HONEST RESMI MERILIS KARTU KREDIT TANPA NOMOR PERTAMA DI INDONESIA

HONEST RESMI MERILIS KARTU KREDIT TANPA NOMOR PERTAMA DI INDONESIA

PT Honest Financial Technologies resmi mengumumkan produk Honest Card yang disebut-sebut sebagai kartu kredit tanpa nomor (numberless) pertama di Indonesia setelah mengantongi persetujuan regulator pada Februari 2023. Namun sayangnya kartu baru tersedia untuk pengguna Android saja.
Sekarang Honest sudah mempunyai lisensi penyelenggara jasa pembayaran dari Bank Indonesia. Di samping itu, Honest juga terdaftar sebagai perusahaan pembiayaan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Direktur Utama Honest Dharu Estiningrum mengungkap konsep kartu kredit numberless ini akan memberikan tawaran nilai berbeda jika dibandingkan dengan kartu kredit pada umumnya karena faktor keamanan. Selain itu, produk ini diharapkan bisa mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Dia juga mengungkapkan bahwa kartu kredit ini mengutamakan perlindungan, di mana hanya pengguna yang bisa mengakses informasi kartu kredit, seperti akses biometric, monitoring transaksi secara real-time, mengunci kartu apa pun, serta layanan pelanggan selama 24 jam setiap hari melalui WhatsApp dan telepon.
Menurutnya, sebagai lembaga keuangan perusahaannya berkomitmen untuk selalu bersikap transparan. Transparansi ini bisa dirasakan pengguna dari proses pengajuan hingga saat melakukan pembayaran kembali kartu kreditnya.
Honest Card ini juga menawarkan limit minimal Rp 1 juta sampai Rp 100 juta. Kartu kini juga bisa digunakan di toko offline maupun online di Indonesia dan di luar negeri. Dengan adanya teknologi Near Field Communication (NFC), Honest Card bisa digunakan untuk bertransaksi tannpa kartu fisik dengan memakai fitur Tap to Pay dari Honest App.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memiliki Honest Card ini?

BI TELAH LUNCURKAN KARTU KREDIT ‘MERAH PUTIH’, INGAT BEBERAPA HAL INI!

BI TELAH LUNCURKAN KARTU KREDIT ‘MERAH PUTIH’, INGAT BEBERAPA HAL INI!

Bank Indonesia (BI) telah merilis Kartu Kredit Pemerintah (KKP) yang memakai sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
KKP GPN ini bisa menjadi alternative bagi penerbit kartu kredit domestik sehingga tidak terlalu bergantung pada prinsipal asing seperti Visa dan MasterCard.
Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta memandang adanya potensi besar jika kartu kredit domestik diterbitkan di Indonesia. Mengingat ada banyak transaksi dalam negeri yang bisa difasilitasi dengan layanan tersebut.
Oleh sebab tu, Steve meminta pemerintah dan regulator agar bisa membuat masyarakat beralih dari transaksi tunai ke transaksi digital atau cashless. Salah usaha yang patut diapresiasi adalah layanan QRIS yang penggunanya semakin bertambah akhir-akhir ini. Dia juga menambahkan bahwa layanan ini bisa membantu pemerintah untuk menjangkau segmen-segmen lainnya yang belum tersentuh. Untuk kartu kredit dan kartu debit sendiri tentu akan menjadi salah satu bagian dari alat baya digital yang ada di Indonesia.
Namun sebagai tambahan, ada beberapa hal yang harus mejadi pertimbangan oleh BI jika nanti kartu kredit diperuntukan untuk konsumen. Menurutnya, BI harus memastikan apakah kartu kredit domestik ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi. Akan lebih baik bila bisa bersaing dengan fasilitas yang diberikan Visa dan MasterCard. Jika kebutuhan masyarakat tidak bisa dipenuhi oleh jaringan domestik ini, dikhawatirkan masyarakat akan kembali menggunakan Visa dan MasterCard.
Menurut Steve, dalam penerbitan kartu kredit domestik ini, diperlukan transisi secara halus dan tidak tergesa-gesa. Regulator harus matang dari segi persiapan dan prasarana teknis. Di samping itu, keamanan kontrol terhadap data keuangan juga harus dijaga demi keamanan data itu sendiri, sehingga masyarakat nantinya tidak ragu saat menggunakan kartu kredit domestik. Yang terpenting adalah bagaimana GPN atau prinsipal lokal ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penerbitan kartu kredit domestik ini?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds