Mata fans tertuju ke kartu kredit yang biasa dipakai oleh Lisa BLACKPINK. Lisa telah membeli rumah di Seongbuk-dong, Seoul seharga 7,5 miliar won (Rp 91,3 miliar). Hal ini diungkapkan oleh sesama anggota Jisoo BLACKPINK di unggahan video Youtube pribadinya berjudul ‘COLOGNE Vlog’ pada 31 Januari 2023.
Dalam video tersebut, Jisoo dan Lisa mengunjungi pasar Natal di Cologne, Jerman. Mereka berdua membeli banyak minuman berakohol dengan beragam rasa di toko yang sama. Saat melakukan pembayaran, netizen tertuju pada kartu kredit di dompet milik Lisa. Selanjutnya pada tanggal 1 Februari, sebuah artikel muncul di komunitas online yang membahas kartu kredit Lisa. Artikel tersebut sudah dilihat lebih dari 32 ribu dalam waktu 2 jam dan menerima 200 komentar.
Artikel mengungkapkan bahwa kartu kredit yang digunakan Lisa adalah jenis Hyundai ‘The Black Edition 3’ yang diketahui pernah dipakai oleh Lee Jung Jae dan pernah menjadi viral. Sebelumnya dilaporkan bahwa wakil ketua Hyundai Card Chung Tae Young memberikan nomor kartu VVIP unik kepada Lee Jung Jae pada Desember 2022.
Beliau mengunggah foto bersama Lee Jung Jae di Facebook dengan caption “Kami telah berteman selama 20 tahun, dan dia adalah seorang bangsawan yang berharga yang selalu menginspirasi kami dengan tingkat imajinasi yang berbeda. Saya meberinya kartu hitam nomor 456 untuk memperingati drama hitsnya ‘Squid Game’”.
Kartu Hyundai ‘The Black Edition 3’ merupakan kartu kredit eksklusif dengan iuran tahunannya mencapai 2,5 juta won, yang dikeluarkan hanya 0,05% orang Korea yang memiliki status sosial dan kemampuan ekonomi tingkat atas dan juga mendapatkan undangan dari kartu Hyundai. Selain itu, kartu ini hanya bisa dikeluarkan setelah mendapatkan persetujuan penuh dari Approval Committee yang terdiri delapan eksekutif, termasuk Vice Chairman Chung. Hanya 1.000 orang yang bisa menerima kartu kredit tersebut.
Tidak hanya Lee Jung Jae dan Lisa, pengguna kartu hitam lainnya termasuk 2 member BTS Jin dan Jungkook, aktris Jun Ji Hyun, dan G-Dragon BIGBANG. Wakil Ketua Chung menyebutkan dalam sebuah wawancara bahwa kartu hitam khusus ini jumlah anggotanya tidak lebih dari 1.000 karena mereka menerapkan dasar dan kriteria yang ketat.
Berbicara mengenai aset Lisa BLACKPINK hingga bisa memiliki aset tersebut, publik harus melihat dulu koleksi mobil pribadinya yang mencerminkan kekayaan si rapper. Diungkapkan bahwa Lisa setidaknya memiliki 5 mobil yang beragam, mulai dari mobil ramah lingkungan hingga yang super mewah sejenis Rolls-Royce dan beberapa supercar yang terkenal dengan performa kelas kakap.
Jadi kalian kaget atau biasa saja dengan kekayaan yang dimiliki Lisa BLACKPINK? Apakah kalian juga ingin memiliki kartu kredit yang dimiliki Lisa?
Day: March 11, 2023
MASYARAKAT SUKA BELANJA SECARA IMPULSIF, KIRA-KIRA KENAPA YA?
Belanja menjadi salah satu proses healing yang sering dilakukan oleh banyak orang. Namun fenomena belanja secara implusif menjadi perhatian khusus bagi penasehat keuangan. Bukan tanpa sebab, kebiasaan ini sering memunculkan perasaan ingin membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan dan akhirnya menjadi boros dan overbudget karena pengeluaran yang berlebihan.
Dilihat dari data yang disediakan Global Web Index (GWI), berbagai generasi memiliki alasan tersendiri dan menjadi penyebab utama mengapa masyarakat bisa berbelanja secara impulsif. Simak data di bawah berikut ini:
1. Dapat untung dari penawaran menarik
– Gen Z : 43%
– Milenial : 46%
– Gen X : 52%
– Baby Boomers : 58%
2. Apresiasi diri sendiri/self-reward
– Gen Z : 39%
– Milenial : 38%
– Gen X : 44%
– Baby Boomers : 40%
3. Proses checkout yang mudah dan cepat
– Gen Z : 37%
– Milenial : 0%
– Gen X : 0%
– Baby Boomers : 0%
4. Menyenangkan karena membeli barang baru
– Gen Z : 37%
– Milenial : 39%
– Gen X :30%
– Baby Boomers : 0%
5. Tidak ingin ketinggalan (dengan penawaran terbatas)
– Gen Z : 36%
– Milenial : 37%
– Gen X : 43%
– Baby Boomers : 37%
6. Daya tarik estetika
– Gen Z : 0%
– Milenial : 34%
– Gen X : 0%
– Baby Boomers : 26%
7. Potensi penggunaan di masa depan
– Gen Z : 0%
– Milenial : 0%
– Gen X : 30%
– Baby Boomers : 31%
Dalam laporan tersebut, Global Web Index (GWI) menyatakan terdapat alasan yang berbeda-beda dari tiap generasi ketika berbelanja. Mulai dari bisa mendapatkan keuntungan dari penawaran menarik, proses yang mudah dan cepat selama checkout barang, ini ternyata bisa mempengaruhi belanja dari tiap generasi. Survei ini didapatkan GWI dari 11.049 responden yang melakukan pembelanjaan impulsif di seluruh dunia. Responden yang mengikuti survei ini berada di kisaran usia 16-64 tahun yang berasal dari 12 negara.
Jadi belanja impulsif itu tidak melihat berapa usia kalian dan dari generasi mana kalian. Pembelanjaan yang impulsif bisa memberikan efek yang cukup buruk untuk kondisi keuangan kalian karena pembelian barang yang sebenarnya tidak menjadi prioritas utama kebutuhan. Jadi sebaiknya, buat daftar barang-barang apa saja yang menjadi prioritas utama untuk dibeli.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian termasuk golongan yang suka belanja secara impulsif atau belanja sesuai dengan kebutuhan?





