Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dampak Penurunan Bunga Kartu Kredit

Dalam sebuah pemberitaan dilaporkan bahwa bunga kartu kredit akan mengalami penurunan per Juni 2017.

Lalu seperti apa imbasnya bagi pengguna kartu kredit?

Coba mari kita bahas disini.

Anda pasti tahu bahwa dalam dunia kartu kredit kita mengenal 3 jenis biaya yang antara lain :

BIAYA GESTUN

Biaya gestun dikenakan ketika Anda melakukan tarik tunai lewat gesek tunai.

BIAYA TARIK TUNAI

Biaya tarik tunai dikenakan ketika Anda menarik secara tunai lewat ATM.

BIAYA BUNGA

Biaya bunga dikenakan ketika Anda tidak melakukan pembayaran secara full payment atau Anda hanya membayar minimum payment.

[divider style=”0″]

Lalu penurunan bunga terjadi dimana?

Penurunan terjadi pada BIAYA BUNGA yang awalnya 2.95% turun menjadi 2.25%.

Tetapi yang harus diketahui adalah selama Anda melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.

Maka tidak akan ada efek yang dirasakan sebab tidak akan dikenakan biaya bunga.

Yang berimbas adalah ketika Anda menggunakan kartu kredit.

Kemudian bulan depan Anda hanya membayar minimum payment atau membayar sebagian.

Disitulah efek dari penurunan biaya bunga.

Bagaimana dengan gesek tunai?

Jika pada biaya bunga terjadi penurunan, sebaliknya tidak ada tanda-tanda penurunan pada biaya gestun.

Sebab Merchant Discount Rate (MDR) yang diberikan pihak perbankan tetap di angka 1.8%.

Jika dilihat secara angka memang terlihat lebih mahal.

Pada gesek tunai biasanya dikenakan biaya sebesar 2.5%, sedangkan bunga kartu kredit biayanya sebesar 2.25%.

Tetapi yang harus Anda pahami adalah saat Anda membandingkan antara tarik tunai dengan gesek tunai.

Jika Anda melakukan tarik tunai maka yang terjadi adalah Anda akan dikenakan biaya tarik tunai dan biaya bunga.

Artinya jika ditotal dengan hitungan 30 hari saja Anda akan menanggung presentase tarik tunai sebesar 4% ditambah biaya bunga sebesar 2.25%.

Angka yang dihasilkan sudah hampir mencapai 7%.

Lebih murah biaya gesek tunai bukan?

[divider style=”0″]

Lalu problem lainnya adalah ketika Anda memutuskan bergestun untuk membayar jatuh tempo kartu kredit Anda dengan cara menggesek kartu kredit yang lain untuk membayar minimum payment.

Anda pasti berpikir bahwa jatuhnya akan lebih murah bukan?

CONTOH

Anda melakukan transaksi dibulan Mei.

Kemudian dibulan Juni Anda membayar dengan minimum payment.

Maka jelas perhitungan bunganya dihitung dari bulan Mei ke bulan Juni.

Nah, jika dibulan Juni Anda membayar minimum payment.

Kemudian Anda kembali membayar minimum payment pada bulan berikutnya.

Maka bank tidak menghitung minimum payment dari bulan Juni.

Tetapi bank menghitung dari transaksi terakhir (mei.red).

Inilah kenapa minimum payment masih terbilang lebih mahal.

Kenapa?

Sebab dengan minimum payment, hutang Anda tidak akan kunjung lunas dan akan terjadi akumulatif pada biaya bunga.

[divider style=”0″]

Sebenarnya penurunan bunga kartu kredit memiliki sisi positif dan negatif.

Dampak positifnya adalah ketika terjadi penurunan bunga.

Saya yakin banyak orang melakukan pembayaran secara minimum payment dan otomatis hal itu akan mengurangi keuntungan bagi pihak perbankan.

Untuk mengantisipasinya pihak perbankan tentu akan melakukan ekspansi.

Jadi bagi Anda yang ingin apply kartu kredit, lakukanlah pada bulan-bulan ini (Mei – Juni.red) sebab pihak bank akan mencari kompensasi sebesar-besarnya dari penurunan profit.

Ingat, pihak bank mendapatkan keuntungan dari kita, artinya pihak bank lah yang membutuhkan kita.

Lalu apa dampak negatifnya?

Secara psikologis, penurunan biaya bunga menyebabkan meningkatnya keinginan seseorang untuk berbelanja.

Maka berhati-hatilah sebab hal ini dapat memicu penggunaan kartu kredit dengan pemakaian yang over.

Maka dari itu, mulailah cerdas untuk menghitung bunga.

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis (2)

Menyambung artikel sebelumnya tentang delusi [baca disini], yaitu kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataannya.

Nah, selain bisnis money game dan MLM, Anda juga harus berhati-hati pada bisnis e-commerce.

Teknik membangun mimpi yang digunakan pada bisnis e-commerce adalah dengan menyajikan data transaksi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Mereka tidak menyadari bahwa pada kenyataannya perusahaan sekelas foodpanda di Indonesia pun bisa jatuh.

Intinya ketika ada peluang pasti ada masalah yang akan dihadapi, jadi keduanya harus balance atau seimbang.

Inilah realita yang harus dipahami.

Dikelas Credit Card Revolution, Saya tidak sekedar membangun mimpi yang pada akhirnya akan membuat Anda jatuh.

[divider style=”0″]

Dikelas Credit Card Revolution atau Credit Strategy for Property Investor Saya mengajarkan bahwa jika sekedar apply kartu mungkin masih terbilang sangat mudah.

Dikelas Credit Card Revolution, average atau rata-rata yang berhasil mendapat kartu kredit diatas Rp 100.00.000,- sebesar 80% dari seluruh peserta.

Artinya 4 dari 5 orang sukses mendapatkan kartu kredit diatas Rp 100.000.000,-.

Tetapi Saya selalu mengingatkan bahwa,

Mendapatkan Bukanlah Tujuan

Mendapatkan kartu kredit hanyalah awal

The real challenge adalah bagaimana memanfaatkannya setelah Anda mendapatkannya

Itulah kenapa dikelas Saya ada semacam konsultasi yang sifatnya eksplore.

Di mulai dari menanyakan bisnis apa yang ingin dijalankan.

Contohnya jika ingin memulai bisnis kuliner, Saya selalu memberikan pertanyaan terlebih dahulu.

Dalam memulai bisnis, bisa karena merasa bisa saja atau bisa karena punya pengalaman.

Apabila Anda bisa karena memang mempunyai pengalaman.

Maka sekali lagi Saya katakan bahwa Anda bebas untuk memulainya, sebab Saya yakin 90% bisnis Anda akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya jika hanya merasa bisa, Saya akan menyarankan untuk melakukan tes pasar atau validasi market terlebih dahulu.

CONTOH

Share if you like this. 🙂

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Delusi Dalam Menjalankan Bisnis

Berbicara tentang delusi, coba kita ambil contoh dari bisnis yang sedang ramai saat ini.

Saat ini bisnis kuliner semacam mie-mie menggunakan level kepedasan mungkin sedang banyak digandrungi oleh para pebisnis untuk dijadikan lahan bisnisnya.

Mungkin dalam bisnis tersebut banyak orang berpendapat bahwa bisnis seperti itu sangatlah mudah, namun ketika sudah dijalankan nyatanya tak semudah yang dibayangkan sebelumnya.

Inilah yang dinamakan delusi.

Kondisi dimana keyakinan bertentangan dengan kenyataan.

BISA karena merasa bisa

Maka yang harus Anda lakukan adalah validasi market artinya lakukan percobaan bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu.

BISA karena mempunyai pengalaman

Maka Anda bebas untuk terjun langsung kedalam dunia bisnis yang ingin Anda bangun.

Inilah yang harus Anda pahami.

Apapun bisnis yang ingin Anda geluti entah itu bisnis properti, kuliner atau bisnis-bisnis lainnya Anda harus memikirkan secara matang.

Dalam bisnis tersebut, apakah Anda bisa karena punya pengalaman atau hanya bisa karena merasa bisa? Mulai tanyakan pada diri Anda.

CONTOH

Salah satu murid Saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya.

Begitu keluar dari pekerjaan, ia langsung membuka bisnis dengan modal kartu kredit.

Ia membuka bisnis kuliner yaitu menjual ayam ala fried chicken, dan ternyata bisnis yang dijalankan langsung “jadi”.

Artinya bisnis yang dibuat berjalan dengan lancar.

Saya pun bertanya padanya, apakah sebelumnya ia mempunyai pengalaman dalam membuka bisnis tersebut? Ia menjawab tidak pernah.

Kemudian Saya bertanya kembali, sebelum membuka bisnis fried chicken apa pekerjaan yang dilakukan?

Ia pun menjawab, dulunya ia adalah seorang karyawan, ia bekerja sebagai manajer di salah satu restoran cepat saji terkemuka selama 7 tahun.

Mungkin inilah yang membuat ia bisa dengan mudah membuka bisnis.

Dengan pengalaman yang dimiliki, tentu ia paham mengenai ilmu yang berkaitan dengan marketing dan leadership yang diterapkan dalam dunia bisnis kuliner.

Sebaliknya dari mana sikap BISA karena merasa bisa muncul?

Biasanya sikap bisa karena merasa bisa muncul setelah Anda mengikuti acara seminar yang sifatnya hardcore sales, seminar yang isinya hanya membangun mimpi tanpa detail proses.

CONTOH

Dalam sebuah seminar dikatakan bahwa membangun bisnis import sangatlah mudah.

Anda bisa menjadi distributor barang dengan harga Rp 10.000,- yang nantinya bisa Anda jual seharga Rp 100.000,-.

Hal inilah yang akan membuat Anda merasa bahwa Anda bisa melakukan bisnis ini dengan mudah.

Istilahnya ngepitch hardcore sales tetapi deliver atau prosesnya tidak dijelaskan secara detail.

Apakah hal itu boleh dilakukan?

Boleh-boleh saja, sebab pada seminar-seminar tidak sedikit yang menerapkan hardcore sales.

Tetapi berbeda ketika mengajar di workshop, Saya selalu mengajarkan semua proses beserta step by step-nya.

Money game dan MLM adalah salah satu contoh bisnis yang membuat orang merasa dibangun mimpinya, tetapi tanpa disertai aksi yang konsisten.

Oleh sebab itu punya mimpi yang besar tanpa konsisten action sama saja dengan delusi, hanya akan menjadi khayalan Anda saja.

Share if you like this. 🙂

Peluang Bisnis Menjelang Puasa dan Lebaran

Peluang Bisnis Menjelang Puasa dan Lebaran

Tak terasa bulan puasa dan lebaran sudah semakin dekat.

Kebutuhan seseorang akan sandang pangan tentu semakin meningkat, mulai dari baju, makanan, minuman hingga camilan untuk persiapan lebaran.

Jika Anda seseorang yang menginginkan penghasilan yang lebih, maka ini bisa menjadi kesempatan bagi Anda untuk mulai mencari-cari tambahan.

Dengan modal kartu kredit, banyak dari alumni Saya mulai berbelanja barang-barang kebutuhan menjelang lebaran yang kemudian ia jual kembali dibazar-bazar yang tersedia dilingkungannya.

Nah, jika Anda ingin memulai usaha, Saya menyarankan berhati-hatilah dalam memilih jenis atau model jika Anda ingin menjual semacam baju-baju atau hijab.

Tidak perlu banyak model, cukup stok model-model baju yang diminati saat ini.

Sebab jika terlalu banyak model, keuntungan Anda akan habis pada barang yang tidak laku.

Selain baju dan jilbab, kue kering adalah pilihan tepat untuk berbisnis.

Kenapa?

Sebab Anda bisa mulai memproduksi kue kering dari sekarang, kemudian tinggal Anda jual nantinya.

Berbeda dengan bisnis takjil, sebenarnya boleh-boleh saja, tetapi momen berbisnisnya hanya saat menjelang berbuka puasa saja, setelah itu selesai.

Tetapi jika Anda menjual kue kering, tentu Anda bisa menjualnya kapanpun, tidak hanya pada momen lebaran saja.

Jika perlu, beri tester, siapa tahu produk Anda cocok dikalangan masyarakat.

Bukan tidak mungkin Anda bisa mulai merencanakan untuk keluar dari pekerjaan dan mulai membuka bisnis sendiri.

Selain peluang-peluang yang sudah disebutkan, ada peluang lain yang bisa Anda persiapkan mulai sekarang.

Bagi Anda yang ingin membeli properti, biasanya harga properti menjadi melandai pada momen-momen menjelang lebaran.

Sebab menjelang puasa dan lebaran banyak orang membutuhkan uang, tentu ini bisa menjadi kesempatan yang bisa Anda manfaatkan.

Maka dari itu mulai sediakan dana yang Anda perlukan.

Orang kaya mengantisipasi, orang miskin bereaksi.

Jika orang kaya mengantisipasi, walaupun belum masuk bulan puasa mereka sudah mulai mengantisipasi.

Sama halnya dengan para pedagang, mereka sudah mulai menyetok barang untuk dijual saat menjelang hari raya.

Lalu Apa yang bisa Anda persiapkan dari sekarang?

Andapun harus mulai berpikir untuk menjadi bagian dari bisnis ini, sebab pada momen seperti ini, Saya yakin pengeluaran Anda juga lebih besar.

Dan Saya yakin jika Anda hanya sekedar mengandalkan uang THR, tentu saja kurang.

Intinya Anda harus mulai mencari ancang-ancang dan mengambil posisi untuk meraih keuntungan.

Pilihan ada pada Anda. Apakah Anda hanya ingin menjadi penonton atau ingin menjadi pelaku bisnis?

Jika Anda hanya ingin sekedar menjadi penonton, maka Anda hanya bisa melihat teman-teman sukses dalam berbisnis, sedangkan diri Anda sendiri tidak mempunyai planning untuk mengikuti jejaknya.

Namun jika Anda ingin menjadi pelaku, maka hari ini Anda menjadi pelaku bisnis.

Nah, salah satu permodalan alternatif yang bisa memberikan Anda pinjaman adalah kartu kredit.

Kenapa?

Sebab pada kartu kredit, ketika kita pakai kemudian bulan depan kita kembalikan lagi, maka kita hanya kena cash selama sebulan saja.

Berbeda jika Anda mengambil kredit jenis KTA.

Ketika Anda mendapatkan cicilan selama 2 tahun, bayar atau tidak bayarpun Anda tetap harus membayar angsuran selama 2 tahun.

Daripada kartu kredit hanya Anda gunakan secara konsumtif, Anda pakai untuk jalan-jalan, membeli barang-barang yang tidak perlu lebih baik Anda gunakan untuk hal-hal yang menguntungkan.

Oleh sebab itu menjelang puasa dan lebaran, peran kartu kredit tentu sangat vital untuk masalah permodalan.

Terutama jika bisnis Anda hanya bersifat insidentil, artinya bisnis yang hanya ada di momen-momen tertentu.

Siapa yang bisa memberi Anda pinjaman, kepercayaan hingga ratusan juta hanya modal fotocopy KTP?

Orang tua Anda? Calon mertua Anda? Atau pasangan Anda?

Saya rasa yang bisa hanya satu, yaitu om Anda, om Visa dan Master Card.

Share If You Like This. 🙂

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds