GENERASI MILENIAL MENDING PAKAI KARTU KREDIT ATAU PAYLATER YA?

GENERASI MILENIAL MENDING PAKAI KARTU KREDIT ATAU PAYLATER YA?

Kalian yang generasi milenial pasti tidak asing sama kartu kredit sama paylater. Ada yang suka pakai kredit, ada juga yang lebih memilih paylater karena beberapa kemudahan yang diberikan yang tidak ada di kartu kredit pada umumnya. Lalu apa sih perbedaan kartu kredit dan paylater dan lebih bagus mana jika penggunanya adalah generasi milenial?
Bisa dibilang, kartu kredit dan paylater punya fungsi yang sama, yaitu untuk sebagai alat transaksi dan alat untuk berhutang. Yang membedakan hanya siapa penerbitnya—kartu kredit diterbitkan oleh bank sedangkan paylater diterbitkan oleh e-commerce.
Yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan paylater atau kartu kredit, ada beberapa hal yang diperhatikan jika generasi milenial ingin menggunakannya, yaitu:
1. Berapa tingkat bunganya?
2. Bagaimana tata cara penagihannya?
3. E-commercenya legal atau tidak?
Namun, semua ini tergantung dari masing-masing individu, terutama kondisi keuangannya. Kira-kira kalian ada uang atau tidak ketika menggunakan kartu kredit maupun paylater.
Teruntuk generasi milenial yang baru saja bekerja, mereka lebih suka menggunakan paylater dikarenakan lebih mudah dalam pengajuannya, cukup dengan mengisi data diri dan foto KTP. Kalian langsung mendapatkan limit paylater. Sedangkan kartu kredit sendiri proses pengajuannya cukup kompleks, butuh slip gaji, prosesnya panjang, dan walaupun sudah memenuhi persyaratan pun belum tentu bisa diterima oleh pihak bank.
Jika kalian berkeinginan untuk menggunakan paylater atau pun kartu kredit, coba kalian cek dahulu bagaimana kondisi keuangan kalian sebelum membeli barang. Buat skala prioritas terdiri dari wajib—butuh—ingin dan jika sudah dibuat daftar tapi uang masih belum cukup, coba tanya diri sendiri soal value kalian. Kalian juga bisa mengontrol berapa dana yang bisa digunakan di paylater atau pun kartu kredit dan sesuaikan dengan kondisi keuangan kalian.
Lalu bagaimana cara mengontrol kondisi keuangan kalian? Kalian bisa bertanya ke diri kalian sendiri: ‘capek gak cari uang?’ kerja pagi-siang-malam, mengahadapi atasan, kejar deadline biar bisa mendapat gaji bulanan. Terus dipikirkan baik kira-kira barang yang dibeli ini worth it atau tidak dengan gaji kalian yang sudah kalian dapatkan dengan susah payah. Bandingkan harga barang yang ingin kalian beli dengan gaji kalian per bulannya.
Bahkan sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga detik ini, tingkat masyarakat yang terjerat pinjol baik legal maupun ilegal di Indonesia semakin meningkat. Ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Sadar jika cari uang itu susah dan capek
2. Membuat list daftar utang, jumlah utang, sisa cicilan
3. Atur kondisi keuangan seperti jumlah pendapatan, jumlah pengeluaran, berapa uang yang bisa disisihkan untuk melunasi utang.
4. Jika tidak ada dana darurat, cek kondisi aset yang bisa dijual untuk melunasi utang
5. Jika memang sama sekali tidak uang atau aset yang bisa dijual, jika legal kalian bisa datang kantor yang bersangkutan untuk meminta keringanan pembayaran. Namun jika ilegal, bisa dicoba dengan cara tidak dibayar atau lapor ke satgas waspada investigasi jika prosedur penagihannya sudah mulai aneh-aneh.
Kalian harus ingat: uang yang ada di kartu kredit bukanlah milik pribadi. Kalian harus tetap menyiapkan uang juga untuk membayar tagihan kartu kredit atau pinjaman tersebut.
Jadi bagaimana menurut kalian? Kalian lebih suka pakai paylater atau kartu kredit?

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds