China meminta bank dan bisnis lokal agar mau menerima kartu bank asing untuk bertransaksi. Wakil Gubernur Bank Rakyat China Zhang Qingsong sedang mempertimbangkan langkah lain agar bisa mempermudah pembayaran seluler untuk pengunjung internasional.
Dikutip dari CNBC, dirinya mengatakan jika vendor seperti hotel, restoran, department store, hingga kedai kopi diminta untuk menerima kartu bank asing. Langkah ini diambil untuk menaikkna jumlah wisatawan asing dan pebisnis.
Beberapa bulan terakhir, China mulai memberlakukan kebijakan perjalanan bebas visa untuk beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara pasca kontrol pembatasan yang ketat saat pandemic. Pembayaran seluler sendiri sudah mulai populer di China beberapa waktu terakhir belakangan ini. Walaupun warga setempat lebih nyaman untuk memindai kore QR dengan ponsel pintar untuk melakukan pembayaran, pembatasan sistem keuangan yang menyebabkan wisatawan asing sering mengalami kesulitan saat melakukan pembayaran.
Di lain pihak, pusat perbelanjaan semakin memilih untuk tidak menerima kartu kredit asing.. untungnya, hal itu mulai berubah dalam beberapa bulan belakangan ini. hal tersebut terjadi setelah dua aplikasi pembayaran dominan di China—WeChat dan AliPay—mulai mengizinkan pengguna terverifikasi untuk menghubungkan kartu kredit internasional mereka.
Zhang menambahkan jika mereka sepenuhnya sadar bahwa pengunjung asing sangat peduli dengan privasi mereka. Sekarang, saat menggunakan AliPay atau WeChat Pay, pengunjung asing tidak perlu memberikan informasi identitas jika total volume transaksi tahuna mereka dibawah 500 dollar AS.
Untuk saat ini, sekitar 80% transaksi ada di bawah ambang batas ini.
Zhang mengatakan jika rencana China mendukung pembayaran pengunjung asing di negaranya akan fokus di transaksi kartu untuk pembayaran besar dan pembayaran seluler untuk jumlah yang lebih kecil. pengguna 13 aplikasi dompet seluler juga bisa langsung menggunakan kode pembayaran QR di China.
Seorang eksekutif Visa menuturkan jumlah wisatawan yang pergi ke China terus mengalami peningkatan, walaupun jumlahnya belum kembali ke angka sembelum pandemi Covid-19. Bisnis keuangan asing juga mulai merasakan adanya peningkatan akses ke China.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah ini termasuk langkah yang tepat dari pemerintah China?




