Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Mentalitas Seperti Apakah Yang Anda Miliki?

Sudah Benarkah Mentalitas Anda?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]S[/mk_dropcaps]

aya menemukan sebuah ilmu yang luar biasa ketika bertemu dengan salah satu rekan Saya, ia adalah seseorang yang bisa dibilang jago dalam memaksimalkan Facebook Ads.

Tidak hanya itu, ia pun bisa mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah dari penjualan kaos disalah satu perusahaan digital marketing yang menyediakan layanan pembuatan desain kaos dan cetak. Luar biasa bukan?

Saya menemukan bahwa ilmu basic yang diajarkan mungkin hampir sama, tetapi pola pikir yang berbeda telah Saya dapatkan darinya yaitu ketika ia menemukan peluang untuk mendapatkan sebuah iklan yang bagus.

Sebagai contoh iklan A menghabiskan 100 dollar, ia bisa menghasilkan 1000 dollar dari dana 100 dollar yang sudah ia keluarkan sebelumnya sebab yang ia lakukan adalah men-scale up bisnis yang ia jalankan.

Ia secara terus-menerus melakukan teknik double scale up. Dengan nilai 100 dollar ia bisa menghasilkan 1000 dollar, 500 dollar menjadi 5000 dollar. Menurut Saya ini merupakan satu mindset yang sangat luar biasa.

Di lain waktu salah satu murid Saya berkonsultasi dan bertanya “Mengapa bisnis Saya sepi padahal dulu sempat ramai?”.

Saya sempat menanyakan tentang cara yang pernah Saya ajarkan yaitu mempromosikan bisnis menggunakan Facebook Ads.

Awalnya cara itu memang dilakukan, namun ketika bisnis yang dijalankannya sudah ramai dan berjalan lancar, justru cara itu sudah tidak dilakukan lagi sebab murid Saya berasumsi bahwa bisnisnya sudah ramai.

Ini tentu saja suatu perbedaan yang mendasar antara bumi dan langit.

Disisi lain rekan Saya berinisiatif melakukan scale up saat bisnisnya sedang dalam kondisi yang bagus.

Sebaliknya salah satu murid Saya justru stuck karena bisnis yang dijalankan dirasa sudah cukup lancar dan ramai kala itu.

Mungkin inilah yang membedakan perihal hasil pencapaian yang didapat antara rekan dan salah satu murid Saya.

“Ilmu yang didapatkan mungkin sama, tetapi mentality setiap orang tentu berbeda-beda. Itulah kenapa belajar tidak hanya masalah ilmu tetapi juga masalah mental.”

Pertanyaan Saya, Mental seperti apakah Anda?



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

blindspot dalam penerapan bisnis anda

Kali ini Saya ingin sharing mengenai Blind Spot.

BLIND SPOT?

[mk_dropcaps style=”simple-style”]A[/mk_dropcaps]

pakah Anda pernah merasa bahwa Anda sudah cukup tahu banyak tentang sebuah ilmu yang sudah pernah dipelajari sebelumnya?

[feature_box style=”12″ only_advanced=”There%20are%20no%20title%20options%20for%20the%20choosen%20style” alignment=”center”]

Anda merasa sudah memahami tentang tata cara penggunaan kartu kredit dalam bisnis.

Di sisi lain saat Anda dan teman Anda sama-sama memahami tentang ilmu penggunaan kartu kredit, ternyata teman Anda justru lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Lalu kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

[/feature_box]

Setelah kejadian tersebut tentu Anda akan mulai mempelajari dan mengikuti kelas kembali bersama mentor-mentor yang berbeda.

Nah, saat Anda mulai open mind serta mempelajari jauh lebih dalam, Anda akan menyadari bahwa Anda telah mengalami yang namanya Blind Spot.

Mungkin inilah yang membedakan kenapa teman Anda bisa lebih sukses bila dibandingkan dengan Anda.

Istilah Blind Spot sendiri adalah dari semua hal yang sudah diketahui, ternyata masih terdapat miss detail, artinya kita tidak mengetahui secara detail tentang ilmu yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Blind Spot dalam Penerapan Bisnis Anda

Mempelajari sesuatu tentu tidak bisa hanya sekali dua kali. Karena ketika Anda merasa tahu dan merasa sudah memahami semua hal disitulah letak kebodohan Anda.

Anda tidak mau mengembangkan ilmu dan akhirnya terjadilah Blind Spot.

Ada yang mengatakan bahwa “Pengulangan adalah ibu dari segala ketrampilan” tentu Saya sangat setuju dengan statment tersebut.

Itulah kenapa kita dituntut mempunyai pemikiran yang terbuka. Mempelajari suatu hal secara berulang-ulang agar ilmu yang didapatkan semakin bertambah terutama ilmu baru atau ilmu yang up to date.

Setiap ada kesempatan Saya selalu belajar dari banyak orang, walaupun saat ini Saya sudah menjadi seorang pengajar tapi hal itu tidak serta merta membuat Saya merasa bahwa diri Saya sudah memahami semua materi.

Saya masih akan terus belajar untuk menghindari terjadinya Blind Spot, sebab ketika sedang mengajar kadang seseorang seringkali tidak menyadari dengan adanya ilmu baru (up to date).

Nah, sekarang Saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah Anda pernah mengalamI Blind Spot? Coba Anda pikirkan.

Saya pun baru akan menyadari bahwa Saya memiliki banyak Blind Spot ketika Saya mulai mempelajarinya lagi.

Ketika memutuskan untuk berhenti mempelajari sesuatu itu artinya Saya merasa sudah pintar tapi kenyataannya dalam hal bisnis omset Saya tidak bertambah.

Sebaliknya ketika Saya mengembangkan ilmu yang Saya miliki  dan terus mempelajarinya justru omset Saya semakin bertambah sebab Blind SpotBlind Spot yang semula banyak perlahan-lahan mulai tertutupi .

Always open mind dan jangan pernah berhenti untuk belajar. Sekali lagi Saya tekankan bahwa ketika Anda merasa pintar disitulah letak kebodohan Anda”.



About Roy Shakti
Roy Shakti dikenal sebagai Pakar Kartu Kredit dan Penulis Buku Best Seller Credit Card Revolution, New Credit Card Revolution dan Credit Strategy For Investing.

Modal Usaha Anti Ribet

Silahkan jawab beberapa pertanyaan berikut.

1 / 4

Apakah kamu memiliki Jaminan?

2 / 4

Jenis Jaminan:

3 / 4

Plafond yang ingin diajukan:

4 / 4

Kota lokasi jaminan:

This will close in 0 seconds



This will close in 20 seconds