Presiden Joko Widodo mengharapkan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (pemda) untuk menggunakan kartu kredit pemerintah (KKP) untuk pembelanjaan produk-produk dalam negeri. Menurutnya, penggunaan KKP menjadi salah satu pendukung percepatan sistem keuangan digital yang inklusif.
Dijelaskan bahwa kunci untuk bisa terus bertumbuh dan berkembang adalah inovasi. Untuk kaitannya dengan perekonomian, pemerintah terus berinovasi terkait penyediaan sistem pembayaran berbasis digital dan perlindungan terhadap masyarakat. Jokowi menuturkan jika inovasi dalam sistem pembayaran berbasis digital harus terus dikembangkan.
Penggunaan KKP sendiri juga harus terus diperkuat agar bisa memudahkan belanja barang pemerintahan pusat dan daerah, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dan mempermudah pertanggungjawaban penggunaan belanja pemerintah.
Di samping itu, Jokowi juga mendesak untuk terus mengembangkan dan memperkuat konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN seperti Qris antarnegara, serta mendukung perkenomian dan inklusi keuangan di kawasan ASEAN.
Jokowi berharap Qris antarnegara dan KKP bisa mendorong peningkatan transaksi UMKM, baik melalui pembelanjaan produk-produk dalam negeri dan memperluas akses jaringan ke internasional.
Walaupun inovasi digital masih dalam tahap pengembangan, Jokowi meminta untuk tetap dilakukan dengan hati-hati karena pengembangan inovasi keuangan digital ini harus melihat antisipasi risiko, keamanan konsumen, dan perlindungan konsumen.
Jokowi juga menambahkan jika mitigasi risiko ini harus dihitung dengan hati-hati, bagaimana regulasi dan pengawasan, pemantauan, serta implikasi terhadap nilai tukar juga keberlanjutan adopsi standar internasionalnya.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sependapat dengan penjelasan di atas?
Month: July 2023
BERKACA DARI KASUS KELUARGA ARI WIBOWO: AMANKAH MENGGUNAKAN KARTU KREDIT UNTUK URUSAN ‘DAPUR’ KELUARGA?
Beberapa waktu lalu, dunia hiburan dihebohkan dengan berita perceraian Ari Wibowo dengan Inge Anugrah yang yang viral di publik.
Petru Bala Pattyona selaku pengacara Inge menjelaskan jika sang aktor tidak pernah memberikan uang tunai, melainkan hanya menggunakan kartu kredit ke istrinya untuk memenuhi kebutuhan belanja di dapur. Kartu kredit yang dipakai pun hanya memiliki limit tertentu. Selama menjalani hidup bersama, Inge tidak pernah pegang uang tunai.
Sebenarnya, menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan sehari-hari itu tidak salah. Apalagi yang berkaitan dengan urusan dapur. Apalagi kartu kredit juga sering memberikan manfaat kepada penggunanya, seperti adanya promo menarik hingga poin reward yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi tagihan.
Namun di balik semua kemudahan tersebut, ada beberapa kekurangan yang patut diwaspadai. Jika memang ingin memanfaatkan kartu kredit untuk urusan belanja, ketahuilah beberapa hal berikut.
Kartu Kredit bisa digunakan untuk hal yang benar maupun salah
Ketika menggunakan kartu kredit untuk belanja kebutuhan bulanan, membayar premi asuransi, ataupun transaksi yang masih sesuai budget, maka kartu kredit ini sudah dimanfaatkan dengan benar.
Bisakah menggunakan tarik tunai kartu kredit untuk melunasi tunggakan utang yang lain? Tentu bisa, walaupun ini termasuk cara yang salah. Intinya, kartu kredit ini bisa dimanfaatkan untuk segala hal baik yang benar maupun yang benar.
Dengan menggunakan kartu kredit untuk satu pembayaran, pengguna sejatinya sudah menambah satu utang konsumtif. Dengan bertambahnya utang, itu justru akan membebani arus kas bulanan hingga mengurangi kekayaan. Jika memang harus menggunakan kartu kredit untuk mendapat promo, segera lakukan pembayaran secepatnya setelah digunakan.
Orang bisa memiliki kartu kredit dengan limit yang lebih tinggi dari penghasilan
Dikutip dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah penghasilan per bulan minimum untuk bisa memiliki kartu kredit adalan Rp 3 juta. Untuk orang bergaji Rp 3 juta sampai Rp 10 juta, memiliki dua kartu kredit diperbolehkan.
Lalu bagaimana jika orang yang bersangkutan memiliki gaji di atas Rp 10 juta? Dijelaskan bahwa tidak ada aturah khusus untuk pemegang kartu kredit yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 10 juta per bulan. Aturan ini dikembalikan ke penerbit kartu kredit agar bisa menyesuaikan dengan risk appetite masing-masing.
Godaan konsumtif untuk pemegang kartu kredit memang cukup tinggi. Dengan kemudahan dalam penggunaan dan limit yang besar, kemungkinan besar penggunaan kartu kredit akan menjadi overlimit, yang berakibat utang jadi bertambah dan nilai kekayaan terus menurun. Saat seseorang sedang terjerat utang kartu kredit, maka aset yang dimiliki pun bisa ilang akibat kewajiban pelunasan utang ini.
Suka belanja pakai kartu kredit? keuangan harus aman
Pemilik kartu kredit harus memiliki mindset yang baik jika kartu kredit bukanlah uang tambahan. Pemilik kartu kredit juga harus memiliki kesehatan keuangan yang baik, yang ditandai dengan memiliki dana darurat yang ideal serta memiliki tabungan yang cukup.
Sangat penting untuk bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi jika suatu saat kehilangan penghasilan namun tentap berkewajiban membayar cicilan tersebut. Tanpa keuangan yang sehat, pengguna bisa saja menunda pembayaran atau mengajukan pinjaman untuk melunasi utang alias gali lubang tutup lubang.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?
APA ALASAN JOKOWI ENGGAN PAKAI VISA-MASTERCARD?
Penggunaan kartu dari perusahaan globa Visa dan MasterCard di Indonesia akan segera ditinggalkan. Khususnya untuk kartu kredit pemerintah yang digunakan untuk melakukan belanja barang dan jasa.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguraikan alasan tidak bergantung dengan Visa dan MasterCard adalah masalah keamanan nasional.
Dia bercermin dari Rusia yang mendapatkan sanksi akibat berkonflik dengan Ukraina, sehingga Visa dan MasterCard memutuskan untuk menghentikan layanan di negara pimpinan Vladimir Putin tersebut sehingga masyarakat tidak bisa menggunakan kartu kreditnya.
Kejadian ini terjadi tahun lalu. Manajemen MasterCard dan Visa pada saat itu menetapkan untuk menangguhkan layanannya di Rusia. Akibatnya, warga Rusia tidak bisa menggunakan kartu kreditnya di seluruh penjuru dunia.
Bahkan sanksi ini juga berimbas ke turis-turis Rusia yang ada di Indonesia. Mereka tidak bisa membayar biaya penginapan hotel dan beberapa berita menyebutkan jika mereka diusir dari hotel-hotel yang mereka tempati.
Di dalam pernyataan resmi, manajemen MasterCard mengatakan jika saat itu penghentian layanan jaringan di Rusia adalah buntut dari konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Disebutkan jika perseteruan ini belum pernah terjadi sebelumnya pada saat saat ekonomi memburuk akibat pandemi Covid-19.
MasterCard melanjutkan kartu yang dikeluarkan oleh Bank Rusia tidak lagi didukung oleh jaringan perusahaan. Ini merupakan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap sanksi AS.
Visa juga menyampaikan yal serupa. Kebijakan akan berlaku di mana perusahaan akan bekerja dengan klien dan mitra di Rusia untuk menyetop semua transaksi dalam beberapa hari yang akan datang.
Visa menjelaskan kartu yang terbit di Rusia tidak akan bisa digunakan di luar negeri dan juga kartu yang dikeluarkan di luar negeri tidak akan bisa digunakan di Rusia.
Keputusan kedua perusahaan ini diterima dengan baik oleh Presiden As Joe Biden. Beliau mengungkapkan hal tersebut saat melakukan perbincangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky via telepon, yang juga mendiskusikan perihal tindakan AS, sekutu, dan industri swasta untuk Rusia.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?
KEUNTUNGAN KARTU KREDIT APA SAJA YANG BISA DIRASAKAN DI FASILITAS AIRPORT LOUNGE?
Berlibur atau melakukan perjalanan bisnis adalah salah satu pilihan untuk menghilangkan penat akibat kesibukan sehari-hari. Namun, ada saat di mana proses perjalanan ke tempat yang jauh akan meninggalkan pengalaman buruk. Oleh sebab itu, fasilitas bandara bisa menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan tingkat kepuasan berlibur maupun perjalanan bisnis.
Agar bisa memaksimalkan pengalaman perjalanan, kartu kredit bisa dimanfaatkan dan bisa menjadi pilihan yang tepat. Ada beberapa kartu kredit yang memberikan fitur khusus yang bisa membuat penggunanya dapat menikmati fasilitas airport lounge. Beberapa kartu kredit tersebut antara lain:
1. DANAMON WORLD MASTERCARD
Danamon World MasterCard adalah salah satu kartu kredit yang cocok untuk yang bepergian. Ada beberapa benefit yang ditawarkan oleh kartu kredit ini, yaitu bisa mendapat akses masuk ke banyak airport lounge dalam negeri seperti JW Executive Lounge di Soekarno-Hatta terminal 1A, Danamon/Indosat Executive Lounge di Soekarno-Hatta Terminal 2F, TG Lounge Ball di Ngurah Rai, Lounge Borobudur di Adi Sucipto, dan Singosari di Juanda.
Kartu kredit ini juga memberikan penawaran berupa point reward yang lebih tinggi (setiap 12 poin = 1 mileage) yang bisa ditukar dengan Krisflyer atau Garuda Miles. Jika menggunakan kartu kredit ini untuk transaksi pembelian tiket pesawat, asuransi bisa didapatkan secara gratis. Tidak hanya itu, kartu kredit ini juga memberikan casback 5% untuk pembelian bahan bakar atau tagihan rutin.
2. STANDARD CHARTERED WORLDMILES
Standard Chartered WorldMiles menjadi salah satu kartu kredit yang memberikan penawaran fitur perjalanan yang tidak kalah menggiurkan. Setiap transaksi senilai Rp 7.500 di domestik akan memperoleh 1x, sedangkan tiap transaksi Rp 7.500 di luar negeri bisa mendapat 2x. Kartu kredit ini juga memberikan penawaran keanggotaan Priority Pass gratis yang sudah tersebar di banyak bandara di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, keanggotaan Priority Pass bisa dipakai di beberapa lounge, seperti Premiere Lounge di Soekarno-Hatta Terminal 2D, Arjuna Lounge/Srikandi Lounge di Ahmad Yani, Blue Sky Lounge di Juanda, Premiere Lounge di Ngurah Rai Terminal Internasional, dan Mandai Lounge di Kualanamu.
3. CITIBANK PREMIERMILES
Citibank memberikan penawaran berupa fitur akses gratis ke beberapa airport lounge di Indonesia dengan kartu kredit PremierMiles. Di antaranya adalah Teluk Banen –Soekarno-Hatta Terminal 2E, APH Concordia – Juanda Terminal 2, dan TG Lounge – Ngurah Rai. Di samping itu, tiap transaksi senilai Rp 8.750 di dalam negeri akan mendapat 1x, sedangkan transaksi senilai Rp 5.000 di luar negeri akan memperoleh 1x.
Citibank juga menawarkan jenis kartu kredit menarik untuk para penggemar travelling, yaitu Citi Garuda dan Citi Reward yang memiliki fitur dan keuntungan beragam yang bisa dipilih.
4. MAYBANK VISA INIFINITE
Kartu kredit Maybank Visa Infinite menawarkan keuntungan berupa akses gratis ke lebih dari 30 airport lounge di beberapa kota besar di Indonesia. Tidak hanya itu, setiap transaksi senilai Rp 30.000 di dalam negeri akan mendapat 3 poin BII TREATS. Selain itu, Maybank juga menawarkan promo menarik seperti fasilitas cicilan 0% untuk fasilitas di beragam klub golf ternama, hingga limit kartu kredit yang tinggi yang mencapai lebih dari 300 juta rupiah.
5. BCA SINGAPORE AIRLINES KRISFLYER VISA SIGNATURE
BCA Singapore Airlines Krisflyer Visa Signature memberikan penawaran dan fitur menarik seperti Flyer Miles gratis hingga 10.000 ketika pengajuan kartu kredit diterima. Ada juga tiap transaksi senilai Rp 8.000 di dalam negeri bisa mendapatkan 1 KrisFlyer Miles, dan untuk tiap transaksi senilai Rp 10.500 di luar negeri akan mendapatkan 1 KrisFlyer Miles.
Pengguna kartu ini juga akan mendapatkan potongan harga di klub golf ternama di seluruh dunia dan akses ke beberapa airport lounge yang informasinya bisa didapatkan dari pihak BCA atau daru pihak lounge di bandara terdekat.
Lalu apa saja keuntungan yang bisa
didapatkan dari kartu kredit untuk bisa mendapatkan fasilitas airport lounge penting? Pengguna bisa lebih menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan tenang. Ada beberapa alasan kenapa kalian harus menggunakan kartu kredit untuk bisa menikmati fasilitas airport lounge penting:
1. MENDAPATKAN FASILITAS YANG LEBIH BAIK
Fasilitas airport lounge ini biasanya lebih baik dan lebih nyaman ketimbang tempat duduk di area bandara. Di lounge, kalian bisa menikmati beragam fasilitas seperti Wi-fi gratis, tempat duduk yang nyaman, makanan dan minuman gratis, hingga mendapat akses ke televisi dan majalah. Ini akan membuat perjalanan lebih menyenangkan dan mengurangi rasa lelah sebelum terbang.
2. MENGHEMAT WAKTU
Airport lounge ini juga lebih menghemat waktu karena kebanyakan lounge memiliki meja check-in yang terpisah dan area keamanan yang lebih cepat dan efisien. Tidak perlu yang namanya mengantri membeli makanan dan minuman karena di lounge sudah disediakan secara gratis.
3. MENJADI LEBIH PRODUKTIF
Dalam perjalanan bisnis, waktu adalah hal yang sangat berharga. Dengan mengakses airport lounge, waktu yang digunakan bisa lebih produktif. Wi-fi gratis bisa membantu untuk membalas e-mail, bekerja secara darin, atau untuk mempersiapkan presentasi di meeting yang akan datang. Lounge juga memberikan privasi yang lebih sehingga bisa melakukan diskusi dengan rekan kerja atau klien dengan lebih nyaman.
4. MENJADI LEBIH EFISIEN
Airport lounge ini juga membantu pengguna menjadi lebih efisien. Tidak berlu khawatir soal makanan dan minuman atau mencari tempat duduk nyaman di area umum bandara. Pengguna bisa fokus dan tenang sebelum melakukan perjalanan.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memilikinya?
APAKAH GPN SIAP UNTUK MENGGANTIKAN VISA DAN MASTERCARD?
Tahun 2023 ini menjadi tahun baik bagi kartu kredit, dikarenakan transaksi kartu kredit tahun sudah mulai kembali ke kondisi sebelum pandemi. Namun untuk transaksi kartu kredit sendiri, Indonesia masih diproses oleh dua raksasa penyedia layanan transaksi kartu kredit, yaitu Visa dan MasterCard.
Padahal sejak 5 tahun lalu, pemerintah sudah menetapkan bahwa semua transaksi kartu debit yang terjadi di Indonesia harus diproses di dalam negeri melalui GPN ataupun melalui Visa dan MasterCard yang melakukan kerjasama dengan beberapa switching lokal.
Dilihat dari perbandingan transaksi antara Visa-MasterCard dan GPN, GPN masih sedikit lebih unggul, ini karen semua proses transaksi diharuskan melalui GPN. Ini bisa menjadi jawaban apakah kartu kredit juga diharuskan demikian atau bisa menjadi opsi tambahan di luar Visa dan MasterCard.
Dan dengan adanya berita mengenai pemerintah yang menolak menggunakan Visa dan MasterCard, beberapa negara lain mulai memunculkan pertanyaan: bagaimana cara turis-turis yang berkungkung ke Indonesia akan bertransaksi dan juga bagaimana masyarakat Indonesia yang sedang plesir ke luar negeri bisa melakukan transaksi?
Jadi dalam hal ini, pemerintah harus berhati-hati dan berpikir secara matang karena ini dunia sudah memasuki era globalisasi. Jangan sampai turis-turis yang ingin berkunjung ke Indonesia akhirnya mengurungkan niat mereka karena khawatir mereka tidak bertransaksi menggunakan kartu kredit.
Untuk menuntaskan permasalahan ini, ada dua cara yang bisa dilakukan agar turis tetap bisa mengunjungi Indonesia ataupun sebaliknya. Pertama, pastikan sudah memiliki prinsipal lokal yang sudah mumpuni. Sudah banyak negara yang memiliki prinsipal lokal sendiri, seperti JCB milik Jepang ataupun UnionPay milik China. Kedua, melakukan kerjasama bilateral dengan beberapa negara. Dengan adanya kerjasama bilateral ini, GPN memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk bisa digunakan di beberapa negara tertentu. Tinggal tentukan saja negara mana yang lebih menguntungkan jika dilihat dari sistem dan ekonomikalnya.
Jika disimpulkan, rencana pemerintah tidak menggunakan Visa dan MasterCard di kartu kredit domestik merupakan sebuah langkah awal yang cukup baik. Namun untuk bisa bersaing dengan raksasa sekelas Visa atau MasterCard, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan diperlukan persiapan yang benar-benar matang untuk bisa menjadi pesaing Visa dan MasterCard.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas?
HONEST RESMI MERILIS KARTU KREDIT TANPA NOMOR PERTAMA DI INDONESIA
PT Honest Financial Technologies resmi mengumumkan produk Honest Card yang disebut-sebut sebagai kartu kredit tanpa nomor (numberless) pertama di Indonesia setelah mengantongi persetujuan regulator pada Februari 2023. Namun sayangnya kartu baru tersedia untuk pengguna Android saja.
Sekarang Honest sudah mempunyai lisensi penyelenggara jasa pembayaran dari Bank Indonesia. Di samping itu, Honest juga terdaftar sebagai perusahaan pembiayaan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Direktur Utama Honest Dharu Estiningrum mengungkap konsep kartu kredit numberless ini akan memberikan tawaran nilai berbeda jika dibandingkan dengan kartu kredit pada umumnya karena faktor keamanan. Selain itu, produk ini diharapkan bisa mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
Dia juga mengungkapkan bahwa kartu kredit ini mengutamakan perlindungan, di mana hanya pengguna yang bisa mengakses informasi kartu kredit, seperti akses biometric, monitoring transaksi secara real-time, mengunci kartu apa pun, serta layanan pelanggan selama 24 jam setiap hari melalui WhatsApp dan telepon.
Menurutnya, sebagai lembaga keuangan perusahaannya berkomitmen untuk selalu bersikap transparan. Transparansi ini bisa dirasakan pengguna dari proses pengajuan hingga saat melakukan pembayaran kembali kartu kreditnya.
Honest Card ini juga menawarkan limit minimal Rp 1 juta sampai Rp 100 juta. Kartu kini juga bisa digunakan di toko offline maupun online di Indonesia dan di luar negeri. Dengan adanya teknologi Near Field Communication (NFC), Honest Card bisa digunakan untuk bertransaksi tannpa kartu fisik dengan memakai fitur Tap to Pay dari Honest App.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik untuk memiliki Honest Card ini?
BI TELAH LUNCURKAN KARTU KREDIT ‘MERAH PUTIH’, INGAT BEBERAPA HAL INI!
Bank Indonesia (BI) telah merilis Kartu Kredit Pemerintah (KKP) yang memakai sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).
KKP GPN ini bisa menjadi alternative bagi penerbit kartu kredit domestik sehingga tidak terlalu bergantung pada prinsipal asing seperti Visa dan MasterCard.
Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta memandang adanya potensi besar jika kartu kredit domestik diterbitkan di Indonesia. Mengingat ada banyak transaksi dalam negeri yang bisa difasilitasi dengan layanan tersebut.
Oleh sebab tu, Steve meminta pemerintah dan regulator agar bisa membuat masyarakat beralih dari transaksi tunai ke transaksi digital atau cashless. Salah usaha yang patut diapresiasi adalah layanan QRIS yang penggunanya semakin bertambah akhir-akhir ini. Dia juga menambahkan bahwa layanan ini bisa membantu pemerintah untuk menjangkau segmen-segmen lainnya yang belum tersentuh. Untuk kartu kredit dan kartu debit sendiri tentu akan menjadi salah satu bagian dari alat baya digital yang ada di Indonesia.
Namun sebagai tambahan, ada beberapa hal yang harus mejadi pertimbangan oleh BI jika nanti kartu kredit diperuntukan untuk konsumen. Menurutnya, BI harus memastikan apakah kartu kredit domestik ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi. Akan lebih baik bila bisa bersaing dengan fasilitas yang diberikan Visa dan MasterCard. Jika kebutuhan masyarakat tidak bisa dipenuhi oleh jaringan domestik ini, dikhawatirkan masyarakat akan kembali menggunakan Visa dan MasterCard.
Menurut Steve, dalam penerbitan kartu kredit domestik ini, diperlukan transisi secara halus dan tidak tergesa-gesa. Regulator harus matang dari segi persiapan dan prasarana teknis. Di samping itu, keamanan kontrol terhadap data keuangan juga harus dijaga demi keamanan data itu sendiri, sehingga masyarakat nantinya tidak ragu saat menggunakan kartu kredit domestik. Yang terpenting adalah bagaimana GPN atau prinsipal lokal ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penerbitan kartu kredit domestik ini?










