Kenapa Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis Itu Perlu?

Kenapa Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis Itu Perlu?

Sebagai pengusaha, saya sendiri nggak bakalan nyangka kalau dunia bisnis bakalan gonjang-ganjing. Gara-gara virus kecil bernama corona, nggak cuma sisi kesehatan aja yang kena. Sisi lain seperti industri bisnis kena dampaknya.

Wah, dulunya para pengusaha selalu ngira kalau masa depan bisnis bakalan cerah! Omset bakalan naik, cabang bakalan nambah. Sayangnya, itu semua harus ditunda dulu, entah sampai kapan. Ini terjadi karena virus corona menyerang.

Kalau nggak hati-hati, semuanya bisa kebobolan. Kalau nggak punya smart management yang baik di saat krisis, semuanya bisa runtuh.

Saya sebenarnya kepikiran juga, namanya juga manusia. Namun sepertinya kadar kepikiran saya nggak sampai level stress seperti pengusaha lain. Saya udah persiapan sejak dari dulu, gimana caranya biar :

Walau jatuh tapi masih bisa naik dengan selamat.

Intinya, saat ini kita harus tetap bisa survive!

Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis itu penting banget. Dengan management yang baik, anda bakalan bisa selamat lebih cepat dari yang lain. Bisnis anda mungkin jatuh, omset boleh turun. Tapi, naik setelah jatuh adalah langkah yang baik untuk bisa scale up. Sebelumnya anda harus perhatikan 4 faktor berikut ini untuk bisa smart management di saat krisis:

  1. Mindset yang benar : Tanamkan mindset yang benar, bukan mindset yang keliru.

  2. Mentor yang Tepat : Mentor yang tepat nggak akan ngasih anda janji-janji palsu seputar kartu kredit. Mentor yang tepat pastinya ngasih anda materi yang logis yang terbaik bagi anda.

  3. Paham Aturan Main : Harus mengerti aturan mainnya, jangan asal melangkah.

  4. Komunitas yang Tepat : Dengan komunitas yang tepat, anda bakal punya kawan-kawan yang bisa share problem yang sama dengan anda. Secara psikologi, komunitas bakal menguatkan anda.

Untungnya, saya sendiri juga sudah merangkum materi seputar management kartu kredit di saat krisis ini. Saya pernah mengajarkan materi-materi kartu kredit berikut ini di kelas saya berjudul Mini Online Class Credit Card Revolution Advance”.

Isi materinya diantaranya ada:

  1. Sistem tunda bayar kartu kredit sampai 6 bulan

  2. Bayar kartu kredit hanya 0,25% bulan depan

  3. Mengotomatisasi pembayaran tagihan kartu kredit (cuma 10 menit tiap bulan untuk mengurus puluhan kartu kredit)

  4. Menaikan limit kartu kredit

aya sudah mengajar materi ini ke banyak alumni credit card revolution. Syukurnya, sudah banyak yang terbantu dengan materi ini. Saya pribadi yang menyusun materi Smart Management Kartu Kredit Di Saat Krisis ini dengan berbagai macam riset berdasar pengalaman di lapangan.

Sedikit cerita, karena banyaknya permintaan, akhirnya saya buka kembali kelas ini. Buat yang mau kepo, silahkan klik link berikut ini ya: Mini Online Class CCR Advance

Pekerjaan Ini Dilarang Macet Kartu Kredit. Kerjaan Apa?

Pekerjaan Ini Dilarang Macet Kartu Kredit. Kerjaan Apa?

Sobat street smart, gimana kabar anda? Akhir-akhir ini, kalau anda lihat konten Instagram dan Youtube saya: Roy Shakti Pakar Kartu Kredit, pasti ngerti dengan imbauan saya buat macet di kartu kredit. Kenapa saya bilang begitu?

Well, ini sifatnya imbauan. Saya bilang begini karena ini adalah sebuah opsi: anda bisa macet jika memang keadaannya tidak memungkinkan. Disisi lain, anda juga tetap bisa lancar bila mampu membayar tagihan.

Itu imbauan yang saya. Jangan salah paham dan mengira kalau saya ini menyuruh anda sekalian ‘harus macet’. Enggak!

By the way, kembali ke topik, yah. Disaat kondisi kayak gini, jangan kira semua orang bisa dengan mudah macet kartu kredit. Salah satu pekerjaan ini ternyata nggak bisa macet kartu kredit dengan mudah. Pekerjaan apa ini?

Mereka adalah karyawan bank!

Mereka-mereka ini curhat di DM saya. Mereka curcol: “Pak, saya dilema kak. Saya bingung banget. Saya kan pegawai Bank nih. Kalau sekali macet takutnya nanti dikeluarkan dari kerjaan. Gimana, ya pak?”

Ini nyata adanya. Saya nggak nyebut karyawan bank mana saja. Intinya, mereka sedang hadapi dilema. Mereka ini tetaplah manusia yang juga punya kekurangan. Banyak banget dari mereka yang mengaku terjebak di Pinjaman Online, KTA, Kartu Kredit dan segala macamnya tapi nggak berani ngaku.

Jangan dikira seorang debt collector itu bebas hutang, ya! Mereka ternyata juga manusia biasa yang punya cicilan. Bahkan, ada juga posisi Manager yang terjebak hutang kartu kredit.

Ini anomali.

Mungkin diantara kita seringnya mengira kalau pegawai Bank itu bersih dari urusan macet di finansial, nyatanya, keadaan di lapangan beda, Bro!

Problemnya adalah, ketika pegawai Bank ini tertekan, takutnya pelayanan di Bank makin buruk. Ingat lho, pelayanan di Bank itu juga ditentukan dari kondisi psikologi dan mental karyawan.

Ketika pegawai Bank ini memilih jalan hidup bertahan dari limit kartu kredit, maka pertanyaanya: masih mau menjalani resiko seperti itu? Mengapa masih menggantungkan keselamatan dengan gaji bulanan Bank? Kenapa nggak pindah haluan sebagai pebisnis?

Saya juga membahas hal ini di youtube. Silahkan klik link berikut ini untuk mengetahui tentang bahasan ini:

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds