: Indonesia Jadi Perhatian Dunia
Yang menarik adalah popularitas QRIS ini adalah kini sudah menembus batas negara. Beberapa negara ASEAN sudah bekerja sama agar sistem QRIS bisa digunakan lintas batas (cross-border payment), sehingga wisatawan dari Indonesia bisa melakukan transaksi di luar negeri hanya dengan memindai kode QR yang sama.
Pemerintah juga menyebut jika keberhasilan QRIS ini bisa menjadi contoh sukses digitalisasi keuangan nasional yang kini mulai dilirik oleh negara lain.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Walaupun pencapaiannya patut diacungi jempol, masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi:
- Keamanan transaksi digital agar pengguna tetap merasa nyaman
- Pemerataan akses internet agar QRIS bisa diimplementasikan ke seluruh penjuru negeri
- Edukasi literasi keuangan digital untuk membantu masyarakat lebih memahami cara bertransaksi yang aman.
Jika tantangan ini bisa diatasi, QRIS bisa berpotensi menjadi salah satu sistem pembayaran digital paling sukses di dunia.
Kesimpulan
Dengan 56 juta pengguna dan jangkauan yang terus meluas,, QRIS sudah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi digital.
Lebih dari sekedar alat bayar, QRIS mencerminkan kemajuan, inklusivitas, serta kemandirian teknologi finansial negara.





