Berani Ambil Sikap

Berani Ambil Sikap

Beberapa waktu yang lalu Saya mendapat konsultasi dari para alumni terkait masalah keuangan, bahkan tak jarang merambat sampai kepada permasalahan keluarga mereka.

Padahal notabene-nya Saya adalah seorang pakar kartu kredit dan bukan seorang pakar hubungan rumah tangga.

Nah, dari beberapa konsultasi yang masuk.

Saya menyimpulkan bahwa sebenarnya banyak orang atau bahkan mungkin diri Anda sendiri masih belum berani dalam mengambil sikap

Contohnya ketika Anda sudah tidak nyaman lagi dalam bekerja.

Namun Anda tetap memilih untuk berada di pekerjaan tersebut hanya karena ketidakberanian Anda untuk keluar dari pekerjaan.

Jika seperti itu keadaannya, maka yang ada hidup Anda semakin lama akan semakin berantakan.

Tidak akan ada kenyamanan yang bisa Anda dapatkan sampai Anda mau atau berani untuk mengambil tindakan.

Sama halnya ketika Anda bermasalah di kartu kredit.

Dalam permasalahan kartu kredit Anda belum mampu untuk melunasinya.

Jika kondisinya seperti itu, mungkin lebih baik memacetkan kartu kredit Anda.

Tapi kenyataannya Anda hanya membiarkan kejadian ini dengan cara gali lubang tutup lubang, gesek kartu lagi, apply kartu kembali atau mencari KTA untuk membayar kartu kredit.

Sebenarnya dalam hal ini Anda sudah menentukan pilihan.

Tetapi yang disayangkan pilihan Anda bukanlah pilihan yang terbaik, melainkan pilihan yang terburuk

Maka jangan pernah mengira jika masalah tersebut dibiarkan, makin lama akan semakin beres.

Yang ada masalah akan semakin parah.

Ingatlah bahwa hanya kita sendiri yang bisa menyelesaikan masalah kita

Hanya kita sendiri yang bisa menentukan masa depan kita

Maka mulailah untuk mengambil sikap atau tindakan, tidak perlu memikirkan hasil yang didapat nantinya akan bagus atau tidak.

Yang terpenting adalah Anda harus berani.

Jangan lagi menunda-nunda, sebab jika tidak dimulai dari sekarang maka akan semakin banyak waktu yang akan dikorbankan.

NOW OR NEVER! Jadi mulai ubah strategi Anda

Dunia ini sudah dipenuhi dengan pengecut, jangan sampai menambahkan diri Anda sebagai seorang pengecut.

Sekali lagi Saya katakan bahwa kita tidak akan pernah tahu keputusan yang kita ambil sudah benar atau salah.

Ini hanya masalah waktu.

Yang sudah pasti salah adalah ketika kita sama sekali tidak mau mengambil keputusan.

Oleh sebab itu daripada kita beranggapan bahwa diri kita salah, lebih baik kita mengambil sikap dan hasilnya akan fifty-fifty.

Share if you like this. 🙂

Apakah Aku Seorang Pengusaha Pebisnis?

Apakah Aku Seorang Pengusaha Pebisnis?

Benarkah orang yang mempunyai usaha bahkan sudah berbadan hukum, dia adalah seorang pebisnis/pengusaha sejati?

Omset ratusan juta bahkan miliaran adalah seorang pebisnis?

Pebisnis sejati bukan hanya membangun Omset, tapi juga membangun TIM dan SISTEM

Siapa yang akan menggantikan kita (business owner) jika kita ingin liburan?

Atau Maaf, harus berhalangan tetap? Meninggal misalnya.

Apakah bisnis tetap akan jalan terus? Dan mampu terus TUMBUH?

Jika bisa, inilah yang dinamakan BISNIS!

Bukan sekedar dagang, apalagi Calo alias Makelar, Ehh, mclaren. Hehe..

Nanti sadarnya setelah kondisi kesehatan menurun, atau pasar terjun bebas.

Pada saat omset lagi bagus, gak juga sadar. Padahal membangun rumah itu lebih enak saat cuaca terang, bukan saat badai atau musim hujan.

Banyak yang terlena saat omset bagus dan tidak membuat GOAL SETTING baru.

Sehingga pada waktunya nanti, kondisi pasar selalu akan terjadi kejenuhan. Atau.. Supply barang tak lagi lancar, karena si supplier menemukan partner baru yang “lebih cocok”! Atau malah dia LANGSUNG menembus pasar karena sudah tau cara bermainnya.

Tidak ada yang lenggeng, kecuali PERUBAHAN

Growth or Die..!!

(Yang gak mati-mati hanya ada di film Die Hard! Realita tidak semanis itu. Hehe..)

INDIKATORNYA sederhana..

Seperti pertanyaan di awal tulisan ini.

Apakah bisnis Anda bisa berjalan bahkan BERTUMBUH jika ditinggal ibadah haji 40 hari atau liburan ke luar negeri selama sebulan?

Apakah di sana Anda bisa ibadah dengan khusyuk?

Atau sebaliknya Anda justru merasa cemas? Hehe..

Itulah gambaran BANGUNAN bisnis yang sebenarnya..

Mungkin sebagian ada yang bertanya “KAPAN mulai membangunnya (4 Pilar Bisnis ini)?

Maka jawabannya adalah..

Apakah Anda yakin, pesaing-pesaing Anda tidak sedang membangunnya?

Apakah Anda yakin, pesaing-pesaing Anda sedang berhenti di tempat?

Atau Apakah Anda yakin, pesaing-pesaing Anda sedang bersantai seperti orang kebanyakan?

Manusia cenderung memilih yang ia sukai daripada yang berat untuknya

Itulah NAFSU!

So.. Pilihannya ada pada diri masing-masing, GROWTH or DIE..!?

Semoga bermanfaat.. ??

 

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds