Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (2)

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (2)

Minggu lalu kita sudah membahas tentang “Mempelajari Bahasa sebagai salah satu tips dalam memahami ilmu kartu kredit maupun ketrampilan lainnya“.

Setelah pemahaman bahasa, hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah Alur.

ALUR

Alur sendiri dapat kita ibaratkan sebagai seseorang yang berprofesi sebagai tukang talang. Ketika rumah Anda bocor, tukang talang tentu akan melakukan pengecekan alur keluar masuknya air.

Air masuk darimana dan turun kemana, tukang talang harus memeriksa satu persatu agar tahu dimana letak kebocorannya.

Permasalahan ini sama halnya dengan kartu kredit, kita juga harus paham mengenai ALUR.

Ketika step pertama sudah Anda lakukan, tentu akan ada step-step  selanjutnya yang harus Anda selesaikan.

Sebagai contoh ketika Anda apply  kartu kredit, maka pertama kali yang harus Anda pahami adalah BI Checking.

Setelah BI Checking  aman, maka pihak bank akan melihat data-data Anda yang lain.

Jadi ketika Anda konsultasi tentang masalah kartu kredit yang ditolak, Anda pun harus pelajari alur atau step by stepnya terlebih dahulu mengapa kartu kredit Anda tertolak.

Saya pribadi memiliki cara yang terbilang mudah untuk mendeteksi.

Anda di tolak sebelum survey atau di tolak setelah survey ?

 

Jika sebelum survey  Anda sudah di tolak, jelas data Anda yang tidak beres.

Namun jika Anda di tolak setelah survey, maka data Anda mungkin sudah memenuhi syarat tetapi saat melakukan wawancara Anda yang tidak beres.

Sebagai contohnya ada kejadian yang pernah dialami oleh murid Saya dulu.

Setiap apply  kartu ia selalu di tolak, akhirnya Saya penasaran dan mulai menelusuri alur-alurnya.

Saya bertanya mengenai beres tidaknya BI Checking, ia pun menjawab sudah beres.

Setelah itu Saya kembali bertanya, saat maju apply  kartu profesinya sebagai karyawan atau pengusaha, dan ia menjawab sebagai seorang karyawan (guru).

Artinya data beserta KTP, NPWP, slip gaji dan sebagainya tidak ada masalah, dari sini masih baik-baik saja dan otomatis kita berlanjut ke alur berikutnya.

Kemudian Saya bertanya mengenai gaji yang ia tuliskan.

Ia menjawab “Saya menuliskan Rp 80.000.000,-/bulan” dan disitu Saya langsung terdiam.

Apa yang Salah ?

Mengajukan kartu kredit sebagai guru dengan gaji sebesar Rp 80.000.000,-

 

Tentu tidak masuk akal dan pantas saja jika di tolak secara terus-menerus.

Saya katakan sekali lagi, jika Anda ingin menguasai segala bidang, Anda harus paham mengenai bahasa dan alur apa saja yang harus dilewati dan diselesaikan.

Jika Anda sudah mempelajari dan paham dengan 2 cara ini, maka 90% Anda akan menguasainya

Kemudian apa step ketiganya?

Step ketiganya tidak lain tidak bukan adalah praktek atau action.

PRAKTEK atau ACTION

Ketika Anda gagal dalam praktek, maka cobalah kembali.

Jika gagal lagi, tetap coba lagi sambil melihat dimana letak permasalahan serta apa penyebab Anda bisa kegagalan.

Merasa bisa dan bisa karena pengalaman itu berbeda.

Salah satu alumni Saya di Credit Card Revolution membuka usaha yang lumayan menjanjikan.

Ia membuat bisnis dan saat ini cabang bisnisnya ada dimana-mana.

Ia membuka bisnis kuliner dengan berjualan indom*e sebagai bahan pokok. Tentu Anda pasti akan menyepelekan.

Jualan Indom*e Siapa yang Tidak Bisa?

 

Namun ketika Anda mempraktekan, belum tentu Anda bisa mendapatkan pencapaian sesukses itu.

Inilah Saya katakan bahwa “Merasa bisa dan bisa karena pengalaman atau berlatih” sangat jauh berbeda.

Kita pun juga sama, ketika kita merasa bisa ditambah kita tidak pernah berlatih ataupun praktek, you are nothing.

Maka yang harus Anda lakukan adalah latihan, latihan dan latihan secara terus-menerus.

Anda mengikuti workshop  Saya yang bayarnya mahal, workshop yang Anda ikuti memang berbayar tetapi latihannya gratis.

Terkadang Anda hanya mau bayar-bayar tetapi dalam berlatih sesuatu hal yang jelas-jelas gratis justru tidak Anda dilakukan. Tentu hal ini sangat disayangkan.

Ketika Anda apply  kartu kredit untuk pertama kalinya, mungkin Anda di tolak atau tidak lancar.

Tetapi hal seperti ini jangan sampai membuat Anda putus asa, lakukan evaluasi dan teruslah mencoba.

Jika tidak paham, pelajari dulu bahasanya kemudian pahami alurnya dan jangan lupa untuk terus berlatih.

Dengan mempelajari 3 hal ini, Saya yakin Anda mau mempelajari apapun akan terasa mudah. Trust me!

Share if you like this. 🙂

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (1)

Cara Mudah Memahami Ilmu Kartu Kredit (1)

Kali ini Saya akan sharing mengenai bagaimana memahami ilmu kartu kredit dengan cara yang mudah. Seperti apa tipsnya? Langsung saja kita coba jabarkan.

Sebelumnya saat ini Saya sedang dalam project pembuatan buku Saya yang berjudul CCR For Newbie dimana buku ini dikhususkan bagi seseorang yang benar-benar pemula di bidang kartu kredit dan ini salah satu bagian dari materi di buku CCR For Newbie.

Ketika sedang mempelajari ilmu kartu kredit, tidak sedikit orang yang masih bingung dengan istilah-istilah yang ada pada dunia kartu kredit.

Sebenarnya masalah ini bukan hanya di khususkan dalam satu bidang saja, tetapi semua ilmu juga sama.

Seperti ketika pertama kali mempelajari ilmu internet marketing, jujur saja waktu itu Saya sangat bingung dan tidak paham dengan istilah-istilah yang diajarkan.

Dengan begitu akhirnya kita berpikir bahwa ilmunya sulit untuk dipahami.

Maka dari itu banyak kata kunci yang harus dipelajari sebelum kita benar-benar mempelajari sesuatu hal.

Sebenarnya ada 3 cara atau step dalam mempelajari ilmu di kartu kredit, hal ini juga bisa diterapkan dalam bidang atau keterampilan lainnya.

Jika Anda sudah berhasil menguasai pola-pola ini, maka ketika Anda belajar apapun akan terasa mudah.

Lalu Apa Saja Ketiga Stepnya?

Penguasaan Dalam Bahasa

Seperti yang sudah Saya jelaskan diatas, ini penting sekali.

Mungkin setau kita, bahasa kita hanya bahasa Indonesia atau bahasa-bahasa yang digunakan dalam keseharian.

Namun sebenarnya didalam bahasa Indonesia sendiri terdapat bahasa-bahasa lain yang mungkin belum kita ketahui.

Dalam ilmu kartu kredit, banyak istilah diambil dari bahasa Inggris atau dari singkatan.

Kenapa bahasa baru bisa lahir?

 

Bahasa baru lahir untuk mempermudah kita.

Dengan bahasa baru, satu kata mungkin bisa mewakili satu kalimat.

Misalnya ketika Saya berbicara mengenai KFC, apa yang ada di benak Anda?

Pasti Anda berpikir KFC adalah sebuah tempat makan yang bernama Kent*cky Fri*d Ch*cken, tidak mungkin Anda berpikir KFC adalah Kuningan Fried Chicken.

Kita sendiripun terkadang suka membuat istilah atau singkatan agar mempermudah kita dalam mengingat.

Intinya ketika Anda ingin belajar di kartu kredit, pelajarilah istilah –istilah yang ada di dalam kartu kredit ataupun istilah-istilah perbankan.

Saat Anda tidak memahami ilmu kartu kredit, bisa jadi disebabkan ketidakpahaman Anda dalam istilah-istilah yang ada, contohnya istilah SID atau DBR, oleh karena itu Saya akan coba menjelaskan sedikit mengenai SID dan DBR.

Apa itu SID?

SID adalah System Information Debitur. Mungkin orang lebih paham dengan istilah BI Checking atau bahasa manusianya adalah rapor.

Artinya ketika Anda melakukan kredit ke bank, maka historis Anda akan dilaporkan dan dirangkum oleh Bank Indonesia.

Tujuannya adalah ketika suatu saat Anda apply kredit ke bank lain, kita bisa melihat historis kita disana.

Lalu Apa itu DBR?

DBR salah satu bahasa yang sering digunakan dalam istilah dunia kartu kredit.

DBR sendiri singkatan dari Debt Burden Ratio yang artinya rasio antara penghasilan dan hutang.

 

Jika Bank memberikan hutang, maka Anda tentu harus mengembalikannya.

Maka dari itu bank akan melihat dari penghasilan Anda dan kemudian bank akan membuat rasio.

Misalnya Anda seorang karyawan.

Tidak mungkin semua gaji Anda gunakan untuk membayar hutang di setiap bulannya, oleh sebab itu pihak bank membuat istilah rasio dimana berapa persen dari gaji Anda yang ideal digunakan untuk membayar hutang.

Biasanya di kartu kredit bank mematok DBR sebesar 50% dari penghasilan Anda.

Misalnya gaji Anda sebesar Rp 20.000.000,-, artinya Anda mempunyai jatah angsur sebesar Rp 10.000.000,-.

Nah, sekarang jatah angsur Rp 10.000.000,- tadi sudah Anda gunakan berapa?

Anda mempunyai tunggakan kredit motor Rp 1.000.000,-, kredit mobil Rp 3.000.000,- kemudian mungkin ditambah kartu kredit sebesar Rp 3.000.000,-. Artinya masih tersisa sebesar Rp 3.000.000,-.

Itu artinya jika Anda apply kartu kredit lain, bank mungkin memberikan maksimal di angka Rp 30.0000.000,- sebab Rp 3.000.000,- adalah batas minimum payment.

Tetapi jika Anda sudah kebanyakan hutang, maka bisa jadi DBR Anda akan minus.

Nah, inilah sedikit contoh istilah yang ada pada kartu kredit dan perbankan.

Jika Anda Tidak Memahami Maka Anda Akan Kesulitan

Itulah kenapa jika Anda bertanya di Facebook Saya secara singkat, maka Saya juga akan membalasnya secara singkat.

Dan ketika Anda sudah bertanya secara teknis, maka di setiap jawaban yang Saya berikan akan selalu menimbulkan satu pertanyaan lagi, sebab Anda tidak paham mengenai bahasa atau istilah yang digunakan.

Maka dari itu terkadang Saya langsung menyarankan Anda untuk join di program Saya.

Jika Anda bermasalah di kartu kredit, silahkan Anda belajar di Bangkit Dari Jeratan Kartu Kredit, sebab disana tutorial untuk membantu masalah kartu kredit Anda sudah dibahas secara lengkap.

Tetapi ketika Anda mau mencari modal, Saya akan menyarankan Anda untuk mengikuti workshop di Credit Card Revolution.

Kenapa?

Karena di CCR Anda bisa mempelajari bahasa atau istilah-istilah mengenai kartu kredit.

 

Jadi ketika Anda ngobrol dengan Saya, cukup memberikan satu kata Anda sudah bisa mencerna dengan baik maksud Saya.

Di CCR sendiri sebenarnya banyak istilah-istilah yang kita ciptakan sendiri.

Seperti saat ini mulai banyak orang yang bergestun lewat online, akhirnya kita membuat 3 istilah yang sekarang mulai kita populerkan.

Apa Saja Istilahnya?

GO ( Gestun Online )

Definisi dari gestun online sendiri adalah ketika Anda gesek, kemudian Anda mendapat kiriman berupa sebuah link yang harus Anda isi.

Ketika Anda sudah mengisinya dan mendapat approve, uang akan langsung ditransfer saat itu juga tanpa perlu si seller mengirim barang. Inilah yang dinamakan gestun online.

GM ( Gesek Marketplace )

Berbeda dengan GO, GM adalah Gesek Marketplace, artinya Anda menggesek lewat marketplace seperti bukal*pak, tokop*dia atau marketplace lain.

Jadi seolah-olah kita membeli barang ke seller, tetapi bedanya ketika kita bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit, seller akan mengirim barang melalui kurir.

Artinya Anda terima uang setelah paket sampai ke tempat Anda, kemudian baru Anda konfirmasi bahwa barang sudah diterima.

CO ( Cicilan Online )

Saat Anda memanfaatkan cicilan 0% di bukal*pak atau sebagainya, kita mengistilahkannya sebagai Cicilan Online.

Inilah bahasa yang kita buat sendiri, tujuannya agar seseorang tidak salah kaprah, sebab ketika orang berbicara mengenai gestun online, terkadang setiap orang memiliki presepsi yang berbeda-beda, gestun tok*pedia merubah cicilan diartikan sebagai gestun online, gestun lewat tokop*dia dianggap gestun online.

Maka dari itu kita membuat istilah sendiri yang mudah untuk dipahami banyak orang.

(Untuk step kedua dan ketiga tunggu di artikel berikutnya)

Share if you like this. 🙂

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds