TIPS DAN TRIK MEMILIH KARTU KREDIT YANG COCOK BUAT TRAVELING

TIPS DAN TRIK MEMILIH KARTU KREDIT YANG COCOK BUAT TRAVELING

Traveling menjadi salah satu kegiatan yang pasti ditunggu semua orang. Namun, traveling membutuhkan biaya yang terbilang tidak sedikit. Ada cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan budget dengan efektif dan pintar, salah satunya adalah dengan menggunakan kartu kredit.
Kartu kredit yang dipilih nantinya harus bisa memberikan beragam keuntungan dan kemudahan bagi penggunanya, terutama untuk menunjang kegiatan traveling. Ada beragam manfaat yang bisa dinikmati pengguna, antara lain mendapatkan Voyage miles yang memungkinkan pengguna bisa terbang gratis dari miles yang dikumpulkan dari transaksi retail, layanan airport lounge yang memberikan kenyamanan saat menunggu pesawat, dining experience di beragam restoran premium, dan beragam promo menarik lainnya.
Salah satu kartu kredit yang bisa memberikan keuntungan terebut adalah kartu kredit OCBC Voyage. Penggunanya bisa merasakan manfaatnya yang luar biasa, salah satunya adalah bisa menggunakan fasilitas domestik airport lounge.
Dengan kartu kredit ini, nasabah bisa mendapatkan komplimen akses airport lounge hingga 1.200 internasional airport lounge di 138 negara dengan menggunakan aplikasi DragonPass hingga dua kali per tahunnya. Belum lagi fasilitas domestic airport lounge yang ada di 17 kota besar di Indonesia.
Kartu kredit OCBC Voyage juga menawarkan keuntungan lainnya, yaitu dining experience di berbagai restoran premium di Indonesia dan promo menarik nonton bioskop di The Premiere XXI. Termasuk juga fasilitas Voyage Concierge 24/7 layaknya asisten pribadi yang bisa membantu keperluan berbelanja, beli tiket konser, [engaturan jadwal perjalanan, sewa kendaraan, dan lainnya. Ada juga Voyage Music Privileges yang bisa memberikan kases ke berbagai konser music baik di dalam maupun di luar negeri.
Satu hal yang ditawarakn oleh kartu kredit ini adalah kemudahan mengubah transaksi menjadi cicilan 0% sampai 18 bulan lewat aplikasi mobile banking OCBC Mobile di smartphone.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memilikinya?

SEKARANG BAYAR TIKET KA BANDARA ENGGAK BISA PAKAI KARTU KREDIT DAN DEBIT? KENAPA?

SEKARANG BAYAR TIKET KA BANDARA ENGGAK BISA PAKAI KARTU KREDIT DAN DEBIT? KENAPA?

PT. Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter angkat bicara tentang akses pembayaran KA Bandara Soekarno-Hatta yang sekarang tidak bisa menggunakan kartu kredit dan debit.
Leza Arlan selaku External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter menjelaskan bahwa pembatasan akses pembayaran tersebut dilakukan karena adanya proses update di system KAI Commuter untuk pengguna baik kartu kredit maupun kartu debit. Dikatakan bahwa proses pembaruan sudah dilakukan sejak Maret 2024.
Akibat dari proses tersebut, penumpang tidak bisa membayar tiket KA Bandara Soekarno-Hatta dengan kartu dedbit atau kartu kredit sampai pembaruan tersebut selesai. Pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanannya.
Di samping itu, pengguna masih bisa melakukan pembelian tiket dengan menggunakan kartu Multi Trip (KMT), QRI Bank dan e-commerce yang melakukan kerja sama dengan KAI Commuter. Khusus untuk pembelian dengan KMT, saldo minimal yang harus tersimpan di kartu saat menggunakan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta adalah Rp 10.000. untuk update informasi update Commuter Line, masyarakat bisa mengakses media sosial @commuterline atau call center 121.
Namun, Leza menjelaskan belum bisa memastikan sampai kapan proses tersebut akan selesai. Tapi, dia memastikan proses tersebut akan dirampungkan secepat mungkin. Sementara itu, di akun Instagram resmi KA Bandara Soekarno-Hatta (@kacommuterbandara) menyebutkan bahwa pembayaran tiket KA Bandara di vending machine, customer service, dan aplikasi C-Access hanya bisa dilakukan melalui pembayaran QRIS.
Sebelumnya, dalam salah satu unggahan di X menyebutkan bahwa pembayaran tiket KA Bandara Soekarno-Hatta ini tidak bisa menggunakan kartu kredit. Hal tersebut bisa menyulitkan turis asing untuk mengakses moda transportasi. Pembayaran kredit tidak lagi didukung, namun sekarang terbatas pada pembayaran QR local seperti Link Aja dan Go Pay. Namun, pemabayaran tunai dilarang.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan peraturan di atas?

BISNIS PINJOL MAKIN MENGGILA, BISNIS KARTU KREDIT MAKIN NELANGSA

BISNIS PINJOL MAKIN MENGGILA, BISNIS KARTU KREDIT MAKIN NELANGSA

Beberapa bulan belakangan ini, bisnis kartu kredit sedang menghadapi krisis, sementara tren bisni pinjol malah makin menjamur. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Ekonomi Digital Center of
Economi and Law Studies, Nailul Huda.
Dijelaskan bahwa pada tahun 2020 – 2023, pertumbuhan bisnis kartu kredit tercata hanya tumbuh sebesar 1,5% yoy. Namun, di periode yang sama, ada pertumbuhan bisnis peer to peer lending senilain 18%.
Apa artinya? Ini artinya masyarakat mulai beralih ke pinjaman online yang berbasis teknologi. Kehadiran fintech seperti Amartha dan beberapa fintech lainnya.
Pesatnya pertumbuhan industri pinjol ini bukan tanpa alasan. Ini karena industry pinjol menawarkan fleksibilats tinggi dalam pencairan dana ketimbang lembaga keuangan perbankan. Naiul berharap pertumbuhan bisnis fintech ini bisa menjadi momentum agar bisa menggerakan perekonomian nasional. Hal ini bisa dilakukan dengan mengarahkan pembiayaan ke beberapa sector yang produktif seperti UMKM.
Pertumbuhan fintech diharapkan bisa memberikan dampak kepada perekonomian nasional dan kesejateraan masyarakat. Menurutnya, platform pinjol ini bisa menjadi alternative untuk masyarakat, terutama yang masih awam dengan perbankan konvensional. Penerapan teknologi yang ditawarkan fintech membuat ketertarikan masyarakat untuk menggunakan jasa pinjol.
Bisa dilihat bahwa dari sisi teknologi sudah ada peningkatan, masyarakat juga lebih memilih online daripada offline. Ini membuat masuarakat cenderung pindaha ke teknologi untuk melakukan pinjaman. Ini tercermin dari kenaikan pinjaman menjadi 18%.
Jika dilihat dari demografi para peminjam, mayoritas yang menggunakan jasa fintech lending ini adalah mereka yang berusia 19 – 34 tahun. Usia tersebut juga tergolong cukup dekat dengan akses teknologi digital.
Sekarang juga bisa dilihat bahwa masyarakat lebih mudah untuk mengunggah foto dengan KTP dan bisa diakses dengan menggunakan platform tertentu. Akhirnya, mereka bisa mengakses pinjol ketimbang menggunakan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah bisnis kartu kredit suatu hari nanti akan kalah bersaing dengan bisnis pinjol?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds