BISNIS KARTU KREDIT GACOR LAGI!

Bisnis Kartu Kredit

Bisnis kartu kredit perbankan kini kembali menggeliat setelah turun secara drastic akibat diberlakukannya pembatasan aktivitas selama pandemi. Bank Indonesia (BI) mencatatkan data nilai transaksi kartu kredit perbankan pada Februari 2023 mencapai Rp 63,23 triliun, naik 40,54% YoY dari Rp 44,99 triliun.
Gesekan kartu kredit meningkat 18,42% YoY dari 51,79 kali transaksi menjadi 61,33 juta transaksi. Padahal jumlah kartu yang beredar menurut 28,47% YoY menjadi 17,29 juta keping kartu.
Dengan kata lain, walaupun jumlah kartu yang beredar menurun, nasabah perbankan tetap gacor dalam bertransaksi. Salah satunya ada rebound dari penggunaan pembayaran untuk sektor yang berhubungan dengan pariwisata.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sudah mencatat adanya penyaluran kartu kredit senilai Rp 14,2 triliun pada Maret 2023. Nilai tersebut mengalami peningkatan 14,52% YoY dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 12,4 triliun. Di tahun 2019 sendiri hanya sebesar Rp 13,8 triliun.
Hinggal akhir April 2023, total transaksi travel Mandiri Kartu Kredit mengalami kenaikan 132% dan transaksi hotel naik lebih dari 50% (YoY). Sementara itu, transaksi luar negeri juga ikut mengalami kenaikan hingga 146% YoY per akhir April 2023.
VP Credit Card Group Bank Mandiri Noorman Andrianto memaparkan jika ada rasio kredit bermasalah kartu kredit Bank Mandiri yang saat ini berada di bawah 1%. Akibat terjadinya pandemi, membuat perbankan menjadi lebih selektif dan bijaksana dalam menjalankan bisnis.
Diakui bahwa bisnis kartu kredit Bank Mandiri sudah bisa melampaui kondisi sebelum pandemi. Dirinya mengaku bahwa sebelum pandemi, sektor terkait pariwisata ada di posisi ke-2 setelah ecommerce. Sedangkan pada saat pandemic, sektor ini meluncur ke posisi 9 akibat sektor ini juga sempat turun sampai 90%.
Untuk saat ini, bisnis kartu kredit untuk traveling sudah merangkak kembali ke posisi 4. Dirinya yakin secara total bisnis kartu kredit Bank Mandiri bisa naik hingga 35% sampai 40% di 2023.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan kerjasama dengan berbagai mitra besar dari tiap industri. Serta mengoptimalkan potensi nasabah dan setiap segmen yang dilayani, termasuk salah satunya adalah rencana untuk mengakuisisi 380.000 nasabah baru pada produk kartu kredit.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat outstanding kartu kredit yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,9% YoY menjadi Rp 12,9 triliun per Maret 2023. General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang menjelaskan jika pencapaian tersebut didukung dengan pertumbuhan volume transaksi kartu kredit yang meningkat di atas 20% YoY.
Dirinya menjelaskan jika pertumbuhan nilai volume transaksi ini tidak lepas dari dukungan atas pertumbuhan transaksi kartu kredit terutama di sektor travel, dining, dan entertainment. Pihaknya optimis nilai volume transaksi kartu kredit bisa terus membaik di periode berikutnya, seiring dengan mulai membaiknya seluruh aktivitas perekonomian pasca pandemi di tahun 2023 ini.
Dirinya melanjutkan jika NPL kartu kredit BNI masih stabil di bawah 2%. Seiring dengan perekonomian nasional yang mulai pulih dan kebijakan terkait ketentuan pembayaran minimum kartu kredit oleh regulator. BNI berharap nilai volume kartu kredit bisa tumbuh hingga 20% dengan kualitas NPL yang bisa tetap stabil di bawah 2%.
Agar bisa mencapai target tersebut, BNI sudah mengembangkan baik fitur maupun program promo yang yang akan terus berlangsung hingga akhir tahun. Tidak hanya itu saja, mereka juga akan memperluas jaringan kerjasama dengan beberapa merchant strategis, baik dalama skala nasional maupun di regional.
Dirinya menambahkan untuk calon pemegang kartu kredit, BNI akan memberikan kemudahan dan kenyamanan saat melakukan pengajuan kartu kredit melalui Platform Digital.
Bank CIMB Niaga juga tidak mau ketinggalan, mereka berhasil membukukan penyaluran kartu kredit dan kredit personal sebesar Rp 13,93 triliun di Maret 2023. Nilai tersebut naik 12,4% YoY jika dibandingkan denga Maret tahun lalu yang hanya sebesar Rp 12,39 triliun.
Untuk perbandingannya sendiri, penyaluran kartu kredit Bank CIMB Niaga mengalami kenaikan sebesar 12,8% YoY menjadi Rp 9,7 triliun pada akhir 2019. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menuturkan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan layanan digital untuk memacu bisnis kartu kredit dan memberikan kemudahan kepada nasabah dalam mengajukan berbagai produk . Salah satunya adalah melalui Online Form untuk pengajuan KPR, Kartu Kredit, dan Personal Loan secara mandiri.
Kemudian ada bank BCA yang mencatatkan total portofolio kredit konsumer meningkat 12,7% YoY menjadi Rp 174,5 triliun. Salah satu penyebab utamanya datang dari saldo outstanding kartu kredit yang juga naik 16,2% YoY menjadi Rp14,0 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja memaparkan sementara ini KPR tumbuh 11,6% YoY menjadi Rp 109,6 triliun dan KKB meningkat 15,2% YoY menjadi Rp 47,9 triliun. Ini juga ditopang oleh gelaran BCA Expoversary 2023 yang saat ini sedang dilaksanakan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah ini sudah termasuk kondisi stabil untuk perekonomian nasional setelah pandemi?

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest

About Roy Shakti

Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution, Credit Strategy For Investing dan Credit Card Revolution For Newbie.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds