Penggunaan aplikasi mobile banking sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat karena tidak perlu membawa kartu kredit ketika bertransaksi, sehingga lebih praktis. Tidak hanya itu saja, ada beberapa aplikasi baru yang ditawarkan oleh aplikasi mobile banking, salah satunya adalah sistem pembayaran QRIS dengan memotong dana dari limit kartu kredit.
Bak dua mata pisau, menghubungkan kartu kredit ke aplikasi mobile banking di ponsel memiliki plus dan minus. Sisi plusnya adalah pengguna bisa melihat update terbaru sisa limit kartu kredit yang tersisa dan juga tersedia fasilitas cicilan.
Namun minusnya adalah ketika kartu kredit kalian suatu hari mengalami kemacetan atau gagal bayar, pihak bank penerbit punya hak kuasa untuk menyedot semua data dan informasi milik nasabah. Bahkan debt collector bank bisa bertindak seperti debt collector pinjol. Saat melakukan penagihan pun bank akan menagih orang-orang yang berada di luar jangkauan pengguna.
Bahkan kadang ada kasus di mana kartu kredit sang ayah yang bermasalah, tapi bank bisa menghubungi rekan kerja dari si anak. Bahkan ada juga kasus payroll si anak dibekukan karena kartu kredit sang ayah bermasalah. Padahal yang bermasalah si ayah, tapi bisa berpengaruh ke orang lain yang bahkan tidak ada sangkut pautnya.
Jadi walaupun mempermudah kalian dalam bertransaksi, namun kalian harus berhati-hati ketika menghubungkan kartu kredit kalian ke aplikasi mobile banking di ponsel kalian. Jika sudah terlanjur terkoneksi, maka kalian harus paham resiko yang harus kalian tanggung jika terjadi sesuatu yang buruk.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah menghubungkan kartu kredit ke aplikasi mobile banking membawa untung atau malah membawa petaka?




