LEBIH OKE MANA, KARTU KREDIT BANK ATAU PAYLATER FINTECH?

LEBIH OKE MANA, KARTU KREDIT BANK ATAU PAYLATER FINTECH?

Pertumbuhan kartu kredit di industri perbankan Indonesia bisa dibilang tertinggal jika dibandingkan dengan meroketnya pertumbuhan pengguna paylater di industri financial technology (fintech). Ini bisa dilihat dari data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang tercatat adanya kenaikan jumlah kontrak pengguna paylater yang tumbuh 33,25% yoy menjadi 72,88 juta kontrak per Mei 2023 dari periode sama tahun lalu yang sebesar 54,70 juta kontrak. Bisa diartikan, pengguna paylater bertambah sebanyak 18,18 juta kontrak.
Di lain pihak, dilihat dari situs Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), pengguna kartu kredit tercatat tumbuh 5,55% yoy atau sebanyak 17,42 juta jika dilihat dari kartu yang tersebar per April 2023, jika dibandingkan di periode yang sama tahun lalu sekitar 16,50 juta kartu kredit.
Tren ini dianggap sebagai perkembangan yang diterima masyarakat konsumtif sehubungan dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh jasa keuangan tersebut. Mike Rini selaku perencanaan keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) menyebutkan perlunya banyak pertimbangan untuk menggunakan jasa keuangan tersebut jika ada hubungannya dengan barang konsumtif.
Jika dilihat dari segi kemudahan pengajuannya, paylater fintech memang lebih mudah jika dibandingkan dengan kartu kredit bank karena dalam waktu sehari dua hari saja sudah bisa langsung diakses. Berbeda dengan bank yang lebih berhati-hati dalam memberikannya. Mike menambahkan jika beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah bunga kredit dan jangka waktu cicilan. Ini dikarenakan bunga dari kartu kredit bank lebih rendah jika dibandingkan dengan bunga kredit paylater fintech.
Bank Indonesia (BI) menetapkan batas suku bunga tertinggi dari kartu kredit adalah sebesar 1,75%, sedang untuk suku bunga paylater fintech sendiri berkisar antara 2% sampai 4%. Perbedaan lainnya adalah dari segi cicilan pinjaman. Mike menuturkan jika cicilan kartu kredit bank bisa diatur dan bisa disesuaikan dengan cashflow pengguna. Dengan adanya cicilan minimum dan jangka waktu cicil yang bisa diatur, sehingga pengguna bisa menyicil sesuai kemampuan. Namun, hal ini bisa membuat cicilan yang dibayar semakin besar.
Di lain pihak, paylater biasanya memiliki batas maksimal pinjaman yang kecil dibandingkan dengan kartu kredit bank dan juga waktu cicilan yang lebih singkat. Sebagai perencana keuangan, dirinya menyampaikan kepada masyaarakat untuk tetap mengontrol diri dalam menggunakan kredit maupun paylater agar tidak menimbulkan masalah, karena keduanya tetap memiliki penalti jika tidak melunasi pembayaran. Menurutnya, pilihan yang bijak untuk masyarakat konsumtif agar bisa mengontrol diri dari perilaku konsumtif adalah dengan menggunakan paylater daripada kartu kredit bank.
Dirinya menyampaikan bahwa jika mempertimbangan kebutuhan darurat, kartu kredit bisa menjadi pilihan, mengingat kartu kredit bank bisa digunakan di manapun dan tidak terbatas hanya untuk membeli barang konsumtif. Hal ini yang masih belum bisa dilakukan paylater tapi kartu kredit bisa, misalnya membayar biaya rumah sakit. Paylater masih belum bisa digunakan untuk transaksi di toko offline.
Sementara itu, walaupun pertumbuhan kartu kredit bank terbilang melambat jika dibandingkan dengan paylater, industri perbankan masih tetap optimis jika bisnis kartu kredit bisa tetap eksis di beberapa tahun ke depan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian lebih suka pakai kartu kredit bank atau paylater fintech?

4 KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT

4 KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN SAAT MENGGUNAKAN KARTU KREDIT

Kartu kredit sudah menjadi salah satu alat pembayaran yang sering digunakan banyak orang. Di samping itu, kartu kredit juga bisa dimanfaatkan sebagai akses ruang tunggu bandara, manfaat jaminan yang diperpanjang, penggantian pra-pemeriksaan TSA, penawaran hiburan, layanan pramutamu, dan penanggungan asuransi untuk ponsel.
Walaupun memiliki banyak keuntungan, pengguna kartu kredit juga patut memperhatikan beberapa hal, yaitu dengan mengetahui semua penawaran dan kelemahan yang bisa menarik perhatian. Di bawah ada 4 kesalahan yang kerap kalli dilakukan saat menggunakan kartu kredit:
1. Gagal bayar tiap bulan
Pelajaran pertama yang perlu dipelajari untuk pengguna kartu kredit adalah pastikan untuk membayar tagihan kartu kredit bulanan terlebih dahulu secara penuh dan tepat waktu sebelum menggunakan kartu kredit untuk mengumpulkan reward seperti poin atau mil pengeluaran sehari-hari seperti untuk bahan makanan, hiburan, pengeluaran rumah tangga, dan gas. Yang terpenting dalam menggunakan kartu kredit adalah keseimbangan. Utang kartu kredit adalah utang yang sangat mahal, da nada mitos bahwa dibutuhkan keseimbangan untuk memenangkan kredit. Dan cara terbaik untuk menggunakan kartu kredit adalah dengan membayar tepat waktu dan lunas tiap bulan.

2. Gagal memilih kartu kredit terbaik
Coba dan cocokkan terlebih dahulu kartu kredit hadiah dengan gaya hidup kalian. Jika kalian ingin mengejar hadiah, jangan hanya mengambil untuk pilihan pertama yang ditemukan atau rekomendasi dari teman. Pastikan dulu untuk menggunakan kartu kredit yang tepat untuk jenis pembelanjaan yang tepat. Semisal, jangan memilih kartu perjalanan jika kalian hanyalah orang rumahan. Namun jika kalian pecinta kuliner dan suka menghabiskan uang gaji kalian dengan makan di luar, kalian bisa menggunakan kartu kredit yang memberikan poin atau cashback untuk makan di restoran. Sesuaikan juga pilihan kartu kredit kalian dengan gaya hidup karena banyak kartu kredit hadiah yang memiliki biaya tahunan. Tidak memanfaatkan kartu dengan sepenuhnya padahal membayar biaya tahunan adalah sebuah kesalahan fatal.

3. Gagal paham soal penawaran kartu kredit bunga 0%
Promosi bunga 0% menjadi salah satu cara yang bagus untuk keluar dari utang atau bisa memberikan dampak pembelian besar. Namun, pastikan untuk bisa membayar secara penuh sebelum masa berlaku habis karena setelah penawaran berakhir, suku bunga bisa meroket. Taktik yang banyak digunakan oleh toko adalah menggunakan promosi 0% sebagai bunga yang ditangguhkan—dan ini merupakan taktik yang sangat buruk. Artinya, jika kalian tidak membayar penuh saat sudah melewati jatuh tempo, kalian akan ditagih kembali dan akan dibebankan bunga sudah terakumulasi berdasarkan dari saldo harian rata-rata kalian. Pastikan untuk selalu mengecek cetakan tagihan kartu kredit untuk mengecek dan memahami persyaratan yang bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Gagal ikut semua penawaran kartu kredit
Tidak semua keuntungan kartu kredit bisa didapatkan secara otomatis. Jika kalian tidak bisa mengambil inisiatif, maka kalian tidak bisa menikmati keuntungannya. Berdasarkan data dari Biro Perlindungan Keuangan Konsumen, lebih dari sepertiga pemegang kartu masih belum mendaftarkan akun online dan belum mengunduh aplikasi m-banking. Ini merupakan sebuah kesalahan yang cukup besar karena aplikasi bisa membuat segalanya menjadi lebih mudah untuk melacak pengeluaran dan memanfaatkan keuntungan yang didapatkan.
Misalnya, kartu kredit yang melakukan kerjasama dengan maskapai penerbangan dan perjalanan mengharuskan kalian untuk mengikuti dan mendaftar program hadiah makan, tunjangan perjalanan bernilai tinggi seperti program loyalitas dan akses ruang tunggu bandara. Ini semu tergantung dari kartu kredit yang didaftarkan sebelumnya. Kalian bisa mengunduh aplikasi untuk bisa mengetahui semua tunjangan, manfaat, dan keuntungan yang tersedia.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

APA ITU CASH ADVANCE?

APA ITU CASH ADVANCE?

Di masa sekarang yang serba cepat dan praktis, saat ini pengajuan kartu kredit sudah semakin mudah. Apalagi dengan semakin banyaknya penawaran dan syarat yang praktis untuk dipenuhi. Kartu kredit kerap kali memberikan banyak kemudahan untuk penggunanya, dan salah satu fitur yang ada di kartu kredit adalah cash advance.
Apa sih cash advance itu? sederhananya, cash advance merupakan sebuah fitur yang memungkinkan penggunanya bisa menggunakan kartu kredit untuk menarik uang di ATM. Fitur ini sangat bermanfaat jika ada keperluan mendesak. Sebelum mengenal lebih jauh apa itu cash advance, kalian perlu tahu soal ketentuan, kekurangan, dan kelebihan dari cash advance.
Cash advance sendiri adalah pinjama yang bisa ditarik secara tunah dengan kartu kredit lewat ATM. Pinjaman cepat ini lebih banyak digunakan untuk keperluan yang mendesak. Walaupun sangat bermanfaat di kondisi darurat, tidak disarankan untuk menggunakan fitur ini secara terus menerus.
Cash advance bisa menjadi pilihan terbaik bagi yang butuh dana cepat, asalkan kalian bisa melunasi saat jatuh tempo. Jika tidak, cash advance bisa berubah menjadi utang yang dikenakan denda dan bunga.
Jumlah dana yang bisa ditarik secara tunai tergantung pada limit kartu kredit yang kalian miliki. Umumnya, pihak bank hanya memberikan porsi cash advance sebesar 30% saja. dengan demikian, bisa mencegah penarikan tunai yang berlebihan.
Seperti pinjaman, cash advance juga memiliki tenor waktu sendiri. Kalian bahkan perlu mengembalikannya dalam waktu yang cenderung lebih cepat. Di samping itu, ada beberapa biaya dan bunga yang dibebankan.
Kententuan Cash Advance yang perlu diketahui
Sebelum memakainya, kalian perlu tahu informasi tentang cash advance. Sama seperti jenis pinjaman lainnya, layanan ini juga memiliki ketentuan yang harus dipatuhi. Jika tidak mematuhi aturan cash advance, maka kalian akan mendatangkan masalah keuangan nantinya.
Di samping memberikan kemudahan, cash advance juga mempunyai ketentuan. Ada beberapa biaya yang dibebankan jika kalian menarik dana ini, yaitu:
1. Biaya Layanan
Cash advance yang digunakan nasabah memiliki biaya layanan. Tiap bank memiliki ketentuannya masing-masing. Biasanya, biaya yang dibebankan sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, nilai yang lumayan besar. Selain itu, biaya ini dihitung dari presentase pinjaman yang diambil. Semisal, 3% dari pinjaman senilai Rp 1 juta. Dengan demikian, nasabah akan membayar biaya layanan sebesar Rp 30 ribu.

2. Biaya Penarikan

Mirip dengan transaksi penarikan ATM, cash advance juga memiliki biaya penarikan. Biaya ini akan dibebankan tiap kali nasabah melakukan penarikan. Jumlah biaya yang akan dibayarkan tergantung dari bank kartu kredit yang dimiliki. Jadi pastikan kalian mengetahuinya dulu sebelum melakukan penarikan cash advance.

3. Bunga
Salah satu hal yang menjadi pertimbangan sebelum menggunakan cash advance adalah bunganya yang terbilang besar. Perlu kalian tahu, bunga yang dibebankan ke pengguna cash advance lebih besar daripada pinjaman lain. Besarnya bunga tergantung dari bank. Bunga ini harus dikembalikan saat kalian melunasi pinjaman.

4. Denda Keterlambatan Pelunasan
Cash advance juga memiliki denda keterlambatan. Presentase yang yang harus dibayarkan sudah ditetapkan oleh masing-masing bank. Jadi kalian harus mengetahui informasinya dengan lengkap.
Apa keuntungan dan kekurangan dari cash advance?
Setelah kalian mengetahui beberapa ketentuan perihal cash advance, kalian bisa mulai mempertimbangkan keuntungan yang bisa didapatkan serta kekurangan yang bisa kalian hindari, apa saja itu?
1. Kelebihan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cash advance sangat berguna di kondisi yang darurat. Kalian hanya perlu menarik uang di ATM terdekat. Dikarenakan jumlah uang yang ditarik tidak terlalu besar, jumlah ini bisa dibayar dalam jangka waktu yang cepat jika perencanaan keuangan kalian bagus.
Berbagai jenis keperluan mendadak seperti keperluan sekolah anak atau cicilan bisa dicover dengan cash advance ini. Jika dilunasi tepat waktu, kalian tidak perlu membayar denda keterlambatan yang dibebankan.

2. Kekurangan
Kekurangan dari cash advance ini adalah biaya yang dibebankan, terutama jika jumlahnya bertambah ketika kalian terlambat melunasinya. Tidak hanya itu saja, kekurangan dari cash advance ini kebanyakan datang dari kontrol diri yang kurang. Banyak nasabah yang akhirnya terjerat utang karena layanan ini. Banyak yang tidak sadar akan biaya yang ada di baliknya.
Fitur cash advance yang perlu diketahui!
Ternyata cash advance jenisnya beragam sesuai dengan ketentuan dari perusahaan atau bank. Antara lain biaya perawatan gedung, biaya perjalanan bisnis, dan lainnya. Karena diperuntukkan untuk keperluan yang berbeda, jangka waktu penarikan juga berbeda. Ada bank yang ditentukannya dengan waktu seminggu sekali ataupun sebulan sekali.
Alurnya penggunaan dari cash advance sendiri bisa diketahui. Proses penggunaan dimulai dari pengurus finansial bank yang kemudian dilanjutkan ke rekening bank. Fitur ini sangat berguna untuk keperluan yang dimiliki. Namun harus tetap diperhatikan apakah keperluan tersebut darurat atau hanya hal biasa. Pastikan untuk menggunakan cash advance secara bijak.
Tips penggunaan cash advance secara bijak
Saat, layanan kartu kredit sudah banyak memberikan fitur yang beragam. Bahkan kartu kredit online sendiri sudah menjadi kebutuhan yang wajib dimiliki. Salah satu layana yang bisa memudahkan nasabah adalah cash advance. Sayangnya, fitur cash advance ini sering disalahgunakan.
Fitur cash advance ini bisa memberikan manfaat jika digunakan dengan bijak. Bagaimana caranya?
1. Memiliki anggaran bulanan
Anggaran yang baik bisa meminimalisir keinginan untuk menggunakan cash advance. Pastikan dana untuk cicilan, keperluan sehari-hari, dan sebagainya sudah terpenuhi. Jika tidak mengalokasikan dana dengan baik, kebutuhan tidak bisa terpenuhi sehingga menyebabkan terjadinya pinjaman. Hal ini bisa dihindari dengan perencanaan yang baik.

2. Menghentikan kebiasaan impulsif dalam membeli barang
Kita kerap kali membutuhkan dana dengan cepat untuk bisa membeli hal secara impulsif. Hal ini bisa membuat cicilan menunggak dan kalian akhirnya menggunakan layanan cash advance. Padahal, cash advance bukan diperuntukkan untuk check out barang secara impulsif demi keuangan yang lebih baik.

3. Meminjam berarti mengembalikan
Sebelum memutuskan untuk menggunakan pinjaman dana, kalian perlu tahu bahwa dana tersebut harus dikembalikan. Masih banyak orang yang berpikiran dangkal ketika menggunakan pinjaman dana. Hal ini berakibat cicilan menumpuk di akhir. Jika keuangan tidak direncanakan dengan baik, cicilan tersebut bisa terlambat dibayar. Ini bisa menambah jumlah utang karena bunga dan denda yang dikenakan.

4. Memiliki tujuan keuangan yang baik
Tujuan keuangan yang baik dan terarah bisa menghindarkan kalian dari hal yang tidak diperlukan. Misalnya perilaku konsumtif seperti membeli barang-barang mahal, pakaian, dan sebagainya. Dengan memiliki tujuan keuangan yang baik, kalian bisa menggunakan kartu kredit dengan bijak sesuai dengan kebutuhan.
Itu tadi beberapa hal yang perlu kalian ketahui soal cash advance. Gunakan fitur cash advance ini dengan bijak agar kalian bisa merasakan langsung manfaatnya.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?

6 MITOS SEPUTAR KARTU KREDIT DAN IBU RUMAH TANGGA

6 MITOS SEPUTAR KARTU KREDIT DAN IBU RUMAH TANGGA

Kartu kredit bisa dimiliki oleh siapa saja, selama orang tersebut sudah memenuhi syarat untuk mengajukan kepemilikan kartu kredit. bahkan ibu rumah tangga pun juga bisa memilikinya, lho! Dan penawaran ini menjadi salah satu penawaran menarik, mengingat biasanya ibu-ibu ini lebih sering melakukan transaksi pembelanjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Biasanya, ibu rumah tangga memiliki tugas yang sangat sulit dan berat, yaitu harus memiliki manajemen keuangan yang baik untuk memastikan keluarga bisa tercukupi dengan uang yang ada.
Oleh karena itu, seorang ibu rumah tangga harus pintar-pintar dalam menggunakan kartu kredit. mulai dari memanfaatkan promo cicilan 0%, diskon, voucher, dan cashback agar pengeluaran bisa lebih hemat. Di beberapa situasi darurat, kartu kredit bisa menjadi penolong, semisal ketika harus belanja kebutuhan barang di saat suami belum gajian. Kartu kredit bisa menjadi solusi yang tepat. Dengan berbagai manfaat, tidak salah jika ibu rumah tangga bisa memiliki kartu kredit.
Ibu rumah tangga atau IRT yang tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap terkadang mengalami kesulitan dalam mengajukan kartu kredit. ada beberapa mitos terkait penggunaan kartu kredit oleh IRT yang perlu diperjelas dan diluruskan. Beberapa di antaranya yaitu:
1. Ibu Rumah Tangga Tidak Bisa Megajukan Kartu Kredit
Hal pertama yang bisa menimbulkan pro-kontra adalah mitos jika IRT tidak bisa mengajukan dan memiliki kartu kredit. Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar.
Dalam proses pembuatan kartu kredit, pihak bank biasanya memberikan beberapa persyaratan dan ketentuan khusus, salah satunya adalah penghasilan perbulan. Hal ini dilakukan demi menjamin kemampuan finansial nasabah dalam mengembalikan pinjaman.
Dan hal tersebut menyulitkan para IRT, karena mereka tidak memiliki penghasilan tetap. Walupun demikian, tanpa penghasilan tetap pun IRT masih bisa melakukan pengajuan kepemilikan kartu kredit.
IRT merupakan segmen atau pengguna kartu kredit yang sering melakukan beragam transaksi, dan ini bisa menjadi peluang yang baik. Segala aktivitas keuangan tersebut akan memberikan nilai positif untuk bank.
Oleh sebab itu, beberapa bank mulai membuka peluang untuk para IRT untuk mengajukan kepemilikan kartu kredit. Dengan melalui proses pengecekan riwayat tabungan, menyerahkan infomasi terkai penghasilan suami atau keluarga, dan mensyaratkan sejumlah deposito sebagai jaminan.
Jika kondisi keuangan sudah memenuhi persyaratan, pengajuan kepemilikan kartu kredit akan jadi lebih mudah untuk disetujui. Akan lebih mudah lagi jika pengajuannya dilakukan oleh suami sebagai pemilik kartu utamanya.

2. Ibu Rumah Tangga Tidak Bisa Mendapatkan Credit Score yang Baik
Ibu rumah tangga tidak bisa mendapatkan credit score yang baik? Siapa bilang! Itu hanya mitos semata. Credit score atau skor kredit dipengaruhi oleh semua aktivitas perbankan yang dilakukan, termasuk KPPR, KTA, dan KUR. Jadi, tidak hanya seputar penggunaan kartu kredit saja, ya!
Cara mengelola berbagai pinjaman inilah yang nanti bisa mempengaruhi riwayat dan skor kredit. oleh sebab itu, jangan lupa untuk membayar semua tagihan tepat waktu!

3. Jadi Utang Bersama
Walaupun sudah sepakat dengan pasangan untuk menganggapnya sebagai utang bersama, pihak bank tidak menggunakan anggapan yang sama. Pemegang kartu kreditlah yang bertanggung jawab atas utang tersebut.
Jika menggunakan kartu tambahan, maka yang menjadi penanggung jawab adalah pemilik utama kartu kredit, jadi tidak ada istilah utang bersama.

4. Nantinya Punya Riwayat Credit yang Sama
Hal yang perlu diingat adalah setiap orang memiliki riwayat kredit yang berbeda, jadi sifat credit score ini adalah perorangan. Kecuali jika pengguna dan pasangan mengajukan pinjaman bersama. Dengan cara ini riwayat kredit salah satu pihak bisa mempengaruhi pihak lainnya.
Untuk mencegah hal tersebut, coba lakukan pengajuan kredit secara terpisah dengan menggunakan nama masing-masing.

5. Hanya Orang Kaya yang Bisa Memiliki Kartu Kredit
Salah satu mitos soal kartu kredit yang sering dipercaya banyak orang adalah kartu kredit hanya bisa dimiliki oleh orang kaya saja. banyak yang berpikiran demikian mengingat biaya penggunaannya yang cukup besar seperti biaya tahunan, bunga, sampai dedan keterlambatan.
Padahal sekarang, sudah mulai banyak bank penerbit kartu kredit yang memberikan penawaran ini dengan biaya yang lebih terjangkau. Bahkan ada beberapa bank yang berani menawarkan kartu kredit tanpa biaya tahunan sepeser pun!
Asalkan sudah memenuhi persyaratan, siapa pun bisa mengajukan kepemilikan kartu kredit, termasuk ibu rumah tangga bahkan pelajar sekali pun.

6. Kartu Kredit Hanya Bisa Digunakan untuk Belanja
Dan mitos yang terakhir yaitu para ibu hanya bisa menggunakan kartu kredit untuk berbelanja saja. padahal kartu kredit bisa dipakai untuk beragam keperluan, misalnya bayar tagihan bulanan dan beli tiket pesawat.
Jika seumpama butuh dana darurat, kartu kredit bisa jadi penolong.
Itu tadi beberapa mitos terkait kartu kredit untuk ibu rumah tangga. Percaya atau tidak itu semua kembali ke diri masing-masing, dan akan lebih baik jika mengecek benar tidaknya tiap mitos sebelum mempercayainya.
Jika kartu kredit digunakan dengan tepat, ini bisa menjadi pilihan menguntungkan bagi pemiliknya, termasuk ibu rumah tangga.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian percaya atau tidak dengan mitos tersebut?

INI DIA 7 MANFAAT KARTU KREDIT BUAT KAUM IBU TUNGGAL!

INI DIA 7 MANFAAT KARTU KREDIT BUAT KAUM IBU TUNGGAL!

Bagi seorang single mom atau ibu tunggal, mengurus permasalahan rumah tangga sendiri bukanlah hal yang mudah dan sepele. Apalagi kali kalu masih punya anak yang masih balita, kebutuhan yang dibeli pun pasti tidaklah sedikit. Apalagi harus menyiapkan dana darurat jika tiba-tiba ada kebutuhan mendadak.
Memiliki kartu kredit bisa menjadi penolong, lho! Apalagi saat dalam kondisi terdesak, ada banyak keuntungan tentunya, asalkan bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar. Di bawah ini adalah beberapa manfaat kartu kredit untuk para ibu tunggal:
1. Ubah Transaksi Menjadi Cicilan
Keuntungan pertama yang bisa dirasakan adalah bisa mengubah transaksi menjadi cicilan. Ini bisa mempermudah proses manajemen keuangan keluarga.
Pengeluaran bisa diubah untuk membeli barang atau membayar tagihan menjadi pengeluaran tetap yang dibayar perbulannya. Semisal pengguna ingin membeli kulkas seharga Rp 2.500.000. Jika tidak menggunakan kartu kredit, dana yang perlu dikeluarkan untuk membeli kulkas tersebut secara tunai sebesar Rp 2.500.000. Tapi jika menggunakan kartu kredit, pembelian tersebut bisa diubah menjadi cicilan 3, 6, atau 12 bulan.
Dengan begitu, arus kas bisa tetap terjaga sehingga kondisi finansial tetap stabil serta kebutuhan lain tetap bisa terpenuhi. Jika ada pengeluaran harian seperti makan di restoran atau supermarket, bisa menggunakan kartu kredit daripada pakai uang tunai.
Semua pengeluaran tadi nanti akan diakumulasi jadi satu dan bisa dibayar setelah tanggal cetak tagihan atau maksimal pada tanggal jatuh tempo. Jika memiliki catatan yang lengkap, ini bisa mempermudah proses pelacakan pengeluaran.

2. Bisa Tarik Tunai
Keuntungan lainnya yang bisa dirasakan ibu tunggal yakni memungkinkan untuk melakukan transaksi tarik tunai. Ini bisa dilakukan jika mendadak butuh uang tunai sedangkan tanggal gajian masih lama atau belum menerima bayaran dari klien.
Ini bisa jadi penyelamat di saat darurat atau saat butuh uang cepat.

3. Dapat Banyak Promo
Untuk bisa menarik nasabah baru, bank penerbit akan melakukan penawaran promo khusus dengan beragam keuntungan, salah satunya adalah cicilan 0%
Cicilan 0% ini tentu menjadi sebuah penawaran yang menarik karena bisa membantu meringankan kondisi keuangan.
Tidak hanya promo cicilan 0% saja, masih banyak promo lainnya yang bisa digunakan, seperti promo cashback, reward poin, voucher khusus, hingga diskon.

4. Membantu Mengontrol Pengeluaran
Kartu kredit bisa membantu para ibu tunggal untuk mengontrol pengeluaran dengan lebih baik. Dengan menggunakan fitur rincian pengeluaran di tagihan kartu kredit, para ibu tunggl bisa mengecek dan mengontrol pengeluaran secara efektif.
Tidak hanya itu saja, menggunakan kartu kredit juga bisa melacak pengeluaran dan mendeteksi di mana saja uangnya digunakan. Ini bisa dijadikan evaluasi perkiraan pengeluaran mana yang bisa diminimalisir agar lebih hemat.

5. Meningkatkan Skor Kredit
Teruntuk para ibu tunggal yang ingin mengajukan pinjaman seperti KPR atau KTA yang plafonnya lebih besar, skor kredit menjadi salah satu faktor penting yang patut diperhitungkan.
Bank tidak akan memberikan persetujuan pinjaman jika skor kredit buruk. Tapi jika skor kredit bagus, maka persetujuan pinjaman akan jadi lebih mudah.
Cara efektif yang bisa dilakukan oleh para ibu tunggal untuk menaikkan skor kredit adalah dengan menggunakan kartu kredit. pastikan untuk sering menggunakan kart kredi dan membayar tagihan tepat waktu.

6. Memudahkan Proses Pembayaran Belanja Online
Buat para ibu tunggal yang doyan belanja online, kartu kredit bisa memudahkan pembayaran transaksi online. Sebagai orang yang sibuk akibat pekerjaan dan anak-anak, kemudahan transaksi online bisa sangat berguna untuk para ibu tunggal. Dengan memakai kartu kredit, membayar tagihan atau membeli barang secara online bisa dilakukan dengan aman dan mudah.

7. Jadi Modal Usaha Tambahan
Untuk ibu tunggal yang sedang butuh modal tambahan untuk buka usaha tapi tidak ingin mengajukan kredit baru, bisa gunakan kartu kredit. Namun jumlah modal yang didapatkan tentu terbatas, sesuai dengan limit masing-masing kartu kredit. bisa dibilang cara ini termasuk ampuh dan tidak perlu buka ‘lubang’ lagi.
Itu tadi adalah beberapa manfaat kartu kredit untuk para ibu tunggal yang bisa membantu saat-saat darurat, apalagi saat tanggal gajian masih lama atau biaya dari klien belum cair.
Namun penggunaan kartu kredit juga harus dilakukan dengan baik dan bijak. Perlu diingat bahwa ini adalah dana pinjaman yang harus dilunasi di kemudian hari. Pastikan jika penggunaan kartu kredit sesuai dengan kemampuan finansial dan membayar tagihan tepat waktu. Jangan sampai tergoda untuk membeli barang tidak diperlukan hanya karena ada program cashback atau diskon, tapi bukan barang yang sedang diperlukan. Dengan penggunaan kartu kredit yang bijak, seorang ibu tunggal bisa mendapatkan manfaat tambahan dan mengatasi kebutuhan finansial sehari-hari dengan lebih mudah.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sependapat dengan penjelasan di atas?

VISA-MASTERCARD AKAN DITINGGALKAN SEMENJAK ADA KARTU KREDIT INDONESIA?

VISA-MASTERCARD AKAN DITINGGALKAN SEMENJAK ADA KARTU KREDIT INDONESIA?

Bank Indonesia (BI) telah mendesain dan menerbitkan Kartu Kredit Indonesia. Kartu kredit ini dirilis untuk pemerintah agar lemmbaga dan institusi negara bisa pindah dari Visa dan MasterCard ke Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono menuturkan jika Kartu Kredit Indonesia tidak dikenakan biaya apapun untuk penggunanya. Data milik pengguna dan pemrosesan data akan sepenuhnya dikelola di Indonesia.
Dirinya juga menjelaskan biaya yang selama ini ada di kartu kredit komersial biasanya dibebankan ke pengguna, namun kali ini Kartu Kredit Indonesia tidak membebankan biaya ke penggunanya karena semua datanya diproses dan dicatat di dalam negeri.
Dicky turut menambahkan jika produk Kartu Kredit Indonesia juga memiliki banyak fitur yang dibutuhkan oleh pemerintah, terutama dalam penggunaan anggaran belanja di level kementerian dan lembaga.
Dia menerangkan jika memakai anggaran dengan menggunakan kartu kredit, sudah ada beragam aturan dari berbagai kementerian keuangan dan kementerian dalam negeri, termasuk dalam proses penggunaannya. Kartu kredit ini bisa dipakai untuk berbagai jenis belanja umum dengan limit yang sudah diatur sebelumnya.
Dia mengungkapkan bahwa berbagai jenis belanja negara yang umum bisa memakai kartu kredit Indonesia, seperti belanja barang operasional, persediaan, sewa, dan pemeliharaan gedung. Penggunaan lain juga termasuk perjalanan dinas yang disesuaikan dengan ketentuan aturan limitnya.
Drinya juga menjelaskan bahwa dengan dirilisnya kartu kredit pemerintah bisa mendorong anggaran tepat guna yang bisa menaikkan produktivitas UMKM.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingin pemerintah RI tidak bergantung dengan layanan Visa dan MasterCard dengan alasan kepentingan keamanan nasional. Ini bercermin dari peran Visa dan MasterCard yang memiliki peran dalam memberikan sanksi kepada Rusia saat berkonflik denga Ukraina. Keduanya memblokir layanannya di Rusia sehingga masyarakat Ruia tidak bisa menggunakan kartu kreditnya.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sependapat?

RENCANA MASTERCARD DAUR ULANG KARTU KREDIT DAN DEBIT DEMI KURANGI SAMPAH

RENCANA MASTERCARD DAUR ULANG KARTU KREDIT DAN DEBIT DEMI KURANGI SAMPAH

Hari ini (21/6/2023), Mastercard meluncurkan proyek global untuk mendaur ulang kartu kredit dan debit sebagai rencana mengurangi limbah sampah plastik. Dilansir dari Reuters, awalnya program dari Mastercard ini akan bermitra dengan HSBC Holdings Plc di delapan cabang di Inggris.
Lalu, Mastercard menjelaskan jika beberapa bank di seluruh dunia mengeluarkan inisiatif lokal dan akan bergabung dengan program ini untuk membangun skala ekonomi. Presiden cyber dan Intelijen Mastercard Ajay Bhalia mengungkap pihaknya mengundang penerbit kartu di seluruh dunia melakukan kerja sama, di wilayah mana pun mereka berada.
Mastercard mengatakan jika saat ini sekitar 3,1 miliar kartu yang sudah beredar. Diperkirakan, setiap tahun ada 600 juta kartu yang dibuat oleh industri ini dan masa pemakaian sekitar 5 tahun. Data lain dari Nilson Report yang juga menganalisis ini mengungkapkan jika total kartu yang beredar pada 2022 mencapai 26 miliar. Di tahun 2027 nanti, diperkirakan akan mengalami kenaikan menjadi 28,4 miliar.
Di dalam programnya, Mastercard akan menyediakan mesin penghancur kartu ke HSBC yang masing-masing bisa menampung 10.000 kartu yang setara dengan 10 kg plastik. Kemudian kartu-kartu tersebut akan dipindah ke fasilitas daur ulang plastik.
Rincian keuangan untuk program ini juga dibuka. Proyek percintihan ini akan dijalankan selama 6 bulan pertama, yang memungkinkan pelanggan bisa mendaur ulang kartu plastik apapun termasuk dari pesaing-pesaing lainnya. Jose Carvalho selaku kepala wealth and personal banking HSBC UK mengungkapkan jika percontohan daur ulang ini bisa memberikan pihaknya beberapa wawasan yang pentung dan akan diinformasikan rencana jangka panjangnya.
Seperti yang diketahui, penggunaan plastik yang meningkat menjadi salah satu tantangan di dunia, terutama untuk limbah plastik yang terkubur atau mencemari air. Proses manufaktur plastik yang juga menjadi penyumbang utama gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

APA RISIKO PUNYA KARTU KREDIT LEBIH DARI SATU?

APA RISIKO PUNYA KARTU KREDIT LEBIH DARI SATU?

Kartu kredit merupakan alat pembayaran yang memungkinkan kalian bisa melakukan pembayaran secara elektronik dengan praktis dan cepat. Kalian bisa menggunakan kartu kredit tersebut untuk berbelanja di toko offline, transaksi secara online, atau bahkan untuk melakukan pembayaran di luar negeri. Kalian juga tidak perlu bawa uang tunai atau mengisi cek tiap saat.
Kartu kredit memang memberikan fleksibilitas saat melakukan pembayaran. Kalian bisa memilih untuk membayar tagihan kartu kredit secara penuh setiap bulan atau menghindari bunga. Kalian juga bisa membayar sebagian dan membayar sisa saldonya dalam beberapa bulan dengan membayar bunga. Ini akan membuat kalian memiliki kontrol atas keuangan kalian sendiri.
Saat ini, sudah banyak jenis kartu kredit yang memberikan program reward, di mana kalian bisa mengumpulkan poin atau cashback dari setiap transaksi yang sudah dilakukan. Poin dan cashback ini bisa ditukar dengan diskon, hadiah, atau penawaran khusus lainnya.
Jika kalian menggunakan kartu kredit secara bijak, kalian bisa memanfaatkan program reward ini untuk mendapatkan keuntungan lainnya. Namun di balik semua keuntungan tersebut, ada risiko yang harus ditanggungnya jika kalian memiliki lebih dari satu kartu kredit. Berikut adalah beberapa risiko dari memiliki kartu kredit lebih dari satu:
1. Kelebihan utang
Memiliki lebih dari satu kartu kredit dapat berisiko kelebihan utang. Jika kalian tidak bisa mengelola keuangan dengan baik. Memiliki banyak kartu kredit bisa membuat kalian berkeinginan untuk berbelanja lebih dari yang mampu dibayar, dan ini bisa menyebabkan utang menjadi tidak terkendali.

2. Pengeluaran tidak terkendali
Dengan memiliki banyak kartu kredit, kalian akan tergoda untuk bisa mmenghabiskan lebih banyak uang dan memiliki akses lebih besar ke kredit. ini bisa memcu terjadinya pengeluaran yang tidak terkendali dan kalian menjadi sulit dalam mengatur keuangan pribadi.

3. Risiko dicuri dan disalahgunakan
Semakin banyak kartu kredit yang kalian punya, semakin tinggi pula risiko kartu dicuri dan disalahgunakan. Jika kartu kalian hilang atau dicuri, kalian harus melapor segara agar bisa segera diblokir dan juga untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

4. Biaya tahunan
Ada beberapa kartu kredit yang memberlakukan biaya tahunan. Jika kalian memiliki banyak kartu kredit, biaya tahunan ini bisa menumpuk dan bisa berdampak pada pengeluaran tahunan kalian.

5. Penurunan skor kredit
Mempunyai banyak kartu kredit bisa mempengaruhi skor kredit kalian. Jika kalian memakai sebagian besar limit kredit kalian yang tersedia dari setiap kartu, ini bisa menaikkan rasio penggunaan kartu kredit kalian dan memberikan efek negatif ke skor kredit kalian.

6. Kesulitan mengatur pembayaran
Dengan banyaknya kartu kredit yang dimiliki, kalian harus bisa mengatur pembayaran dan jatuh tempo yang berbeda-beda untuk tiap kartunya. Ini bisa menimbulkan masalah dalam mengatur keuangan dan menghindari keterlambatan pembayaran yang bisa merugikan skor kredit kalian.
Kalian perlu mempertimbangkan beberapa risiko barusan dan pastikan kalian bisa mengelola kartu kredit dengan bijak sebelum memutuskan untuk memiliki kartu kredit lebih dari satu. Pastikan kalian mengikuti kebijakan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, awasi pengeluaranm dan bayar tagihan kartu kredit dengan tepat waktu.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds