KTA vs Kartu Kredit? Lebih Baik Mana?

KTA vs Kartu Kredit? Lebih Baik Mana?

Jika berbicara seputar Kredit Tanpa Agunan (KTA), Saya adalah orang yang paling anti dengan yang namanya KTA.

Saat seseorang menanyakan “Pak, mana yang lebih baik antara KTA dan Kartu Kredit?”.

Otomatis Saya akan langsung mengatakan bahwa kartu kredit jauh lebih praktis jika dibandingkan dengan KTA

Bahkan Saya berpendapat “Seseorang yang mencari KTA adalah golongan orang-orang yang putus asa“, sebab bisa jadi ketika ia ditolak saat apply kartu kredit, mereka memilih KTA sebagai pilihan terakhir.

Jika Anda sudah mengetahui tentang kartu kredit, maka Anda tidak akan memerlukan yang namanya KTA

Kenapa ?

Apa yang bisa dilakukan KTA juga bisa dilakukan oleh kartu kredit dan apa yang bisa dilakukan kartu kredit belum tentu bisa dilakukan oleh KTA

Lalu kenapa Saya tidak menyukai KTA?

KTA Tidak Fleksibel

Jika Saya ibaratkan, KTA itu seperti kita akan menaiki taksi. Taksi dipanggil, kemudian kita menaikinya dan otomatis argo akan berjalan.

Artinya argo akan tetap terus berjalan sampai Anda sampai ketempat tujuan bukan?

Saya selalu bertanya kepada kawan-kawan yang pernah mendapat KTA.

Ketika Saya menanyakan angsurannya berapa lama, mereka menjawab dengan waktu yang berbeda-beda, ada yang 2 tahun, 3 tahun atau bahkan 5 tahun.

Kemudian Saya menanyakan “Butuh berapa waktu untuk menghabiskan dana tersebut?“, merekapun menjawab kurang lebih hanya SATU MINGGU SAJA.

Jadi intinya dipakai atau tidak dipakai, habis atau tidak habis angsuran Anda tetap akan berjalan

Sebab ketika Anda sudah memegang banyak uang, maka…

Bisnis yang tidak seberapa bagus akan terlihat sebagai bisnis yang bagus

Barang yang tidak penting akan menjadi penting

Barang yang tidak diinginkan akan menjadi keinginan

Inilah sifat dasar dari KTA

Selain ketidak fleksibelan, KTA juga sangat tidak cocok digunakan oleh mereka yang ingin memulai bisnis.

Kenapa?

Sebab ketika Anda mendapatkan KTA sebesar Rp 50.000.000,- tetapi bisnis Anda hanya membutuhkan dana sebesar Rp 20.000.000,- maka biasanya Anda hanya akan membuang sisa uang dengan hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Tidak hanya itu, jika kita berbicara mengenai bunga, bunga KTA masih lebih besar.

Sebab jika kita memakai kartu kredit atau menggunakan cicilan online, Andapun bisa mendapatkan bunga sampai 0% selama 12 bulan sedangkan di KTA Anda bisa dikenakan bunga 1,2 hingga 1,8%.

Saat ini mungkin yang jadi pertanyaan adalah Anda mencari hutang untuk apa?

Untuk berbisnis atau hanya untuk membayar hutang lagi?

Jika Anda pergunakan hutang untuk bisnis, maka lebih baik Anda gunakan kartu kredit, sebab ketika Anda mendapatkan kartu kredit dengan limit Rp 100.000.000,- dan tidak Anda gunakan, maka Anda tidak akan dikenakan biaya apapun.

Berbeda dengan KTA, di pakai atau tidak Anda pakai pun angsuran akan tetap berjalan.

Anda mempunyai kartu kredit lalu Anda merubah ke cicilan sajapun bunganya masih lebih murah bila dibandingkan dengan KTA.

Sekali lagi Saya katakan bahwa apa yang bisa dilakukan KTA bisa dilakukan oleh kartu kredit, dan apa yang bisa dilakukan oleh kartu kredit belum tentu bisa dilakukan oleh KTA.

Semoga sharing  ini bisa menambah wawasan Anda.

Share if you like this

Ayo Kenali Aliran Pengguna Kartu Kredit

Ayo Kenali Aliran Pengguna Kartu Kredit

Sebenarnya pengguna kredit memiliki aliran yang bermacam-macam, salah satunya adalah White Hat dan Black Hat.

Dalam aliran tersebut, ternyata masih terbagi dalam masing-masing sub kategori.

Nah, disini Saya akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai White Hat dan Black Hat.

Aliran White Hat

Aliran ini menggunakan kredit untuk modal bisnis dan pengembangan bisnis.

Aliran White Hat tidak terlalu mengagung-agungkan semua harus kredit

Artinya kalau bisa cash mereka akan membayar secara cash, jika tidak bisa barulah menggunakan kartu kredit

Mereka menganggap kartu kredit hanya sebagai ALAT BANTU

Aliran Black Hat

Aliran Credit Hunter sendiri terbagi atas 2 jenis, yaitu jenis yang SADAR dan yang TIDAK SADAR.

Mereka mencari kredit untuk bertahan hidup, jadi sifatnya mencari hutang bayar sebentar terus dimacetin, begitu seterusnya.

Banyak dari mereka yang tidak sadar telah menjadi aliran credit hunter dan tidak menyadari bahwa nyatanya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan.

Mereka membuat tumpuan dengan cara menambal pengeluaran dengan sisa limit kartu kredit.

Aliran Credit Scammer

Mereka mencari keuntungan dari kelemahan sistem pada perbankan, dengan nge-hack sistem.

Pernah mendapat penawaran gesek CC luar negeri offline yang geseknya mencapai milyaran rupiah? Itulah orangnya.

Aliran Cashbacker

Mereka muncul di dunia properti, hidupnya cuma mencari cashback properti untuk membayar angsuran properti yang lain, mirip 2 Aliran credit hunter namun aliran ini dalam skala yang lebih besar.

Aliran Garong

Mereka mencari uang dari mendapatkan kredit dengan memanfaatkan data orang lain, biasanya dia membeli data nasabah kemudian memodifikasi alamat pengiriman kartu kreditnya.

Apabila Anda pernah mengalami data Anda digunakan oleh orang lain, itulah orangnya.

Di luar aliran White Hat dan Black Hat, sebenarnya masih ada aliran yang kontra.

Menurut PRESEPI SAYA (Sekali lagi ini hanyalah presepsi Saya), mereka terbagi atas 2 jenis, antara lain :

Aliran Anti Hutang yang “Organik”

Mereka memang tidak memakai hutang karena alasan ajaran agama atau memang prinsip, mereka menjalankan usahanya dengan apa adanya alias organik.

Intinya mereka tidak mau berhutang tanpa memakai embel-embel.

(Banyak kawan Saya yang seperti ini, mereka hidup damai luar dalam dan Saya sangat menghargai dan respect kepada mereka).

Aliran Anti Hutang yang “Munafik”

Mereka tidak memakai hutang dari bank mungkin dengan alasan-alasan tertentu.

Tetapi mereka mencari substitusi lain dengan berhutang kepada teman, saudara atau hutang kepada supplier.

Parahnya banyak kasus hutang dengan teman justru tidak terbayarkan.

Hutang kepada supplier tidak terbayar padahal supplier memutar uang dengan memakai hutang kepada bank.

Mereka sebenarnya masih menggunakan hutang atau mungkin memakai sistem cicilan tapi kredit yang disamarkan.

Intinya tidak menyicil bank tetapi nyicilnya ke investor, tidak mendapat bunga walaupun sebenarnya harganya sudah di up terlebih dahulu, tidak memakai kartu kredit tetapi memakai kartu kredit syariah.

Inilah yang membuat Saya bertanya-tanya.

Pak Roy sendiri pengikut aliran apa?

Sampai saat ini Saya masih konsisten di aliran White Hat, walaupun tidak bisa dipungkiri terdapat sebagian kecil oknum murid Saya yang menggunakan cara Black Hat.

Saya juga memaklumi orang yang skeptis dengan saya karena mereka menganggap penghutang itu sama.

nb : ini hanya pendapat pribadi.

Share if you like this !

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds