AWAS! KEJAHATAN PHISING BERKEDOK FILM JOKER, BISA KURAS HABIS REKENING DAN KARTU KREDIT!

AWAS! KEJAHATAN PHISING BERKEDOK FILM JOKER, BISA KURAS HABIS REKENING DAN KARTU KREDIT!

Hati-hati terhadap kejahatan phising yang dilakukan penjahat siber lewat film Joker. Sekarang, para penjahat siber mulai memanfaatkan popularitas film ‘Joker: Folie à Deux’ yang saat ini menjadi buah bibir di media sosial. Aksi phising ini pertama kali ditemukan oleh perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky. Dikatakan bahwa para penggemar yang menonton film tersebut secara daring berisiko kena tipu dan memberikan data sensitif serta uang mereka. Para penjahat awalnya akan memberikan penawaran untuk penggemar agar bisa menonton film Joker secara gratis. Nantinya penggemar akan diberikan website palsu dengan syarat memasukkan info kartu kredit mereka untuk melakukan pendaftaran. Cara lain yang digunakan adalah dengan mengeksploitasi film Joker untuk menjebak korban ke dalam skema investasi palsu, kuis berhadiah, ataupun jebakan lainnya. Mereka juga membuat situs web phising yang mengklaim bisa memberikan akses gratis ke film tersebut. Ketika korban mencoba untuk memainkan videonya, mereka akan diarahkan ke halaman lain yang sering kali mempromosikan skema menghasilkan uang dengan mudah dan cepat, memberikan kesempatan untuk berpartisipas dalam hadiah gratis atau keuntungan lainnya. Berdasarkan kasus yang diungkap Kaspersky, pengguna dimintai informasi pribadi sehingga pelaku bisa menghubungi mereka dengan peluang investasi palsi ataupun detail kartu kredit untuk pengiriman hadiah. Olga Svistunova selaku pakar keamanan di Kaspersky menjelaskan bahwa menjelang pemutaran perdana, makin banyak orang yang mencari beragam cara agar bisa mendapatkan akses film tersebut lebih awal. Akibatnya, risiko menjadi korban penipuan pun meningkat. Pihaknya menyarankan agar pengguna melakukan verifikasi dengan teliti tempat mereka memasukkan informasi sensitif dan memasang software antivirus yang bisa memperingatkan adanya situs web yang mencurigakan atau berbahaya.

DAYA BELI MELEMAH, BISNIS KARTU KREDIT TETAP TIDAK MUDAH GOYAH!

DAYA BELI MELEMAH, BISNIS KARTU KREDIT TETAP TIDAK MUDAH GOYAH!

Bisnis kartu kredit perbankan masih menunjukan pertumbuhannya walaupun daya beli masyarakat sedang menurun dan kondisi deflasi. Perbankan memilih untuk lebih fokus menargetkan nasabah kelas atas untuk menjaga bisnis tetap berlanjut. BNI mencatat pertumbuhan transaksi kartu kredit sebesar 5% yoy hingga Agustus 2024. Walaupun ada penurunan transaksi dari sektor barang dan jasa—seperti supermarket, otomotif, dan elektronik, pertumbuhannya masih bisa dilihat. Grace Situmeang selaku GM Divisi Bisnis Kartu BNI menuturkan jika pertumbuhan tersebut didorong oleh segmen nasabah pegawai, professional, serta pengusaha. BNI meramalkan volume dan nilai transaksi dari segmen ini bisa terus meningkat seiring dengan adanya pengembangan dari produk kartu kredit BNI. Dirinya menambahkan bahwa volume transaksi kartu kredit BNI mencapai lebih dari 20 juta transaksi hingga Agustus 2024, dengan pertumbuhan 3% yoy. Transaksi di merchant sektor perjalanan, hotel, dan restoran mengalami peningkatan lebih dari 20% yoy. Dan saat ini, BNI sudah memiliki sekitar 1,6 juta pengguna kartu kredit. Bank Mega juga optimis dengan pertumbuhan bisnis kartu kreditnya. Lay Diza Larentie, Wakil Direktur Utama Bank Mega mengungkapkan walaupun daya beli sedang lemah, transaksi kartu kredit tetap bisa tumbuh, terutama dari segmen kelas menengah ke atas di sektor perjalanan. Bank Mega menargetkan pertumbuhan bisnis kartu kredit sebesar 10% yoy hingga akhir 2024, dengan lebih dari 1,2 juta pengguna. Bank UOB Indonesia pun juga ikut optimis dengan prospek kartu kredit, terutama dengan peluncuran kartu kredit kolaborasi dengan Telkomsel. Herman Soesetyo selaku Cards and Payment Head UOB Indonesia menyatakan jika dampak deflasi tidak signifikan kepada bisnis kartu kredit UOB karena fokus pada nasabah kelas atas. UOB menetapkan pertumbuhan yang lebih cepat selaras dengan berkembangnya pasar. Dari segmen syariah sendiri, Bank Mega Syariah baru saja mengeluarkan produk Syariah Card Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Mulyo mengatakan bahwa potensi kartu kredit syariah masih besar. Pihaknya menargetkan 40.000 pengguna Syariah Card dengan nilai transaksi lebih dari Rp 300 miliar hingga akhir 2024. Strategi akuisisi dilakukan lewat sales officer yang mematok perusahaan debitur Bank Mega Syariah serta perusahaan nasional dan multinasional. Dengan befokus kepada nasabah kelas atas dan segmen khusus, perbankan tetap optimis terhadap perkembangan bisnis kartu kredit di tengah tantangan ekonomi.

ANDA PENCINTA OTOMOTIF? MANDIRI MYPERTAMINA CARD COCOK BUAT ANDA!

ANDA PENCINTA OTOMOTIF? MANDIRI MYPERTAMINA CARD COCOK BUAT ANDA!

Bank Mandiri menawarkan inovasi baru dalam mempermudah transaksi nasabah. Mereka bekerjasama dengan Pertamina Patra Niaga dan kembali meluncurkan kartu kredit Mandiri MyPertamina Card yang telah dirancang khusus bagi Anda para pecinta otomotif.
Mandiri MyPertamina Card menawarkan beberapa hal—mulai dari welcome bonus e-voucher MyPertamina senilai Rp 200 ribu, bebas iuran tahunan di tahun pertama, sampai akses eksklusif ke airport lounges dan airport merchants.
Di samping itu, nasabah juga bisa menikmati cashback senilai Rp 30 ribu untuk transaksi di aplikasi MyPertamina dan bisa mendapatkan Livin’Poin tiga kali lipat untuk setiap transaksi yang berhubungan dengan otomotif. Tidak hanya itu saja, nasabah Mandiri MyPertamina Card juga bisa menukarkan Livin’Poin menjadi e-voucher MyPertamina dan promo sepanjang tahun di event racing dan motor show di seluruh dunia.
Saptari selaku SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri menjelaskan jika peluncuran ulang adalah hasil dari penyempurnaan produk sebelumnya yang bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah.
Pihaknya berkomitmen untuk selalu menghadirkan dan memberikan produk terbaik. Dengan kerja sama ini, diharapkan pengguna Mandiri MyPertamina Card bisa merasakan beragam kemudahan dan keuntungan dalam bertransaksi.
Selain memberikan banyak manfaat untuk pemegangnya, kartu ini juga memberikan akses yang lebih banyak ke berbagai fitur di aplikasi Livin’ by Mandiri, seperti Virtual Card yang memudahkan transaksi QRIS dengan sumber dana dari kartu kredit. Lalu ada fitur unggulan Power Installment yang memungkinkan ciclan hingga 36 bulan dan Power Cash untuk penarikan dana instan dengan bunga mulai dari 0%.
Bank Mandiri dan Pertamina Patra Niaga ingin berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Dengan serangkaian inovasi dan pengembangan layanan, Bank Mandiri optimis bisa mendorong pertumbuhan transaksi kartu kredit yang konsisten dan bisa mencatat tren positif.
Tercatat hingga akhir Agustus 2024, jumlah nasabah Mandiri kartu kredit sudah menembus 2 juta nasabah, naik 8% yoy. Selain itu di periode yang sama, realisasi volume transaksi Mandiri kartu kredit terus mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 41,3 triliun atau meningkat 29% secara keseluruhan.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds