TRANSAKSI KARTU KREDIT DITARGETKAN NAIK DI MOMEN RAMADHAN

TRANSAKSI KARTU KREDIT DITARGETKAN NAIK DI MOMEN RAMADHAN

Di bulan Ramadan tahun ini, diperkirakan tingkat konsumsi masyarakat akan mengalami kenaikan. Akibatnya, perbankan bisa memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan bisnis konsumernya, termasuk bisnis kartu kredit.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), bisnis kartu kredit masih menjanjikan. Bahkan nilai transaksik di sepanjang tahun 2023 tercatat sebesar Rp 405,33 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 25,25% yoy. Untuk volume transaksi sendiri juga ada peningkatan 14,83% yoy menjadi 393,62 juta transaksi.
Di bulan Ramadan tahun lalu, ada kenaikan signifikan terutama dari segi volume transaksi. Contohnya, pada Maret 2023 yang merupakan minggu-minggu pertama Ramadan tercatat sebesar 32,18 juta transaksi, naik dari bulan sebelumnya yang hanya 29,18 juta transaksi.
Periode Ramadan ini selalu menjadi momen yang sangat bagus bagi bisnis kartu kredit yang bertumbuh dalam hal peningkatan transaksi dan volume. Dan Kondisi tersebut diharapkan juga bisa terjadi di tahun ini.
Untuk bisa mencapai target, bank penerbit mulai berlomba-lomba untuk memberikan banyak penawaran dan promo menarik selama periode Ramadan tahun ini, salah satunya promo diskon buka puasa bersama di restoran pilihan. Ada juga promo diskon untuk pembelian tiket mudik dan pemesan hampers. Tidak hanya itu juga ada jugo diskon hemat di beberapa merchant favorit selama Ramadan sampai Lebaran 2024.
Kartu kredit memang masih memiliki peranan pentung dan masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan. Bisnis kartu ini bisa didongkrak dengan meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat, terutama di sekort pariwisata dan kuliner.tiga hal tersebut pun juga selalu identik dengan momen Ramadan hingga Idul Fitri.
Oleh karena itu, di momen Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, diproyeksikan akan adanya kenaik jumlah transaksi, termasuk transaksi kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik?

KAUM CASHLESS MERAPAT! INI DAMPAK BURUK PAKAI KARTU ELEKTRONIK BUAT KEUANGAN PRIBADI!

KAUM CASHLESS MERAPAT! INI DAMPAK BURUK PAKAI KARTU ELEKTRONIK BUAT KEUANGAN PRIBADI!

Kebanyakan orang sekarang lebih memilih melakukan transaksi menggunakan kartu elektronik dengan alasan lebih cepat dan mudah jika dibandingkan dengan menggunakan uang tunai, karena tidak perlu menghitung uang tunai dan tidak perlu menunggu kembalian.
Kartu elektronik umumnya dilengkapi dengan fitur keamanan seperti chip atau pun pita magnetik untuk otentifikasi dan enkripsi data. Hal bisa membuat pihak tidak sah jadi lebih sulit untuk mencuri informasi ataupun melakukan penipuan.
Pengguna kartu elektronik juga bisa melihat rekaman transaksi secara lebih mudah dan teratur. Kalian bisa mudah memantau berapa jumlah pengeluaran kalian lewat laporan transaksi yang sudah disediakan oleh pihak penerbit kartu maupun platform perbankan online.
Kartu elektronik kerap kali digunakan untuk beragam jenis transaksi, seperti pembelian di took offline, pembayaran online, ataupun pembayaran transportasi umum. Ini membuatnya jadi lebih fleksibel dalam penggunaannya.
Dengan kartu kredit, kalian bisa memiliki opsi untuk membayar dalam bentuk cicilan, yang memungkinkan untuk membagi pembayaran kalian menjadi beberapa bulan dengan bunga tetap ataupun tanpa bunga.
Kartu kredit dan debit sering digpakai untuk transaksi luar negeri, dan ini memudahkan kalian untuk melakukan pembayaran saat sedang berada di luar negeri.
Dengan begitu, transaksi menggunakan kartu elektronik bisa memberikan banyak keuntungan, seperti kemudahan, keamanan, fleksibilitas, dan potensi untuk bisa mendapatkan rewards ataupun diskon khusus.
Namun, kalian tetap harus berhati-hati saat menggunakan kartu elektronik dan jaga keamanannya suapay tidak disalahgunakan oleh pihak yang yang tidak bertanggung jawab.
Namun di balik semua kemudahannya, ada beberapa kerugian dari pemanfaatan kartu elektronik ini, antara lain:
1. Ketidaknyamanan
Mengelola banyak kartu elektronik seperti kartu kredit, kartu debit, kartu loyalty, ataupun kartu hadiah, bisa menjadi repor dan bikin bingung. Kalian harus ingat jadwal pembayaran, saldo, ataupun point rewards untuk setiap kartunya, yang bisa bikin kalian stress dan memakan banyak waktu.

2. Kemungkinan Terlambat Bayar Tagihan
Jika kalian memiliki terlalu banyak kartu, kalian berisiko untuk membayar tagihan kartu kredit tepat waktu. Terlambat membayar tagihan bisa mengakibatkan biata keterlambatan dan penalti, juga bisa merusak skor kredit kalian.

3. Potensi Pengeluaran yang Tidak Terkendali
Terlalu banyak memiliki kartu kredit bisa menaikkan risiko pengeluaran yang tidak terkendali. Ini karena kartu kredit kerap kali menawarkan batas kredi yang tinggi, yang bisa membuat kalian untuk membeli barang atau layanan yang sebenarnya tidak diperlukan atau melebihi batas kemampuan finansial kalian.

4. Biaya Tahunan
Banyak kartu kredit yang punya biaya tahunan yang dikenakan ke pemegang kartu. Jika kalian terlalu banyak mempunyai kartu dengan biaya tahunan, biaya ini bisa menjadi tambahan beban keuangan yang tidak perlu.

5. Penyebaran Poin Rewards
Jika kalian terlalu banyak mempunyai kartu loyalty atau rewards, poin rewads kalian mungkin bisa tersebar di banyak program yang berbeda. Ini bisa membuat kalian kesulitan untuk mengumpulkan atau menukarkan poin rewards dengan efektif.

6. Kesulitan Melacak Keuangan
Dengan terlalu banyak memiliki kartu, kalian bisa mengalami kesulitan untuk melacak keuangan kalian secara menyeluruh. Hal ini bisa membuat kalian kesulitan untuk membuat anggaran atau mengelola keuangan secara efektif.

7. Potensi Risiko Keamanan
Setiap kartu tambahan yang kalian miliki, bisa meningkatkan potensi risiko keamanan, apalagi jika kalian tidak mengawasi penggunaan dan keamanan setiap kartunya dengan cermat.
Penyalahgunaan atau pencurian informasi kartu elektronik bisa menyebabkan kerugian finansial dan stress secara emosional
Mengingat dari beberapa risiko yang sudah dijelaskan di atas, penting sekali yang namanya pertimbangan secara cermat sebelum kalian mendaftar untuk membuat kartu tambahan dan pastikan bahwa kalian hanya memiliki kartu yang diperlukan yang bisa dikelola dengan baik.

TIPS DAN TRIK MEMILIH KARTU KREDIT YANG COCOK BUAT TRAVELING

TIPS DAN TRIK MEMILIH KARTU KREDIT YANG COCOK BUAT TRAVELING

Traveling menjadi salah satu kegiatan yang pasti ditunggu semua orang. Namun, traveling membutuhkan biaya yang terbilang tidak sedikit. Ada cara yang bisa digunakan untuk memaksimalkan budget dengan efektif dan pintar, salah satunya adalah dengan menggunakan kartu kredit.
Kartu kredit yang dipilih nantinya harus bisa memberikan beragam keuntungan dan kemudahan bagi penggunanya, terutama untuk menunjang kegiatan traveling. Ada beragam manfaat yang bisa dinikmati pengguna, antara lain mendapatkan Voyage miles yang memungkinkan pengguna bisa terbang gratis dari miles yang dikumpulkan dari transaksi retail, layanan airport lounge yang memberikan kenyamanan saat menunggu pesawat, dining experience di beragam restoran premium, dan beragam promo menarik lainnya.
Salah satu kartu kredit yang bisa memberikan keuntungan terebut adalah kartu kredit OCBC Voyage. Penggunanya bisa merasakan manfaatnya yang luar biasa, salah satunya adalah bisa menggunakan fasilitas domestik airport lounge.
Dengan kartu kredit ini, nasabah bisa mendapatkan komplimen akses airport lounge hingga 1.200 internasional airport lounge di 138 negara dengan menggunakan aplikasi DragonPass hingga dua kali per tahunnya. Belum lagi fasilitas domestic airport lounge yang ada di 17 kota besar di Indonesia.
Kartu kredit OCBC Voyage juga menawarkan keuntungan lainnya, yaitu dining experience di berbagai restoran premium di Indonesia dan promo menarik nonton bioskop di The Premiere XXI. Termasuk juga fasilitas Voyage Concierge 24/7 layaknya asisten pribadi yang bisa membantu keperluan berbelanja, beli tiket konser, [engaturan jadwal perjalanan, sewa kendaraan, dan lainnya. Ada juga Voyage Music Privileges yang bisa memberikan kases ke berbagai konser music baik di dalam maupun di luar negeri.
Satu hal yang ditawarakn oleh kartu kredit ini adalah kemudahan mengubah transaksi menjadi cicilan 0% sampai 18 bulan lewat aplikasi mobile banking OCBC Mobile di smartphone.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memilikinya?

SEKARANG BAYAR TIKET KA BANDARA ENGGAK BISA PAKAI KARTU KREDIT DAN DEBIT? KENAPA?

SEKARANG BAYAR TIKET KA BANDARA ENGGAK BISA PAKAI KARTU KREDIT DAN DEBIT? KENAPA?

PT. Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter angkat bicara tentang akses pembayaran KA Bandara Soekarno-Hatta yang sekarang tidak bisa menggunakan kartu kredit dan debit.
Leza Arlan selaku External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter menjelaskan bahwa pembatasan akses pembayaran tersebut dilakukan karena adanya proses update di system KAI Commuter untuk pengguna baik kartu kredit maupun kartu debit. Dikatakan bahwa proses pembaruan sudah dilakukan sejak Maret 2024.
Akibat dari proses tersebut, penumpang tidak bisa membayar tiket KA Bandara Soekarno-Hatta dengan kartu dedbit atau kartu kredit sampai pembaruan tersebut selesai. Pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanannya.
Di samping itu, pengguna masih bisa melakukan pembelian tiket dengan menggunakan kartu Multi Trip (KMT), QRI Bank dan e-commerce yang melakukan kerja sama dengan KAI Commuter. Khusus untuk pembelian dengan KMT, saldo minimal yang harus tersimpan di kartu saat menggunakan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta adalah Rp 10.000. untuk update informasi update Commuter Line, masyarakat bisa mengakses media sosial @commuterline atau call center 121.
Namun, Leza menjelaskan belum bisa memastikan sampai kapan proses tersebut akan selesai. Tapi, dia memastikan proses tersebut akan dirampungkan secepat mungkin. Sementara itu, di akun Instagram resmi KA Bandara Soekarno-Hatta (@kacommuterbandara) menyebutkan bahwa pembayaran tiket KA Bandara di vending machine, customer service, dan aplikasi C-Access hanya bisa dilakukan melalui pembayaran QRIS.
Sebelumnya, dalam salah satu unggahan di X menyebutkan bahwa pembayaran tiket KA Bandara Soekarno-Hatta ini tidak bisa menggunakan kartu kredit. Hal tersebut bisa menyulitkan turis asing untuk mengakses moda transportasi. Pembayaran kredit tidak lagi didukung, namun sekarang terbatas pada pembayaran QR local seperti Link Aja dan Go Pay. Namun, pemabayaran tunai dilarang.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan peraturan di atas?

BISNIS PINJOL MAKIN MENGGILA, BISNIS KARTU KREDIT MAKIN NELANGSA

BISNIS PINJOL MAKIN MENGGILA, BISNIS KARTU KREDIT MAKIN NELANGSA

Beberapa bulan belakangan ini, bisnis kartu kredit sedang menghadapi krisis, sementara tren bisni pinjol malah makin menjamur. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Ekonomi Digital Center of
Economi and Law Studies, Nailul Huda.
Dijelaskan bahwa pada tahun 2020 – 2023, pertumbuhan bisnis kartu kredit tercata hanya tumbuh sebesar 1,5% yoy. Namun, di periode yang sama, ada pertumbuhan bisnis peer to peer lending senilain 18%.
Apa artinya? Ini artinya masyarakat mulai beralih ke pinjaman online yang berbasis teknologi. Kehadiran fintech seperti Amartha dan beberapa fintech lainnya.
Pesatnya pertumbuhan industri pinjol ini bukan tanpa alasan. Ini karena industry pinjol menawarkan fleksibilats tinggi dalam pencairan dana ketimbang lembaga keuangan perbankan. Naiul berharap pertumbuhan bisnis fintech ini bisa menjadi momentum agar bisa menggerakan perekonomian nasional. Hal ini bisa dilakukan dengan mengarahkan pembiayaan ke beberapa sector yang produktif seperti UMKM.
Pertumbuhan fintech diharapkan bisa memberikan dampak kepada perekonomian nasional dan kesejateraan masyarakat. Menurutnya, platform pinjol ini bisa menjadi alternative untuk masyarakat, terutama yang masih awam dengan perbankan konvensional. Penerapan teknologi yang ditawarkan fintech membuat ketertarikan masyarakat untuk menggunakan jasa pinjol.
Bisa dilihat bahwa dari sisi teknologi sudah ada peningkatan, masyarakat juga lebih memilih online daripada offline. Ini membuat masuarakat cenderung pindaha ke teknologi untuk melakukan pinjaman. Ini tercermin dari kenaikan pinjaman menjadi 18%.
Jika dilihat dari demografi para peminjam, mayoritas yang menggunakan jasa fintech lending ini adalah mereka yang berusia 19 – 34 tahun. Usia tersebut juga tergolong cukup dekat dengan akses teknologi digital.
Sekarang juga bisa dilihat bahwa masyarakat lebih mudah untuk mengunggah foto dengan KTP dan bisa diakses dengan menggunakan platform tertentu. Akhirnya, mereka bisa mengakses pinjol ketimbang menggunakan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah bisnis kartu kredit suatu hari nanti akan kalah bersaing dengan bisnis pinjol?

‘KIAMAT’ KARTU DEBIT-ATM, SIAPA YANG MENJADI PENGGANTINYA?

‘KIAMAT’ KARTU DEBIT-ATM, SIAPA YANG MENJADI PENGGANTINYA?

Masa jaya teknologi ATM dan kartu debit sepertinya sudah menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Tanda-tanda ‘kiamat’ kartu ATM dan debit bisa dilihat dari transaksi digital banking Bank Indonesia yang semakin meroket.
Bank sentral mencatatkan di Januari 2024, nilai transaksi digital banking sebesar Rp 5.335,33 triliun atau tumbuh 17,19% yoy. Sementara nilai transaksi pembayaran yang menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai presentase Rp 692,32 triliun, hanya naik 2,58% (yoy).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjito menuturkan jika transaksi Uang Elektronik (UE) mencapai Rp 83, 37 triliun, naik 39,28% (yoy). Untuk nominal transaksi QRIS sendiri tercatat presentasenya meroket hingga 149,46 (yoy) dan mencapai Rp 31,65 triliun, dengan jumlah pengguna 46,37 juta dan jumlah merchant 30,88 juta yang sebagian besar adalah UMKM.
Dirinya juga mengatakan jika BI sudah menargetkan pengguna QRIS bisa menyentuh angka 55 juta pengguna di tahun 2024. Agar bisa mencapai target tersebut, BI akan melakukan perluasan kerjasama antarnegara untuk meningkatkan volume transaksi dan mendorong inklusi Ekonomi Keuangan Digital (EKD).
Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur BI mengungkapkan bahwa BI akan merealisasikan kerjasama penggunaan QRIS lintas batas dengan Jepang dan UEA dalam waktu dekat. Mereka berharap uji coba bisa segera dilakukan lantasan mereka (pihak Jepang dan UEA) sdauh datang dan mendiskusikannya lebih dalam lagi.
Untuk sekarang, QRIS antarnegara sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, dan yang paling baru adalah Singapura. Untuk Korea Selatan, Indonesia sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman.
Filianingsi mengatakan, transaksi dengan menggunakan QRIS yang tidak perlu lagi menggunakan dolar AS mengalami sedikit penurunan pada Januari 2024. Hal ini dipengaruhi oleh transaksi dari turis yang menurun setelah penggunaan tinggi saat libur akhir tahun pada Desember 2023. Dirinya menambahkan bahwa dengan Thailand ada penurunan di volume tapi nominalnya tetap naik. Transaksi inbound ini secara volume sebanyak 1.121 dengan transaksi outbound 23.715. untuk nominalnya sendiri sebesar Rp 368 juta untuk inbound dan Rp 10 miliar untuk outbound.
Sementara itu, dengan Malaysia meningkat dari sisi volume yang mencapa 73.000, outboundnya meningkat 10%. Dari sisi nominalnya sendiri untuk inbound Malaysia ke Indonesia yaitu sebesar Rp 20 miliar, lalu Indonesia ke Malaysia Rp 2,9 miliar. Ini diakibatkan karena lebih banyak turis Indonesia ke Malaysia, tapi belanjanya sedikit. Justru Malaysia belanjanya yang lebih banyak. Untuk Singapura sendiri juga ada penurunan untuk volume nominal, tapi outbound-nya ada peningkatan. Diharapkan bisa mengalami peningkatan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah ‘kiamat’ ATM, kartu debit, dan kartu kredit ini bakalan terjadi?

BAGAIMANA PREDIKSI BISNIS KARTU KREDIT DI TAHUN 2024?

BAGAIMANA PREDIKSI BISNIS KARTU KREDIT DI TAHUN 2024?

Bisnis kartu kredit perbankan sedang mengalami pasang surut dalam beberapa bulan terakhir dan diprediksi akan semakin tertekan dengan adanya produk paylater.
Menurut Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan (SPIP) Bank Indonesia per Oktober 2023 tercatat jumlah kartu kredit yang diterbitkan sudah mencapai 18 juta keeping. Jumlah ini terus meningkat jika dibandingkan tahun 2022 lalu yang hanya 17,2 juta kartu.
Walaupun jumlah kartu kredit yang terbit mengalami kenaikan, namun hal ini tida secara signifikan mempengaruhi volume transaksi kartu kredit. Tercatat pada Oktober 2023, hanya tumbuh sebesar 33,19 juta transaksi. Angka ini turun secara bulanan jika dibandingkan pada bulan September 2023 yang menyentuh 33,37 juta transaksi. Bahkan, tren penyusutan ini sudah terlihat dari dua bulan sebelumnya, yakni Juli dan Agustus yang masing-masing sempat menunjukkan angka 34,53 juta dan 33,99 juta transaksi.
Kemudian, jika dilihat dari nilai transaksi kartu kredit per Oktober 2023 memang mencapai angka Rp 34,08 triliun, naik tipis2,04% dari September 2023 sebesar Rp 33,39 triliun. Namun disayangkan, pencapaian tersebut mengalami kemerosotan jika dibadingkan Juli yang sebesar Rp 36,13 triliun dan Agustus yang mencapai Rp34,38 triliun.
Amir Nurdin selaku Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) menjelaskan bahwa pesaing terberat untuk kartu kredit saat ini adalah bank-bank yang sudah dan akan membuka fasilitas paylater melalui mobile banking yang sudah tersedia sebelumnya. Bahkan, bisnis kartu kredit turun hingga 20-30% tahun ini. Tahun depan, akan ada kemungkinan bahwa trennya akan makin turun dan sulit kalau saja bank hanya mengandalkan kartu kredit.
Ke depannya, bisnis kartu kredit kemungkinan akan makin tertinggal. Ini dikarenakan paylater menawarkan berbagai keuntungan dan keunggulan yang tidak dimiliki oleh kartu kredit—mulai dari risiko keamanan yang cenderung termitigasi, pencairan dalam waktu singkat, hingga limit yang tidak kalah besar.
Produk kerja sama kartu kredit pun sekarang lebih banyak di e-commerce. Padahal risikonya cukup besar jika pengguna membagikan nomor kartu kredit dan CVV di jaringan internet, bila dibandingkan dengan paylater yang secara risiko memang lebih rendah, prosesnya simpel, tidak berbelit-belit, dan efisien.
Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

CARA PASUTRI BOBOL BANK PAKAI 41 KARTU KREDIT FIKTIF DIBONGKAR PIHAK KEJAKSAAN

CARA PASUTRI BOBOL BANK PAKAI 41 KARTU KREDIT FIKTIF DIBONGKAR PIHAK KEJAKSAAN

Terdakwa pasangan suami istri Hade Suraga dan Febriana Retno Wisesa yang menggunakan 41 kartu kredit fiktif untuk membobol sebuah bank di daerah BSD, Tangerang Selatan yang mencapaii Rp 5,1 miliar. Awal mulanya, Hade membuka rekening dengan menggunakan nama orang lain yang dibantu oleh istrinya hanya dengan menggunakan fotokopi KTP.
Di Pengadilan Tipikor Serang, penuntut umum menjelaskan jika Hade pertama kali menggunakan naman Hafid Hartawan untuk dibuatkan menjadi nasabah prioritas oleh terdakwa Febriana di cabang BSD Serpong. Rekening tersebut diisi oleh terdakwa sebesar Rp 500 juta dan juga mendapatkan fasilitas kartu kredit.
Padahal menurut jaksa, Hade sudah membuka rekening di Cilandak, Jakarta Selatan. Dari situ lah, Hade selalu mencari identitas lain dari 41 orang dan meminta sang istri Fbriana mengupgrade rekening tersebut menjadi nasabah prioritas untuk bisa mendapatkan fasilitas kartu kredit infinite.
Selanjutnya, terdakwa membuka rekening baru atas nama orang lain, yaitu Dora Febrina. Terdakwa mengisi dan menandatangani form aplikasi pembukaan rekening lalu diserahkan ke Febriana. Setoran awal untuk nama Dora ini terdakwa menyetor Rp 250 ribu. Dia juga meminta sang istri untuk menjadikan rekening tersebut sebagai nasabah prioritas.
Setelah sudah dijadika nasabah prioritas, nama nasabah tersebut kemudian diproses untuk pengajuan kartu kredit infinite. Dia menyetor ke rekening tersebut Rp 500 juta lewat m-bankng dan diambil dari rekening atas nama Fauzan., lalu mengisi data diri agar pengajuan kartu kredit bisa diterima.
Pihak penutut umum menuturkan jika terdakwa mencantumkan nomor telepon yang baru dibeli. Lalu kartu kredit infinite yang diajukan terdakwa atas nama Dora dipegang dan dipakai. Dan cara pengajuan ini diulangi terdakwa pada 41 rekening atas nama nasabah lain. Proses pengajuannya sama seperti saat menggunakan nama Dora Febrina agar bisa menggunakan kartu kredit untuk memenuhi keinginan pribadi mereka.
Terdakwa Hade bisa mendapatkan identitas orang lain dengan menggunakan fotokopi KTP dari Fauzan dan Hendrik, dan untuk pengisian form aplikasinya, terdakwa sendiri yang mengisi dan menandatanganinya.
Data-data tersebut diterima terdakwa Hade hanya lewat WhatsApp dari Fauzan. Dia juga bisa mendapatkan foto KTP dan NPWP dari Hendrik, bahkan sampai mencari sendiri dengan alasan ingin membuka asuransi.
Skenario ini dibantu oleh sang istri Febriana yang bertugas sebagai nasabah prioritas di bank Himbara. Terdakwa juga menyiapkan semua dokumen untuk pembukaan tabungan dengan lengkap, bahkan sampai seolah-olah sudah ditandatangani oleh nasabah yang asli.
Mereka melakukan perbuatan ini dari bulan Mei 2020 sampai September 2021 dengan menggunakan identitas 41 nasabah tanpa seizin pemiliknya. Perbuatan terdakwa bisa diancam pidana PAsal 2 ayat 1 jo Pasal 18 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, dengan total kerugian sebesar Rp 5,1 miliar berdasarkan hasil audit internal bank kawasan BSD Tangerang Selatan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Hukuman apa yang cocok untuk kejahatan seperti ini menurut kalian sendiri?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds