Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat kerugian yang dialami masyarakat akibat investasi bodong mencapai Rp 123, 5 triliun dalam jangka waktu 5 tahun (2018-2022). Yang disayangkan adalah kerugian masyarakat yang sudah terlanjur ‘nyemplung’ ke investasi bodong kecil kemungkinan untuk bisa dikembalikan, dengan alasan uang investasi tersebut sudah digunakan oleh si pelaku.
Kasus investasi bodong yang sudah ditangani selama lima tahun terakhir ini mengalami kerugian hingga Rp 123,5 triliun dan pada tahun 2022 mencapai titik tertingginya yaitu Rp 109, 67 triliun. Menurut ketua SWI Tongam L Tobing, masih banyak masyarakat yang terjebak dalam investasi bodong dengan alasan tergiur dengan iming-iming berupa keuntungan besar secara instan yang dijanjikan oleh si pelaku dan masyarakat yang masih awam dengan dunia investasi. Di samping itu, pelaku juga memberikan kemudahan aplikasi web dan penawaran via media sosial serta banyak menggunakan server dari luar negeri.
Beliau juga menambahkan bahwa masyarakat harus bisa memahami ciri-ciri investasi ilegal seperti menjanjikan keuntungan dengan jumlah yang tidak wajar dalam jangka waktu yang singkat. Investasi ilegal juga menjanjikan bonus dari member get member, memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama maupun publik figure untuk menarik investasi dan klaim tanpa resiko.
Poin yang paling penting adalah investasi ilegal sudah pasti tidak memiliki legalitas yang jelas seperti tidak adanya izin usaha dan izin kelembagaan (Pt, koperasi, CV, yayasan, dll). Semisal memiliki kedua hal tersebut, namun kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan izinnya.
Beberapa modus yang sedang tren belakangan ini adalah Binary Option, Robot Trading, Aset Krypto, dan sebagainya. Ada juga modus money game seperti donasi yang dipakai untuk trading forex, like dan share postingan di sosial media, terbak skor pertandingan sepak bola yang dijamin uang kembali jika salah menebak serta pembelian produk fiktif dengan iming-iming hasil tetap yang tinggi.
Beliau juga memaparkan maraknya investasi bodong dengan cara rekayasa sosial dengan memanipulasi kondisi psikologis korban. Empat modus rekayasa sosial yang paling banyak digunakan adalah info perubaha tarif transfer bank, tawaran menjadi nasabah prioritas, tawaran menjadi agen laku pandai. Modus ini menjadi salah salah satu cara yang mulai marak di manaa rekening tabungan korban bisa dikuras tanpa disadari. Cara yang bisa digunakan untuk mencegah hal tersebut adalah jika ada permintaan atau pertanyaan tentang password, PIN, OTP,MPIN, atau data pribadi, jangan percaya atau abaikan saja. Cek kembali di website, call centre dan hotline resmi, serta jangan sembarangan mengunduh aplikasi yang meminta akses terhadap seluruh data yang tersimpan di ponsel. Jika perlu blokir nomor telepon atau sosial media si pelaku.
SWI mengupayakan untuk mencegah semakin banyaknya korban investasi bodong dengan melakukan edukasi ke masyarakat, pemblokiran website investasi bodong hingga melakukan koordinasi dengan aparat terkait untuk menegakkan hukum. Akses pendanaan yang lebih luas kepada masyarakat juga harus dilakukan supaya tidak terjerumus investasi bodong dan pinjol bodong, serta pengadaan program peningkaran pendapatan masyarakat untuk mendorong adanya UU Fintech.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?
Month: February 2023
ATURAN PPKM RESMI DICABUT, BISNIS KARTU KREDIT DIYAKINI NAIK DUA DIGIT
Semenjak dicabutnya aturan PPKM beberapa waktu yang lalu, kegiatan ekonomi perlahan mulai menggeliat dan mendorong adanya keyakinan terhadap kenaikan transaksi kartu kredit. selama ini, masyarakat perlahan mulai familiar dengan pembayran digital terutama dengan kartu kredit.
Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI)Steve Marta menyebutkan bawha pencabutan PPKM ini disambut baik oleh masyarakat dikarenakan mereka akan lebih sering melakukan aktivitas di luar ruangan seperti melakukan perjalanan atau berbelanja yang bisa bisa menaikkan bisnis atau pun transaksi kartu kredit.
Beliau juga menambahkan jika pada tahun 2019 mengalami titik puncaknya, dengan rata-rata transaksi per bulan mencapai Rp 2,5 triliun. Namun pada 2020-2021, kartu kredit menjadi bisnis yang paling berdampak akibat pandemi dan juga masyarakat tidak melakukan kegiatan yang membatasi transaksi. Bahkan pada masa pandemi bisnis kartu kredit mengalami kontraksi hingga 50%. Untungnya di tahun 2022, bisnis kartu kredit mulai mengalami kenaikan secara perlahan. Tren positif ini diharapkan bisa meningkat dan bisa melewati hasil di tahun 2019 dan 2022.
GM Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang menyatakan bahwa beliau setuju dengan AKKI. Beliau mengharapkan tahun ini kinerja kartu kredit bisa lebih optimal dan mengalami peningkatan secara signifikan. Tahun lalu pun pertumbuhan kartu kredit sudah menunjukkan angka yang membaik setelah pandemi dan bertumbuh hingga akhir 2022.
Beliau juga mengharapkan bahwa tahun 2023 ini bisnis kartu kredit bisa bertumbuh pesat atau bahkan rebound seperti sebelum pandemi. Untuk kisi-kisinya sendiri, beberapa bank mulai melakukan pengembangan layanan dan fitur secara kontinu untuk bisa meningkatkan pasar pengguna kartu kredit.
Setelah pandemic, pola belanja online pun masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam berbelanja. Oleh karena itu, bank mulai mengembangkan beberapa proyek seperti melakukan kerja sama dengan partner e-commerce, fasilitas kemudah cicilan 0% dan juga loyalty poin. Ini bisa digunakan saat melakukan pembelian kebutuhan sehari-hari dan dikarenakan aturan PPKM yang sudah dicabut, event-event offline pun mulai bermunculan seperti travel fair dan sebagainya. Selain itu juga di dalamnya juga termasuk optimalisasi akuisisi bagi kalian yang apply denan digital acquisition.
Diharapkan bahwa di tahun 2023 ini kartu kredit bisa mengalami kenaikan yang positif dan signifikan, serta bisa lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu pertumbuhan bisnis kartu kredit hingga dua digit menjadi wishlist utama di tahun 2023.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan penjelasan di atas?
PPKM DICABUT, BISNIS KARTU KREDIT DAN CASH MANAGEMENT AKAN TERDORONG
Perbankan terus aktif untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi di sektor ritel dan salah satunya adalah kartu kredit, karena dianggap sejalan dengan potensi belanja masyarakat yang diperkirakan meningkat tahun ini. Bank Indonesia (BI) memperpanjang masa berlaku kebijakan terhadap minimum pembayaran pengguna kartu kredit sebesar 5% dari total tagihan resmi hingga Juni 2023.
Erin Young selaku SVP Credit Card Group Bank Mandiri menerangkan bahwa kebijakan tersebut membangkitkan gairah bisnis kartu kredit di tahun 2023, apalagi aturan relaksasi ini berlaku secara menyeluruh. Beberapa sektor potensial memiliki ruang untuk berkembang, yaitu makanan/minuman, travel, dan utilities. Apalagi pencabutan pemberlakuan PPKM pada akhir tahun 2022 lalu oleh pemerintah.
Pertambahan volume transaksi kartu kredit Bank Mandiri tumbuh di atas 32% YoY per akhir Desember 2022 dan juga jumlah transaksi yang terus naik sepanjang tahun lalu sebesar 43 juta transaksi. Kenaikan tersebut membeberkan jumlah transaksi sudah kembali ke kondisi normal sebelum pandemic. Hal ini didorong oleh pertumbuhan transaksi card present akibat pergerakan masyarakat yang sudah kembali normal. Transaksi dari merchant yang berhubungan dengan travel seperti penerbangan, hotel, restoran, dan agen travel online juga naik secara signifikan, begitu pula dengan transaksi luar negeri.
PT Bank OCBC NISP Tbk di sisi lain mempercepat bisnis dari segmen korporasi di tahun ini, dan salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu dengan memaksimalkan bisnis cash management. Walaupun ada tantangan dari kenaikan suku bunga acuan BI. Cash Management Division Head Bank OCBC NISP Amran Setiawan memperkirakan adanya prospek yang cukup besar dari sektor logistic kesehatan, dan pendidikan. Sebelum adanya pandemi, kinerja bisnis cash management naik satu digit dan tahun ini mereka optimis bisa tumbuh dua digit seperti di 2022.
Sudah ada beberapa strategi yang disiapkan, mulai dari pengembangan layanan self-help serta memperkuat layanan digital on-board teruntuk nasabah yang memiliki usaha kecil, mikro, menengah, hingga korporasi. Juga adanya pengoptimalan cross solution.
Amran membocorkan Bank OCBC NISP akan meingkatkan produk wealth management yang bisa dipakai oleh nasabah korporasi dalam waktu dekat. Bisnis cash management bank dengan sandi NISP mempunyai dua pilar utama—layanan pengembangan perluasan bisnis nasabah korporasi dan pelayanan pengelolaan dana di segmen wholesale.
Untuk nasabah korporasi melingkupi pembiayaan dan modal usaha, pembiayaan supply chain, dan pengumpulan modal lewat capital dan equity market, serta mengoptimalkan layanan digital wholesale velocity untuk mengecek outstanding trade loan dan pengajuan bank garansi. Sedangkan layanan wholesale dengan menggunakan fitur satu rekening dengan 13 mata uang dan transaksi forex dengan kurs real-time yang lebih kompetitif, sehingga lebih memudahkan untuk bertransaksi kapan saja dan di mana saja.
Dengan dicabutnya aturan PPKM, diharapkan bahwa mobilitas masyarakat bisa kembali normal secara bertahap, sehingga akan mendorong bisnis kartu kredit dan cash management.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa kalian setuju dengan penjelasan di atas?
BAGAIMANA RASANYA HIDUP TANPA KARTU KREDIT?
Penggunaan kartu kredit yang tidak sehat bisa membuat kondisi keuangan kacau. Karena alasan inilah banyak orang yang mikir dua kali untuk apply kartu kredit terutama untuk mereka yang berpenghasilan kecil. Memang sangat disayangkan, apalagi kartu kredit memberikan sejumlah penawaran menarik yang bisa membuat aktivitas berbelanja jadi lebih menyenangkan dan jadi lebih hemat jika menggunakannya secara maksimal.
Untuk kalian yang belum punya kartu kredit, kalian bisa mempertimbangkan untuk membuat kartu kredit sesegera mungkin, apalagi di zaman yang sudah semakin modern seperti sekarang ini. Jika kalian tetap keukeuh tidak ingin membuat kartu kredit, ada beberapa dampak yang bisa kalian rasakan perbedaan ketika tidak menggunakan kartu kredit.
1. TIDAK BISA MENDAPATKAN BANYAK DISKON
Kartu kredit kerap kali memberikan penawaran menarik berupa diskon ataupun promo saat kalian sedang membeli sesuatu, walaupun tanpa kartu kredit pun kalian masih bisa mendapatkan penawaran tersebut. Namun, ada beberapa diskon bersyarat yang hanya berlaku jika kalian menggunakan kartu kredit, dan kalian tidak bisa menikmati kesempatan tersebut jika kalian tidak memiliki kartu kredit. saying sekali, bukan? Padahal kalian bisa membayar dengan harga yang jauh lebih murah sehingga kalian bisa menghemat pengeluaran.
2. KEHILANGAN KESEMPATAN MENIKMATI CICILAN 0%
Jika kalian tidak memiliki kartu kredit, kalian tidak akan bisa menikmati fasilitas cicilan 0% yang sering ditawarkan oleh bank. Padahal fasilitas ini bisa memberikan keuntungan—kalian bisa membeli barang apapun tanpa harus membayar biaya bunga per bulannya dan jika diakumulasikan, jumlah cicilan yang kalian bayar selama jangka waktu yang kalian pilih sama dengan harga barang yang dibeli sebelumnya. Cicilan 0% bisa dinikmati dalam jangka waktu tertentu, bahkan sampai 12 bulan setelah transaksi dilakukan.
3. TIDAK BISA KLAIM BONUS ‘POINT REWARD’
Setiap kalian bertransaksi menggunakan kartu kredit, kalian bisa mendapatkan poin reward yang jika dikumpulkan bisa ditukar dengan reward yang disediakan oleh pihak bank. Rewardnya pun beragam, mulai dari promo, cashback belanja, liburan gratis, dan sebagainya. Reward yang diberikan pun selalu menarik dan tidak mengecewakan. Kalian tidak menikmati keuntungan ini jika kalian tidak memiliki kartu kredit.
4. SUSAH TRANSAKSI ONLINE DI SITUS LUAR NEGERI
Di zaman serba canggih seperti sekarang, kalian enggak perlu lagi ke luar negeri untuk membeli barang tertentu yang tidak ada Indonesia. Kalian bisa membelinya di beberapa situs online. Namun yang disayangkan adalah kebanyakan situs online berbasis internasional umumnya meminta customer untuk melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit. tanpa kartu kredit, kalian tidak membeli barang tersebut walaupun kalian mampu membayarnya secara tunai.
5. WAJIB SABAR KALAU INGIN SESUATU
Ada barang incaran yang ingin kalian beli? Kalian harus sabar dulu dan mulai menabung untuk beli barang tersebut. Setelah uangnya terkumpul, barulah kalian bisa beli, itupun kalau barangnya masih tersedia dan bukan barang limited edition. Biasanya kondisi ini bisa dirasakan kalau kalian tidak memiliki kartu kredit.
Kalian akan melewatkan banyak penawaran menarik jika kalian tidak memiliki kartu kredit. jika kalian tertarik, kalian bisa langsung apply kartu kredit demi bisa menggunakan keuntungan yang ditawarkan secara maksimal. Tapi harus diingat! Gunakan kartu kredit dengan bijak jika kalian sudah memilikinya, sehingga kondisi finansial tetap stabil dan terarah.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa pengalaman yang pernah kalian rasakan saat tidak memiliki kartu kredit sebelumnya?
CARA AMAN BERBELANJA AMAN DENGAN TRANSAKSI KARTU KREDIT ONLINE
Menggunakan kartu kredit online memang sangat memudahkan dalam bertransaksi, namun bukan berarti dapat menjamin keamanan data pribadi ataupun resiko pencurian dunia maya. Perlu diingat bahwa penjahat punya beragam cara untuk melancarkan aksinya, termasuk di dunia maya.
Namun ada beberapa solusi sederhana untuk menlindungi diri sendiri dan menjaga supaya kartu kredit online Anda tidak dicuri:
1. BUAT KATA SANDI UNIK
Kata sandi kartu kredit online harus unik dan kompleks untuk mencegah peretas mengakses banyak akun menggunakan informasi login yang sama. Kata sandi yang efektif umumnya adalah panjang, terdiri dari huruf besar dan kecil, memiliki angka, dan menggunakan simbol. Bisa menggunakan frasa atau seluruh kalimat untuk membuat kata sandi unik dan tidak mudah diingat orang lain. Tapi tetap gunakan frasa yang mudah diingat agar tidak mudah lupa dan pastikan muatan kata sandi tidak mengandung detail informasi pribadi.
2. PASTIKAN WEBSITE AMAN DAN TERPERCAYA
Lakukan riset dan pastikan website tersebut terpercaya. Saat berbelanja dengan kartu kredit secara online, pastikan koneksi ke situs web tersebut aman dan kunjungi situs tersebut dengan hati-hati karena sekarang ini banyak modus link phishing. Selalu ketik URL di browser internet untuk mengunjungi situs web yang sebenarnya. Baca juga ulasan aplikasi atau situs web tersebut sebelum melakukan pembelian menggunakan kartu kredit online.
3. AWASI KEAMANAN PERANGKAT ELEKTRONIK
Selalu rutin mengecek keamanan perangkat elektronik. Pastikan untuk rutin memeriksa pengaturan keaman perangkat elektronik karena peretas sering memanfaatkan minimnya keamanan pada sistem pengaman untuk mencuri informasi.
4. HINDARI BERBELANJA DI WI-FI PUBLIK
Dalam bertransaksi membeli sesuatu, usahakan tidak melakukannya di wi-fi publik karena penjahat masa kini semakin pintar dalam mencari kesempatan. Penjahat cyber bisa menyadap dan mencuri data yang ditransfer melalui tautan phishing, selain itu, wi-fi publik rentan menjadi penyebab data pribadi bocor sehingga peretas bisa mengakses informasi keuangan, kredesial, hingga kata sandi. Bertransaksilah di jaringan terpercaya demi keamanan transaksi kartu kredit online.
5. SIMPAN BUKTI TRANSAKSI
Ketika bertransaksi menggunakan kartu kredit online, jangan lupa untuk menyimpan buktinya karena bukti tersebut bisa digunakan sebagai acuan kecocokan nominal saldo. Selain itu, menyimpai bukti transaksi secara rahasia dan aman bisa meminimalisir terjadinya pencurian data.
Itulah beberapa tips aman bertransaksi dengan kartu kredit online. Meskipun terlihat sederhana, tips ini bisa menjaga kalian dari resiko kejahatann cyber dan kebocoran data privasi.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa kalian setuju dengan penjelasan di atas?
INGIN MENON-AKTIFKAN KARTU KREDIT DENGAN AMAN? SIMAK 3 CARA BERIKUT INI!
Beberapa pengguna kartu kredit memutuskan untuk menon-aktifkan kartu kredit mereka karena beberapa alasan. Di antaranya adalah ada yang ingin mengurangi utang, ada yang ingin ‘berpuasa’ dari hal-hal bersifat konsumtif, atau pun karena ingin mengganti kartu kredit baru.
Seperti yang kalian ketahui, kartu kredit kerap kali memberikan promo dan beberapa penawaran menarik lainnya. Namun jika penggunaannya tidak terkontrol, kondisi keuangan kalian bisa menjadi taruhannya. Jika kalian memutuskan untuk menon-aktifkan kartu kredit kalian karena alasan tertentu, 4 cara ini bisa kalian lakukan dan dijamin aman. Apa saja sih?
1. MENGHABISKAN REWARD
Kalau kalian pengguna kartu kredit dan berencana untuk menutup kartu kredit dalam waktu dekat, coba cek dulu berapa sisa reward yang ada di kartu kredit kalian. Sisa reward ini bisa kalian manfaatkan dan bisa memberikan keuntungan. Kalian bisa mendapatkan barang gratis, dan jika reward-nya berupa poin, kalian bisa menukarkannya dengan merchandise yang disediakan oleh bank. Namun reward ini bisa digunakan jika kartu kredit kalian masih aktif. Jika kalian sudah menutupnya, otomatis semua sisa poin atau reward yang ada di dalamnya otomatis hangus.
2. MELUNASI SEMUA TAGIHAN
Sebelum kalian menonaktifkan kartu kredit, pasti kalian sudah melunasi semua tagihan yang ada. Kalian tidak bisa menutup kartu kredit kalian jika masih ada tagihan tersisa yang belum dibayar atau pun tidak membayar biaya tahunan atau beban bunga yang diberikan. Jika tagihan ini tidak dibayarkan, kalian tidak bisa menutup kartu kredit. jadi pastikan semua tagihan sudah lunas jika ada keinginan ingin menonaktifkan kartu kredit.
3. MINTA BUKTI TERTULIS PENUTUPAN KARTU KREDIT
Untuk poin terakhir ini penting sekali—pastikan kalian mendapatkan bukti tertulis setelah kalian melunasi semua kewajiban dari bank terkait. Dokumen tertulis ini wajib diamankan sebagai bukti bahwa kartu kredit kalian sudah ditutup dan sekaligus menjadi penyelamat jika seandainya kalian masih dapat tagihan kartu kredit, padahal sudah ditutup.
Jadi jika kalian berkeinginan untuk menon-aktifkan kartu kredit karena alasan tertentu, kalian bisa menggunakan 4 cara di atas dan dijamin aman karena dilakukan sesuai dengan prosedur. Jadi, kalian bisa hidup tenang karena tidak perlu lagi membayar tagihan atau pun hal-hal lainnya yang bersangkutan dengan kartu kredit.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian punya pengalaman menarik ketika melakukan proses menon-aktifkan kartu kredit kalian?
5 KEBIASAAN INI YANG BIKIN KAMU SUSAH KAYA!
Sebuah laporan mencatatkan bahwa di Indonesia hanya ada 9 persen penduduknya yang sadar tentang pentingnya dana darurat setelah mereka pensiun atau tidak bekerja, sisanya mengalami kekurangan literasi dalam mengelola keuangannya. Fenomena ini bisa terjadi akibat masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya mengatur pendapatan dan pengeluaran ketika mereka masih bekerja dan mayoritas lebih mementingkan dan mengandalkan active income saja.
Akibat terlalu bergantung dengan active income, mereka acapkali berada dalam kondisi pemasukan yang kurang baik namun pengeluaran malah meningkat setiap harinya, alhasil keuangan memburuk diakibatkan oleh ketidaktersediaan dana darurat. Karena tidak adanya dana darurat, mereka akhirnya nekad untuk berutang untuk memenuhi keperluan yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Ada juga beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kondisi keuangan seseorang yang menghambatnya untuk berkembang, dan faktor ini sangat berkaitan dan dipengaruhi oleh sifat manusia itu sendiri, sehingga dibutuhkan kesadaran penuh untuk mencegah kebiasaan buruk tersebut semakin parah. Jadi supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ada beberapa kebiasaan yang harus dihilangkan yang bisa menghambat faktor kekayaan kalian. Apa saja itu?
1. BAD HABIT
Kebiasaan buruk yang terus ‘dipelihara’ dan diremehkan bisa mengganggu perekonomian kalian. Uang yang sudah kalian kumpulkan dari hasil memeras keringat bisa sirna dalam sekejap mata kalau digunakan untuk hal yang tidak penting seperti membeli rokok, vape, atau minum minuman beralkohol yang tidak hanya merusak tubuh, tapi juga merusak isi dompet jika dilakukan dalam jangka panjang. Jadi kalau ingin kondisi keuangan kalian stabil, hindarilah kebiasaan tersebut.
2. SPENDING MONEY
Sering mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting bisa menjadi penghambat perkembangan keuangan kalian. Semisal kalian rela menghamburkan uang untuk beli barang-barang branded hanya untuk gengsi tidak akan membuat kalian senang. Malah kalian akan menyesal karena uang kalian sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Bahkan memaksakan diri untuk kredit mobil juga bisa menjerat kalian dengan biaya lain nantinya. Jadi dipikir baik-baik dulu kalau penghasilan kalian masih pas-pasan, jangan ngikutin gengsinya aja.
3. LEBIH BESAR PENGELUARAN DARIPADA PENGHASILAN
Kalau pengeluaran lebih besar daripada penghasilan, harusnya sudah tahu dong gaya hidupnya seperti apa—hutang! Hutang, kredit, atau PayLater bisa membuat kalian kalap untuk belanja ini-itu yang aslinya cuma ingin beli saja. Hal ini bisa terjadi karena kalian terlena dengan kemudahan untuk mendapatkan sesuatu dengan instan tanpa peduli resiko yang menghantuinya nanti—cicilan segunung dan bunga makin gede karena sering telat bayar. Kalau mau cepat kaya, ya lunasin dulu semua hutangnya!
4. CUMA SATU PENGHASILAN YANG YANG JADI ANDALAN
Jangan jadi ‘bonek’ alias bondho nekad kalau penghasilan cuma dari satu sumber saja, apalagi jumlahnya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini bisa memembuat kondisi keuangan kalian jadi makin terperosok dan kalian jadi terus-terusan berhutang. Kalian juga tidak ingin gali lubang tutup lubang buat melunasi hutang, kan? Jadi jauhi ya!
INI DIA 5 REKOMENDASI PEMBELANJAAN BUAT KAMU YANG LEBIH SUKA PAKAI KARTU KREDIT KETIMBANG CASH
Walaupun kita sudah memasuki tahun 2023, namun masih banyak orang yang masih anti terhadap kartu kredit dengan alasan ribet bayar tagihan dan lebih memilih menggunakan cash dalam bertransaksi. Padahal jika kalian menggunakan kartu kredit dengan cara bijak dan cerdas serta memandang kartu kredit ssebagai media pembayaran, bukan media berhutang. Bahkan bertransaksi dengankartu kredit mendatangkan cuan yang lebih banyak ketimbang menggunakan cash,lho!
Kali ini ada 5 rekomendasi pembelanjaan yang bisa membuat kalian menghasilkan cuan dengan menggunakan kartu kredit ketimbang cash. Kok bisa gitu? Karena ada beberapa pembelanjaan yang nominal antara bayar dengan cash dan bayar dengan kartu kredit tidak terlalu jauh perbedaannya, serta tidak ada biaya tambahan lainnya. Kira-kira apa saja ya?
1. SUPERMARKET
Kalian pasti sering melakukan belanja bulanan untuk kebutuhan sehari-hari di supermarket. Ketimbang membayar belanjaan menggunakan cash, kalian bisa menggunakan kartu kredit untuk mendapatkan lebih banyak cuan karena biasanya supermarket akan memberikan promo menarik jika kalian membayar menggunakan kartu kredit. misalnya kalian belanja TransMart, kalian bisa mendapatkan diskon sebesar 10% jika kalian membayar menggunakan kartu kredit. jadi semisal kalian belanja habis 1 juta, kalau kalian menggunakan kartu kredit kalian hanya perlu membayar 900 ribu saja.
2. SPBU
Siapa di sini yang baru tahu kalau kalian bisa menggunakan kartu kredit ketika mau isi bensin? Ternyata menggunakan kartu kredit untuk pembayaran isi bensin selama tidak ada biaya tambahan dan selisihnya dengan membayar dengan uang cash jika tidak terlalu besar.
3. BELANJA ONLINE
Buat kalian yang suka checkout di e-commerce, kalian bisa melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit ketimbang cash. Tapi kartu kredit di sini sebagai media pembayaran, ya! Jika harga barang yang kalian beli tidak jauh berbeda antara membayar dengan kartu kredit dan membayar secara cash, lebih baik kalian menggunakan kartu kredit saja, karena biasanya e-commerce suka memberikan diskon dan cashback yang menarik jika melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.
4. WISATA KULINER
Buat kalian yang hobi kulineran di manapun, kartu kredit bisa menjadi pilihan terbaik untuk transaksi pembayaran, karena biasanya ada beberapa restoran ato café yang memberikan promo menarik jika kalian membayar menggunakan kartu kredit.
5. JALAN-JALAN
Last but not least, kalian yang suka banget jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri bisa pakai kartu kredit ketimbang cash kalau kalian mau pesan tiket transportasi atau cari penginapan, apalagi kalau kalian melakukan pembelian atau pemesanan melalui aplikasi. Kalian bisa dapat cuan dobel!
Itu tadi 5 rekomendasi pembelanjaan yang buat auto-cuan karena penawaran yang lebih beragam ketimbang menggunakan cash. Tapi harus diingat lagi, kartu kredit di sini dipakai untuk alat pembayaran, bukan untuk berhutang!. Jadi gunakan kartu kredit kalian secara cerdas dan bijak supaya kalian mendapatkan cuan yang makin berlimpah!
Jadi bagaimana menurut kalian? Kira-kira pembelanjaan apalagi yang auto mendatangkan cuan kalau bayar pake kartu kredit ketimbang cash?
PAJAK ORANG KAYA NAIK, KARYAWAN BERGAJI MEPET UMR BISA BERNAFAS LEGA
Menteri Keuangan Sri Mulyani mulai membuat aturan kenaikan tarif pajak untuk orang kaya. Untuk yang berpenghasilan lebih dari Rp 5 milyar per tahun akan dikenakan tarif sebesar 35% dari yang awalnya 30% untuk penghasilan Rp 300 juta per tahun. Ini sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang kemudian diperjelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang PPh.
Di akun resmi Instagramnya, Sri Mulyani mengunggah postingan bahwa ada banyak netizen yang berkomentar bahwa harusnya yang kaya dan para pejabat yang bayar pajak dan beliau menyetujui hal tersebut. Mereka yang kaya dan para pejabat yang bergaji Rp 5 milyar/tahun akan kena pajak dari yang sebelumnya 30% menjadi 35%.
Beliau juga menambahkan bahwa orang kayak yang berpenghasilan di atas Rp 5 milyar/tahunnya bisa membayar pajak sebesar Rp 1,75 milyar/tahun atau Rp 145,83 juta/bulan. Sedangkan untuk orang-orang yang berpenghasilan kecil dan lemah dibebaskan dari pajak, bahkan akan dibantu dengan bansos, subsidi, tunjangan kesehatan, beasiswa pendidikan, dan sebagainya. Sedangkan untuk mereka yang secara ekonomi kuat dan mampu wajib bayar pajak.
Sri Mulyani juga mengatakan bahwa karyawan bergaji Rp 5 juta/bulan dan belum memiliki tanggungan, mereka harus membayar pajak sebesar Rp 300.000/tahun atau Rp 25.000/ bulan (0,5% dari penghasilan), bahkan karyawan dengan penghasilan R 5 juta bisa bebas pajak jika sudah berkeluarga dan memiliki 1 anak, dan aturan pajak ini tidak berubah.
Untuk masyarakat yang penghasilannya sekitar Rp4,5 juta/bulan pun juga tidak perlu membayar pajak sama sekali dengan mekanisme PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Sri Mulyani juga menambahkan bahwa jika usaha kecil yang punya omzet penjualan di bawah Rp 500 juta/tahun, lewat UU HHP mereka akan dibebaskan dari pajak, namun perusahaan besar yang mendapat keuntungan membayar pajak sebesar 22%.
Jado kebijakan baru kenaikan pajak untuk orang kaya dan para pejabat ini tidak dimaksudkan untuk memberatkan, namun untuk mewujudkan keadilan bagi semua kalangan dari berbagai lapisan. Nantinya hasil dari pajak ini akan kembali ke masing-masing individu.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kebijakan ini adil atau malah makin memberatkan pihak yang bersangkutan?
OJK DAPAT 14.764 ADUAN SEPANJANG 2022, SEKTOR PERBANKAN PALING BERMASALAH
Di sepanjang tahun 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 14.764 aduan yang terbagi ke dalam sektor perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), dan pasar modal. Tercatat bahwa yang paling banyak diadukan ke OJK adalah sektor perbankan.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa per 30 Desember 2022, OJK menerima layanan sebanyak 315.783, termasuk di antaranya 14.764 aduan, 92 aduan terindikasi pelanggaran, dan 3.018 sengketa yang masuk ke lembaga alternatif penyelesaian sengketa sektor jasa keuangan (LAPS SJK).
Dari pengaduan tersebut, 7.419 merupakan pengaduan di sektor perbankan, 7.252 dari sektor IKNB, dan 93 merupakan layanan sektor pasar modal. OJK juga telah menindaklanjuti 14.764 pengaduan yang sudah diterima. Dijelaskan bahwa 13.332 pengaduan sudah diselesaikan.
Sepanjang Januari hingga September 2022, OJK juga telah memantau 17.960 iklan sektor jasa keuangan dan telah ditemukan sebanyak 426 iklan yang melanggar kententuan. Dalam kaitan ini, OJK telah mengeluarkan surat pembinaan dan perintah pemberhentian pencantuman materi iklan kepada pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) yang materi iklannya belum sesuai dengan ketentuan.
Di sisi lain, Mirza Adityaswara selaku Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan 217 tindak pengawasan dalam bentuk pemeriksaan teknis dan pemeriksaan kepatuhan kepada seluruh pelaku industri pasar modal. Beliau memberikan rincian bahwa OJK sudah menyelesaikan 29 kasus penanganan pengaduan investor dari 46 kasus yang diterima, menyelesaikan 54 pemeriksaan dari 162 kasus pengelolaan investasi, transaksi dan perdagangan saham, lembaga efe, emiten dan perusahaan publik, serta lembaga dan profesi penunjang pasar modal.
OJK juga telah menerbitka 19 perintah tertulis untuk melakukan tindakan tertentu sebagai bentuk upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Pada tanggal 28 Desember 2022, OJK juga telah menerbitkan 1.057 surat sanksi yang terdiri dari 1 sanksi STTD profesi, 3 sanksi pencabutan izin, 13 sanksi pembekuan izin, 89 sanksi peringatan tertulis, dan 951 sanksi administratif berupa denda yang berjumlah Rp 151,09 milyar. Mirza juga menambahkan bahwa dalam rangka melaksanakan fungsi penyidikan tindak pidana di sektor jasa keuangan, OJK telah menyelesaikan 20 perkara yang terdiri dari 18 perkara perbankan dan 2 perkara IKNB sepanjang tahun 2022.
Jadi bagaimana menurut kalian tentangn penjelasan di atas?
- « Previous
- 1
- 2
- 3
- Next »













