Di zaman modern seperti sekarang, pilihan yang bisa dilakukan untuk pengusaha mempermudah proses bisnisnya sudah semakin beragam, semisal ada sejumlah metode yang bisa dipilih dalam membayar berbagai macam kebutuhan bisnis, dan kartu kredit bisa menjadi salah satu opsi yang masih terbilang populer di kalangan pengusaha.
Mengapa demikian? Karena kartu kredit menawarkan akses pinjaman bergulir yang memudahkan pengusaha dengan limit yang telah disesuaikan. Hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal pembiayaan namun mengalami kesulitan pinjaman dari perbankan karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi.
Di Amerika, penggunaan kartu kredit terbagi menjadi 2 kategori—kartu kredit korporasi dan bisnis. Kedua jenis kartu kredit ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Namun di Indonesia sendiri, sebagian perbankan memasukkan keduanya ke dalam satu kategori, yaitu kartu kredit korporasi.
Lalu sebenarnya apa sih yang membedakan kartu kredit korporat dan kartu kredit bisnis ini?
1. Kartu kredit korporat : pemasukan perusahaan relatif besar, jumlah karyawan yang bisa memiliki lebih banyak, namun harus menjalani pengecekan histori kredit.
Kartu kredit bisnis: difungsikan untuk membayar berbagai kebutuhan bisnis seperti tagihan utilitas sampai perjalanan bisnis, yang bisa memiliki hanya pemilik bisnis atau karyawan yang mendapatkan wewenang khusus dari si pemilik bisnis.
2. Kartu kredit koporat: proses pengajuannya lebih rumit, ada jumlah minimum tagihan per bulan yang dipertanggungjawabkan, iuran tahunan lebih tinggi, keuntungannya jauh lebih tinggi dan keuntungan administratif lebih banyak. Seperti notifikasi transaksi ¬real-time hingga laporan pengeluaran secara otomatis.
Kartu kredit bisnis: cara kerjanya mirip dengan kartu kredit personal, limit jauh lebih besar dan rewards yang diberikan jauh lebih menarik, UKM hingga perusahaan multinasional bisa mengakses.
3. Tagihan kartu kredit bisnis menjadi tanggungjawab pemilik bisnis atau usaha. Karyawan diberi kewenangan tidak perlu menjadi pengecekan histori kredit karena hanya pengguna.
Untuk pelaku bisnis atau usaha, memiliki kartu kredit untuk berbisnis sangat membantu dalam pengelolaan keuangan berkat fitur yang beragam dan menguntungkan—mulai dari pembayaran utilitas kantorm tagihan invoice, hingga gaji pegawai bisa dilakukan. Sebelum membuat keputusan, akan lebih baik jika mempelajari dan memahami fiturnya dari awal, baru setelah itu pilih kartu yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Jadi bagaimana menurut kalian? Apa kalian tertarik memiliki kartu kredit bisnis dan korporat ini untuk bisnis atau usaha kalian nantinya?






