3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Membuka Cabang Bisnis

3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Membuka Cabang Bisnis

“Pak, lebih baik gedein usaha sewa sepeda saya dulu atau buka cabang lagi di tempat lain?”. One day, ada akun yang mengirim DM ke saya, bunyinya mirip-mirip ini. Intinya dia mau buka cabang bisnis. Sebenarnya yang tanya perkara buka cabang ini nggak satu orang ini saja. Banyak yang tanya seperti ini. Rata-rata dari mereka penasaran juga dengan bisnis modal kartu kredit yang saya geluti. Mulai dari bisnis pakan burung, cafe, warung makan, dan lain-lain.

Memang, keinginan memiliki beberapa cabang bisnis itu lumrah. Setiap pengusaha pasti ingin punya cabang. Namun, perlu berbagai pertimbangan ketika melakukannya. Singkatnya, buka cabang bukan perkara gampang. Perhatikan dulu 5 hal berikut:

  1. Pastikan bisnis utama sudah stabil
    Banyak sekali pebisnis pemula yang terlalu tergesa-gesa. Bisnis utamanya masih belum stabil, eh, buka lagi bisnis baru di tempat lain. Bisnis utama istilahnya masih jalan 1-2 bulan, eh, gas lagi buka cabang baru. Padahal, waktu 1-2 bulan saja belumlah cukup jadi parameter apakah suatu bisnis akan berhasil.

    Misal anda buka warung makan, 1 bulan operasi awal itu adalah waktu untuk mengenalkan warung anda ke customer di sekitar lokasi. Baru, nanti seiring waktu berjalan, warung anda semakin kuat brandingnya, omset sudah stabil, maka silahkan anda buka cabang baru.

  2. Pikirkan behaviour pelanggan di sekitar lokasi
    Sebab utama Seven Eleven (711) gagal bersaing di Indonesia adalah kurang riset. Nah, Kita harus belajar dari hal ini. Memang, di negara seperti Amerika Serikat maupun Jepang, Seven Eleven ini laris manis. Namun, apa anda tahu apa penyebab Seven Eleven ramai di sana?

    Seven Eleven laris di Jepang dan Amerika Serikat karena penjualan Bir. Masyarakat Amerika dan Jepang punya budaya nongkrong sambil minum bir saat penat.

    Ketika gerainya buka di Indonesia, memang pada awalnya lumayan ramai. Tapi, ketika ada peraturan larangan jualan bir di Convenience Store disahkan, seketika 711 langsung sepi. Di Amerika dan Jepang mana ada larangan jualan bir di Convenience Store?.
    Penyebab lainnya 711 gagal di Indonesia karena behaviour orang kita yang lebih suka beli camilan sambil nongkrong main wifi berjam-jam. Kita juga tidak terbiasa memberi uang tips. Artinya, pendapatan 711 sedikit, namun costnya di lahan strategis mahal.

    Itulah kenapa penting untuk mempelajari behaviour calon customer sesuai lokasi sebelum buka cabang. Salah riset, gagal yang didapat!

  3. Pilih Manager yang Tepat
    Ketika membuka cabang baru, ada baiknya jangan anda yang mengoperasikan semuanya sendirian. Memberikan mandat ke orang lain bisa jadi pilihan tepat, dengan catatan manager di cabang baru haruslah kompeten. Bisa jadi anda mengambil karyawan di bisnis utama dan tempatkan di cabang baru.
Modal Nikah Pakai Limit Kartu Kredit? Solusi Cerdas Atau Bodoh?

Modal Nikah Pakai Limit Kartu Kredit? Solusi Cerdas Atau Bodoh?

Mau nikah, eh tapi modalnya kurang. Kalau nggak cepet, kemungkinan si cewek bisa diembat. Bagaimana kalau menggunakan limit kartu kredit untuk menikah? Wah, Pernah ngalamin seperti ini? Well, Jujur ini adalah case yang sangat menarik. Anyway, sebenarnya modal nikah itu kan tergantung bagaimana kedua mempelai menyelenggarakan pernikahan. Kalau mau dibuat murah, ya bisa murah. Kalau pengennya nikah yang mewah, jelas biayanya banyak, dong.

  1. Perhitungkan Dahulu Matang-Matang
    Sebelum memutuskan menikah dengan modal kartu kredit, yakinkan diri anda dahulu: siap nggak bayar dengan ketentuan sekian perbulan dalam kurun waktu sekian? Makannya, hitung dulu sebelumnya. Pastikan anda bisa membayarnya dalam kurun waktu sekian.
    Kalau gaji dari pekerjaan atau bisnis anda rasanya sudah bisa untuk mengcover kebutuhan anda dan utang anda tersebut, silahkan gunakan. Namun, bila gaji atau penghasilan anda untuk makan saja susah, megap-megap juga buat bayar tagihan kartu kredit, mending jangan. Sebaiknya anda kumpulin dulu uang, tahan diri dan kemudian baru selenggarakan pernikahan.
  2. Pertimbangkan Kehidupan Setelah Menikah
    Sebelum memutuskan memakai limit kartu kredit, pertimbangkan juga kondisi kehidupan setelah menikah. Nantinya, pasti anda itu pasti butuh perabotan, butuh kursi, meja dan lain sebagainya. Anda juga tentunya butuh beli rumah untuk tempat tidur, kan? Nah, perhitungan semacam inilah yang harus anda pahami agar akhirnya nanti anda dan istri anda nggak sengsara.
  3. Manfaatkan Paket yang Ditawarkan Oleh Bank
    Beberapa bank penerbit kartu kredit itu ada yang menawarkan paket gratis bulan madu dan lainnya. Nah, anda bisa jeli memanfaatkan promo ini. Tentunya, sebelumnya perhatikan juga “term and conditions” yang berlaku dari kartu kredit tersebut. Tanyakan bank penerbit mengenai promo yang sedang berlangsung.
    Biasanya promo yang diadakan bank itu tidak selalu sama setiap tahunnya, loh. Nah, untuk anda yang punya kartu kredit sudah lama dan punya poin miles yang lumayan, bisa manfaatkan promo gratis tersebut.
  4. Jangan Gunakan Seluruh Limit Kartu Kredit Anda Untuk Modal Nikah
    Kalau memang terpaksa tidak ada jalan lain selain menggunakan limit CC untuk menambal biaya nikah, maka tak mengapa. Namun, pastikan anda punya batas limit pemakaian bagi diri anda sendiri. Jadi, tidak semua biaya nikah mengandalkan CC. Selain itu, jangan gunakan seluruh limit kartu kredit anda untuk modal nikah.
Kenapa Perlu Punya Kartu Kredit? Sepenting Itukah?

Kenapa Perlu Punya Kartu Kredit? Sepenting Itukah?

Ada yang DM saya di akun instagram @royshakti:

“Pak, punya kartu kredit itu sebenarnya penting nggak? Kan sudah ada Pinjaman Online dan KTA. Terus bedanya apa, kan sama-sama utang pak?”

Begitu isi DM yang saya terima hari ini. Wah, dari situ saya sadar ternyata followers instagram saya isinya nggak cuma mereka yang sudah menggunakan kartu kredit. Ternyata ada juga yang tidak tahu kartu kredit itu apa.

Sebenarnya sayang sekali kalau anda memutuskan tidak memiliki kartu kredit. Padahal, kartu kredit itu penting sekali. Sepenting itu, kah?

Ya… sepenting itu punya kartu kredit. Anda bisa mendapatkan benefit berikut ketika memilikinya.

  1. Transaksi Pembayaran Cashless
    Di musim pandemi seperti sekarang ini, pembayaran cashless rasanya membuat perasaan lebih “lega” daripada sebelumnya. Dengan menggunakan kartu kredit, anda akan merasa lebih tenang.
  2. Lebih Aman
    Kartu kredit jelas lebih aman daripada uang tunai. Kalau anda bawa segepok uang di dompet, resiko kehilangannya jauh lebih besar. Sementara kalau anda kartu kredit, bakalan jauh lebih aman. Amit-amit kalau uang anda hilang, anda mau mencari ke siapa? Mau menuduh orang pun tentu juga sangat riskan. Kalau kartu kredit anda hilang? tinggal datangi saja bank penerbit kartu kredit anda. Nantinya, pihak bank akan membantu memblokir segera kartu anda. gampang, kan?

  3. Dana Cadangan
    Hidup ini penuh ketidakpastian. Anda bisa merencanakan batasan pengeluaran sekian-sekian, namun nyatanya terkadang ada saja pengeluaran mendadak yang tidak terduga. Entah itu ada saudara yang sakit, biaya sekolah anak, dan lain-lain.
    ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
    Kalau anda seorang pengusaha, biaya tak terduga anda ada pada “opportunity come” alias datangnya kesempatan. Sebagai pengusaha, pasti anda mengerti adanya momen harga suatu barang menyusut. Dari yang harganya tinggi, turun 50% lebih. Insting pengusaha anda pasti membutuhkan barang ini untuk kemudian dijual lagi. Lewat limit kartu kredit, anda bisa “grab opportunity” lebih cepat. 
  4. Banyak Diskon dan Miles
    Kartu kredit terkenal dengan kemudahannya memberikan diskon. Anda juga bisa mendapatkan miles di kartu kredit untuk kemudian ditukarkan dengan poin-poin yang benefit sekali bagi anda. Saya saja pernah kok terbang gratis dengan memanfaatkan poin miles kartu kredit.

Bagi saya yang pengusaha, kartu kredit jelas penting sebagai dana cadangan. Saya tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang ada. So, saya gunakan limit di kartu kredit sebagai dana cadangan. Bagaimana dengan anda?

Dibalik Kelebihannya, Kartu Kredit Juga Punya Kelemahan. Mari Kita Bongkar!

Dibalik Kelebihannya, Kartu Kredit Juga Punya Kelemahan. Mari Kita Bongkar!

Anda followers aktif instagram saya? Pasti notice dong kalau saya sering sekali memberikan edukasi kartu kredit berupa kelebihan-kelebihan yang ada. Kartu kredit memang bisa digunakan untuk membuka bisnis, scale up usaha, maupun jalan-jalan dengan memanfaatkan miles yang didapatkan.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Anyway, saya sangat yakin pasti di antara mereka yang melihat postingan instagram saya pernah membatin

Ini orang kenapa promosi kartu kredit terus? wah, bau-baunya jualan nih!

Haha. Maaf-maaf nih. Sebagai pengajar kartu kredit, memang sudah sewajarnya kalau saya mempromosikan kelebihan kartu kredit dan juga kelas yang saya adakan. Namun, perlu diketahui. Tidak ada paksaan sama sekali bagi anda yang tidak ingin join kelas. It is up to you!
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Namun, agar semuanya terlihat netral, saya siap dong membongkar sesuatu di luar kebiasaan saya. Saya akan bongkar kelemahan di kartu kredit! Biar apa? Ya, selain lebih netral, anda juga bisa lebih ‘Siap’ untuk berjaga-jaga. Dengan mengetahui kelemahan di kartu kredit, Simak, ya!

  1. Tidak ada rambu-rambu digesek benar atau salah
    Kartu kredit memang memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Mau dipakai buat belanja? Nggak masalah. Binomo? Tak masalah. Masalahnya, benar atau salah di kartu kredit itu berbeda dengan persepsi saya. Kalau di kartu kredit, selama digesek itu approve ya benar, kalau decline ya salah! Cuman, digesek bener itu untuk apa kan benar-benar kendali di tangan kita. Ya kalau digesek untuk modal usaha? Kalau untuk foya-foya?
  2. Makin punya banyak kartu kredit, makin susah untuk mengendalikannya
    Anda bisa punya kartu kredit di 10 atau 20 bank. Terserah anda! Namun masalahnya, makin punya banyak, makin susah untuk dikendalikan. Bayangkan, kalau anda adalah karyawan dengan gaji 4-5 juta sementara anda apply di 10 bank! Sementara anda terlanjur menganggap limit kartu kredit tersebut sebagai uang anda pribadi. Realitanya, uang tersebut adalah uang pinjaman yang suatu saat harus dikembalikan, kan? Ketika anda tidak bisa ngontrol, ini adalah kelemahan bagi anda.

Inilah kelemahan-kelemahan di kartu kredit. Mengetahuinya membuat anda jadi lebih sigap mulai dari sekarang. Nah, kalau sudah saya share begini jadi netral kan? Untuk anda yang ingin join kelas Credit Card Revolution untuk melejitkan bisnis anda, silahkan anda gabung. Ikuti instagram maupun facebook saya agar terhubung dengan update terbaru. Namun, sekali lagi tidak ada paksaan sama sekali.

Salam street smart.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds