Mengenal Jenis Biaya Kartu Kredit

Mengenal Jenis Biaya Kartu Kredit

Kali ini Saya akan menjelaskan sedikit mengenai materi yang secara detailnya akan Saya bahas di buku terbaru Saya yang berjudul CCR For Newbie.

Materi kali ini tentang “ Mengenal Jenis Biaya di Kartu Kredit ”.

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa banyak biaya-biaya yang sebenarnya tidak kita ketahui tapi nyatanya kita terkena biaya itu.

Biaya Apa Saja Itu?

BIAYA KOMPONEN UTAMA

Biaya komponen utama sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain :

BIAYA GESTUN

Setiap Anda melakukan gesek tunai, maka Anda akan dikenakan biaya ini, dan setelah Anda gesek tunai otomatis Anda akan mendapatkan uang secara tunai.

Jika Anda gesek kartu untuk membeli barang, maka ada beberapa toko yang membebankan charge  kepada pembeli namun ada juga yang tidak.

Membebankan charge  kepada pembeli sebenarnya tidak diperbolehkan, namun nyatanya penjual memiliki cara masing-masing untuk mendapat keuntungan secara lebih dengan membebankan charge  kepada pembeli.

BIAYA FINANCIAL CHARGE

Biaya ini akan dikenakan ketika saat jatuh tempo Anda hanya membayar minimum payment, tidak membayar secara full payment atau Anda telat dalam melakukan pembayaran.

BIAYA TARIK TUNAI

Biaya ini hanya dikenakan ketika Anda menarik tunai lewat ATM. Biasanya sekitar 4% atau Rp 50.000,- dilihat dari nominal mana yang lebih besar.

Ada yang bertanya kepada Saya “Daripada gestun, lebih baik tarik tunai di ATM saja pak, bunganya kan lebih murah hanya 2,25%”.

Jawabannya jika Anda tarik tunai di ATM, maka Anda akan dikenakan 2 jenis biaya, yaitu biaya tarik tunai dan biaya financial charge.

Tetapi jika Anda gestun, Anda hanya akan dikenakan biaya gesek tunai saja.

BIAYA LAIN-LAIN

Selain biaya-biaya diatas, terdapat biaya lain-lain yang antara lain :

BIAYA IURAN TAHUNAN

Biaya yang diberikan pihak bank kepada nasabah setiap tahunnya, bahkan sekarang ada beberapa bank yang iuran di split  menjadi iuran bulanan.

BIAYA KETERLAMBATAN

Biaya ini di sebut biaya late charge, artinya ketika Anda belum melakukan pembayaran saat sudah jatuh tempo, maka Anda akan terkena late charge.

BIAYA OVER LIMIT

Biaya ini dikenakan ketika Anda sudah mencapai over limit, dan saat ini hampir semua bank bisa over limit.

Zaman dulu jika limit Anda senilai Rp 50.000.000,- maka Anda tidak bisa menggunakan lebih dari nilai itu.

Tetapi lain dengan sekarang, saat ini bank justru mencari-cari biaya over limit, kalau tidak salah biayanya sebesar Rp 75.000,- . Cukup mahal bukan?

BIAYA CETAK TAGIHAN

Biaya ini dibebankan ketika Anda meminta tagihan dalam bentuk fisik atau cetakan, biaya yang ditangguhkan antara Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- .

BIAYA MATERAI

Biaya untuk materai.

CREDIT SHIELD

Biasanya dikenakan sekitar 0.6% dari setiap tagihan, tapi biaya ini bersifat optional.

Jadi biaya ini berupa asuransi yang tujuannya jika terjadi masalah, meninggal atau cacat tetap, maka semua tagihan akan tercover dengan yang namanya credit shield.

Inilah komponen biaya-biaya yang ada pada kartu kredit.

Untuk cara pembayaran kartu kredit, cara yang paling cocok adalah membayar di ATM.

 

Namun mungkin ada beberapa bank yang Anda sendiri tidak memiliki ATMnya, solusinya Anda bisa memakai fasilitas ATM bersama untuk melakukan pembayaran.

Saat ini ada 2 cara untuk melakukan pembayaran jika Anda ingin membayar via ATM.

 

Yang pertama masuk Menu Utama   Lain-Lain   Pembayaran   Kartu Kredit.

Misalnya Anda ingin membayar dengan nominal Rp 50.000.000,- maka Anda bisa langsung mencantumkan nominalnya.

Tetapi yang harus Anda pahami adalah jika Anda menggunakan cara ini, maka ketika Anda melakukan pembayaran hari ini,  dana akan masuk 3 hari kemudian.

Yang kedua jika Anda menginginkan pembayaran secara real time, Anda gunakan cara pilih Menu   Transfer   Antar Bank  (Masukkan Kode Bank)  (Masukkan Nomor Kartu Kredit)   Transfer.

Tetapi kekurangannya ada batasan dalam pembayaran transfer dan tiap bank tentu mempunyai batasan nominal yang berbeda-beda dalam satu harinya.

Apa yang terjadi jika jatuh temponya tepat di hari Sabtu?

 

Ketika jatuh tempo tepat di hari Sabtu, maka jawabannya simple, Anda harusnya membayar sebelum hari itu.

Hal ini tentu tidak bisa dijadikan alasan, Anda akan tetap dikenakan biaya keterlambatan atau late charge, dan jika Anda terkena late charge, Anda juga akan terkena biaya financial charge. Biaya-biaya Inilah yang membuat tagihan Anda menjadi lebih besar.

Itulah kenapa Saya bicara jika Anda join di kelas Credit Card Revolution biayanya masih terbilang murah.

Sebab secara tidak sadar jika Anda sering telat melakukan pembayaran, maka akan banyak biaya yang dibebankan kepada Anda atau mungkin tagihan Anda yang besar.

Jika seperti itu, maka biaya Anda jauh lebih besar daripada biaya workshop Saya.

Oleh sebab itu bijaklah dalam menggunakan kartu kredit dan selalu pahami aturan-aturan yang ada

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Klarifikasi Seputar Pelarangan Gesek 2x Kartu Kredit dan Cara Pengamanannya

Klarifikasi Seputar Pelarangan Gesek 2x Kartu Kredit dan Cara Pengamanannya

Beberapa bulan terakhir sempat ramai di berbagai media sosial atau pemberitaan online  mengenai pelarangan double swipe  pada kartu kredit, double swipe  sendiri biasa di operasikan saat Anda sedang melakukan transaksi di pusat-pusat perbelanjaan.

Nah, disini Saya akan memberi sedikit pemahaman atau penjelasan tentang apa yang akan terjadi jika kartu kredit Anda di double swipe.

Apakah data yang ada benar-benar bisa di gandakan?

 

Kebetulan Saya memiliki mesin swipe. Saya pun sudah mempraktekkan dengan kartu yang Saya miliki.

Mesin swipe  sendiri membantu Saya untuk mulai mencoba mengembangkan sebuah teknologi software  untuk memanajemen bisnis gestun yang Saya miliki.

Fungsi mesin swipe adalah untuk merekam dan membaca data yang ada di pita (magnetic stripe) kartu kredit.

Ketika Saya mempraktekkan dengan menggesek kartu kredit ke mesin swipe, hasilnya muncul beberapa data pada layar yang sudah tersambung dengan mesin.

Data yang muncul antara lain :

– Nama Pemilik Kartu Kredit –

– 16 Digit Nomor Kartu –

– Expired Date  atau Masa Berlaku Kartu Kredit –

 

Jadi jika dilihat dari data yang muncul sebenarnya data tersebut sudah tertera pada tampilan kartu kredit Anda, maka tidak akan terjadi masalah.

Ketika kartu kredit di swipe, sebenarnya ada sebagian data ter-encrypted  di dalam kartu kredit, tetapi data yang ter-encrypted  hanya bisa dibuka atau dilihat jika kita menggunakan pin atau sandi, cara kerja yang sama diterapkan pada ATM.

 

Kebanyakan di Indonesia sudah tidak menggunakan mesin swipe dan saat ini pun sudah ada beberapa teknologi yang digunakan.

Teknologi yang paling kuno adalah magnetic, maka dari itu bisnis gesek tunai diberi nama gestun, sebab cara kerjanya yang digesek.

Saat ini ada teknologi terbaru bernama RFIDRadio Frequency Identification ).

Cara kerja RFID hanya dengan menempelkan kartu kredit Anda ke mesin dan teknologi ini juga digunakan pada E-KTP ataupun E-Flazz.

 

Hanya saja di Indonesia teknologi RFID masih jarang sekali ditemui.

Kembali ke pokok permasalahan double swipe.

Jika seseorang mengetahui hal-hal diatas, maka ia pun bisa menyalahgunakannya untuk bertransaksi online, terutama transaksi online  portal luar negeri yang tidak terdapat OTP, lain dengan portal dalam negeri yang sudah menggunakan teknologi OTP.

OTP sendiri adalah One Time Password, artinya password  yang akan di kirim ke ponsel kita untuk kebutuhan verifikasi

Tetapi jika seseorang hanya mengetahui data yang ada pada tampilan depan kartu kredit, maka tidak akan terjadi masalah.

Yang terpenting amankan 3 nomor terakhir yang terdapat di belakang kartu kredit Anda

Kemudian bagaimana langkah preventif  yang bisa kita lakukan supaya orang tidak men-swipe  atau menyalahgunakan kartu kredit kita?

Saya akan memberikan satu tips sederhana, Anda tinggal siapkan stiker label dan gunakan stiker label atau stiker apapun untuk menutup 3 angka terakhir yang ada dibelakang kartu kredit Anda.

Jika sudah Anda tutup dengan stiker, maka orang tidak akan bisa men-swipe  kartu kredit Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Hal yang Harus Anda Perhatikan Setelah Mendapat Kartu Kredit

Hal yang Harus Anda Perhatikan Setelah Mendapat Kartu Kredit

Pada kesempatan kali ini Saya ingin menjelaskan sedikit mengenai apa yang harus kita lakukan ketika pertama kali mendapatkan kartu kredit.

Apa yang harus dilakukan?

Penjelasan kali ini sangat penting khususnya untuk para pemula atau newbie.

Tidak sedikit mereka yang melakukan apply  kartu kredit harus melalui perjuangan yang luar biasa.

Padahal masalah sebenarnya belum berhenti sampai di situ saja, justru masalah tersebut baru akan di mulai ketika Anda sudah memegang kartu kredit.

 

Saat pertama kali Anda mendapat kartu kredit, kartu tersebut harus Anda aktivasi terlebih dahulu untuk bisa Anda gunakan.

Bagaimana Cara Mengaktivasi Kartu Kredit?

Terdapat 2 cara aktivasi, yaitu via call dan via sms.

 

Untuk via sms biasanya Anda akan mendapatkan petunjuk atau panduan yang ada di dalam amplop kartu kredit yang masih tersegel rapi.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah ketika Anda akan berkirim pesan, usahakan Anda mengirim pesan melalui nomor ponsel yang Anda daftarkan.

Tidak sedikit kejadian, pihak bank langsung melakukan autoblocking  ketika Anda mendaftar dengan nomor ponsel A, tetapi saat aktivasi Anda menggunakan nomor ponsel B.

Mungkin hal ini terlihat simple, tetapi dampak yang Anda dapatkan tentu tidak sesederhana itu.

Setelah Anda aktivasi, kartu sudah bisa Anda gunakan.

Mudah Bukan?

Tetapi jangan senang dulu. Saat ini bank menerapkan probation  atau masa percobaan bagi pengguna baru kartu kredit.

“Anda harus berhati-hati di 6 bulan pertama, terutama di 3 bulan pertama

 

Jangan karena Anda sudah berhasil mendapat kartu kredit kemudian Anda langsung menggunakan 90% dari limit. Hal ini nantinya akan berdampak pada pemblokiran.

Pemakaian tiga bulan pertama maksimal di angka 50%, kemudian pada enam bulan pertama pemakaian maksimal di angka 70%, pastikan tidak melanggar aturan ini sebab jika Anda melanggar aturan ini, konsekuensi yang paling parah adalah kartu Anda akan diblokir secara tiba-tiba.

Selain penggunaan yang masih di batasi, jangan sampai terlambat untuk melakukan pembayaran pada enam bulan pertama, jika hal ini tidak Anda perhatikan maka limit kartu Anda akan susah untuk naik.

Sebaliknya jika dalam 6 bulan sampai 1 tahun traffic pemakaian Anda bagus, mulai dari pemakaian yang di batasi hingga pembayaran yang tepat waktu, biasanya dalam tahun-tahun berikutnya limit Anda akan lebih mudah untuk naik.

Selain hal yang Saya jelaskan tadi, yang perlu Anda perhatikan adalah billing  tagihan.

Pada billing  tagihan yang harus Anda perhatikan adalah tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo.

Apa itu tanggal cetak?

Tanggal cetak adalah tanggal bank melakukan totalan.

 

Bank memberikan jeda waktu kurang lebih 15 hingga 20 hari untuk tanggal jatuh tempo.

Misalnya Anda hutang kepada Saya, lalu kita melakukan totalan pertanggal 20, maka setelah itu akan keluar jumlah totalannya.

Kemudian Saya memberikan waktu atau jatuh tempo sampai tanggal 5 untuk membayar hutang. Inilah yang harus Anda pahami, yang namanya tanggal jatuh tempo bukanlah tanggal waktu bayar, tetapi tanggal terakhir untuk membayar.

Karena tidak sedikit pengguna kartu kredit menganggap bahwa tanggal jatuh tempo itu adalah tanggal waktu bayar, akhirnya mereka membayar “ontime” pada tanggal jatuh tempo, padahal nyatanya tanggal jatuh tempo adalah tanggal terakhir untuk membayar.

Walaupun kartu kredit itu simple, tetapi ilmu yang diterapkan sangat penting untuk kita pahami.

Jika Anda tidak mengetahui hal-hal kecil semacam ini, maka yang terjadi adalah Anda akan mengalami kesulitan dalam pemahaman maupun pemakaian.

Satu trik sederhana yang Saya gunakan adalah dengan menggunakan stiker label, tuliskan TC (Tanggal Cetak) dan TJ (Tanggal Jatuh Tempo) pada stiker lalu tempel pada kartu kredit Anda.

Saat Anda menuliskan TC, tambahkan 1 hari (H+1) dari tanggal yang Anda lihat pada billing  tagihan.

 

Kenapa? Karena beberapa kasus ada tanggal yang jatuh tepat di hari raya atau hari-hari besar lainnya maka tanggal cetak biasanya akan maju satu hari.

Kemudian untuk TJ, kurangi 2 hari (H-2) dari tanggal yang Anda lihat pada billing  tagihan.

 

Kenapa? Karena terkadang tanggal jatuh tempo itu maju.

Misalnya tanggal cetak yang tertera adalah tanggal 20, kemudian tanggal jatuh tempo 45 hari setelah tanggal cetak. (Di satu tahun ada jumlah tanggal yang berbeda-beda dalam tiap bulan [29,30,31]).

Tempel stiker label tersebut pada kartu kredit Anda, that smooting but it’s works.

Artinya ketika Anda melihat kartu kredit Anda di dalam dompet, Anda akan mengingat TC dan TJ kartu kredit Anda.

Anda harus paham bahwa jika kita melakukan gesek setelah tanggal cetak, maka kita bisa menambah waktu periode jatuh tempo menjadi 45 hari, sebab jika kita menggesek setelah tanggal cetak maka kita akan mengikuti cetakan bulan depan.

Dan kalo kita ikut cetakan bulan depan itu berarti tanggal jatuh temponya 2 minggu setelah tanggal cetak, artinya Anda mempunyai gross periode  45 hingga 50 hari dari waktu pemakaian hingga waktu jatuh tempo.

Tetapi jika Anda melakukan gesek sebelum tanggal cetak, maka Anda hanya punya gross periode  hanya 2 minggu.

Jadi inilah hal-hal yang harus Anda pahami.

Untuk masalah billing  tagihan, Saya menyarankan Anda untuk minta di kirim via email, buat email khusus untuk billing  tagihan, tujuannya agar tidak tercampur dengan email pribadi Anda.

Kenapa via email?

Karena di dalam kartu kredit, setiap Anda mengirim billing  tagihan maka Anda akan terkena chas  antara Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,-.

Bayangkan jika Anda memiliki 10 kartu kredit

Berapa biaya yang Anda keluarkan setiap bulannya ?

Selain itu billing  tagihan akan tercetak kisaran 2-3 hari setelah tanggal cetak Anda terima, dengan begitu Anda bisa mengatur pembayaran kartu kredit sedini mungkin.

Tetapi jika billing  tagihan datang lewat kurir, kita tidak akan tahu kapan billing  tersebut kita terima.

Maka dari itu saran Saya rubahlah kedalam email  dan buatlah satu email  khusus hanya untuk billing  tagihan Anda.

Semoga Bermanfaat

Share if you like this. 🙂

Cara Mudah Apply Kartu Kredit

Cara Mudah Apply Kartu Kredit

Kali ini Saya akan sharing  mengenai cara mudah mendapatkan kartu kredit dan dimana materi kali ini adalah salah satu materi yang akan Saya angkat di buku CCR For Newbie.

Bagaimana cara mendapatkan kartu kredit dengan mudah?

 

Di materi ini, Saya tidak mengajarkan cara yang biasa Saya ajarkan di Credit Card Revolution, jadi Saya hanya mengajarkan cara yang sifatnya basic.

Tetapi jika Anda ingin pembelajaran yang lebih advance  seperti bagaimana mendapatkan kartu kredit dengan limit ratusan juta hingga miliaran rupiah, maka Saya menyarankan Anda untuk bergabung di kelas Credit Card Revolution.

Saat Anda ingin apply  kartu kredit, apa yang Anda lakukan?

Tentu hal yang pertama kali terpikirkan adalah mendatangi bank penerbit.

Sebenarnya ada banyak solusi selain langsung mendatangi bank penerbit, salah satunya Anda bisa melewati marketing kartu kredit yang ada di pusat-pusat perbelanjaan, airport  atau stand-stand  yang telah di sediakan oleh pihak bank penerbit.

Namun perlu diperhatikan, jika menggunakan jasa marketing Anda harus memperhatikan kekurangan dan kelebihannya.

Marketing sendiri mempunyai 2 jenis, yaitu marketing internal  dan marketing eksternal  (freelance).

 

Marketing internal  biasanya sudah memakai seragam berlogo bank penerbit dan ia hanya membawa satu nama bank saja.

Sebaliknya, marketing eksternal  biasanya mengurus lebih dari satu bank.

Lalu apa kekurangan dan kelebihan jika kita apply  kartu lewat marketing?

Jika seorang marketing menangani banyak bank, maka saat kita meminta apply  ke satu bank, marketing tersebut akan meng-apply  ke semua bank yang di tangani olehnya. Inilah salah satu kelebihan yang di miliki marketing eksternal.

Tetapi yang berbahaya ketika kita berurusan dengan marketing adalah banyak kasus yang melibatkan data Anda.

Ketika Anda apply  melalui marketing, maka data Anda akan rawan untuk di gandakan dengan cara ia akan apply  ke bank lain menggunakan data Anda tetapi dengan nomor telepon serta alamat yang berbeda.

“Jadi bisa di bilang bahwa Anda telah mendapat kartu kredit tetapi Anda tidak ikut menggunakan kartu kreditnya

Dan saat kartu kredit yang digunakan macet, Anda akan terkena imbas pada BI Checking.

Maka berhati-hatilah ketika Anda apply  kartu melalui marketing terutama marketing eksternal, sebab marketing internal  bekerja di bawah pengawasan yang ketat jadi kemungkinannya sangatlah kecil untuk melakukan hal-hal yang sifatnya curang.

Maka carilah marketing yang memang benar-benar bisa dipercaya dalam menyimpan data Anda.

Lalu cara berikutnya tidak lain tidak bukan adalah langsung datang ke bank penerbit kartu kredit.

 

Saat di bank Anda akan mendapat formulir aplikasi yang harus Anda isi.

Selain mengisi data, Anda harus sudah mempunyai syarat-syarat yang di minta oleh pihak bank.

Apa saja persyaratannya?

Syarat yang paling utama adalah Anda harus lolos dari BI Checking  dan DBR (Debt Burden Ratio), setelah dirasa beres Anda bisa melanjutkan ke persyaratan berikutnya.

Jika Anda seorang karyawan, maka syarat yang dibutuhkan adalah KTP, NPWP, Slip Gaji dan SPT. Jangan lupa sertakan kartu referensi jika Anda memilikinya.

Untuk kartu referensi paling bagus adalah yang mempunyai limit besar dan umurnya harus diatas 6 bulan.

Syaratnya akan sedikit berbeda jika Anda seorang pengusaha, selain KTP, NPWP, Slip Gaji dan SPT, Anda harus menyertakan SIUP, TDP dan rekening 3 bulan terakhir.

Setelah itu Anda akan menyertakan data-data seperti penghasilan, pekerjaan dan nomor telepon.

Untuk nomor telepon, Anda akan di minta 3 nomor telepon yaitu nomor telepon kantor, nomor telepon pribadi atau rumah dan nomor telepon saudara tidak serumah.

Kenapa 3 nomor ini diminta oleh pihak bank?

 

Sebab ketika Anda apply,  bank akan mengecek ketiga nomor ini.

Dalam hal ini kata kuncinya hanya satu, yaitu JAWABAN yang didapatkan harus sesuai dengan apa yang Anda isikan di dalam formulir aplikasi.

Mereka akan men-survey  secara acak, mereka akan bertanya kepada orang-orang yang berada di lingkungan kantor Anda, bertanya pada diri Anda dan bertanya kepada saudara Anda.

“Selama jawaban yang di dapatkan sama, maka akan ada jaminan kartu kredit Anda akan mendapat approve  dari bank penerbit”

Di sini Saya akan memberikan beberapa tips  dan informasi ketika akan melakukan apply  kartu kredit.

Untuk saudara tidak serumah, jangan sampai menggunakan nama orangtua ataupun nama mertua, sebab jika kartu kredit Anda macet maka mereka yang akan dikejar-kejar, lebih baik memakai nama saudara jauh.

Kemudian mengenai telepon kantor, kita tidak diperbolehkan memberikan nomor berupa nomor handphone, sebab kalau kita berbicara dari kacamata perbankan, jika Anda memberikan nomor berupa nomor handphone, maka indikasi “ngakalinya” akan lebih mudah, berbeda dengan telepon rumah yang nomornya lebih permanen.

Jika Anda seorang pemula, untuk cara apply nya “Jangan tergoda untuk apply langsung ke banyak bank“, sebab fokus kita adalah lebih baik kita punya satu atau dua terlebih dahulu, setelah limitnya sudah bagus barulah bisa dikembangbiakkan.

Kenapa?

Sebab jika Anda langsung apply  ke banyak bank, dapatnya memang banyak tapi dengan limit yang kecil.

Kalau sudah limitnya kecil dan banyak maka akan susah untuk menaikkannya, oleh karena itu yang terpenting adalah bagaimana Anda untuk bisa mendapatkan kartu kredit terlebih dahulu.

 

Seperti yang Saya tulis di artikel sebelumnya, jika Anda sampai tertolak, maka cara simpel untuk mengetahui letak permasalahan Anda dimana adalah Anda ditolak sebelum Anda verifikasi atau setelah verifikasi kemudian ditolak.

Jika sebelum verifikasi Anda sudah ditolak, artinya Anda masih bermasalah di BI Checking, DBR atau mungkin data-data yang belum memenuhi syarat.

Tetapi jika Anda ditolak setelah verifikasi, maka masalahnya ketika pihak bank memverifikasi, datanya tidak sama dengan apa yang Anda tulis.

Semoga bermanfaat.

Share if you like this. 🙂

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds