Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membantah adanya kabar tentang pihaknya yang bisa mengakses mutasi rekening hingga kartu kredit lewat aplikasi Coretax. Di akun sosial X @DitjenPajakRI, DJP menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks palsu.
Dijelaskan bahwa ada penyebaran hoaks yang mengatasnamakan DJP dan memohon agar masyarakat melakukan cek dan ricek terkait informasi yang beredar. Kabar ini muncul dari sebuah surat pemberitahuan yang tersebar di media sosial yang menyebutkan bahwa aplikasi Coretax akan diimplementasikan mulai 2025.
Surat tersebut juga menyampaikan jika aplikasi yang dimaksus bisa merekam segala kegiatan di perbankan atau administrasi yang terdaftar dengan KTP dan NPWP. Aktivitas tersebut akan terekam di kantor pajak.
Surat tersebut juga mewajibkan masyarakat memiliki rekening bank atas nama usaha yang terpisah dengan rekening pribadi, serta melaporkan semua rekening atas nama perusahaan dan pribadi ke DJP. Surat tersebut juga meminta masyarakt untuk memberikan informasi detail mengenai transaksi yang berkaitan dengan perbankan seperti simpanan, deposito, pinjaman KPR, hingga leasing. Tidak hanya itu saja, surat tersebut juga meminta masyarakat untuk menata pencatatan keuangan dengan baik dan tepat waktu karena semuanya terintegrasi di Coretax.
DJP menanggapi hal tersebut dengan berkata bahwa data mutasi rekening dan/atau kartu kredit adalah data yang bersifat pribadi atau milik pemilik. DJP tidak memiliki sistem yang bisa mengakses data rekening dan kartu kredit. Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi terkait hal tersebut dan konfirmasi langsung ke pihak DJP.
Cortax sendiri merupakan aplikasi terbaru yang bisa memudahkan pelayanan perpajakan bagi masyarakat. Lewat Coretax. Seluruh layanan perpajakan seperti registrasi, pelaporan, dan pembayaran akan terintegrasi dalam satu sistem yang efisien dan user-friendly.
Month: September 2024
POLISI JELASKAN KENAPA INDONESIA JADI TARGET PENIPUAN ONLINE INTERNASIONAL
Polri menjelaskan mengapa sindikat penipuan online berkedok lowongan kerja paruh waktu jaringan internasional menyasar operasi di empat negara, termasuk di Indonesia. Selain Indonesia, ada tiga ngara lain yaitu Thailand, India, dan Tiongkok.
Direktuk Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brijen Himawan Bayu Aji menjelaskan bahwa alasan Indonesia menjadi target sindikat penipuan kerja paruh waktu ini karena penduduknya banyak dan padat.
Selain perihal kepadatan penduduk, dirinya juga menyebut bahwa sindikat penipuan tersebut telah memetakan aktivitas online negara yang ditarget. Pemetaan dilakukan pelaku dengan melihat social engineering. Mereka memanfaatkan kesalahan ataupun kecerobohan individu untuk mencuri data atau informasi penting yang bersifat konfidensial.
Sindikat tersebut melancarkan aksi dengan menyebarkan tautan website lewat platform online seperti Facebook, Telegram, dan WhatsApp. Aksi scamming tersebut itu dikendalikan dari kota Dubai, Uni Emirat Arab yang merupakan pusatnya.
Total ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan daring ini. Mereka adalah warga negara Tiongkok, ZS selaku pimpinan dari tiga warga Indonesia berinisial NSS, H, dan M yang bertugas membantu ZS melakukan aksi tindak pidana ini.
Dari bisnis illegal ini, SZ bersama sindikatnnya berhasil meraup keuntungan hingga Rp 1,5 triliun. Hasil tersebut berdasarkan bisnis penipuan dari empat negara yang disasar. Indonesia Rp 59 miliar, India RP 1,077 triliun, Tiongkok Rp 91 miliar, dan Thailand Rp 288 miliar.
Di samping itu, ada empat orang tersangka yang masih dalam pencarian dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga sedang memburu keempat DPO selaku coordinator dari operator sindikat penipuan tersebut.
GANDENG TELKOMSEL, UOB LUNCURKAN KARTU KREDIT! BENEFITNYA APA AJA SIH?
PT Bank UOB Indonesia meluncurkan kartu kredit co-branded yang bekerja sama dengan Telkomsel untuk mendukung kebutuhan gaya hidup digital dan aspiratif nasabah yang semakin berkembang.
Christine Teh Tan selaku Consumer Banking Director UOB mengatakan jika peluncuran kartu kredit UOB Telkomsel ditujukan untuk nasabah yang ingin menikmati gaya hidup digital tanpa batas yang lebih terhubung dengan pengalaman seamless dan menguntungkan.
Pihaknya berharap bisa memberikan pengalaman nasabah yang terdepan dan menyediakan beragam penawaran untuk memenuhi gaya hidup urban yang terhubung secara digital. Kemitraan ini juga menegaskan ambisi mereka menjadi banks the bank of choice bagi individu aspiratif di Tanah Air.
Untuk benefitnya sendiri, kartu kredit UOB Telkomsel menawarkan eksklusif seperti tunjangan data, cashback pembelian online dan rewards untuk pengeluaran sehari-hari, menjadikan perbankan dan komunikasi lebih mudah dan menguntungkan.
Kartu ini juga dirancang untuk melengkapi hidup nasabah yang modern dan terhubung melalui berbagai eksklusif—mulai dari tiga kali lipat UOB Points untuk setiap pengeluaran Rp 2.000 pada pembayaran tagihan Telkomsel Halo dan Cinema XXI, serta transaksi ritel di kategori merchant dining, fashion, dept. store, dan transaksi luar negeri.
Manfaat eksklusif tambahan juga meliputi bonus paket RoaMAX Telkomsel yang mencakup ASEAN, Asia Australia, Amerika, dan Eropa, serta tiket buy 1 get 2 Cinema XXI setiap Sabtu. Kartu ini juga menyediakan tambahakn perlindungan travel inconvenience dan perlindungan medis luar negeri.
Di samping itu, pemegang kartu bisa memanfaatkan promosi eksklusif dengan e-commerce dan merchant online terkemuka, seperti GrabFood, tokopedia, dan Traveloka.
Untuk merayakan rilisnya kartu ini, pemegang baru bisa menikmati welcome bonus hingga Rp 2,2 juta, termasuk di dalamnya penawaran special untuk paket pascabayar terbaru Telkomsel Halo+ bold mulai dari Rp 1.
Kartu kredit UOB Telkomsel telah didukung oleh jaringan global Visa yang memberikan akses pembayaran secara cepat, aman, dan nyaman bagi pemegang kartu di lebih dari 130 juta mitra di 200 negara dan wilayah.
AWAS PENIPUAN ONLINE, INI 5 TIPS AMAN BERTRANSAKSI DI ERA DIGITAL!
Kasus penipuan yang berfokus di transaksi online sekarang makin menjamur di Indonesia. Modus penipuannya pun juga mulai beragam dan semakin canggih, serta mulai menyasar ke berbagai lapisan masyarakat.
Dilansir dari Survei Penetrasi Internet 2024 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), diprediksi penipuan jenis ini akan mendominasi kejahatan siber di sepanjang tahun 2024.
PT Global Dgital Niaga Tbk (BliBli) selaku salah satu penyedia jasa e-commerce di Indonesia, mengambil langkah proaktif dengan mengajak masyarakat untuk selalu waspada saat melakukan transaksi online.
Salah satu modus yang sering kali digunakan yaitu meminta korban untuk mentransfer dana ke rekening pribadi di luar platform e-commerce resmi.
Untuk mencegah konsumen terjerat dalam penipuan ini, BliBli memberikan beberapa tips cerdas yang bisa Anda terapkan saat melakukan belanja online.
1. Hanya Gunakan Kanal Pembayaran Resmi
Ketika bertransaksi, pastikan untuk selalu menggunakan kanal pembayaran resmi yang disediakan oleh platform e-commerce. Mengirim dana ke rekening pribadi yang tidak dikenal bisa menyebabkan kerugian, karena dana tersebut tidak bisa ditarik kembali. BliBli sendiri akan menjamin keamanan transaksi dengan ekosistem omnichannel-nya, yang di mana setiap mitra seller sudah melalui proses seleksi ketat.
2. Hindari Berkomunikasi di Luar Platform
Berkomunikasi dengan seller melalui platform di luar marketplace resmi merupakan tindakan berisiko. Waspadalah jika ada pihak yang meminta Anda untuk mentransfer dana rekening pribadi lewat aplikasi pesan instan. BliBli selalu memberikan himbauan kepada pelanggan untuk tetap berkomunikasi di dalam fitur chat yang sudahh tersedia di platform mereka, dengan tujuan untuk memastikan keamanan dan keaslian transaksi.
3. Verifikasi Informasi Melalui Saluran Resmi
Nomor kontak palsu sering kali digunakan untuk menipu calon korban. Pastikan untuk memverifikasi informasi yang Anda terima lewat saluran komunikasi resmi. BliBli menyediakan layanan pelanggan yang siap membantu 24/7 untuk memastikan setiap transaksi yang diterima adalah valid.
4. Periksa Deskripsi dan Biaya dengan Teliti
Sebelum selesai melakukan pembayaran, selalu periksa dengan teliti deskripsi produk, rangkuman biaya, dan tata cara pembayaran. Ini perlu dilakukan karena penipu kerap kali menggunakan tautan yang mencurigakan atau menambahkan biaya tambahan yang mencurigakan untuk menjebak korbannya. Jika konsumen menemukan kejanggalan, segera laporkan ke pihak berwenang atau layanan pelanggan BliBli.
5. Kenali Modus Penipuan yang Umum
Penipuan bisa terjadi ke siapa pun dan kapan pun. Penting untuk terus memperbarui pengetahuan tentang modus-modus penipuan terbaru. BliBli secara aktif terus mengedukasi pelanggannya agar selalu waspada dan selalu melakukan transaksi di kanal resmi. Pelanggan juga bisa memanfaatkan situs CekRekening.id untuk memverfikasi nomor rekening yang mencurigakan.
Dengan makin maraknya kasus penipuan online, tanggung jawab untuk menjaga kemanan transaksi tidak hanya bergantung kepada penyedia layanan saja, namun juga tiap individu yang melakukan transaksi.
BliBli berkomitmen untuk selalu meningkatkan keamanan serta kenyamanan belanja online, dan mendukung pelanggannya untuk menghadapi berbagai ancaman penipuan.
Segera laporkan bila Anda menemukan indikasi penipuan yang mengatasnaman e-commerce apapun melalui kanal resmi yang tersedia, karena keamanan bertransaksi adalah prioritas utama. Dengan mengikuti tips di atas Anda bisa menghindari jebakan penipuan online yang semakin marak terjadi.
INCAR GEN MZ, KARTU KREDIT BERENCANA PERLUAS LAYANAN KE E-COMMERCE HINGGA GAMING
Alat pembayaran berkembang dengan sangat pesat hingga ke system pembayaran digital. Ini dilakukan untuk turut mendorong pemanfaatan transaksi kartu kredit di Indonesia.
Menurut Steve Marta selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), beberapa tahun lalu , alat pembayaran masih terbatas jumlahnya dan sekarang kartu kredit juga turun menjadi bagian dari alat pembayaran digital. Kartu kredit juga bisa menjadi alternative untuk mempermudah transaksi keuangan nasabah.
Ini dilakukan kagar masyarakat bisa memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka, semisal kalau untuk kebutuhan sehari-hari, mereka bisa menggunakan QRIS. Kalau untuk perjalanan wisata, mereka bisa menggunakan kartu kredit.
Dan salah satu layanan kartu kredit yang sedang dikembangkan saat ini adalah kartu kredit contactless. Kartu kredit ini bisa menarik minat anak muda, terutama di kalangan Gen MZ yang sangat mementingkan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi. Bahkan, di beberapa negara maju sudah mulai menerapkan transaksi contactless ini.
Seiring dengan semakin besarnya segmen pasar Gen MZ, industri kartu kredit juga mulai melihat peluang bisnis kartu kredit, terutama di sektor e-commerce, gaming, hingga transportasi.
DIGEMPUR BISNIS PAYLATER, TRANSAKSI KARTU KREDIT MASIH BERTAHAN
Bisnis kartu kredit bank kini harus berhadapan dekat makin maraknya bisnis paylater. Walaupun begitu, bisnis kartu kredit masih menunjukan pertumbuhan yang positif hingga pertengahan tahun 2024 ini.
Dikuti dari dara data Bank Indonesia per Juni 2024, nilai transaksi kartu kredit tumbuh 4,18% yoy, mencapai Rp 35,08 triliun. Di periode yang sama tahun sebelumnya, nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp 33,67 triliun.
Sementara itu, volume transaksi kartu kredit mengalami pertumbuhan 16,33% yo, dari transaksi sebelumnya 31,87 juta transaksi menjadi 37,07 juta transaksi. Sedangkan untuk jumlah kartu kredit yang beredar, sudah mencapai 18 juta kartu per Juni 2024, mengalami kenaikan dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 17,59 juta unit.
BNI sendiri juga mencatat pertumbuhan bisnis kartu kredit di semester I-2024 dengan outstanding naik 10% yoy yang mencapai Rp 14,4 triliun. Untuk nilai transaksinya sendiri tumbuh sekitar 6% yoy. Grace Situmeang selaku GN Divisi Bisnis Kartu BNI menjelaskan jika kehadiran bisnis paylater untuk saat ini belum memberikan pengaruh yang signifikan kepada bisnis kartu kredit, mengingat kartu kredit dan paylater mengusung segmen pasar yang berbeda.
Namun, untuk menghadapi semakin maraknya bisnis paylater saat ini, BNI kartu kredit sudah melakukan antisipasi sesuai dengan arah digitalisasi Kartu Kredit. Digitalisasi kartu kredit bisa meningkatkan fleksibilitas dan kenyamanan nasabah—mulai dari pengajuan, pemrosesan, penerbitan, pengelolaan, dan pembelanjaan dengan kartu kredit.
Pihaknya juga berharap kartu kredit dap paylater bisa berjalan bersama sebagai paymen solution bagi transaksi nasabah, dengan benefit yang diberikan dari masing-masing produk.
Sejalan dengan hal tersebut, rasio kredit bermasalah (NPL) untuk kartu kredit BNI masih bisa dikendalikan, dan masih berada di bawah rata-rata NPL Industri. Walaupun, pihaknya mengakui potensi naiknya risiko di industri kartu kredit tidak bisa dihindari seiring dengan meningkatnya ekspansi portofolio kartu kredit.
Dalam upaya peningkatan bisnis kartu kredit, BNI melakukan beberapa fokus strategi yang akan dijalankan sampai akhir tahun 2024, antara lain peningkatan customer base dari akuisisi kartu kredit baru, penguatan strategic partnership, serta penyediaan program dan fitur layanan kartu kredit yang bisa memberikan nbenefit lebih tinggi bagi pemegang kartu.
Di sisi lain, BNI melalui Wondr by BNI masih terus melakukan peningkatan digitalisasi kartu krerdit dengan mengembangkan beberapa fitur dan kemudahan transaksi bagi nasabah, mulai dari pengajuan kartu kredit, transaksi, installment, dan beberapa kemudahan lainnya.
BCA juga mencatatkan nilai transaksi kartu kredit meningkat 15% yoy menjadi Rp 58 triliun pada Juni 2024. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menuturkan pertumbuhan ini didukung dengan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat—salah satunya di sektor pariwisata, hiburan, serta F&B. Pihaknya optimis bisnis personal loan yang termasuk kartu kredit di dalamnya, bisa terus tumbuh ke depannya. BCA memberikan nilai tambah kepada nasabah kartu kredit secara konsisten dengan menghadirkan beragam promo menarik di berbagai segmen.
Direktur Retail Bank Permata Djumarian Tenteram juga setuju jika bisnis kartu kredit akan terus mengalami perkembangan. Ini dikarenakan produk tersebut bisa digunakan secara luas baik untuk transaksi online, offline, di dalam dan di luar negeri.
Secara keseluruhan, bisnis kartu kredit Bank Permata hingga semester I-2024 mengalami peningkatan hingga 20%, namun jika dilihat dari affluent segment spending, ada peningkatan sekitar 30%. Dengan NPL yang terbilang cukup rendah dibandingkan industri, atau di bawah 1,8%.
Untuk memacu pertumbuhan jumlah pemegang kartu kredit dan transaksi, Bank Permata menjalankan beberapa strategi, antara lain cross selling kepada nasabah yang ada di dalam ekosistem Bank Permata, digital acquisition, hingga kerja sama dalam bentuk co-branding serta co-marketing.
DEMI DORONG UMKM, BI MULAI PERLUAS KARTU KREDIT PEMERINTAH
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, memutuskan untuk memperluas fitur kartu kredit pemerintah (KKP) demi memudahkan pembelian produk UMKM. Hal tersebut disampaikan dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia di Jakarta.
Dirinya menyebut pihaknya akan menambahkan fitur online payment card pada KKP. Fitur ini juga bakal terkoneksi dengan QRIS. Dalam kartu kredit Indonesia ini, akan diperluas untuk memudahkan transaksi belanja pemerintah tidak hanya untuk perjalanan saja, tapi juga untuk membeli produk produk UMKM karya bangsa.
KKP domestik sendiri sudah diluncurkan sejak Mei tahunlalu. Dengan KKP, pemerintah pusat,kementerian, lembaga, hinga pemerintah daerah bisa menggunakannay dengan biaya transaksi nol persen. Selain itu, biaya untuk merchant lebih efisien, dan ini sekaligus bagian dari bangga buatan Indonesia.
Peluncuran KKP domestik sendiri juga sejalan dengan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 2 Tahun 2022. Inpres tersebut mengenai Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penambahan fitur di KKP domestik ini dan penggunaannya akan jadi lebih efisien?
PENIPUAN BERKEDOK LAMARAN KERJA MARAK BOBOL REKENING BANK, INI DIA TANDA-TANDANYA!
Penipuan dengan modus lowongan kerja makin banyak terjadi karena penjahat siber bisa memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mencuri uang dan informasi pribadi pencari kerja yang tidak menaruh curiga.
Berdasarkan data dan laporan dari Identity Theft Resource Center (ITRC), penipuan lowongan kerja melonjak hingga 118% pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya.
Para pelaku biasanya menyamat sebagai perekrut dan memasang iklan pekerjaan palsu untuk menarik calon korbannya, yang kemudian mencuri informasi berharga selama proses ‘wawancara’.
Menurut Komisi Perdagangan Federal (FTC), konsumen melaporkan total kehilangan hingga US$367 juta (Rp 5,9 miliar) akibat dari penipuan peluang bisnis dan pekerjaan pada tahun 2022, naik hingga 76% dari tahun ke tahun.
Dikutip dari NUCWashington, FTC melaporkan korban yang rekeningnya dicuri dengan ‘kumlah yang sangat besar’ adalah US$2.000.
Penipuan pekerjaan bukanlah jenis penipuan yang umum. Penipuan ini hanya mencakup 9% dari total penipuan identitas pada tahun 2023, kedua setelah penipuan Google Voice, yang mencapai 60%. Namun, penipuan ketanagakerjaan adalah ancaman yang “muncul”.
Penipuan pekerjaan sudah ada sejak ada lapangan pekerjaan. Tapi, penipuan ini akan terus mengalami perkembangan karena sejumlah faktor eksternal yang terjadi.
AI dan kerja jarak jauh menjadi pemicu berkembangnya penipuan lowongan kerja. Kemajuan AI sendiri bisa memungkinkan penipu untuk membuat daftar pekerjaan dan pesan perekrutan yang bisa terlihat asli.
Menurut laporan ITRC, AI bisa membantu menyepurnakan ‘promosi’ agar terlihat lebih terpercaya dan mengimbangi perbedaan budaya serta tata bahasa dalam penggunaan bahasa.
Lebih lanjut, maraknya pekerjaan jarak jauh selama era pendemi telah membuat pekerja dan pencari kerja lebih nyaman melakukan proses perekrutan secara online. Terlebih lagi, pencari kerja tidak akan melihat orang secara langsung selama proses perekrutan atau wawancara palsu.
Mereka berinteraksi dengan perekrut hanya melalui pesan teks atau WhatsApp, yang merupakan sinyal tanda bahaya.
Lulusan perguruan tinggi baru, imigran, atau mereka yang baru saja masuk ke dunia kerja di Amerika Serikat mungkin menganggap perekrutan online seperti itu normal, apalagi untuk pekerjaan jarak jauh.
Penipu biasanya akan mendesak korbannya untuk melakukan pembayaran selama proses perekrutan. Mereka mungkin mengirimkan faktur pembayaran di muka untuk peralatan kerja seperti computer ataupun pemilihan kerja. Mereka berjanji untuk mengganti biaya setelah korban diterima, tapi kenyataannya itu hanyalan modus penipuan.
KEMENTERIAN LUAR NEGERI MINTA MASYARAKAT WASPADA TENTANG TERIMA TAWARAN PEKERJAAN DI LN
Kemlu RI meminta masyarakat untuk selalu waspada dalam menerima tawaran kerjaan di luar negeri. Pihaknya juga meminta agar WNI bisa tertib melapor jika mereka sedang bekerja di luar negeri.
Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu mengatakan jika angka kasus baru WNI yang menjadi korban penipuan online terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2020 hingga Maret 2024, ada 2.703 WNI yang menjadi korban penipuan online di delapan negara.
Dia menjelaskan, besarnya kasus ini tidak hanya di angka saja, namun juga dari banyaknya negara tujuan. Awalnya yang hanya Kamboja, kini bertambah menjadi Myanmar, Laos, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Uni Emirat Arab.
Dan ini sudah masuk ke dalam perhatian Kemlu. Bagaimana caranya untuk menghadirkan negara bagi korban yang ada di negara-negara tersebut. Dan yang lebih pentingnya lagi, bagaimana langkah-langkah pencegahannya.
Pihaknya juga menambahkan bahwa profil korban penipuan online berbeda dengan profil korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Untuk profil korban TPPO, kebanyakan korbannya perempuan, bekerja di sektor domestic, berasal dari daerah, kelas menengah ke bawah, dann kurang berpendidikan.
Sementara itu, profil korban kasus penipuan online adalah Gen Z (kelahiran tahun 1997 hingga 2012-an), berpendidikan, dari kelompok kelas menengah dan melek digital. Dari total 3.703 WNI yang menjadi korban penipuan online, ada 1.132 yang sudah teridentifikasi sebagai korban TPPO.
Secara umum, modus penipuan online yaitu lowongan pekerjaan yang ditawarkan biasanya melalui media sosial dan biasanya bekerja menjadi marketing atau customer service. Mereka juga menawarkan gaji yang fantasis, tidak memerlukan spesifikasi khusus, bisa langsung berangkat dan tidak sesuai prosedur.
Ketika sampai di negara tujuan, mereka akan ditempatkan di perusahaan online. Mereka dipaksa membuat akun palsu untuk melakukan penipuan. Disebutkan bahwa para korban tersebut ditargetkan untuk melakukan penipuan online, dan mayoritas korbannya adalah orang Indonesia dan seringnya menggunakan modus love scam. Begitu sudah terkena bujuk rayu, maka mulai dimintai transfer sejumlah uang.
Yang menjadi kunci utama pencegahan adalah kesadaran bersama. Masyarakat diharapkan untuk bisa mengenail modus-modus TPPO yang sudah disosialisasikan oleh Kemlu dan diimbau agar jangan nekat.
Kemlu mencatat ada kasus yang berulang. Dari 3.703 kasus, ada WNI yang sudah dipulangkan ke Tanah Air, kembali lagi ke luar negeri dan bekerja di jenis pekerjaan yang sama.
Terakhir, hal yang perlu diantisipasi adalah yang menawarkan pekerjaan di luar negeri kebanyakan adalah orang di lingkaran terdekat kita. Para WNI yang terjebak di perusahaan penipuan online dipaksa untuk merekrut calon korban lainnya untuk diajak bekerja di tempat yang sama.
Oleh karena itu, pihak Kemlu minta untuk waspada. Jadi, selain ditarget untuk menggaet korban penipuan, mereka juga ditarget untuk merekrut orang untuk bekereja di perusahaan tersebut.












